Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Dingin


__ADS_3

Selama lima hari SMA Bunga Bangsa akan mengadakan ujian. Untuk kelas 10 dan 11, hasil ujian mereka nanti akan menentukan naik atau tidaknya murid tersebut ke kelas selanjutnya sedangkan untuk kelas 12, berdasarkan kebijakan baru dari Menteri Pendidikan yang menghapus UN (Ujian Nasional) maka hasil ujian nanti akan menentukan lulus atau tidaknya mereka.


Selain harus mendapatkan nilai yang sudah ditetapkan pihak sekolah, ada syarat lain untuk menentukan kelulusan seperti nilai tugas, nilai ulangan mingguan dan juga laporan absensi.


Tapi untuk sekarang Aditya tidak perlu memikirkan semua itu karena dia hanya perlu mendapatkan nilai bagus untuk naik ke kelas 12.


Tidak, kali ini bukan hanya perlu mendapatkan nilai bagus tapi Aditya HARUS mendapatkan nilai SEMPURNA.


Nilai yang didapat Aditya dari setiap mata pelajaran harus 100 dan kalau nanti ada satu mata pelajaran yang mendapat nilai 99 maka janji yang diberikan Kania dianggap tidak berlaku.


Janji? Kania janji apa ke Aditya? Apa hubungannya dengan nilai ujian?


Sebenarnya sehari sebelum ujian sekolah, Kania berhasil membuat Aditya mengaku kalau selama ini dia cuma pura-pura minta diajari Kania untuk mendapat perhatian dari wanita itu.


Kania pun jadi teringat tentang prestasi akademik yang didapatkan Aditya. Semua piala dan medali untuk juara I, tidak ada sama sekali untuk juara II apalagi III.


Tapi cuma sampai tingkat SMP setelahnya tidak ada piala atau medali yang didapat Aditya.


Kania pun bertanya alasan kenapa Aditya tidak ikut kompetisi akademik lagi saat SMA karena sebenarnya ada beberapa kompetisi akademik yang diselenggarakan saat itu bahkan ada seleksi olimpiade juga tapi Aditya seperti tidak tertarik berpartisipasi.


Ternyata alasannya karena Aditya merasa percuma ikut kompetisi dan menang kalau orang yang ingin dia buat bangga dengan kemenangannya sudah tidak ada. Ya, maksudnya adalah sang papi tercinta.


Setelah tahu tentang hal itu, Kania punya ide agar Aditya bisa kembali termotivasi untuk menunjukkan kemampuannya dibidang akademik.


Kania berjanji akan memberikan hadiah spesial untuk Aditya kalau Aditya berhasil mendapatkan nilai 100 dari setiap mata pelajaran.


Awalnya Aditya ragu karena kalau dia mendapat nilai sempurna otomatis dia akan menjadi ranking 1 bukan cuma di kelasnya tapi satu sekolah.


Berarti Aditya harus siap menjadi pusat perhatian para guru. Dia juga pasti akan diminta mewakili sekolah untuk mengikut kompetisi akademik.


Tapi kemudian Aditya ingat kalau pihak sekolah tidak melibatkan lagi murid kelas 12 untuk mengikuti lomba atau kompetisi karena mereka diharuskan untuk fokus belajar agar bisa lulus. Maklum karena standar kelulusan sekolah itu termasuk tinggi.


"Baiklah, aku setuju."


Aditya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Kania.


"Siapkan saja hadiahnya, aku mau hadiah yang sempurna seperti nilai yang akan aku dapatkan nanti," bisik Aditya diiringi senyum menyeringainya.


...****************...


Hari ini adalah hari ketiga ujian.


Aditya dan Daniel berada di kelas yang sama karena nomor absen mereka yang masih berada diurutan 20.


Jadi selama ujian satu kelas dibagi dua dan setiap kelas hanya diisi 20 murid sisanya berada di kelas lain seperti Mutiara yang nomor absennya berada diurutan hampir paling akhir.


Setiap murid duduk sendiri-sendiri di meja yang sudah disiapkan pihak sekolah. Tujuannya agar para murid tidak saling menyontek.


"Besok ujian matematika, huuh...," ucap Daniel lesu.


"Kenapa lu Bro?" tanya Aditya sambil menepuk pundak Daniel.


"Lu kan tahu gue lemah pelajaran matematika, tahun lalu aja untung nilai gue pas sama standar nilai makanya gue bisa naik kelas, tahun ini gue gak yakin...."


Aditya jarang melihat Daniel murung karena Daniel biasanya selalu ceria.

__ADS_1


"Tenang Bro ada gue," ucap Aditya sambil merangkul pundak Daniel.


"Maksudnya lu mau kasi gue contekan?"


"Sorry ya Bro gue manusia bukan malaikat, hati gue gak sebaik itu buat kasi lu contekan."


"Terus maksud lu apa?"


"Kita kan bisa belajar bareng, nanti kalau ada yang lu gak ngerti lu bisa tanya gue, gimana?"


"Belajar bareng?"


Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara cewek.


Aditya dan Daniel pun berbalik dan melihat Mutiara sedang tersenyum kepada mereka, lebih tepatnya ke Aditya.


"Kalian mau belajar bareng? Aku ikut, kita belajar di rumah Aditya saja, ayo kita berangkat sekarang."


Tanpa menunggu persetujuan Aditya, Mutiara langsung memutuskan sepihak dimana mereka akan belajar bareng.


"Di rumah ku?" tanya Aditya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya di rumah kamu, aku juga mau sekalian ketemu Tante, ayo cepat."


Mutiara memeluk lengan Aditya lalu menyeretnya pergi.


"Eh tungguin gue!"


Daniel pun bergegas mengejar Aditya dan Mutiara.


Sesampainya di area parkir, Aditya melepas tangan Mutiara dari lengannya.


"Dit, kamu koq malah bengong," tegur Mutiara.


"Belajarnya di rumah Daniel aja."


"Sorry Bro di rumah gue kayanya gak bisa soalnya ada keluarga bokap gue lagi nginep, udah gitu banyak keponakan gue juga yang masih kecil-kecil jadi gak kondusif buat belajar."


Mutiara lagi-lagi memutuskan sendiri tanpa menunggu Aditya atau Daniel.


"Berarti belajarnya di rumah Aditya, ayo Aditya kita berangkat ke rumah kamu sekarang."


Aditya melihat Mutiara sudah memakai helm dan berdiri di samping motornya.


"Huuuh... Baiklah," jawab Aditya pasrah.


Aditya gak mungkin mengusulkan mereka belajar di luar karena tidak ada yang membawa buku matematika.


"Kali ini supir kamu kemana? Kenapa gak jemput?" tanya Aditya.


"Supir ku sakit jadi gak bisa jemput."


Mutiara sudah menyiapkan jawaban karena dia tahu kalau Aditya pasti akan bertanya tentang supirnya.


Aditya menaikan satu alisnya, dia tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan Mutiara.

__ADS_1


"Hmm... Begitu."


"Dit, gue jalan duluan, soalnya kan gue pake mobil takutnya macet," pamit Daniel.


Tapi sebelum Daniel pergi, Aditya dengan cepat menarik tas ransel milik sahabatnya itu.


"Tunggu Bro jangan pergi dulu."


"Kenapa Dit?"


"Lu ajak Ara sekalian."


"Lah bukannya Ara bareng lu? Masa dia naik mobil pake helm?"


"Iya Dit, aku bareng kamu ajaa~" pinta Mutiara.


"Kalau kamu mau ikut belajar bareng, kamu harus pergi bareng Daniel kalau kamu gak mau yaudah gak usah ikut."


Daniel tidak menduga Aditya bisa bicara dingin dan tegas ke Mutiara karena selama ini Aditya selalu ramah ke teman masa kecilnya itu.


Tapi sejak Mutiara posting foto mereka, Aditya yang sudah pengalaman sebagai playboy merasa kalau Mutiara punya perasaan lebih kepadanya jadi Aditya memutuskan untuk menjaga jarak dari teman masa kecilnya itu.


Memang awalnya Aditya duluan yang mendekati Mutiara karena dia bermaksud ingin berteman dengan wanita yang dulu pernah dekat dengannya. Hanya berteman tidak lebih dari itu tapi sepertinya Mutiara mengharapkan sebaliknya.


Mutiara juga sedikit terkejut dengan perubahan sikap Aditya yang tiba-tiba dingin kepadanya.


Aditya memakai helm lalu menaiki motornya.


"Gue tunggu di rumah ya Bro," ucap Aditya menepuk lengan Daniel lalu melajukan motornya pergi dari tempat itu tanpa melihat wajah Mutiara yang tampak kesal dan sedih karena ditinggal olehnya.


Gue lagi yang dijadiin tumbal sama Adit, huuhh...


"Yaudah Ra bareng gue aja, kuy kita berangkat entar keburu macet," ajak Daniel.


Meskipun Aditya sudah bersikap seperti itu kepadanya tapi tidak membuat Mutiara menyerah. Akhirnya dia pun terpaksa pergi dengan Daniel ke rumah Aditya.


...****************...


Selama di dalam mobil Daniel merasa dingin padahal AC di set seperti biasa.


"Pak, ACnya digedein ya?" tanya Daniel ke supirnya.


"Engga den, kaya biasanya, mau Saya kecilin?"


"Iya Pak kecilin dikit, koq dingin banget ya."


"Baik den."


"Koq tumben dingin banget," gumam Daniel pelan.


Lalu Daniel melihat kearah samping dimana ada seorang wanita sedang duduk diam sambil melihat ke luar jendela mobilnya.


Ooo pantesan aja dingin banget, gara-gara Aditya bersikap dingin, Mutiara jadi tambah dingin. Tapi kenapa Aditya tiba-tiba bersikap kaya gitu ya? Bukannya mereka teman masa kecil? Biasanya Aditya juga selalu ramah sama Mutiara tapi kenapa sekarang Aditya kaya menghindar dari Mutiara? Hmm...


Sementara itu Mutiara juga sibuk dengan pikirannya.

__ADS_1


Aku tahu pasti wanita sombong itu yang udah menghasut Aditya makanya Aditya bersikap dingin sama aku tadi. Liat aja, aku bakal buat Aditya bukan hanya bersikap dingin tapi juga membencinya.


...****************...


__ADS_2