
WARNING: Chapter ini mengandung unsur 18+ jadi siapkan mental kalian sebelum membacanya.
...****************...
Dengan semangat 45, Aditya melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan langsung naik ke lantai dua, tepatnya menuju kamar kekasihnya.
Tangan Aditya memegang handle pintu lalu membukanya tapi tak melihat keberadaan kekasihnya di dalam kamar itu.
"Baby!"
Aditya masuk ke dalam kamar. Matanya menjelajah ke seluruh penjuru berharap menangkap sosok sang pujaan hati.
"Mungkin lagi di kamar mandi."
Kaki Aditya pun melangkah ke kamar mandi lalu mengetuk-ngetuk pintu di depannya.
"Baby! Apa kamu ada di dalam?!"
Tidak ada jawaban.
Dengan ragu Aditya menekan handle pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci.
"Baby?" Kepala Aditya mengintip dari balik pintu.
Tidak ada. Kekasihnya tidak ada di dalam kamar mandi.
Otaknya pun segera memerintahkan dirinya untuk pergi ke perpustakaan, salah satu tempat favorit kekasihnya.
Dan benar saja, sosok cantik yang bisa membuat jantungnya berdetak tak karuan itu ada disana.
Perlahan Aditya mendekati sosok cantik itu yang tengah tertidur pulas diatas sofa.
Senyuman lembut terukir dibibir Aditya saat memandangi wajah sang pujaan hati, Kania Pertiwi.
Dengan hati-hati Aditya duduk dan memindahkan kepala Kania ke atas pangkuannya, menjadikan pahanya sebagai bantal untuk wanitanya itu.
Kania tampaknya benar-benar pulas, dia sama sekali tak terusik dengan sentuhan Aditya yang mengelus pipinya.
"Pulas banget tidurnya."
Aditya tidak pernah bosan memandangi wajah Kania sampai saat manik hazelnut nya melihat bibir ranum sang kekasih.
Sudah lama dia tidak mencicipi manisnya bibir itu. Terakhir kali dia mencicipinya bahkan sampai membuatnya hampir lepas kendali.
Aditya menelan salivanya. Sebagai laki-laki normal tentu saja dia ingin kembali merasakan sensasi manis dari bibir wanita yang sangat dicintainya itu.
Semakin lama wajah Aditya semakin dekat. Matanya terpejam saat bibirnya merasakan kelembutan dari bibir kekasihnya.
Begitu lembut. Manis dan kenyal.
Membuat debaran jantung Aditya berpacu dua kali lipat. Bibir itu kembali membuatnya kesulitan mengendalikan diri. Rasanya dia ingin sekali ******* bibir Kania seperti waktu itu.
Disaat Aditya tengah menikmati bibir Kania, gadis itu malah mengira dirinya sedang bermimpi berciuman dengan kekasih kecilnya.
Karena mengira "cuma mimpi" Kania pun membalas setiap kecupan pada bibirnya.
Aditya sempat kaget mendapat balasan dari Kania tapi dia juga tidak bisa menolak sentuhan dari bibir wanitanya itu.
Di dalam perpustakaan yang sepi terdengar suara kecupan-kecupan panas dari dua sejoli yang tengah dibuai h*sr*t mereka.
__ADS_1
Saking terbuainya Kania tidak sadar dirinya saat ini sudah berada di atas pangkuan Aditya. Tangannya dia lingkarkan di leher pemuda itu.
Awalnya memang hanya ciuman biasa tapi semakin lama ciuman itu menimbulkan percikan api.
Kening mereka berdua pun berkeringat. Panas. Panas. Hawa di sekitar mereka menjadi panas padahal AC di ruangan itu berfungsi dengan baik.
"Haaah... Haaah..." Deru napas keduanya saat sama-sama melepas tautan bibir mereka. Meskipun mereka tengah dikuasai h*sr*t tapi mereka masih butuh pasokan oksigen.
Kania yang masih menganggap semua yang terjadi adalah mimpi tak ingin melepaskan kesempatan untuk melampiaskan fantasi mesumnya.
Aditya pun tersentak saat Kania mencium lehernya dan membuat kissm*rk. Jantungnya dipaksa berpacu lebih kencang karena darah ditubuhnya saat ini tengah mengalir deras.
Hawa di sekitar mereka terasa semakin memanas. Aditya bersusah payah menelan salivanya saat lidah Kania menjilat telinganya yang memerah.
Sekarang Aditya dihadapkan dengan dua pilihan, menghentikan atau membiarkan.
Jari-jari lentik Kania mulai meraba dada Aditya dan bermain-main dengan sesuatu yang ada disana membuat pemuda itu memejamkan matanya menikmati sensasi yang belum pernah dia rasakan. Sebuah des*h*n pun keluar begitu saja dari mulutnya.
Logikanya mulai runtuh. Badannya menginginkan sentuhan Kania. Lagi dan lagi.
"Baby...."
Mendengar suara serak Aditya membuat Kania makin antusias melancarkan aksinya.
Kania kembali ******* ganas bibir Aditya sambil membuka satu per satu kancing seragam pemuda itu.
Aditya tahu semua ini salah, mereka tidak seharusnya melakukan sesuatu sebelum sah TAPI badannya tidak bisa berbohong. Sulit. Sangat sulit menolak kenikmatan yang membuatnya melayang.
Disaat kenikmatan itu hampir menghancurkan logikanya, tiba-tiba badannya tidak merasakan sentuhan lagi. Perlahan Aditya membuka matanya. Jujur, dia kecewa saat Kania berhenti menyentuhnya. Dia ingin disentuh lagi, badannya sudah terlanjur kecanduan dengan sentuhan wanitanya itu.
Tapi ternyata kekasihnya itu kembali tertidur, terlelap di dada Aditya yang terlihat dari balik seragamnya yang sudah terbuka setengah.
Aditya tersenyum miris. Dia tak rela kenikmatan surgawinya berakhir secepat ini tapi kalau Kania tidak berhenti mungkin dia juga tidak akan bisa menahan dirinya lagi.
Dan Yang Maha Melihat masih melindungi mereka sehingga mereka tidak sampai melakukan hal itu.
Aditya melihat seragamnya yang sudah terbuka setengah dan terkekeh pelan.
"Aku gak nyangka kamu bisa seagresif itu, padahal kamu selalu bilang aku mesum tapi ternyata...," Aditya kembali terkekeh.
"Setelah membuatku khilaf, kamu malah enak-enakan tidur, dasar gak bertanggung jawab."
Aditya mencubit gemas pipi Kania tapi tentu saja dengan lembut agar tidak mengganggu tidur kekasihnya itu.
Lalu dia memeluk erat Kania yang masih bertengger dipangkuannya. Mencium pucuk kepala wanitanya itu dan ikut memejamkan mata.
"I love you Baby...."
Kania mempererat pelukannya dan sebuah senyuman terukir dibibirnya yang sedikit bengkak akibat ciuman panasnya dengan Aditya.
...****************...
Perlahan kelopak mata Kania terangkat. Lehernya terasa kaku.
Sesaat dirinya termenung.
Wangi ini... Wangi parfum Aditya... Apa aku masih bermimpi?
Seketika mata Kania membulat sempurna saat teringat yang dia lakukan dengan Aditya "di dalam mimpinya."
__ADS_1
"Astaga! Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu?!"
Wajah Kania pun memerah saat mengingat apa saja yang dia lakukan kepada Aditya di dalam mimpi.
Kania menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia merutuki dan memaki dirinya sendiri.
"Aditya pasti ilfeel kalau tahu aku bermimpi melakukan itu kepadanya... Dia... Dia akan membenciku dan merasa jijik kepadaku...." ucap Kania lirih.
"Kamu salah, aku tidak akan membencimu atau ilfeel bahkan jijik tapi aku akan menikmati setiap sentuhanmu... Baby...."
...Deg!...
Jantung Kania seakan berhenti berdetak. Badannya pun langsung panas dingin mendengar suara Aditya.
Aditya?! Kenapa aku mendengar suara Aditya? Apa aku masih bermimpi?
Mata Kania terbelalak begitu tangannya tidak menutup wajahnya lagi. Dia shock saat melihat Aditya tengah tersenyum kepadanya.
"A-A-Aditya?!" pekik Kania panik.
"Iya Baby, mau melanjutkan yang tadi?" goda Aditya.
"Mimpi! Aku pasti masih mimpi!"
Kania malah mencubit lengan Aditya untuk memastikan dirinya bermimpi atau tidak.
"Awww! Sakit Baby~" rengek Aditya sambil mengusap-usap lengannya.
"Apa sakit?"
"Tentu saja sakit!"
...Ctak!...
"Aww!" pekik Kania kesakitan saat Aditya menyentil keningnya.
"Sakit~" rengek Kania sambil mengusap-usap keningnya.
Tunggu! SAKIT?! Be-Be-Berarti....
"Ini nyata! Aku gak mimpi!"
"Mimpi?" Aditya terkekeh. Dia mengerti sekarang ternyata Kania mengira semua yang mereka lakukan adalah mimpi makanya gadis itu berani melakukan hal seagresif tadi.
"Lihatlah Baby, semua tanda yang kamu buat ini nya-ta."
Aditya menyeringai menunjukkan beberapa kissmark dilehernya karya kekasihnya yang tengah menatap horor semua tanda kepemilikan itu.
"I-Itu... Itu... A-Aku yang...." Kania tergagap. Jantungnya berdetak tak karuan.
Senyuman Aditya sudah cukup menjelaskan kalau semua tanda itu memang dia yang membuatnya.
Tidaaaaakkk!! Apa yang sudah aku lakukan?!
...****************...
...-...
...-...
__ADS_1
Wkwkwkwk pertama gak lolos review gara-gara terlalu vulgar terus berkali-kali gak lolos review juga karena ceritanya terlalu dewasa, huuhh...
Padahal aku pikir bisa up lagi kemarin tapi malah ditolak terus, mungkin karena awalnya aku masukin ke konten dewasa, sekarang aku post biasa aja, semoga ke publish 🙏🏻 Love You Guys ❤️