Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Ke Rumah Ibu


__ADS_3

Suara rintihan dari dalam kamar orang tuanya kembali terngiang ditelinga Kania padahal saat ini dia sedang makan dengan mereka.


Kania lalu menggeleng-gelengkan kepalanya saat terbayang scene 18+ yang membuat jantungnya kembali berdetak kencang.


Aditya terkekeh pelan karena dia tahu penyebab Kania bertingkah aneh tapi tidak dengan Permata dan Hendra.


"Kania, kamu kenapa?" tanya Permata.


"Iya Kak, kenapa? Kepalanya pusing?" timpal Hendra.


"Ka-Kania gak apa-apa," jawab Kania gugup.


"Terus tadi kenapa geleng-geleng?" Permata kembali bertanya karena masih khawatir dengan keadaan Kania yang menurutnya terlihat tidak baik-baik saja.


"Gak kenapa-napa Mi." Kania memberanikan diri mengangkat kepalanya dan menunjukkan senyumnya yang terkesan kaku.


"Masa? Terus kenapa muka Kak Kania merah?"


Pertanyaan Aditya sontak saja membuat Kania salah tingkah. Aditya kembali terkekeh, dia senang sekali karena berhasil menjahili kekasihnya itu.


"E-Engga! Muka ku gak merah! Kamu jangan asal ngomong Aditya!" ucap Kania sewot.


Kania pun mencubit lengan Aditya membuat pria kecilnya itu meringis.


"Aww! Sakit Babyy~" rengek Aditya sambil mengusap-usap lengannya dan tak lupa bibirnya yang sudah maju beberapa senti.


"Mami, Ayah, Kania duluan ya, mau nerusin ngerjain skripsi."


Kania bermaksud melarikan diri, dia ingin menjernihkan otaknya dari scene 18+ yang sudah mencemari otaknya itu.


Kania pun beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan meja makan.


"Kania ngambek tuh, kamu gak mau bujuk dia?" tanya Permata ke Aditya yang malah tengah melahap makanan.


"Nanti aja Mi abis makan soalnya butuh banyak tenaga buat bujuk Baby aku yang gemesin itu," jawab Aditya dengan kedua pipinya yang menggembung karena mulutnya penuh makanan seperti hamster.


...****************...


Kania yang tengah menuju perpustakaan menghentikan langkahnya saat mendengar dering panggilan masuk dari handphone nya.


Kania mengeluarkan handphone nya dari saku celana lalu melihat ID kontak yang tertera dilayar handphone nya.


"Ibu?" gumam Kania.


Terdengar suara ibunya saat Kania menjawab panggilan itu dan tanpa basa basi ibunya pun meminta Kania datang ke rumah ibunya karena ada yang ingin dibicarakan dengan Kania.


Setelah Kania menyanggupi permintaan ibunya, ibunya pun mengakhiri panggilan telepon itu.


"Apa Keanu bikin masalah lagi?" gumam Kania.


Ibunya memang terkadang menelepon Kania dan memintanya datang saat ibunya mulai jengah dengan kelakuan Keanu. Biasanya ibunya itu akan meminta Kania menasihati Keanu karena adik tiri bungsunya lebih mendengarkan ucapannya daripada ibu atau papa tirinya bahkan Kevin.


...****************...


Aditya yang sedang menuju ke perpustakaan ternyata malah berpapasan dengan Kania yang baru saja menuruni tangga. Penampilan Kania terlihat lebih rapi dan tentu saja cantik. Dimata Aditya kekasihnya itu mau pakai apa aja tetap cantik no debat, membuktikan dirinya emang kaum bucin.


"Baby ku mau kemana?" tanya Aditya dengan senyum sumringah mendekati Kania.

__ADS_1


"Aku mau pergi ke rumah Ibu."


"Aku ikut!" Aditya langsung memeluk lengan Kania erat seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal ibunya.


"Aku cuma sebentar, lagian kalau kamu ikut nanti kamu berantem lagi sama Kevin."


"Kalau dia gak bikin aku kesel duluan aku juga gak bakal emosi sama dia!" celetuk Aditya sewot.


"Huuh... Makanya kamu disini aja, nanti aku bakal jelasin dulu ke Kevin kalau kamu gak seperti yang dia pikirkan biar dia gak salah paham lagi sama kamu."


"Tapi aku mau ketemu calon mertuaku~" rengek Aditya sambil menggoyang-goyang lengan Kania.


"Iya nanti juga ketemu tapi gak sekarang, aku gak lama koq," bujuk Kania.


Tak lama Permata dan Hendra datang menghampiri kedua anak mereka.


"Aditya, kamu gimana sih? Masa bujuk pacar kaya gitu? Yang ada pacar kamu malah risih," cibir Permata saat melihat Aditya bergelayut manja dilengan Kania yang malah berusaha melepas tangan putranya itu.


"Kalau gitu Aditya harus gimana Mi supaya Baby ku yang cantik ini kasi ijin Aditya ikut pergi sama dia ke rumah calon besannya Mami."


"Calon besan? Maksudnya?" tanya Permata.


"Maksudnya ke rumah Ibunya Kania, Sayang." Hendra dengan lembut memberitahu Permata agar istrinya itu tidak tersinggung.


"Iya Mi, Kania mau ke rumah Ibu."


"Aku ikuuutttt~" Aditya kembali merengek minta ikut.


"Aku cuma sebentar Aditya, lagian nanti sore kita kan mau pergi ke acara partner bisnisnya Ayah." Kania dengan sabar membujuk kekasih kecilnya yang masih bergelayut manja.


Aditya yang keras kepala tentu saja tidak akan terbujuk semudah itu.


Saat Aditya melepas tangannya dan naik ke lantai atas, Kania memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.


"Mami, Ayah, Kania pergi dulu ya," pamit Kania tergesa-gesa.


Padahal Aditya sudah secepat mungkin mengambil kunci motor di kamarnya tapi saat dia kembali ke lantai bawah, Kania sudah menghilang.


"KANIA PERTIWIIII!!"


...****************...


Satpam yang bertugas bergegas keluar dari pos jaganya saat melihat taksi berhenti di depan pintu gerbang. Tak lama dia melihat seseorang keluar dari dalam taksi dan berjalan mendekatinya.


"Selamat siang Non Kania," sapa satpam itu ramah sambil membuka pintu gerbang.


Setelah bercengkrama sebentar dengan satpam itu, Kania pun berjalan menuju pintu utama rumah.


Baru juga Kania membuka pintu tiba-tiba seseorang berlari dan menabraknya. Jidat Kania dan orang itu pun saling terbentur sehingga membuat keduanya meringis kesakitan sambil mengusap-usap jidat mereka.


"Keanu."


Ternyata orang yang bertabrakan dengan Kania adalah Keanu, adik tiri bungsunya.


"Kak Kania!"


Wajah Keanu tampak sumringah, dia pun langsung memeluk kakak yang paling disayanginya.

__ADS_1


"Kak Kania koq gak kasi kabar kalau mau datang!" komplain Keanu saat sudah melepas pelukannya.


"Kakak datang kesini karena tadi Ibu telepon, kamu tahu gak Ibu dimana?"


"Keanuuu!!"


"Nah, itu Mami Kak." Keanu menunjukkan deretan giginya yang tersusun rapi dan putih.


Melihat wanita paruh baya datang mendekati mereka, Keanu langsung bersembunyi di belakang Kania.


"Ibu."


"Kania, kamu sudah datang."


Wanita paruh baya itu bernama Kalina, dia adalah ibu kandung Kania dan juga Keanu.


Kalina tersenyum menyambut kedatangan putrinya tapi saat dia melihat Keanu yang bersembunyi di belakang Kania, ekspresinya berubah, dia tampak geram dengan anak bungsunya itu.


"Percuma kamu minta perlindungan Kakakmu, kamu akan tetap Mami hukum!"


"Ada apa Bu?" tanya Kania.


Salah satu alasan Keanu menyayangi Kania karena Kania tidak pernah langsung men-judge dirinya salah sebelum tahu apa yang dia lakukan. Kalau pun yang dilakukannya salah maka Kania akan memberikannya nasihat tanpa menyudutkan atau menyalahkannya.


"Mami mendapat surat panggilan dari sekolah karena dia sering bolos saat jam pelajaran."


Kania berbalik menghadap Keanu yang kembali menunjukkan deretan giginya.


"Kamu...."


Baru satu kata terucap dari bibir Kania, Keanu sudah langsung menundukkan kepalanya tapi tadi saat Kalina, maminya sendiri cuap-cuap Keanu malah kabur.


"Maaf Kak...," ucap Keanu lirih.


Kania tersenyum lalu mengusap kepala Keanu.


"Jangan diulangi lagi ya Dek."


"Iya Kak...."


"Kania, sebagai Kakak kamu harus tegas! Jangan belain adik kamu terus, sudah jelas dia salah!"


"Keanu sudah menyesali perbuatannya Bu, dia tidak akan bolos lagi, iya kan Dek?"


Keanu menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Kania.


Kalina pun menghela napas, percuma dia mengomeli Keanu karena Kania pasti akan terus membela anak bungsunya itu. 2 lawan 1 sudah pasti dia kalah.


"Masuk lah, kita bicara di ruang tengah." Kalina pun beranjak dari tempatnya dan lebih dulu berjalan ke ruang tengah.


Sebelum menyusul ibunya, Kania ingin memberitahu sesuatu kepada Keanu.


"Dek, kalau kamu gak suka sama pelajarannya lebih baik kamu tidur aja, jangan kabur lagi ya."


Mata Keanu berbinar-binar. Memang cuma Kania yang paling mengerti dirinya.


"I love you My beautiful angel!" Keanu kembali memeluk erat kakaknya itu.

__ADS_1


Kalau saja Aditya ada disana, sudah pasti kekasih kecil Kania yang posesif itu bakalan murka dan ngamuk. Godzila aja minder, kalah beringas sama Aditya.


...****************...


__ADS_2