Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Di Luar Ekspektasi


__ADS_3

Angin semilir berhembus dari pintu kaca yang terbuka dan membelai pipi Aditya sehingga membangunkan pria itu.


Perlahan mata Aditya mulai terbuka tapi dia tidak menemukan seseorang yang seharusnya masih berada dipelukannya.


"Baby...," panggil Aditya lembut sambil beranjak dari ranjang.


Aditya memakai jubah tidurnya yang berbahan satin lalu mencari keberadaan seseorang di dalam kamar itu tapi tidak juga dia temukan sampai matanya beralih kearah balkon.


Ternyata seseorang yang dia cari berada di balkon dan sedang berdiri membelakanginya.


Punggung indah orang itu seperti magnet yang menarik Aditya untuk mendekat.


Dan saat Aditya sudah sangat dekat dengan punggung indah itu, dia pun langsung merengkuh pemilik dari punggung indah itu ke dalam pelukannya dari belakang.


Layaknya lebah yang terpikat dengan aroma manis dari madu bunga begitu juga Aditya yang terpikat dengan wangi dari leher pemilik punggung indah itu membuat Aditya tidak tahan untuk mencicipinya.


Tapi saat bibir Aditya hampir menyentuh leher pemilik punggung indah itu tiba-tiba angin berhembus. Alhasil wajah Aditya pun tertutup helaian rambut yang diterbangkan angin.


Aditya yang risih ingin menyingkirkan helaian rambut itu dari wajahnya.


"Iiih, kenapa susah banget sih?!"


Aditya sewot karena meskipun sudah berkali-kali disingkirkan tapi helaian rambut itu tetap menutupi wajahnya.


...****************...


Alis Aditya berkerut dan wajahnya tampak gelisah. Tak berapa lama, matanya yang terpejam pun terbuka lebar.


Aditya sedikit terperanjat saat melihat telapak tangan berada diatas wajahnya tapi kemudian dia pun tersenyum karena pemilik telapak tangan itu adalah orang yang sama dengan pemilik punggung indah yang ada di dalam mimpinya.


Dengan lembut Aditya memindahkan telapak tangan itu dari wajahnya sehingga dia bisa melihat wajah dari pemilik telapak tangan itu yang masih tertidur pulas.


Perlahan Aditya beranjak dari posisi tidurnya, dia tidak ingin si pemilik telapak tangan yang juga pemilik hatinya itu terbangun. Siapa lagi kalau bukan seorang wanita bernama Kania.


Sejenak Aditya memperhatikan posisi tidur Kania yang bersandar pada headboard.


"Dia lebih memilih tidur seperti ini pasti karena tidak ingin mengganggu tidurku...," gumam Aditya pelan.


Saat Aditya tengah memandangi wajah damai Kania yang sedang tidur, kepala Kania perlahan merosot ke samping. Aditya pun dengan sigap menahan kepala Kania lalu dengan hati-hati meletakkan kepala wanitanya itu keatas bantal.


Kania sempat akan terbangun tapi Aditya langsung mengusap-usap kepala Kania sehingga membuat wanita itu kembali tertidur.

__ADS_1


"Huuh... Hampir saja...," gumam Aditya.


Setelah yakin Kania sudah benar-benar pulas, Aditya mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibir wanitanya itu.


"Tidak akan aku biarkan siapapun merebutmu bahkan di dalam mimpi...."


Aditya pun merebahkan dirinya di samping Kania lalu memeluk lengan wanitanya itu dengan posesif.


"Tuhan... Aku mohon jangan pisahkan aku lagi dengan orang yang aku sayangi, cukup Papi yang Engkau ambil jangan dia... Aku sangat mencintainya... Aku tidak akan sanggup berpisah dengannya... Aku mohon...."


Dada Aditya terasa sesak saat mengingat perpisahannya dengan sang papi. Matanya pun mulai berkaca-kaca.


Ungkapan "Cinta pertama seorang anak adalah orang tua mereka" juga berlaku untuk Aditya tapi jika biasanya cinta pertama seorang anak laki-laki adalah ibu mereka bagi Aditya cinta pertamanya adalah sang papi.


Sejak kecil Aditya memang begitu mengagumi sosok sang papi. Selain selalu memanjakannya, papinya juga tidak pernah sekalipun membentaknya.


Kalau pun Aditya berbuat salah sang papi tidak langsung menilai perbuatannya tapi bertanya lebih dulu kepadanya sampai akhirnya dia menyadari sendiri kesalahannya.


Dan tidak ada yang sesabar papinya dalam menghadapi keegoisan dan tempramentalnya. Mungkin karena sifat Aditya tak jauh beda dengan maminya.


Semakin lama mata Aditya terasa berat dan akhirnya dia pun terlelap.


...****************...


Kania yang terbiasa bangun pagi pun mulai membuka matanya tapi saat dia akan beranjak dari ranjang, dia baru sadar kalau lengannya tengah dipeluk Aditya.


Kania pun berusaha melepas tangan Aditya yang melingkar dilengannya lalu menarik lengannya perlahan-lahan.


Merasa pergerakan dari lengan Kania membuat Aditya malah semakin erat memeluk lengan wanita itu.


"Engga! Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!"


Kania tersentak saat Aditya tiba-tiba meracau, dia pikir Aditya terbangun tapi saat dia mengeceknya ternyata mata pria kecilnya itu masih terpejam.


"Bikin kaget aja, kirain bangun ternyata dia cuma ngigau," gumam Kania.


Mata Kania lalu beralih ke jam digital di atas nakas.


"Sudah jam setengah tujuh, Aditya masih harus pergi ke sekolah hari ini."


"Aditya, Aditya, bangun, hari ini kamu masih sekolah, kan? Ayo bangun~"

__ADS_1


Kania kembali berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman Aditya.


"Enggaaa~ Jangaaaan~ Jangan pergiii~" racau Aditya.


"Iiih! Aku kebelet! Lepasin tanganku! Aditya, bangun!"


Saking sudah tidak bisa menahan hasrat buang air kecilnya lagi, akhirnya Kania menampar pipi Aditya.


...Plak!...


Aditya tersentak dan langsung membuka matanya. Pipi sebelah kirinya berdenyut dan terasa panas.


Setelah lengannya terlepas, Kania pun bergegas ke kamar mandi meninggalkan Aditya yang sedang meringis sambil mengusap-usap pipi yang ditamparnya tadi.


"Bukannya dicium malah kena gampar... Huuhh...," gerutu Aditya.


Lima belas menit kemudian, Kania keluar dari kamar mandi. Wajahnya tampak lebih fresh berbanding terbalik dengan Aditya.


Wajah Aditya saat ini tampak kusut dan masam. Dia masih bete dengan Kania karena menamparnya tadi.


Melihat Kania mendekatinya, Aditya pun beranjak dari pinggir tempat tidur dan berjalan melewati Kania begitu saja menuju kamar mandi.


...Brak!...


Meskipun Aditya tidak terlalu kencang menutup pintu kamar mandi tapi tetap membuat Kania tersentak bahkan jantungnya serasa hampir lepas dari tempatnya.


"Waduh, dia marah, kabuuurr~"


Tapi saat Kania hendak membuka pintu kamar tiba-tiba tengkuknya merasa dingin.


"Mau kemana?"


Bulu kuduk Kania pun seketika berdiri saat mendengar suara itu tepat di belakangnya.


"Kyaaaaaa!" teriak Kania histeris.


Kania yang ketakutan langsung membuka pintu kamar dan kabur begitu saja meninggalkan Aditya yang tertegun melihat tingkah wanitanya itu.


"Udah tadi kena gampar sekarang malah dikira setan! Ah, sial banget sih! Kenapa semuanya di luar ekspektasi gue?!"


Sweet morning yang diharapkan Aditya malah diawali tamparan dipipinya dan teriakan histeris Kania.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2