Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Bukan Dilan Milea


__ADS_3

"Tung-Tunggu dulu, apa??? Anak kuliahan?? Kalian bukannya juga masih SMA?"


"SMA?? Lu pikir gue sama Kania masih SMA?" tanya Ratna balik.


Aditya mengangguk dengan polosnya.


"Hahaha."


Ratna menertawakan Aditya yang mengira dia anak SMA.


Aditya merasa malu ditertawakan seperti itu oleh Ratna sampai membuat wajah dan telinganya memerah.


Sial! Udah dua kali gue bikin malu diri gue sendiri di depan cewek!


Aditya hanya tersenyum canggung sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Aku kan udah bilang di chat kalau aku bukan anak SMA," ucap Kania mengingatkan.


"Iya sih."


Saking malunya, Aditya sampai tidak berani melihat Kania saat bicara.


"Tapi kenapa kamu masih mengira aku anak SMA?" tanya Kania.


"Berarti wajah kita awet muda Ni," celetuk Ratna yang sudah berhenti tertawa.


"I-Iya benar, makanya aku engga percaya kalau kamu udah kuliah."


"Maaf...," ucap Aditya lirih.


"Engga apa-apa, gue malah seneng dibilang anak SMA berarti muka gue engga boros."


Ratna tersenyum lebar membanggakan wajahnya yang sudah tampak kusam setelah seharian berjualan soto ayam.


"Aditya, gue boleh tahu nama lengkap lu gak?" tanya Ratna to the point.


"Nama lengkap aku Putra Aditya Nugraha."


"Kenapa dipanggilnya Aditya? Kenapa engga Putra?"


"Mulai lagi deh kepo... huuh...," gumam Kania sambil memutar bola matanya keatas.


"Gue sih lebih suka nama Aditya daripada Putra meskipun nama Putra juga bagus tapi Aditya lebih cocok buat dia."


Malah Kania yang menjawab pertanyaan Ratna tapi Aditya tidak keberatan malah dia merasa senang mendengar hal itu.


"Nama Kania juga cocok buat kamu, namanya cantik seperti orangnya, aku suka," ucap Aditya sambil menatap Kania dengan kedua mata hazelnutnya.


Kania seperti tersihir, dia merasa hanya ada mereka berdua di tempat itu.


Ratna memperhatikan dua orang di depannya yang saling bertatapan.


Kayanya ada yang lagi jatuh cinta nih~ ledekin ah~ hehe.


Pikir Ratna sambil tersenyum jahil.


"Ehem!"


Ratna sengaja berdehem agak kencang sehingga membuat Kania dan Aditya terperanjat dan langsung memalingkan wajah mereka yang memerah.


"Romantis banget siiih~ udah kaya adegan difilm aja," ucap Ratna sambil menaik-turunkan alisnya.


Aditya dan Kania pun semakin jadi salah tingkah digoda seperti itu oleh Ratna.


"Ih, apaan sih Na?!" protes Kania.


"Emang bener, kalian tadi tuh romantis bangeet~ Dilan sama Milea mah kalah."


Aditya sampai kehilangan kata-kata, dia cuma bisa cengar-cengir menanggapi Ratna yang sedang menggodanya dengan Kania.


"Gak apa-apa Ni berondong, cinta itu kan buta jadi beda umur mah gak masalah."


"Bener kan Aditya?"


Tiba-tiba Ratna bertanya kepada Aditya sehingga membuat Aditya sedikit terkejut.

__ADS_1


"Hah?"


"Udah ah, apaan sih?! Gue duluan ya Na."


Kania yang udah risih digodain Ratna akhirnya memutuskan untuk kabur.


"Lah Ni, lu gak pulang bareng gue?!" teriak Ratna.


"Engga! Gue pesen ojek online aja!" jawab Kania tanpa menoleh ke belakang dan terus berjalan meninggalkan tempat itu.


"Kak, aku juga duluan ya."


Aditya pun segera beranjak dari tempatnya dan bergegas mengejar Kania.


"Lah dia jadi manggil gue Kakak sekarang," ucap Ratna sambil tertawa kecil.


Kania berdiri di pinggir jalan, dia membuka aplikasi ojek onlinenya.


"Tukang ojeknya udah ada disini jadi gak usah pesan ojek online."


Kania menoleh dan melihat Aditya sudah berdiri di sampingnya.


"Tenang aja pasti selamat sampai di rumah," ucap Aditya sambil tersenyum tipis.


Kania langsung memalingkan wajahnya yang kembali memerah.


Sialan, gara-gara Ratna gue jadi deg-degan begini sama Aditya! Sadar diri Kania! Dia masih SMA! Dia lebih pantas jadi adik lu!


Kania berusaha mengembalikan logikanya yang sempat goyah.


Bukan hanya Kania tapi wanita manapun pasti goyah saat didekati cowok seperti Aditya.


"E-Engga usah, aku--"


"Gak ada penolakan, ayo."


"Eh?!"


Kania sedikit terkejut saat Aditya menarik tangannya dan membawanya ke parkiran motor.


"Helmnya cuma satu? Kamu gimana?"


"Aku engga usah pakai helm, kamu aja yang pakai."


"Jangan, kalau helmnya cuma satu mending aku pesan ojek online aja."


Tanpa aba-aba Aditya langsung memasangkan helm ke kepala Kania sehingga membuat Kania kembali terkejut dan membuat jantungnya berdetak kencang.


"Udah aku bilang, engga ada penolakan," ucap Aditya tegas.


"Tapi... bahaya kalau kamu engga pakai helm, nanti kamu juga bisa kena tilang polisi."


"Justru karena bahaya makanya kamu yang pakai helmnya dan kamu tenang aja hari minggu engga ada polisi," ucap Aditya sambil menaiki motornya.


Aditya menoleh sedikit ke belakang dan melihat Kania yang masih berdiri di dekat jok belakang motornya.


"Kenapa diam aja? Cepat naik."


"Bagaimana caranya? Aku belum pernah naik motor seperti ini."


Jok belakang motor sport Aditya memang lebih tinggi dari motor biasa.


{Gambar visual motor sport Aditya}



"Di bawah ada injakkan, kamu injak itu dan pegang pundakku terus naik."


Kania pun melakukan seperti yang diucapkan Aditya lalu naik ke atas dan duduk di jok belakang.


"Pegangan... umm.. Kak," ucap Aditya canggung.


Kania tidak kalah canggungnya bahkan tangannya sedikit gemetar saat akan memegang pundak Aditya.


"Jangan pegangan pundak, aku risih bawa motornya kalau pundak aku dipegangin."

__ADS_1


Kania melepas tangannya dari pundak Aditya lalu beralih memegang bagian samping jaket Aditya.


Padahal cuma naik motor tapi kenapa deg-degan kaya gini?? Udah kaya naik rollercoaster aja.


Kania pikir cuma dia aja yang deg-degan tapi sebenarnya Aditya juga deg-degan saat ini.


Biasanya gue gak pernah deg-degan boncengin cewek! Tapi kenapa sekarang gue malah deg-degan?! Sama cewek yang umurnya jauh lebih tua dari gue lagi... Kenapa sih lu lahir duluan...


Tidak bisa dipungkiri kalau Aditya merasa kecewa dengan perbedaan umur diantara mereka.


Lalu Aditya menyalakan mesin motornya, setelah memberikan uang ke tukang parkir, Aditya pun melajukan motornya pergi meninggalkan tempat parkiran itu.


...****************...


Lampu lalu lintas berubah merah. Semua kendaraan berhenti di belakang garis zebra cross. Begitu juga dengan mobil yang dikemudikan Ratna.


Ratna tampak asik bersenandung lagu kesukaannya sambil mengetuk-ngetuk stir mobil dengan jarinya. Dia memang selalu menyetel lagu kesukaannya agar tidak jenuh saat mengemudi.


Saat Ratna menoleh ke samping dia tidak sengaja melihat dua orang duduk di atas motor sport hitam.


Ratna tentu saja melihat dengan jelas wajah pria yang mengendarai motor karena pria itu tidak memakai helm.


"Itu... kan Aditya dan cewek yang diboncengnya... baju itu... mirip dengan baju yang dipakai Kania... berarti cewek dibonceng Aditya...."


Ratna tersenyum jahil lalu membuka kaca jendela mobilnya.


"Tadi malu-malu tapi ternyata di belakang gue kalian udah sedekat ini!" teriak Ratna dari dalam mobil.


Aditya yang tidak memakai helm tentu saja mendengar suara Ratna lalu menoleh ke samping dan melihat Ratna tersenyum dari dalam mobil.


"Ciee Dilan~ mau antar Milea yaa~" ucap Ratna agak kencang sehingga Kania juga ikut menoleh ke samping.


"Ratna?!" pekik Kania saat melihat Ratna di dalam mobil.


"Kenapa cuma pegangan jaket Ni?! Peluk lah! Masa kalah sama Milea! Kalau mau romantis jangan tanggung-tanggung!"


Suara Ratna yang kencang tentu saja juga di dengar pengendara motor lain yang berada di dekat motor Aditya.


Aditya dan Kania pun kembali dibuat malu oleh Ratna.


Kebetulan saat itu lampu lalu lintas sudah berubah hijau, Aditya pun segera melajukan motornya pergi dari tempat itu.


...BRUK!...


Badan Kania terdorong ke depan saat Aditya menambah kecepatan motornya sehingga membuat badan Kania menempel di punggung Aditya dan kedua tangannya melingkar di perut pria itu.


...DEG! DEG! DEG!...


Deket-deket sama dia gak bagus buat jantung! Kenapa gue deg-degan terus sih?! Jangan-jangan... gue... gue suka sama dia! Engga! Masa gue suka sama cowok yang bakal jadi adik tiri gue sih!!! Sadar Kania! Sadar!


Kania histeris dalam hati. Dia mencoba mengembalikan logikanya yang mulai goyah bahkan hampir runtuh.


Sedangkan Aditya berusaha tetap fokus mengendarai motornya meskipun jantungnya juga tak kalah deg-degan dengan Kania.


Gila nempel banget badannya! Gue sampe bisa ngerasain jantungnya yang lagi deg-degan! Eh tapi... kenapa dia deg-degan juga ya? Jangan-jangan... dia udah mulai suka sama gue.


Aditya pun sengaja menambah kecepatan motornya agar Kania semakin erat memeluknya dan benar saja, Kania memang langsung memeluk Aditya sangat erat.


Dilan Milea darimananya?! Apanya yang romantis?! Yang ada gue bisa mati!! Ya Tuhan lindungilah kami!


Di saat Kania sibuk berdoa, Aditya malah tampak sumringah menikmati saat-saat "romantis" bersama wanita pujaan hatinya.


...****************...


Author: Hai semuaaaa~


Makasi banyak buat yang gak pernah absen baca cerita ini ❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Kalian luaaaaarr biasa!


Makasi juga likenya 👍🏻


Like kalian jadi motivasi buat aku! 💪🏻😆


Kita ketemu lagi di bab selanjutnya ya 😉

__ADS_1


__ADS_2