
Permata yang sedang berada di dalam toilet tidak sengaja mendengar percakapan dari dua orang karyawannya.
" Eh lihat deh, cowok di video ini mirip anaknya Bu Permata gak sih?" tanya karyawan itu memastikan ke karyawan satunya sambil menunjukkan video di handphonenya.
Permata sedikit terkejut saat mendengar hal itu.
Anakku? Maksudnya Aditya?
Karyawan satunya menggelengkan kepala.
"Aku engga tahu, aku belum pernah lihat anaknya Bu Permata."
Beberapa saat karyawan itu terus memperhatikan wajah cowok di dalam video, dia merasa tidak asing dengan wajah cowok itu.
"Iya benar! Ini anaknya Bu Permata! Aku pernah lihat fotonya di ruangan Bu Permata!" ucap karyawan itu tiba-tiba sehingga membuat karyawan satunya sedikit terkejut mendengarnya.
"Apaan sih?! Kaget tahu!"
"Ini anaknya Bu Permata!"
"Masa sih? Lu yakin kalau dia anaknya Bu Permata?"
"Iya, gue yakin! Wajah anaknya Bu Permata sama cowok di video ini mirip!"
Apa?! Video?? Video apa sih? Daripada penasaran lebih baik aku tanya langsung mereka.
Tiba-tiba pintu bilik toilet terbuka, kedua karyawan itu terperanjat saat melihat Permata keluar dari bilik toilet itu dan berjalan menghampiri mereka.
"Boleh Saya lihat videonya?" Tanpa basa basi Permata langsung meminta handphone karyawannya itu.
Permata sudah sangat penasaran dengan video yang dibicarakan oleh kedua karyawannya apalagi karyawan itu menyebut-nyebut soal Aditya.
"Si-Silahkan Bu," ucap karyawan itu gugup sambil memberikan handphonenya kepada Permata.
Mata Permata langsung terbuka lebar saat melihat wajah cowok di dalam video itu, dia tidak mungkin salah mengenali wajah anaknya sendiri.
Benar ini Aditya?! Apa yang dia lakukan? Kenapa dia berbuat seperti itu? Dan wanita yang ada di dekat Aditya... bukannya wanita ini Kania??? Kenapa Kania bisa bersama Aditya di tempat itu? Apa yang terjadi?
Muncul lah banyak pertanyaan di dalam hati Permata saat melihat video itu.
"Darimana kalian mendapat video ini?" tanya Permata ke pemilik handphone.
"Da-Dari akun sosmed Bu, udah banyak akun sosmed yang posting ulang videonya," jawab karyawan itu gugup.
"Akun sosmed?"
"I-Iya Bu."
Akun sosmed? Aku tidak mengerti soal sosmed sosmed, mungkin Hendra tahu, aku juga harus beritahu Hendra tentang video ini.
Permata memang bukan tipe orang yang suka eksis di media sosial, jadi jangan harap kalian akan menemukan aplikasi sosmed di handphonenya karena dia hanya meng-install aplikasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan tentu saja online shop.
Lalu Permata mengembalikan handphone karyawannya dan keluar dari toilet.
Permata berjalan menuju ruangannya tapi dia berhenti di depan meja Hendra yang berada di samping pintu ruangannya.
"Hendra, ikut ke ruangan Saya sekarang."
"Baik Bu."
__ADS_1
Meskipun hubungan Hendra dan Permata lebih dari rekan kerja tapi mereka tetap harus profesional selama berada di kantor.
Saat sudah di dalam, Permata duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Duduk lah, ada yang ingin aku bicarakan."
Karena di dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua jadi Permata bicara seperti biasanya kepada Hendra.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Hendra sambil duduk di sofa yang sama dengan Permata.
Permata pun menceritakan apa yang terjadi di toilet beberapa menit yang lalu kepada Hendra.
"Pantas saja kemarin Kania diantar pulang Aditya, mungkin mereka tidak sengaja bertemu di sana."
"Iya mungkin saja tapi kenapa Aditya kelihatan kesal bahkan sampai memelintir tangan pria itu?"
"Aku memang tidak tahu masalahnya apa tapi aku yakin Aditya tidak mungkin menyakiti seseorang tanpa alasan."
"Nanti aku tanya Kania apa yang terjadi saat itu," lanjut Hendra.
"Iya, nanti aku juga akan tanya Aditya."
"Tapi dari yang aku lihat kemarin, sepertinya mereka berdua sudah mulai akrab."
"Apa itu bisa diartikan kalau dia mulai bisa menerimamu dan Kania?"
"Semoga saja seperti itu," ucap Hendra sambil tersenyum.
"Aku yakin Kania bisa menjadi kakak yang baik untuk Aditya."
"Dan kamu adalah figur ayah dan laki-laki yang patut dicontoh oleh Aditya makanya almarhum suamiku menitipkan kami kepadamu sebelum dia...." Permata tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Almarhum tidak pergi, beliau selalu memperhatikanmu dan Aditya dari atas sana... maaf, aku tahu ini tidak sopan tapi...."
Hendra meraih dan menggenggam tangan Permata.
Dan saat Permata menolehkan wajahnya, dia melihat sepasang mata yang menatapnya lembut.
"Tersenyumlah."
Mendengar itu hati Permata terasa hangat sehingga membuat sudut bibirnya terangkat.
"Makasi Mas."
...****************...
Bel berbunyi menandakan berakhirnya proses belajar mengajar.
"Jangan lupa tugas kalian dan belajar untuk ulangan."
"Baik Pak!" jawab semua murid serentak.
Guru itu pun merapikan bukunya dan beranjak meninggalkan kelas.
Murid-murid juga memasukkan buku-buku mereka ke dalam tas dan satu per satu keluar dari kelas begitu juga dengan Aditya dan Daniel.
Tapi saat Aditya dan Daniel sedang berjalan di lorong, mereka melihat Keisya berjalan dari arah berlawanan menghampiri mereka, lebih tepatnya menghampiri Aditya.
"Dit, kamu mau ngomong apa?" tanya Keisya.
__ADS_1
"Koq lu nanya gue kan lu yang nyamperin gue duluan."
Begitulah Aditya, saat dia tidak tertarik lagi maka dia akan bersikap biasa kepada cewek yang dulu jadi incaran atau pacarnya. Tidak ada aku-kamu atau panggilan sayang.
"Gimana sih? Sabtu kemarin kamu bilang mau ngomong sesuatu sama aku makanya aku kesini," balas Keisya sedikit sewot.
"Sorry nih Dit, gue duluan ya, gue engga mau ikut terlibat hehe," ucap Daniel cengengesan lalu beranjak pergi meninggalkan Aditya dan Keisya di lorong itu.
"Jadi sebenarnya ada yang mau kamu omongin atau engga?" tanya Keisya tidak sabar.
O iya kan hari ini harusnya gue nembak Keisya sama cewek dari kelas sebelah tapi... hati gue udah diambil cewek itu... gue udah jatuh cinta sama dia... Kania...
Keisya sudah mulai tampak kesal dengan Aditya yang malah bengong.
"Dit! Koq malah bengong sih?! Jadi ngomong gak?!" ucap Keisya sewot.
Aditya terperanjat dari lamunannya karena begitu menyebut nama Kania, dia langsung terbayang wajah cantik Kania dan tentu saja senyuman manis dari wanita itu.
"Engga ada, minggir, gue mau pulang."
Keisya sedikit terkejut dengan sikap Aditya yang tiba-tiba berubah dingin kepadanya.
"Kamu marah? Kenapa kamu ngomongnya gue-lu, biasanya aku-kamu."
"Terserah gue."
"Ternyata emang bener, selama ini kamu cuma mainin aku aja!"
"Lu aja yang baper, baru digituan udah kesenangan sendiri pake sok jual mahal lagi."
Keisya malu dan juga sangat kesal mendengar ucapan Aditya.
Padahal selama ini teman-temannya sudah mengingatkan Keisya agar tidak dekat dengan Aditya karena Aditya playboy tapi Aditya terus mendekati dan bersikap manis kepadanya sehingga membuat Keisya kembali dekat dengan Aditya.
...PLAK!...
Suara tamparan bergema di lorong itu sehingga membuat beberapa murid langsung melihat kearah mereka berdua.
"Kamu jahat Dit! Jahat!"
Air mata sudah membasahi pipi Keisya.
"Udah puas? Jadi sekarang gue udah gak punya urusan sama lu lagi."
Aditya pun beranjak dari tempatnya dan jalan melewati Keisya. Dia berjalan menuju parkiran sekolah.
Murid-murid yang sudah mengenal Aditya tampak biasa saja melihat "drama" itu karena setiap Aditya putus dengan pacarnya, "drama" seperti itu pasti ada.
Sial! Belum jadian udah di gampar duluan, untung gak ada Daniel, kalau ada abis gue diledekin.
...****************...
Author: Hai sistaaa~
Makasi ya udah dukung cerita ini ❤️❤️❤️
Maaf banget kalau gak bisa update setiap hari 🙏🏻😣
Sampai bertemu di bab selanjutnyaaa~
__ADS_1