Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Gara-gara Visual


__ADS_3

Seorang pria muda sedang berjalan mendekati gerobak soto ayam.


"Wah, rame seperti biasa, masih kebagian soto ayamnya gak ya?" gumamnya.


Saat sudah berdiri di dekat gerobak, pria itu mendengar suara yang tak asing ditelinganya. Dia merasa seperti pernah mendengar suara itu sebelumnya.


"Soto ayamnya dua jadi 30 ribu, ini kembaliannya, terima kasih."


Pria itu sedikit terkejut saat mengetahui dari mana suara yang terdengar familiar itu berasal.


"Kania??"


"Loh, Aditya?"


Aditya dan Kania sama-sama tidak menduga kalau mereka akan bertemu di tempat itu.


"Kenapa kamu ada disini? Kamu mau beli soto ayam juga?" tanya Aditya.


"Engga, aku lagi bantuin teman aku jualan. Kamu mau beli soto ayam?" tanya balik Kania.


"Iya."


"Makan disini atau dibungkus?"


"Makan disini."


"Pake nasi gak?"


"Iya pake nasi."


"Ok, duduk dulu ya, aku siapin soto ayamnya."


Kania tersenyum tipis kepada Aditya lalu beralih meracik soto ayam untuk Aditya dan pembeli yang lain.


Aditya masih termenung di posisinya karena masih tidak menyangka dengan "kebetulan" yang terjadi padahal baru beberapa jam yang lalu dia memandangi foto-foto Kania di akun sosmed wanita itu tapi sekarang dia malah melihat langsung Kania di depan matanya.


Beberapa pembeli yang berdiri di belakang Aditya mulai tidak sabar menunggu Aditya beranjak dari tempatnya karena mereka juga ingin memesan soto ayam.


"Mas, kenapa diam aja? udah selesai belum pesannya? Saya juga mau pesan soto nih."


"Iya Mas, Saya juga mau pesan."


Kania yang mendengar protes itu melihat ke Aditya yang ternyata terus memandanginya dan masih berdiri seperti patung. Lalu Kania menepuk pundak Aditya sehingga membuat Aditya terperanjat.


"Aditya," panggil Kania.


"I-Iya?" ucap Aditya gelagapan.


"Kamu duduk aja, nanti soto ayamnya diantarkan Ratna ke meja."


"Iya." Aditya tersenyum canggung lalu beranjak menuju kursi kosong yang masih ada di sekitar meja.


Ratna lalu datang menghampiri Aditya.


"Mas, mau minum apa?"


"Es jeruk."


"Ok."


Setelah mendengar jawaban Aditya, Ratna segera pergi untuk membuat minuman yang dipesan Aditya.


Tak lama, Ratna datang lagi menghampiri Aditya dan meletakkan segelas es jeruk ke atas meja.


"Ini Mas es jeruknya," ucap Ratna ramah.


"Makasi," balas Aditya singkat.

__ADS_1


Ratna pun pergi menghampiri Kania yang sedang sibuk meracik pesanan soto ayam.


"Ganteng sih tapi dingin amat, gak ada senyum-senyumnya," gerutu Ratna yang jelas didengar oleh Kania.


"Lu kenapa Na?" tanya Kania disela-sela aktifitasnya.


"Cowok ganteng yang tadi sama sekali gak ada senyum-senyumnya, bilang makasi aja mukanya datar banget," ucap Ratna sedikit sewot.


"Mungkin dia lagi laper makanya kaya gitu, nih cepet anter pesanan soto ayamnya, kali aja kalau dia udah kenyang lu bisa lihat senyumnya."


"Bener juga, yaudah gue antar sotonya dulu ya."


Ratna pun kembali menghampiri Aditya sambil membawa satu mangkuk soto ayam dan sepiring nasi putih dengan taburan bawang goreng diatasnya.


"Ini Mas soto ayamnya," ucap Ratna sambil meletakkan soto ayam ke atas meja.


"Makasi." Aditya kembali hanya membalas singkat dan datar ucapan Ratna.


Setelah Ratna pergi, Aditya mulai meracik soto ayamnya. Dia menambahkan kecap dan sambal yang tersedia diatas meja, tidak lupa juga memeras potongan jeruk nipis agar soto ayamnya menjadi lebih segar dan nikmat.


Sambil menyantap makanannya, Aditya juga sesekali memperhatikan Kania yang terlihat sibuk melayani pembeli yang datang ke gerobak soto ayam itu.


Pembeli yang datang bukannya berkurang malah semakin bertambah, Kania dan Ratna sudah mulai kewalahan.


Aditya menyeruput habis es jeruknya lalu beranjak dari kursi, dia menggulung lengan jaketnya sampai siku dan berjalan menghampiri Kania.


"Sini aku bantuin, aku harus apa?"


"Eh gak usah, kamu udah selesai makannya?" Kania merasa gak enak kalau sampai Aditya membantunya dan Ratna jualan soto ayam karena Aditya adalah anak dari bos Ayahnya.


"Engga apa-apa aku bantuin, lagian juga aku udah selesai makan."


"Tapi--"


"Mba, soto ayamnya udah belum?" tanya pembeli yang berdiri di dekat gerobak.


"O iya sebentar sedang Saya buat," jawab Kania ramah.


"Ya ampun! Gue lupa Na! bentar ya gue bikinin soto ayamnya."


Tapi saat Kania akan mengambil mangkuk, Kania tidak melihat ada mangkuk bersih di tempat yang biasa digunakan untuk meletakkan mangkuk dan piring.


"Na, mangkuknya abis, lu belum cuci ya?"


"Ya ampun! Iya Ni, gue ampe lupa cuci mangkuk yang kotor gara-gara sibuk ngelayanin pembeli," ucap Ratna sambil menepuk jidatnya.


"Kalau gitu aku aja yang cuci mangkuknya."


Sebelum Kania membuka mulutnya, Aditya sudah bergegas menuju ember yang berisi air dan terlihat juga tumpukan mangkuk kotor di dekat ember itu.


"Lah, dia kenalan lu Ni?" tanya Ratna heran.


Kania menghela napas, sebenarnya dia merasa tidak enak masa anak bos Ayahnya mencuci mangkuk dan membantunya jualan tapi tidak bisa dipungkiri juga kalau dia memang butuh bantuan saat ini.


"Nanti gue kenalin, sekarang mending kita bikin pesanan pembeli dulu, kasihan udah pada nungguin."


"Iya Ni, sini gue suir-suir ayamnya, lu masukin kol sama bihun."


Kania dan Ratna pun sibuk menyiapkan pesanan soto ayam.


Sedangkan Aditya, dia menarik celana panjang jeansnya lalu duduk di bangku plastik kecil berbentuk oval.


"Kalau cuma cuci piring dan mangkuk mah kecil."


Aditya mengambil sponge lalu mulai mencuci mangkuk dan piring kotor yang menumpuk.


Meskipun Aditya berasal dari keluarga kaya yang selalu dilayani 24 jam oleh pelayan tapi dia bukan Tuan muda manja yang bahkan cuci piring saja tidak bisa.

__ADS_1


Sejak kecil Aditya diajarkan Permata untuk bisa mandiri dan tidak bergantung kepada pelayan apalagi untuk urusan kecil seperti cuci piring.


"Ini mangkuknya sudah bersih," ucap Aditya sambil meletakan tumpukan mangkuk ke atas gerobak.


Kania tidak menyangka kalau Aditya ternyata bisa mencuci mangkuk-mangkuk itu tanpa ada yang pecah.


"Aku pikir kamu anak manja, tadinya aku takut kalau ada mangkuk yang pecah tapi sepertinya aku salah menilaimu."


"Salah banget kalau kamu berpikir seperti itu, makanya kamu harus kenal aku lebih dekat supaya engga salah lagi."


Ratna yang juga sedang berdiri di samping Kania melongo saat melihat senyuman manis terukir di wajah tampan Aditya.


Gila! Tadi diem aja cakep tapi pas senyum mukanya jadi tambah cakep!


Ratna menyikut pelan lengan Kania sehingga membuat Kania memalingkan wajah kearahnya.


"Kenapa Na?"


"Ni, cakep banget!" bisik Ratna histeris.


Kania cuma tersenyum tipis mendengar hal itu.


"Terus aku bisa bantu apa lagi?" tanya Aditya.


"Engga ada, sisanya biar aku dan Ratna aja, makasi ya."


Kali ini Aditya yang terpesona melihat senyuman Kania.


Cantik banget siiih~


Aditya menahan dirinya untuk tidak menunjukkan perasaannya di depan Kania.


Tak berapa lama, pembeli kembali berdatangan tapi kali ini kebanyakan wanita dan bisa ditebak alasan mereka datang, tentu saja karena sosok Aditya yang terlihat seperti idol Korea.


Sebenarnya visual Kania yang cantik juga menjadi penyebab pembeli terus berdatangan sampai membuat Kania dan Ratna kewalahan sekarang ditambah lagi visual Aditya, orang-orang yang tadinya hanya ingin lewat saja jadi tertarik untuk membeli soto ayam.


"Waduh, makin banyak aja yang datang, gimana nih Ni?" Ratna tampak kebingunan karena sebelumnya dia tidak pernah mengalami situasi seperti sekarang.


"Kalian engga mungkin ngelayanin pembeli sebanyak ini cuma berdua aja," ucap Aditya.


"Iya Ni bener, yang ada kita malah kewalahan kalau cuma berdua" tambah Ratna.


"Aditya maaf ya tapi... apa kamu bisa membantuku dan Ratna?" tanya Kania sungkan.


"Iya bisa! Bilang aja apa tugasku," ucap Aditya antusias.


"Kamu bawakan pesanan pembeli yang makan disini, bersihkan meja terus cuci mangkuk dan piring, sedangkan aku dan Ratna menyiapkan soto ayam dan melayani pembeli yang minta dibungkus."


"Ok siap!"


Aditya pun beranjak dari tempatnya dan datang menghampiri pembeli yang sudah hampir memenuhi kursi yang disediakan.


Pembeli yang kebanyakan berasal dari kaum hawa tampak salah tingkah saat Aditya datang dan bertanya kepada mereka bahkan ada yang memberanikan diri untuk minta foto bareng dengan Aditya tapi Aditya punya cara jitu untuk menolak permintaan mereka yaitu dengan tersenyum.


Tidak ada wanita yang tidak terpesona dengan Aditya saat dia tersenyum. Senyuman yang sengaja dia latih berkali-kali di depan cermin agar dia bisa menaklukkan hati wanita incarannya.


Bagaimana dengan Kania?


Tentu saja Kania juga sama dengan wanita yang lain. Hanya saja Kania berhasil menyembunyikan perasaannya sehingga tidak ada yang tahu kalau sebenarnya Kania sudah mulai tertarik dengan Aditya bahkan sejak pertama kali mereka bertemu di restaurant.


...****************...


Author: Hai semuaaaa~


Semoga kalian betah ngikutin cerita Aditya dan Kania 🤗


Makasi ya like dan komennya ❤️❤️❤️

__ADS_1


Jangan lupa difavoritkan kalau kalian suka dan vote ya 😉


Sampai bertemu lagi di bab selanjutnyaaa~


__ADS_2