
Saat tahu putra semata wayangnya ingin menikah tiga hari lagi, Permata sempat bingung. Waktu tiga hari, mana cukup? Dia saja yang sudah menikah dua kali perlu waktu satu bulan dan itu pun menikah dengan sederhana tanpa mengundang banyak orang, hanya keluarga dekat dan kolega yang hadir dipernikahannya.
Bahkan waktu pertama menikah dengan almarhum suaminya, dia butuh waktu tiga bulan untuk mengurus pernikahannya dan sekarang putranya itu malah ingin menikah TIGA HARI LAGI!
Mengetahui hal itu, Permata pun mengira putranya hanya ingin menikah secara agama saja alias nikah siri dengan calon menantunya. Terlebih lagi putranya masih berstatus sebagai pelajar jadi menikah siri adalah keputusan yang paling tepat.
Tapi betapa terkejutnya Permata saat mengetahui kalau pernikahan putranya sudah tercatat di kantor KUA.
Bukan hanya Permata tapi Kania yang sebagai calon pengantin wanita juga tidak kalah terkejut, dia tidak menduga kalau calon suaminya yang masih berusia 17 tahun itu diam-diam mendaftar dan mengurus surat-surat yang diperlukan ke kantor KUA.
Dan semua itu tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari sang ayah mertua. Jadi dua minggu sebelumnya Aditya mendatangi Hendra yang saat itu sedang berada di ruang kerja. Pemuda itu pun langsung menyampaikan niatnya yang serius ingin menikah dengan Kania dan akan mendaftarkan pernikahannya ke kantor KUA.
Mengetahui hal itu, Hendra pun setuju. Dia sama sekali tidak meragukan keseriusan Aditya. Dia yakin meskipun usia Aditya masih sangat muda tapi pemuda itu akan menjadi suami yang bertanggung jawab dan menjaga putrinya dengan baik. Bisa dibilang mungkin feeling seorang ayah.
Berkat dukungan Hendra, Aditya pun bisa mendapatkan surat-surat yang dia perlukan untuk mendaftarkan pernikahannya ke kantor KUA.
Selain sudah mendaftarkan pernikahannya ke kantor KUA, undangan pernikahan dan keperluan dekorasi juga sudah Aditya urus.
Permata kembali terkejut saat mendengarnya begitu juga dengan Kania.
Yang jadi pertanyaan Permata sekarang adalah darimana Aditya mendapatkan uang untuk mengurus semuanya? Masa putranya itu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dari sisa uang jajan yang dia berikan?
Aditya sudah tahu pasti maminya akan bertanya tentang hal itu jadi dia pun memberitahu Permata kalau selama ini dia bermain saham di aplikasi yang ada di handphone nya dan dari keuntungan saham itu dia mendapatkan uang untuk membayar semua yang terkait dengan urusan pernikahannya.
Awalnya Permata sempat ragu dengan penjelasan Aditya tapi mau bagaimana lagi? Dia bahkan melihat sendiri sisa saldo diakun putranya itu yang tertera angka 700.000.000.
Hendra yang mengetahui hal itu hanya bisa mengingatkan Aditya untuk berhati-hati karena bermain-main dengan saham seperti itu sangat beresiko bahkan ada beberapa orang yang sampai rugi milyaran dan akhirnya stress.
Tapi tenang saja, hal itu tidak akan pernah terjadi kepada Aditya. Entah berkat kejeniusannya atau karena faktor luck yang membuatnya selalu lolos dari kata rugi.
Karena kartu undangan dan dekorasi sudah diurus Aditya jadi Permata minta agar dia yang mengurus masalah pakaian dan juga penampilan dari kedua calon pengantin.
Tadinya Aditya akan menolak permintaan maminya karena dia juga sudah menyiapkan semua itu tapi maminya terus memaksa jadi mau gak mau dia pun membiarkan maminya melakukan apa yang diinginkan.
Oleh sebab itu setelah selesai perawatan di salon, Permata langsung mengajak Kania ke salah satu butik yang khusus menjual gaun pernikahan.
__ADS_1
Permata memilih untuk membeli gaun yang sudah tersedia di butik itu karena tidak mungkin dia memesan gaun saat ini apalagi mengingat acara pernikahan yang akan terjadi dua hari lagi.
Karyawan butik pun menunjukkan beberapa koleksi gaun mereka. Mata Kania berbinar melihat gaun-gaun indah itu.
Cantik sekali.
Jari-jari lentiknya mengusap dan memegang gaun-gaun yang tergantung rapi pada hanger kayu.
Perhatian Kania pun teralih saat dia melihat beberapa kebaya yang terpasang dimanekin di salah satu sudut butik.
Permata yang tahu bagaimana selera Kania langsung menginterupsi kalau Kania tidak boleh memilih kebaya yang sederhana karena ini untuk acara akad nikah. Bisa-bisa calon menantunya itu memilih memakai kebaya putih polos.
Dan benar saja, kebaya pertama yang dipilih Kania membuat Permata menghela napas. Sebenarnya kebaya itu tidak terlalu sederhana, ada beberapa payet yang tersemat dengan rapi tapi menurut Permata kebaya itu tidak cocok dipakai untuk acara akad nikah.
Lalu Kania pun memilih kebaya kedua, kali ini Permata sedikit tertarik dengan kebaya itu tapi saat Kania coba memakainya ternyata kebaya itu kebesaran dibadan Kania.
Itulah resikonya karena mereka memilih kebaya yang sudah tersedia jadi selain model, mereka juga harus memilih kebaya yang pas dengan badan Kania.
Untuk kebaya ketiga, kali ini Permata yang memilihnya dan ternyata pas dengan badan Kania.
Kebaya untuk acara akad pun sudah ada sekarang mereka kembali ke bagian gaun.
Biru, tentu saja warna itu menarik perhatian Kania untuk mendekat.
Gaun ini cantik sekali.
Mata Kania berbinar melihat gaun itu dari dekat. Tangannya pun dengan hati-hati membelai gaun itu.
Permata yang melihatnya tentu saja mengerti kalau calon menantunya menyukai gaun biru langit itu. Apalagi warna gaun itu adalah warna kesukaan calon menantunya.
Permata juga setuju kalau gaun itu sangat cantik dan sesuai dengan dekorasi pernikahan yang bertema garden party.
Sekarang yang jadi masalah adalah apakah gaun itu pas dibadan Kania?
"Sayang, coba pakai gaunnya, pas atau tidak? Kalau pas kita beli gaun ini saja untuk acara resepsi," ucap Permata sambil mengusap kepala Kania.
__ADS_1
Senyum Kania merekah mendengarnya, dia pun bergegas mencoba gaun itu.
Setelah beberapa saat, Kania keluar dari kamar ganti dengan wajah sumringah.
"Mami muat! Gaunnya pas!" ucap Kania antusias.
Permata juga ikut senang melihat Kania begitu menyukai gaun itu.
Selain membeli pakaian yang akan digunakan Kania, Permata juga tidak lupa membeli pakaian untuk Aditya yang juga tersedia di butik itu.
Setelah membayar semua belanjaan, mereka pun pergi meninggalkan butik.
Tapi bukan berarti mereka sudah bisa pulang, masih ada beberapa hal yang harus mereka beli seperti sepatu dan perhiasan.
Untuk mahar dan seserahan, Aditya sudah menyiapkannya. Dia menyimpan semua itu di salah satu kamar tamu dan rencananya dia akan mengeluarkan semuanya saat acara nanti.
Kira-kira apa ya mahar yang Aditya siapkan?
...****************...
Di hari yang sama, kartu undangan berwarna biru muda terkirim ke beberapa orang yang memiliki hubungan dekat dengan kedua calon pengantin.
Seperti Ratna yang saat ini sedang membaca berulang kali nama yang tercetak pada kartu undangan pernikahan.
"Putra Aditya Nugraha dan Kania Pertiwi? Kania? Kania... Kania temen gue?! Ya ampuuunn! Beneran dia?!" pekik Ratna.
Saat Ratna sedang heboh, tiba-tiba handphone nya berdering. Tertera nama Leo pada layar handphone nya.
"Leo! Kamu dapat undangan juga gak?!" Ratna langsung bertanya kepada Leo saat dia menjawab panggilan telepon dari sohibnya itu.
"...." Leo menjawab kalau dia juga mendapat undangan dan mengkonfirmasi lagi apakah Kania yang dimaksud teman mereka.
"Iya, tadinya gue juga gak percaya kalau Kania yang dimaksud itu temen kita! Gue kaget karena dia gak pernah cerita kalau mau nikah, tiba-tiba gue dikasi undangannya."
"...." Leo juga kaget saat menerima undangan itu. Dia pun mengajak Ratna untuk pergi bersama ke alamat yang menjadi tempat berlangsungnya pernikahan sohib mereka.
__ADS_1
"Ok, gue tunggu, awas ya kalau telat!"
...****************...