
Sebelum berangkat tadi Kania langsung membuka aplikasi maps di handphone nya untuk mencari jalan menuju lokasi yang dikirimkan Ratna.
Dan sekarang motor sport Aditya melaju mengikuti petunjuk yang diberikan Kania sesuai dengan arahan dari aplikasi maps.
Jalanan yang cukup lenggang membuat Aditya sadar kalau saat ini ada mobil yang tengah mengikutinya dari belakang dan saat dia melihat plat nomor dari mobil itu dari kaca spion motornya, dia langsung tahu siapa pemilik dari mobil itu.
Aditya juga tahu kalau yang diikuti bukan dia tapi kekasihnya dan meskipun sudah tahu semua itu dia malah sengaja membiarkan pemilik mobil itu mengikuti mereka.
Seringai dibibir Aditya menunjukkan kalau dia punya tujuan tersendiri melakukan hal itu.
"Baby! Gak usah liat maps lagi! Peluk aja aku yang kencang!" Aditya menaikan volume suaranya agar terdengar oleh Kania.
"Kita bisa nyasar kalau gak liat maps! Kamu mau modus ya?!"
"Modus?" Aditya pun terkekeh.
"Aku lagi gak modus Baby! Kamu tenang aja, aku ingat jalannya, kita gak bakal nyasar! Kamu mau cepat sampai gak?!"
"Beneran kamu ingat?" tanya Kania ragu.
"Iya Babyyy! Makanya sekarang peluk aku yang kencang!"
Tiba-tiba Aditya menarik tangan Kania sehingga membuat gadis itu menempel dipunggungnya. Kania pun sempat tersentak dan ingin mengomeli kekasih kecilnya yang tidak sabaran itu tapi sekarang yang lebih penting adalah berdoa agar mereka selamat sampai tujuan.
Sebenarnya Aditya memang tidak ingat rute jalannya tapi berkat kecanggihan helmnya dia tetap bisa menuju ke lokasi sahabat kekasihnya itu.
Kecanggihan apa yang dimiliki helm Aditya yang tampak seperti helm lainnya?
Helm Aditya adalah prototipe yang sedang dikembangkan perusahaannya Galaxy.
Helm ini bisa terhubung dengan handphone atau smart watch. Karena terhubung dengan alat komunikasi jadi helm ini sudah pasti bisa menerima panggilan telepon, cukup menyentuh bagian samping helm maka telepon akan tersambung. Fungsinya seperti earphone bluetooth tapi untuk menghubungkan helm ini tidak menggunakan bluetooth tapi satelit.
Fitur lainnya yang dimiliki helm ini adalah maps yang saat ini tengah digunakan Aditya. Bedanya dengan aplikasi maps yang biasanya adalah aplikasi maps hanya memberikan warna pada jalan yang ada digambar denah tapi helm Aditya langsung memberikan warna pada jalanan yang dilalui hingga sampai ke tempat tujuan.
Dengan kata lain, fitur maps yang dimiliki helm ini adalah versi 3 dimensi dari aplikasi maps yang ada di handphone.
Meskipun memiliki kecanggihan dari helm lainnya tapi Aditya tidak lupa dengan fungsi utama dari helm yaitu agar dapat melindungi kepala pengemudi dari benturan.
Maka dari itu bahan yang digunakan untuk membuat helm ini menggunakan bahan berkualitas tinggi.
__ADS_1
Dengan semua keunggulan yang dimiliki helm itu membuat harga satu helm ditafsirkan sama dengan satu unit motor dan perusahaan hanya akan memproduksi 10 helm, tidak termasuk helm yang dipakai Aditya.
Karena helm Aditya memiliki fitur lain yang tidak dimiliki helm yang akan dipasarkan ke publik yaitu fitur GPS yang diam-diam dia hubungkan dengan handphone Kania jadi dimanapun kekasihnya itu berada Aditya pasti akan menemukannya.
Sebenarnya ada beberapa hal lagi yang dilakukan Aditya tanpa sepengetahuan Kania termasuk memblokir nomor Galih.
Sesekali Aditya melirik kaca spion motornya dan kembali menyeringai.
Padahal kalau menyerah dia cuma bakal patah hati tapi karena dia masih usaha, gue bakal hancurin hatinya.
Sementara itu di dalam mobil, Galih tampak khawatir melihat motor Aditya melaju kencang di depannya.
"Bocah gila! Awas aja kalau sampai Kania ku celaka! Aku akan buat dia menderita seumur hidup!"
Amarah Galih pun surut saat melihat punggung gadis pujaan hatinya.
"Kasihan sekali Kania ku... Dia pasti ketakutan...."
...****************...
Aditya heran karena Kania masih memeluknya erat padahal mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Saat Aditya menengok ke belakang, ternyata wanitanya itu sedang komat kamit dengan mata yang masih terpejam. Rasanya gemas sekali. Lalu terbesit keinginan untuk menjahili wanitanya.
Mendengar kata hotel, mata Kania langsung terbuka.
"Hotel?! Jangan! Jangan ke Hotel! Aku gak tidur!" ucap Kania panik.
"Terus kenapa kamu tutup mata?"
"Aku tuh lagi berdoa agar kita selamat sampai tujuan! Bukannya tidur!" jawab Kania sewot.
"Doa kamu terkabul Baby."
"Hah?"
"Lihat lah, kita sudah sampai dengan selamat di tempat tujuan."
Kania baru sadar kalau saat ini motor Aditya sudah berhenti dan mereka sedang berada di area parkir.
__ADS_1
"Kita sudah sampai?"
Aditya mengangguk.
"Ini lokasi yang dikirimkan Ratna, kan?"
"Iya Babyyy~ sesuai dengan lokasi yang dikirimkan sahabatmu itu." Aditya mencubit hidung Kania gemas.
"Aku sih gak keberatan kalau kamu mau peluk aku selamanya tapi bukannya sahabat kamu lagi nunggu di dalam?" sambung Aditya.
Kania langsung melepas pelukannya dan jadi salah tingkah, pipinya pun memerah.
Aditya tertawa kecil melihat tingkah wanitanya itu. Rasa gemas yang tadi saja belum hilang sekarang dia malah dibuat gemas lagi.
Sementara itu dari dalam mobil Galih tengah memperhatikan Aditya yang sedang membantu Kania melepaskan helm. Dia meremas kencang stir mobilnya saat Aditya mencium mesra pipi Kanianya.
"Brengsek!"
Hatinya diselimuti kecemburuan teramat sangat kepada Aditya.
Sekarang dia melihat pasangan itu berjalan meninggalkan area parkir sambil bergandengan tangan.
"Harusnya aku yang menggandeng tanganmu Yaya... Tunggu lah, aku akan membawamu pergi dari bocah sialan itu."
Galih terus memperhatikan mereka sampai keduanya masuk ke dalam cafe.
Ya, lokasi yang dikirimkan Ratna memang adalah lokasi dari cafe yang baru-baru ini sedang hits karena meskipun belum satu bulan buka tapi cafe itu selalu ramai pengunjung.
Selain makanannya yang enak, harga makanan di cafe itu juga tergolong pas dikantong anak remaja yang suka nongkrong ditambah tersedianya fasilitas Wi-Fi gratis yang semakin membuat mereka betah berlama-lama ngumpul di cafe itu.
Tapi bukan hanya itu saja, interior cafe yang instagramable banget juga termasuk faktor yang membuat cafe itu bisa hits seperti sekarang. Banyak pengunjung yang berfoto ria di berbagai sudut cafe lalu mem-posting nya di media sosial mereka.
Untuk sebagian orang, semua faktor tadi membuat mereka tertarik mengunjungi cafe itu tapi untuk Galih dan Aditya, mereka tertarik ke cafe itu cuma karena Kania.
Galih pun keluar dari dalam mobil dan sebelum beranjak, dia lebih dulu merapikan vest nya lalu berjalan kearah pintu masuk cafe.
...****************...
Maaf ya... 🙏🏻😢 Padahal aku bilang mau posting tiap hari ceritanya tapi.... Malah dapet kerjaan 😭
__ADS_1
Sekali lagi maaf ya.... 🙇🏻♀️🙏🏻 Bukan maksud aku mau PHP tapi beneran deh kenapa setiap aku udah mau komitmen mau posting tiap hari selalu aja malah dapet kerjaan 😢 bukan berarti aku gak bersyukur tapi aku gak enak sama kalian.... 😞
Semoga kalian masih betah baca cerita aku... 😊