Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Pengantin baru


__ADS_3

Satpam dengan sigap membuka pintu gerbang saat melihat mobil majikannya. Mobil itu pun melaju menuju garasi.


Setelah yakin mobil terparkir dengan baik, orang yang berada di balik kemudi yang tak lain adalah Hendra, keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu depan rumah.


...Cklek...


Pintu depan terbuka, Hendra yang baru masuk sudah disambut hangat oleh istrinya, Permata.


Permata berjalan menghampiri Hendra lalu meraih dan mencium punggung tangan suaminya itu.


Hendra pun membalas sang istri dengan mencium keningnya sehingga membuat Permata berbunga-bunga.


Meskipun pernikahan ini bukan yang pertama tapi yang namanya masih "pengantin baru" apapun dilakukan pasangan pasti selalu bikin deg-degan.


"Apa anak-anak sudah pulang?" tanya Hendra sambil melonggarkan dasi yang melingkar dikerah kemejanya.


"Sudah, tapi...."


"Tapi apa?"


"Tapi tadi mereka sempat bertengkar."


"Bertengkar? Ada masalah apa?"


Permata pun memberitahu apa yang terjadi antara Kania dan Aditya kepada Hendra sambil mereka berjalan menuju tangga dan naik ke lantai atas.


"Apa sekarang mereka masih bertengkar?"


"Aku engga tahu Mas, tadi aku tinggal aja, yang penting aku sudah kasi tahu mereka untuk saling percaya, engga tahu didenger atau engga."


"Nanti aku akan bicara dengan Kania, dia kan lebih tua harusnya dia bisa lebih dewasa dan engga langsung menuduh Aditya."


"Sudah lah Mas, nanti mereka juga udah mesra-mesraan lagi."


Di dalam kamar, Aditya duduk di samping Kania yang terlihat sedang menekan-nekan keyboard laptopnya.


"Babyyyy~ emangnya gak bisa cari dosen pembimbing yang lain?" rengek Aditya manja sambil menarik-narik lengan baju Kania.


"Engga bisa." Kania tetap fokus mengetik.


Ditanggapi dingin oleh Kania membuat bibir Aditya maju beberapa senti.


"Kamu senang ya dapat dosen pembimbing cowok jadi kamu bisa sekalian pdkt sama dia, bener kan? Ngaku aja," tuduh Aditya.


Kania pun berhenti mengetik lalu menutup laptopnya dan beranjak bangun dari duduknya begitu juga dengan Aditya.


"Kamu juga senang kan bisa mengantar cewek itu pulang, udah dipeluk dicium lagi," balas Kania ketus.


"Aku harus bilang berapa kali, aku engga tahu kalau Ara akan mencium pipiku! Lagipula aku lebih senang kalau yang mencium pipiku itu kamu." Aditya memegang tangan Kania lalu menggoyang-goyangkannya seperti anak kecil.


"Babyy~ Aku dan Ara cuma teman, aku berani sumpah kalau aku gak punya perasaan lebih sama dia, percayalah Baby."

__ADS_1


"Aku dan Pak Wisnu juga cuma sebatas mahasiswa dan dosen tapi kamu gak percaya dan malah menuduh ku yang engga-engga. Kamu juga udah baca chat histori ku dan Pak Wisnu, emangnya aku pernah chat dia di luar urusan skripsi? Pernah gak?" tanya Kania sewot.


"Pernah, Kak Kania chat dia buat ketemuan."


"Itu karena aku mau tanya soal skripsi ku bukannya mau pdkt seperti yang kamu pikirkan."


"Tetap aja ketemuan! Aku engga suka Kak Kania ketemuan sama cowok selain aku!"


"Aku juga gak suka kamu nganterin cewek selain aku!" Kania menghadap Aditya dengan wajah kesal.


Aditya pun langsung menangkup wajah Kania lalu mencium bibir kekasihnya itu.


Kania tidak menduga kalau Aditya akan melakukan hal itu, dia pun berusaha mendorong badan Aditya tapi Aditya sama sekali tak bergeming dan tetap mencium bibirnya.


Ciuman lembut dari Aditya membuat tangan Kania yang tadinya berusaha mendorong Aditya malah sekarang melingkar di leher pria itu.


Kania boleh saja emosi tapi tubuhnya tidak bisa menolak sentuhan lembut dari pria yang dicintainya.


Aditya pun tersenyum disela-sela ciuman mereka. Hatinya berbunga-bunga saat Kania membalas ciumannya.


Perlahan Aditya dan Kania pun melepas tautan bibir mereka.


"Jangan ketemuan lagi dengan cowok selain aku, aku tidak suka," bisik Aditya sambil menempelkan jidat mereka.


"Aku juga tidak suka kamu boncengin cewek selain aku."


Aditya pun tersenyum mendengarnya begitu juga dengan Kania.


"Iya Baby, mulai sekarang cuma kamu yang bisa duduk di motor ku."


Wajah Aditya kembali cemberut.


"Engga bisa kalau gak ketemuan aja?" protes Aditya.


"Engga bisa Honeyy~ Aku tetap harus ketemu sama Pak Wisnu." Kania mencubit pipi Aditya gemas.


"Ngapain sih pake ketemuan segala?! Nanti bisa aja dia godain kamu~"


"Engga Honey, Pak Wisnu cuma mengkoreksi skripsi ku aja jadi aku tahu letak kesalahan dan kekurangan skripsi ku."


"Apa dia sudah menikah?"


"Hmm.. Yang aku dengar sih dia masih single."


"Tuh kan, dia bisa aja modus sama kamu~"


"Biarin aja dia modus yang penting dihati aku cuma ada kamu." Kania memeluk erat Aditya.


"I love you Putra Aditya Nugraha."


Selama mereka pacaran, Aditya merasa saat ini adalah momen paling manis dan romantis yang Kania lakukan.

__ADS_1


Karena biasanya selalu Aditya yang memulai momen diantara mereka tapi kali ini Kania berhasil membuat Aditya merasakan letupan-letupan kembang api di dalam hatinya.


Aditya pun memeluk Kania sangat erat dan tak lupa senyuman lebar terukir di wajahnya.


"I love you too Kania Pertiwiii!"


...****************...


Di meja makan, Permata dan Hendra saling melirik.


"Mas, lihat kan? Mereka udah mesra-mesraan lagi," bisik Permata.


"Iya, kenapa mereka yang berasa pengantin baru?" bisik balik Hendra.


"Ayo Mas kita juga gak boleh kalah sama mereka."


Hendra pun terkekeh mendengar ucapan istrinya.


Sementara itu dua sejoli terlihat sedang asik suap-suapan seperti dunia milik mereka berdua yang lain ngontrak.


"Babyyy~ aaaaaaa~" Aditya membuka mulutnya.


Kania pun memasukkan sesendok nasi beserta lauk ke dalam mulut Aditya.


"Sekarang Baby aku yang makan, buka mulutnya Babyyy~ aaaaaa~"


"Udah ah, malu sama Ayah dan Mami." Pipi Kania merona merah saking malunya.


"Engga apa-apa Sayang, Mami malah senang melihat kalian akur seperti ini daripada bertengkar."


"Tuh, kata Mami gak apa-apa, ayo Baby buka mulutnya aaaaaa~." Aditya kembali menyodorkan nasi ke mulut Kania.


Dengan perasaan malu Kania pun memakan nasi dari Aditya.


"Baby sekarang gilirankuuu~"


Hendra dan Permata pun terkekeh melihat kemesraan anak-anak mereka.


Padahal yang pengantin baru adalah Hendra dan Permata tapi yang dapat feel nya malah Aditya dan Kania.


Belum resmi menikah aja mereka udah mesra, apalagi kalau sudah menikah? Pasti kalian tahu siapa yang bakal paling bucin.


...****************...


Di rumah yang berbeda, di dalam kamar dengan nuansa pink, Mutiara sedang duduk di atas ranjangnya yang empuk sambil asik men-stalking akun medsos Aditya.


"Aditya ternyata cowok romantis, aku jadi semakin menyukainya."


"Lihat saja, Aku pasti bisa merebut Aditya dari cewek ini."


Mutiara mengalihkan pandangannya kearah meja dan melihat helm dengan warna biru muda yang dia letakkan di meja itu.

__ADS_1


"Seperti aku merebut helm cewek itu, sekarang helm itu adalah milik ku."


...****************...


__ADS_2