Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Serangan Telak Aditya


__ADS_3

Alisa dengan semangat menulis beberapa soal di kertas HVS. Dia tidak hanya menghabiskan selembar kertas tapi ada lima kertas.


Daniel dan Mutiara terperangah, kepala mereka berdenyut saat melihat deretan soal yang ada di lima lembar kertas itu. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana panasnya otak mereka saat mengerjakan semua soal-soal itu padahal mereka juga termasuk murid yang pintar tapi otak mereka tidak seencer Alisa dan Aditya.


"Lu bikin soalnya banyak banget!" pekik Mutiara.


"Kenapa emangnya? Tadi kan dia cuma minta gue buat nulis soal tapi gak bilang berapa banyak soal yang boleh gue tulis berarti gue bisa nulis soal sebanyak yang gue mau."


Selain kesal melihat seringai dibibir Alisa, Mutiara juga kesal karena tidak bisa membalas ucapan Alisa.


Daniel juga cuma bisa menahan kekesalannya. Meskipun dia ingin protes tapi harus diakuinya kalau ucapan Alisa memang benar. Tadi Aditya hanya meminta Alisa menulis soal di kertas yang diberikan tapi tidak menentukan berapa banyak soal yang boleh ditulis Alisa.


"Gue emang gak bilang berapa banyak soal yang mau lu tulis." Aditya mengambil kelima lembar kertas itu lalu menumpuknya dengan rapi.


"Karena gue tahu lu pasti gak bakal puas kalau cuma diminta nulis satu atau dua soal, benar kan?" ucap Aditya sambil memeriksa soal-soal itu.


"Iyalah, sekarang lu jawab semua soal itu di depan gue dan jawabannya harus benar semua, baru gue bakal percaya kalau lu emang gak nyontek."


Aditya tersenyum sinis.


"Ok, kalau gue bisa jawab dan semuanya benar, lu jangan ganggu gue dan muncul di depan gue lagi, gimana? Deal?"


Aditya mengulurkan tangannya ke Alisa.


"Ok, tapi kalau jawaban lu ada yang salah meskipun cuma satu, lu harus ngaku kalau lu udah nyontek waktu ujian makanya lu bisa dapet skor 100."


Alisa pun dengan yakin menjabat tangan Aditya.


Setelah kesepakatan dibuat, Aditya mengambil selembar kertas dan mulai mengerjakan semua soal-soal itu.


Soal yang ditulis Alisa adalah campuran soal dari tiga mata pelajaran yang biasanya membuat beberapa murid kesulitan yaitu matematika, fisika dan kimia. Total soal dari lima lembar kertas itu berjumlah 50 soal, 20 soal matematika, 15 soal fisika dan 15 soal kimia.


Ekspresi Aditya tampak tenang saat menjawab semua soal itu tapi tidak dengan Daniel dan Mutiara. Mereka tampak gelisah. Meskipun mereka tahu Aditya pintar tapi mengerjakan semua soal rumit seperti itu, mereka khawatir Aditya akan kesulitan mengerjakannya.


Alisa yang memperhatikan Aditya juga mulai gelisah karena melihat ketenangan Aditya menjawab soal-soal itu. Bahkan dia juga beberapa kali melihat Aditya tersenyum.


Gila! Padahal itu soal yang menurut gue paling rumit tapi kenapa dia bisa ngerjain soal-soal itu?! Udah 30 soal lagi! Tapi gue yakin jawabannya pasti ada yang salah, gak mungkin ada orang yang lebih pinter dari gue disini.


Alisa masih yakin Aditya berbuat curang sewaktu ujian. Dia tidak percaya ada murid yang lebih pintar darinya di sekolah itu bahkan di SMP nya dulu tidak ada yang lebih pintar darinya dan dia selalu mendapat peringkat pertama.


Tapi Alisa lupa, saat dia mewakili SMP nya mengikuti olimpiade matematika, dia kalah oleh murid dari SMP lain dan murid itu yang sekarang sedang mengerjakan soal dihadapannya.


Selesai. Aditya sudah menjawab semua soal itu bahkan dia memerlukan 10 lembar kertas untuk menulis jawabannya.


Saat Alisa akan mengambil lembaran kertas jawaban itu, Aditya menahannya.


"Eits, nanti dulu, gue udah jawab semua soal yang lu tulis, kayanya gak adil ya kalau cuma gue yang ngerjain soal, bener gak?"


Daniel langsung mengerti maksud lirikan Aditya dan dengan tanggap membenarkan ucapan sahabatnya itu.


"Bener! Masa cuma Aditya yang dites, lu juga harusnya dites, bener gak lu pinter apa jangan-jangan lu lagi yang nyontek pas ujian," celetuk Daniel.


Dan ini maksud Aditya, dia ingin Daniel membantunya memprovokasi Alisa.


Alisa tentu saja tidak terima dirinya dituduh menyontek, itu sama saja melukai harga dirinya.


"Jangan asal jeplak! Gue tuh beneran pinter! IQ gue 187! Itu berarti IQ gue diatas rata-rata dari IQ kalian!" ucap Alisa sewot.


Aditya tersenyum sinis mendengar ucapan Alisa. Dia akui Alisa memang pintar, soal yang ditulis gadis itu memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi tentunya untuk murid seperti Daniel dan Mutiara bahkan murid lainnya tapi tidak untuk Aditya, dia hanya menganggap semua soal itu gak ada bedanya dengan soal teka teki silang.

__ADS_1


"Kalau gitu gue bakal tulis SATU soal buat lu dan lu harus jawab dengan benar SATU soal dari gue," tantang Aditya.


"Lu ngeremehin gue ya?! Jangankan satu soal, seratus soal juga gue bisa jawab dan gue jamin semuanya pasti bener!" balas Alisa sombong.


"Syombong amat!" celetuk Daniel ketus.


Aditya pun mengambil selembar kertas lalu menulis satu soal di kertas itu dan memberikannya ke Alisa.


Tadinya Alisa masih menganggap mudah soal yang diberikan Aditya tapi saat melihat soal itu wajahnya mendadak pucat.


"Alisa, lu kenapa?" tanya Salma saat melihat Alisa yang terdiam melihat soal itu.


"So-Soal apa ini?! Ini bukan soal untuk anak SMA! Lu sengaja mau bikin gue malu ya?!" ucap Alisa sewot.


"Kenapa? Takut? Soal kaya gitu gampang buat orang yang punya IQ diatas rata-rata," sindir Aditya.


"Takut? Gue gak takut! Gue cuma bilang ini bukan soal buat anak SMA bukan berarti gue takut buat jawab atau gak bisa jawab!"


Alisa boleh berucap seperti itu padahal sebenarnya dia tidak yakin bisa menjawab soal yang diberikan Aditya.


"Kalau gitu kerjain, jangan banyak alasan!" celetuk Mutiara.


Meskipun tidak yakin tapi demi harga diri Alisa tetap mengerjakan soal itu.


Aditya bahkan sampai menguap menunggu Alisa mengerjakan soal darinya karena sudah satu jam lebih Alisa belum selesai menjawab soal itu padahal hanya satu soal sedangkan dia cuma perlu setengah jam menjawab 50 soal dari Alisa.


"Cuma satu soal aja lama banget," cibir Mutiara.


"Iya, tadi Aditya ngerjain 50 soal cuma sebentar," timpal Daniel.


Alisa cuma melirik tajam Daniel dan Mutiara dan kembali fokus menjawab soal sedangkan ketiga teman Alisa yang sedari tadi cuma melihat tampak gelisah.


"Duh, gue juga gak tahu Ta, kayanya dia kesusahan ngerjainnya," bisik Salma balik.


...****************...


Setelah dua jam akhirnya Alisa selesai juga mengerjakan soal dari Aditya meskipun dia tidak yakin dengan jawabannya sendiri.


Aditya pun mengusulkan jawabannya dan Alisa diperiksa guru agar tidak ada yang merasa dicurangi.


Pertama, mereka mendatangi guru matematika. Aditya meminta guru itu untuk memeriksa jawaban matematikanya.


Butuh waktu hampir satu jam untuk sang guru memeriksa jawaban Aditya dan hasilnya semuanya benar.


Alisa melongo, dia tidak percaya semua soal matematikanya berhasil dijawab dengan sempurna oleh Aditya. Dia pun merebut kertas jawaban itu lalu mengeceknya sendiri dan hasilnya jawaban Aditya memang semuanya benar, meskipun cara penyelesaiannya berbeda tapi hasil akhir setiap jawaban tidak ada satu pun yang salah.


Daniel dan Mutiara tampak senang melihat reaksi Alisa. Gadis itu menundukkan wajahnya yang memerah dan meremas kertas jawaban.


Setelah itu mereka mendatangi guru fisika dan kimia dan butuh waktu hampir satu jam juga untuk kedua guru itu memeriksa jawaban Aditya dan hasilnya juga tidak satu pun yang salah.


Alisa terperangah, wajahnya kembali pucat begitu juga dengan ketiga temannya.


Sementara itu Daniel dan Mutiara tersenyum lebar. Daniel mengangkat tangannya dan tos dengan Mutiara.


Sekarang giliran Alisa. Dia tampak ragu saat akan menyerahkan lembar kertas jawabannya kepada guru kimia karena Aditya memberikannya soal kimia.


Tidak seperti saat memeriksa jawaban Aditya, guru kimia tampak kebingungan bahkan sampai satu jam lebih dia masih berkutat dengan soal itu.


Saat ini karena satu soal dari Aditya, harga diri Alisa dan guru kimia dipertaruhkan.

__ADS_1


"Kamu dapat soal ini darimana?" tanya guru kimia ke Alisa.


"Dia Pak yang buat soalnya." Alisa menunjuk Aditya.


"Kamu... Kamu murid peringkat pertama itu, kan?"


"Iya Pak, dia Aditya, teman Saya!" Daniel dengan bangga merangkul pundak Aditya.


"Kamu mendapat soal ini darimana? Ini bukan soal untuk pelajar SMA seperti kalian."


"Bapak benar, seharusnya soal ini untuk mahasiswa jurusan ilmu kimia murni."


"Ilmu kimia murni?!" pekik Alisa.


"Lu sengaja kan mau jebak gue biar gue gak bisa jawab, ngaku lu?!" Alisa geram karena Aditya malah memberikannya soal setingkat mahasiswa, jelas saja dia bingung mengerjakannya.


"Lu tahu gak, anak kuliahan aja gak ada yang punya IQ 187 kaya lu, harusnya lu bisa ngerjain soal itu dengan IQ lu yang diatas rata-rata," sindir Aditya.


Alisa mengepalkan kedua tangannya. Matanya melotot dan rahangnya mengeras. Wajahnya pun memerah antara menahan malu dan kesal.


"Sesuai kesepakatan, lu jangan ganggu gue lagi."


Setelah Aditya mengatakan itu, dia pun melenggang pergi begitu saja meninggalkan Alisa dan ketiga temannya.


"Kalian denger, kan? Jangan ganggu Aditya lagi." Daniel juga bergegas pergi menyusul Aditya.


Mutiara tersenyum sinis, dia bersedekap di depan Alisa dengan tatapan mengintimidasi.


"Jangan-ganggu-Aditya, cewek-caper." Mutiara menyibak rambutnya lalu beranjak pergi.


"Wah gila, selain ganteng ternyata Aditya juga pinter, sempurna banget tuh cowok!" ucap Salma.


Dita pun langsung menyikut lengan Salma.


"Aww! Apaan sih lu Ta! Sakit tahu!" Salma mengusap-usap lengannya.


Alisa tambah emosi dan hatinya makin panas mendengar ucapan Salma, dia menghentakan kakinya lalu pergi meninggalkan ketiga temannya.


"Kalau ngomong tuh liat sikon, bego!" Nazwa menoyor kepala Salma lalu bergegas mengejar Alisa.


"Meskipun gue juga setuju ama lu Ma tapi lu salah kalau ngomong kaya gitu di depan Alisa," timpal Dita.


"Sialan lu Ta!" umpat Salma sewot.


...****************...


FYI (For Your Information)


Tingkat IQ manusia



Aku share ini cuma untuk menambah informasi jadi aku harap gak ada yang merasa gimana-gimana ya 😅


Kecerdasan seseorang tidak bisa diukur dari IQ nya saja tapi EQ juga penting.


...KITA SEMUA PUNYA KEISTIMEWAAN MASING-MASING...


Jadi jangan terlalu terpatok dengan IQ seseorang.

__ADS_1


__ADS_2