Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Hari Patah Hati Siswi Sekolah Bunga Bangsa


__ADS_3

Motor sport hitam melaju memasuki area sekolah dan berhenti di tempat biasanya motor itu diparkirkan.


Tapi kali ini ada yang berbeda. Murid-murid yang berada di sekitar area itu melihat seorang gadis duduk di bagian belakang motor playboy sekolah mereka.


Beberapa murid yang selalu stalking akun media sosial Aditya tentu tahu siapa gadis yang dibonceng pangeran mereka tapi bagi yang tidak, mereka berbisik kesana kemari membicarakan gadis berambut ikal itu.


"Eh, itu siapa?"


"Adeknya Aditya kali."


"Emangnya Aditya punya saudara?"


"Kalau engga adeknya, kakaknya, kalau bukan kakaknya mungkin sepupunya."


"Kalau bukan sepupunya?"


"Berarti cewek itu--"


"Kalian gak tahu? Cewek itu pacarnya Aditya," celetuk salah seorang siswi yang kebetulan mendengar pembicaraan siswi-siswi itu.


"Pacar???" ucap para siswi itu bersamaan.


Aditya sungguh kejam. Fotonya bersama Kania saja sudah meremukkan hati siswi-siswi yang menaruh hati kepadanya, sekarang pemuda itu malah mengajak pacarnya dan menunjukkan secara live kemesraan mereka.


Hari ini akan jadi hari patah hati untuk semua siswi di sekolah Bunga Bangsa.


Kania yang tidak terbiasa menjadi pusat perhatian merasa risih. Dia yakin saat ini banyak mata sedang mengarah kepadanya.


Kenapa mereka ngeliatin gue ya? Emangnya ada yang aneh sama penampilan gue?


Sedangkan Aditya yang sehari-hari menjadi magnet kaum hawa di sekolah itu dengan santai melepas helm dari kepalanya dan menaruhnya di atas motor.


Saat Aditya berbalik, dia melihat Kania yang sedikit kesulitan membuka pengait helm.


"Iih kenapa susah banget sih?!" gerutu Kania.


Aditya menggigit bibir bawahnya, menahan gemas.


"Jangan gitu Baby nanti rusak, sini aku aja yang buka."


Padahal Aditya cuma membuka pengait helm yang dipakai Kania tapi ternyata hal itu membuat siswi-siswi yang tengah memperhatikan mereka iri setengah mati.


"Aaaah~ so sweet banget sih~"


"Iya, gue juga mau dibukain helmnya sama Aditya."


"Iri deh~"


"Gue jadi insecure ngeliat mereka."


Begitulah celoteh para siswi itu.


...Klik!...


Pengait helm terlepas, Aditya membantu melepas helm dari kepala Kania lalu meletakan helm itu di samping helmnya.


Lalu Aditya merapikan rambut Kania yang sedikit berantakan dan hal itu sontak membuat rasa iri dihati para siswi itu meningkat.


"Aduuuh gue udah gak kuat lagi!"


"Iya nih, sakit banget hati gue."


"Beruntung banget sih tuh cewek."


"Tapi paling cuma sebentar, nanti pacarnya Aditya juga ganti lagi."


"Iya bener, dia kan playboy, pacaran paling lama cuma sebulan terus ganti."

__ADS_1


Aditya sedikit mendengar ucapan salah satu siswi yang tak jauh dari tempatnya.


Gawat, Kak Kania denger juga gak ya?


"Ada apa?" tanya Kania saat melihat Aditya termenung.


"Hah? E-Engga apa-apa."


"Koq Mami belum sampai ya?" Aditya sengaja mengalihkan pembicaraan.


Syukur deh, kayanya dia gak denger.


"Iya, Mami koq belum sampai? Apa kena macet kali ya?"


"Eh, udah jam delapan! Acara pengambilan rapotnya udah dimulai! Gimana nih?!" pekik Kania saat melihat jam yang tertera dilayar handphone nya.


"Tenang aja Baby, cuma ambil rapot."


"Iya sih tapi--"


...Kruuuk Kruukk...


Pipi Kania memerah mendengar suara perutnya. Tadi dia dan Aditya memang belum sempat sarapan jadi wajar kalau sekarang perutnya demo minta diisi.


Kania yang malu ditertawakan Aditya bersiap untuk mencubit perut pria kecilnya itu.


"Eits!" Aditya langsung menghindar sehingga perutnya kali ini selamat dari cubitan.


Kania tambah kesal, gadis itu pun menatap tajam pemuda yang tengah cengengesan kepadanya.


"Baby ku kalau lapar jadi galak, jangan marah Baby nanti tambah lapar, mending kita makan yuk, aku juga lapar," bujuk Aditya.


Aditya merangkul pundak Kania lalu mengajak kekasihnya itu pergi dari area parkir.


"Iih lepas! Anda siapa?" Kania menepis tangan Aditya dipundaknya.


Kania langsung menutup bibir Aditya dengan tangannya.


"Iya iya aku inget!"


"Iiiiihh kamu jorok banget sih!" pekik Kania saat Aditya menjilat telapak tangannya yang menutup mulut pemuda itu.


Kania pun segera menarik kembali tangannya lalu memukul-mukul Aditya yang malah tertawa geli karena berhasil menjahilinya.


Mood Alisa langsung drop saat melihat interaksi antara Aditya dengan seorang gadis yang tidak dikenalnya.


"Eh Aditya sama siapa tuh? Kayanya bukan murid sini deh," ucap Salma memicingkan matanya.


"Adeknya kali," sahut Dita.


"Atau Kakaknya?" timpal Nazwa.


Mau gadis itu adik atau kakak Aditya tetap saja hati Alisa iri karena gadis itu bisa membuat Aditya tertawa.


Alisa mengepalkan tangannya. Percikan api cemburu mulai membakar dadanya.


"Waaah gila! Liat! Liat! Aditya nyium pipi cewek itu!" ucap Salma heboh.


"Iya Ma, gue juga liat tadi! So sweet banget!" timpal Dita gak kalah heboh.


"Beruntung banget ya tuh cewek~"


Ucapan teman-temannya malah semakin menyulut api cemburu di hati Alisa.


"Kalian tuh norak banget sih! Lagian ngapain kita ngeliatin mereka! Kurang kerjaan!" ucap Alisa sewot lalu pergi begitu saja meninggalkan Salma, Dita dan Nazwa yang menatap heran kepergian teman mereka itu.


...****************...

__ADS_1


"Ampun Ratu, ampun, jangan pukul hamba lagi."


Aditya menahan tangan Kania yang akan memukulnya.


Kania mendengus kesal dan saat dia akan menarik tangannya, Aditya malah semakin erat memegang pergelangan tangannya itu.


"Lepasin!"


"Ssstt!"


Kania sedikit terkejut saat jari Aditya menempel dibibirnya.


...Cup!...


Mata Kania membulat sempurna, kali ini dia benar-benar terkejut karena pipinya dicium pria kecilnya itu.


"A-Apa yang--"


"Diam atau mau aku cium lagi?" ancam Aditya.


Kania langsung mengatup bibirnya dan menggeleng-gelengkan kepala.


"Kamu gemesin banget sih~" Aditya yang sudah tidak bisa menahan gemasnya lagi mencubit pipi Kania.


"Ehem! Uhuk uhuk!"


Daniel sengaja pura-pura batuk agar dua sejoli itu sadar dengan sekitar mereka. Maklum, soalnya pasangan itu sering lupa kalau dunia bukan cuma milik mereka berdua.


Aditya yang tidak suka diganggu saat sedang bersama Kania langsung menatap tajam teman dekatnya itu.


"Nyantai Bro, gitu amat liatinnya," cibir Daniel.


"Ngapain lu kesini?" tanya Aditya ketus.


"Galak amat, lagi PMS Mas?" sindir Daniel.


"Berisik lu, sana sana pergi, ganggu aja!"


"Jadi yang ngambil rapot Kak Kania?"


Daniel menghiraukan Aditya yang mengusirnya.


"Bukan, Mami yang ngambil rapot tapi belum datang, mungkin kena macet dijalan."


"Ooo gitu, Kak Kania tahu gak kalau Aditya tuh...," Daniel menggantung ucapannya saat melihat Aditya melotot kearahnya.


Awas lu ya kalau sampai ngadu yang engga-engga ke Baby gue.


Daniel pun tertawa geli, dia puas sekali berhasil menjahili Aditya padahal biasanya dia yang dijahili teman kurang akhlaknya itu.


"Apa? Tadi kamu mau ngomong apa?" tanya Kania.


"Kalau Aditya tuh dapet peringkat pertama."


Aditya melunakkan tatapannya kepada Daniel. Dia pikir temannya yang error itu akan memberitahu Kania soal dia yang memiliki banyak mantan di sekolah ini.


"Iya, keren! Padahal soal ulangan kalian susah loh, dulu waktu jamannya aku sekolah disini nilai tertinggi tuh 97."


"Wuiih, namanya siapa Kak?" tanya Daniel.


"Namanya Ka--"


"Kania Pertiwi."


Kania, Aditya dan Daniel langsung memalingkan mata mereka kearah seseorang yang tengah menghampiri mereka.


"Hai Kania, masih ingat aku?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2