
Penyatuan bibir mereka padahal hanya tinggal sedikiiiiiiiiiiit lagi.
...Cklek...
Gawat!! Ada yang datang?!
Kania sangat terkejut dan saat dia membuka matanya, dia melihat wajah Aditya yang sudah semakin dekat.
Kenapa dia masih nyosor?! Emangnya dia engga denger ada yang datang?!
Permata dengan santainya membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar.
"Kania, sudah waktunya makan si--"
...DUK!...
Saat Kania mendengar suara Permata, Kania refleks mendorong Aditya sampai kepala belakang Aditya membentur sandaran tempat tidur.
...PRANG!...
Lalu karena panik Kania sampai lupa kalau di atas pangkuannya ada semangkuk bubur dan saat dia berdiri, mangkuk bubur itu pun jatuh.
"Astaga! Bagaimana iniiii?" pekik Kania saat melihat bubur yang sudah berserakan di lantai dan ditambah lagi mangkuk bubur yang sudah terbelah jadi dua.
Dilihat dari desain dan kualitasnya, harga satu mangkuk bubur itu mungkin setara dengan uang semester kuliahnya.
Mangkuknya pasti mahal... Bagaimana aku bisa mengganti mangkuknya?
Dibanding mengkhawatirkan mangkuk, harusnya Kania lebih khawatir dengan pacarnya yang sekarang sedang meringis kesakitan di bagian kepalanya akibat benturan tadi.
"Aaaah~ sakit sekali~" Aditya meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepala belakangnya.
"Kenapa mendorong ku sekencang itu?! Kalau tidak mau diciu--"
"Aaaaaahh!" Kania sengaja berteriak untuk memotong ucapan Aditya.
Permata pun bergegas menghampiri Kania.
"Ada apa Kania? Kenapa berteriak? Kamu engga apa-apa? Ada yang terluka?" tanya Permata khawatir.
"Ta-Tadi hm... Kecoa! Iya, tadi ada kecoa Mi! Tapi sekarang udah pergi hehe," jawab Kania cengengesan.
"Kecoa?"
"Mami maafin Kania ya, mangkuk buburnya pecah...," ucap Kania lirih.
"Mami tadi kaget, baru masuk udah denger mangkuk pecah, apa yang terjadi?"
"Be-Begini Mi tadi... Hm... Ah, iya kecoa! Semuanya gara-gara kecoa! Tadi waktu Kania lagi nyuapin Aditya bubur, Kania merasa sesuatu merayap di kaki Kania terus pas Kania lihat ternyata kecoa! Kania refleks berdiri terus mangkuk buburnya jatuh."
Woaah jenius Kania! Alasan yang bagus, Mami pasti percaya.
Kania bangga dengan otaknya yang bisa bergerak cepat mencari alasan.
"Lain kali hati-hati ya, masalah mangkuk kamu jangan khawatir, yang penting kamu engga terluka."
Permata tersenyum tipis sambil mengelus kepala Kania lalu matanya beralih ke Aditya yang terlihat sedang mengusap-usap kepala belakangnya.
"Aditya, kamu kenapa? Apa kepalamu sakit?" Permata lalu duduk di pinggir tempat tidur untuk mengecek suhu badan Aditya.
"Hm.. Udah engga begitu panas," gumam Permata.
"Mamiii~ kepala Aditya sakiiit banget~" rengek Aditya sambil melirik tajam Kania.
Kenapa Aditya ngeliatin gue kaya gitu? Hm.. Ya ampun! Gue baru inget! Jangan-jangan kepala Aditya gak sengaja ke bentur pas gue dorong! Tapi itu kan salah dia juga, udah tahu ada yang datang masih nyosor aja!
"Mi, Kania panggil Bibi dulu ya buat bersihin bubur yang tumpah."
"Iya, sekalian minta Bibi bawain bubur yang baru buat Aditya."
Mau kabur ya? Sayang sekali, kamu engga bisa kabur begitu saja Baby, kamu harus dihukum karena tadi sudah mendorong ku~
Aditya tersenyum menyeringai saat memikirkan caranya untuk menghukum Kania.
"Iya Mi."
Kania pun akan beranjak dari tempatnya.
"Tunggu! Jangan pergiiii~ Kak Kania disini saja temani akuuu~" rengek Aditya.
"Eh?"
__ADS_1
Dia gak ngambek? Serius nih?
Kania heran dengan tingkah Aditya yang tidak seperti yang dia pikirkan.
"Aditya, kamu jangan manja, kan ada Mami disini, Kania daritadi udah jagain kamu sekarang biarkan dia istirahat."
"Kak Kania, ah bukan tapi Baby ku kan bisa istirahat disini~ Pokoknya Baby ku engga boleh pergi!"
"Baby ku? Jadi kalian udah pacaran lagi?" tanya Permata sambil melihat ke Aditya dan Kania bergantian.
"Pacaran lagi? Emangnya kapan kami putus? Engga ada yang bisa memisahkan kami, benar kan Babyyy~" Aditya meraih lalu mencium punggung tangan Kania sehingga membuat Kania tersipu malu.
Ini baru permulaannya saja Baby.
"Iiih Mami sampai merinding dengarnya," ledek Permata.
"Tapi Mami senang melihat kalian bersama lagi, ingat ya Aditya, kamu harus berubah, selama ini Kania udah sabar banget ngadepin kamu, awas ya kalau kamu bikin dia nangis lagi." Permata mencubit pipi Aditya.
"Aaah~ Sakit Mi~" rengek Aditya kesakitan.
Aditya memanyunkan bibirnya sambil mengusap-usap pipinya yang dicubit Permata.
"Babyyy~ pipi ku sakit dicubit Mamiii~" rengek Aditya manja.
Sepertinya ada yang salah dengan Aditya, biasanya dia tidak seperti ini di depan Mami dan yang aneh lagi dia engga ngambek gue dorong? Padahal tadi dia kelihatan kesal.. Hm... Jangan-jangan... Astaga! Jangan-jangan otaknya rusak gara-gara ke bentur tadi!
Permata hanya memutar bola matanya ke atas karena dia malas menanggapi kebucinan anaknya itu.
"Kania, maaf ya jadi ngerepotin kamu lagi, nanti Mami minta Bibi bawa makanan untuk kalian dan mangkuknya biar nanti Bibi saja yang bersihkan."
"Iya, makasi Mi."
Permata pun beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan kamar.
"Aditya, kamu kenapa? Apa otakmu rusak karena terbentur tadi? Coba sini aku lihat kepala-- kyaaaaa!"
...BRUK! ...
Tiba-tiba Aditya menarik pergelangan tangan Kania saat akan menyentuh kepalanya lalu menjatuhkan Kania ke tempat tidur.
"Aduuh~ Aditya, apa yang kamu laku--" Kania langsung menutup mulutnya saat dia melihat Aditya sudah berada di atasnya saat ini.
Astaga! Apa yang akan dia lakukan?! Umurnya masih dibawah 18 tahun untuk melakukan hal itu! Tidaaak! Kenapa gue malah mikir yang engga-engga?!
Kania langsung menelan ludahnya saat jari-jari Aditya mengelus lembut pipinya yang sudah memerah.
"A-Aditya, a-a-apa y-yang k-kamu l-lakukan? Ba-bagaimana ka-kalau ada yang datang?" ucap Kania gelagapan.
Jantung Kania saat ini berdetak tak karuan bahkan telapak tangannya sampai terasa dingin saking gugupnya.
"Mi-Minggir, nanti mereka bisa salah paham melihat kita seperti ini," ucap Kania malu-malu sambil mengalihkan pandangannya.
Aditya tersenyum menyeringai lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Kania.
"Kamu milik ku, I love you Baby," bisik Aditya dengan suara huskynya.
...DEG! DEG! DEG! ...
Beruntung Kania tidak kena serangan jantung ketika wajah Aditya begitu dekat dengan lehernya. Deru napas pria itu menerpa kulit leher Kania yang sensitif.
Kania memejamkan mata lalu mengigit bibir bawahnya. Dia berusaha menahan dirinya agar tidak mengeluarkan suara yang akan membuatnya sangat malu.
Aditya pun menjauhkan wajahnya lalu menatap ekspresi Kania saat ini.
"Pfft, Hahaha."
Sontak saja Kania langsung membuka matanya.
Aditya pun beranjak dari posisinya lalu kembali duduk di tempat tidur. Kania perlahan bangkit dan merapikan rambutnya.
"Wajahnya lucu banget hahaha."
Kania menatap tajam Aditya saat dia menyadari kalau Aditya hanya mengerjainya saja.
"Adityaaaa!"
Serangan guling bertubi-tubi dari Kania pun menghantam Aditya yang masih cekikikan.
Lalu Kania melempar guling itu ke wajah Aditya dan beranjak dari tempat tidur.
"Baby~ mau kemanaaa~? Apa kamu suka hukuman dari ku?" goda Aditya.
__ADS_1
"Hukuman?"
"Hukuman karena tiba-tiba mendorong ku sampai kepala ku terbentur tadi, sakit sekaliiii Baby~" rengek Aditya manja sambil memanyunkan bibirnya.
"Salah kamu sendiri, kenapa masih nyosor aja?! Emangnya kamu engga denger ada yang datang?!" ucap Kania sewot.
Kania tiba-tiba kembali teringat saat bibir mereka berdua sudah hampir bersentuhan.
Stop Kania! Kenapa lu jadi mesum gini sih?!
Aditya melihat Kania yang sedang menggeleng-gelengkan kepala.
"Kak Kania pasti lagi ngebayangin adegan xxx," celetuk Aditya.
"E-Engga!" Kedua pipi Kania kembali memerah.
"Ini semua gara-gara kamu!"
Saat Kania akan mencubit pipi Aditya. Aditya tiba-tiba menutup dadanya dengan kedua tangannya yang disilangkan lalu menggeser duduknya agak menjauh dari Kania.
"Jangan Kak!"
"Huuh.. Drama apa lagi ini? Kamu pikir aku mau ngapain, hah?"
"Aku tahu Kak Kania udah cukup umur tapi inget Kak, umur ku masih 17 tahun, 17 tahun, tapi... Kalau Kak Kania engga keberatan dan pengen banget, baiklah, aku rela menyerahkan tubuh ku untuk Kakak," ucap Aditya sambil merentangkan kedua tangannya.
"Woaah otaknya benar-benar sudah rusak," gumam Kania.
"Ayo Kak, aku udah siap nih." Aditya menaik-turunkan alisnya.
Aditya sengaja melakukannya untuk menggoda Kania karena dia sangat suka melihat Kania yang salah tingkah.
"S-Siap?! Apa yang kamu katakan?!"
"Kemari lah Baby~" ucap Aditya dengan suara yang sengaja dibuat sexy.
Dia benar-benar sudah gila! Pasti dia mau ngerjain aku lagi! Tapi sayang sekali, kali ini adalah giliran ku.
Senyum percaya diri Aditya langsung hilang saat melihat Kania menyeringai lalu merangkak naik ke tempat tidur.
"K-Kak, ma-mau ngapain?" Jantung Aditya berdetak kencang saat Kania merangkak mendekatinya.
"Tadi kamu sendiri kan yang bilang engga apa-apa kalau aku ingin melakukannya," ucap Kania sambil mengelus pipi Aditya dengan jarinya.
"A-Aku ti-tidak serius Kak, la-lagipula ba-bagaimana k-kalau n-anti ada yang dat--"
"Ssstt!" Kania menempelkan jarinya tepat di bibir Aditya.
Beberapa saat mereka saling bertatapan lalu wajah Kania mulai bergerak mendekati Aditya, Aditya yang terbawa suasana pun perlahan memejamkan matanya.
Akhirnya gue bisa ngerasain first kiss, tapi masa gue yang dicium? Harusnya kan gue yang cium dia tapi bodo amat lah yang penting bisa first kiss~
Saking exciting nya Aditya bahkan sampai memonyong-monyongkan bibirnya.
...Ckrek...
"Ya ampuuun~ sexy banget bibirnyaa~ Hahaha."
Sontak saja Aditya langsung membuka matanya dan melihat Kania yang cekikikan sambil memegang handphone yang mengarah kepadanya.
"Kakak foto aku ya?!"
"Iya lah, wajah kamu sexyyy banget, sayang kalau engga diabadikan." Kania sengaja memperagakan kembali pose Aditya saat memonyongkan bibirnya untuk meledek Aditya.
"Hapus fotonya!"
"Engga mau." Kania menjulurkan lidahnya ke Aditya lalu menyembunyikan handphone nya ke belakang.
"Gawat!" pekik Kania saat melihat Aditya beranjak dari tempat tidur.
Kania pun langsung berbalik dan kabur sebelum Aditya berhasil menangkapnya.
"Hapus fotonyaaaaa!"
"Engga mauu~ kira-kira kalau Mami lihat gima--"
"Jangaaaan! Hapus fotonya! Hapuuuusss!"
Aditya berusaha mengambil handphone Kania, bahkan dia sampai lupa dengan demamnya.
...****************...
__ADS_1