
"Aditya, ayo kita pulang, Ayah dan Mami pasti udah nungguin kita di rumah." Kania menarik lengan Aditya agar bangkit dari sofa.
"Pulang? Tapi--"
"Ibu, Papa, Kania pulang dulu ya." Kania segera memotong ucapan Aditya sambil menarik-narik lengan kekasih kecilnya itu.
"Tunggu dulu Baby, aku masih perlu meyakinkan mereka," tolak Aditya.
"Tapi kita tidak punya banyak waktu, apa kamu lupa kalau kita harus ikut Ayah dan Mami ke acara rekan bisnis Ayah?" Kania kembali menarik-narik lengan Aditya.
"Aku gak lupa tapi--"
"Yaudah, aku pesen ojek online aja!" Kania melepas lengan Aditya kasar lalu sengaja mengambil handphone nya dan berpura-pura memesan ojek online sambil melangkah meninggalkan ruang tengah.
Aditya mulai panik, dia memang tidak suka Kania menggunakan jasa ojek online karena apa? Tentu saja karena jiwa posesifnya. Gak peduli tuh abang ojek online udah tua atau punya anak-istri bagi Aditya mereka tetap seorang laki-laki dan Aditya tidak suka wanitanya bersama dengan laki-laki lain.
Aditya segera bangkit dari sofa, sebelum pergi mengejar Kania dia tidak lupa berpamitan dengan sopan kepada Kalina dan Thomas. Dia tidak ingin calon ibu dan ayah mertuanya berpikir calon menantu mereka tidak sopan karena pergi begitu saja, maklum soalnya misi untuk mendapatkan restu dari mereka terutama calon ibu mertuanya belum bisa dibilang berhasil.
Kevin yang sedari tadi sama terkejutnya dengan Kalina mulai melayangkan protes kepada Thomas.
"Daddy setuju cowok itu menikah sama Kak Kania? Why Dad?! Umurnya bahkan sama denganku!"
"Karena Daddy menyukainya," jawab Thomas santai.
"Tapi Daddy dia--"
Tiba-tiba Kalina berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan Thomas dan kedua anaknya.
Kalina menaiki tangga menuju ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya.
"Apa Hendra udah tahu tentang pacarnya Kania?"
Kalina segera mengambil handphone nya lalu menghubungi kontak Hendra.
...****************...
Hendra yang sedang berdua dengan Permata mendengar handphone nya berdering. Dia pun meraih handphone nya lalu melihat nama kontak yang tertera di layar handphone.
Kalina?
Hendra tidak langsung menjawab panggilan telepon dari mantan istrinya. Dia bingung kenapa mantan istrinya itu menelepon? Karena selama ini mantan istrinya tidak pernah menghubunginya hanya untuk sekedar menjalin silaturahmi.
Apa terjadi sesuatu dengan Kania?
"Siapa Mas yang telepon?" tanya Permata sedikit melirik layar handphone Hendra.
"Kalina, ibunya Kania."
Hendra pun langsung menggeser ikon hijau untuk menerima panggilan telepon dari Kalina.
...----------------...
...[via telepon] ...
Hendra: Halo
^^^Kalina: Halo Hendra^^^
^^^Kalina: Apa kamu udah tahu Kania punya pacar?^^^
Hendra: Iya aku tahu
^^^Kalina: Kamu juga tahu kalau pacar Kania ternyata masih SMA!^^^
...(Hendra tersenyum)...
Hendra: Jadi kamu sudah berkenalan dengan Aditya
Hendra: Bagaimana menurutmu?
^^^Kalina: Menurutku?^^^
^^^Kalina: Jangan bercanda Hendra!^^^
^^^Kalina: Umur pacar Kania bahkan sama dengan Kevin!^^^
Hendra: Lalu?
^^^Kalina: Sepertinya kamu tidak masalah dengan hubungan mereka^^^
__ADS_1
Hendra: Kamu benar, aku tidak masalah
Hendra: Karena meskipun umur Aditya lebih muda dari Kania tapi dia laki-laki yang baik
^^^Kalina: Baik? Kamu salah Hendra!^^^
^^^Kalina: Dia sudah gila!^^^
Hendra: Gila?
Hendra: Kenapa kamu bisa berpikir dia gila?
^^^Kalina: Kamu tahu apa yang dia katakan tadi?^^^
^^^Kalina: Dia bilang ingin menikahi Kania setelah dia lulus sekolah!^^^
^^^Kalina: Apa yang dia pikirkan?!^^^
Hendra: Apa? Menikah?
Hendra: Hahaha
^^^Kalina: Kenapa kamu malah tertawa Hendra?!^^^
^^^Kalina: Ini serius! Aku tidak sedang becanda!^^^
Hendra: Aku tidak menertawakanmu
Hendra: Terus gimana?
Hendra: Apa yang kamu katakan ke Aditya?
^^^Kalina: Aku tadi belum sempat mengatakan apapun karena aku masih terkejut^^^
^^^Kalina: Tapi aku tetap belum yakin kalau anak itu bisa menjadi kepala keluarga^^^
^^^Kalina: Biasanya anak seumurannya masih labil apalagi soal perasaan^^^
^^^Kalina: Sekarang emang perasaannya sedang menggebu-gebu sama Kania tapi setelah satu tahun atau dua tahun lagi bisa saja perasaannya berubah^^^
^^^Kalina: Kalau mereka masih pacaran tidak masalah, mereka bisa putus^^^
^^^Kalina: Tapi bagaimana kalau mereka sudah menikah nanti?^^^
Hendra: Tenang saja, semua itu tidak akan terjadi
^^^Kalina: Kenapa kamu bisa begitu yakin?^^^
^^^Kalina: Lebih baik mencegah daripada menyesal^^^
Hendra: Karena aku tahu siapa Aditya
Hendra: Aku bisa melihat betapa besar perasaannya kepada Kania
^^^Kalina: Kamu sudah menyelidiki latar belakang anak itu?^^^
Hendra: Untuk apa?
Hendra: Setiap hari aku ketemu dengannya
^^^Kalina: Setiap hari? Apa maksudmu?^^^
Hendra: Apa Aditya atau Kania tidak memberitahumu kalau dia anaknya Permata?
^^^Kalina: Anaknya Permata?^^^
^^^Kalina: Permata itu bukannya istri kamu?^^^
Hendra: Benar
^^^Kalina: Berarti anak itu... ^^^
...(Seketika mata Kalina membulat sempurna)...
^^^Kalina: Dia adik tirinya Kania!!^^^
...(Untung jantung Kalina sehat jadi dia tidak terkena serangan jantung dadakan mendengar fakta baru tentang Aditya)...
^^^Kalina: Bagaimana bisa Kania pacaran dengan adik tirinya?!^^^
__ADS_1
Hendra: Kenapa tidak bisa?
Hendra: Aditya tidak punya hubungan darah dengan Kania jadi tidak ada yang salah dengan hubungan mereka
^^^Kalina: Tapi...^^^
Hendra: Kamu tidak perlu khawatir
Hendra: Meskipun Aditya masih muda tapi dia bisa diandalkan
Hendra: Lagipula tidak mungkin kita memaksa mereka untuk berpisah
Hendra: Kecuali kalau kamu tega melihat Kania terluka
^^^Kalina: Huuh.. Aku cuma gak mau pernikahan Kania gagal seperti ibunya...^^^
...(Selama beberapa saat Hendra dan Kalina terdiam. Mereka teringat masa-masa mereka masih berstatus suami-istri, hal sekecil apapun bisa memicu perdebatan karena ego masing-masing)...
...(Tak lama kemudian, pintu kamar Kalina terbuka. Dia melihat Thomas berjalan mendekatinya)...
^^^Kalina: Coba bujuk anak itu agar dia mempertimbangkan lagi keputusannya^^^
Hendra: Baiklah
...(Kalina pun memutus panggilan telepon)...
...----------------...
Permata yang sedari tadi cuma bisa mendengar ucapan Hendra semakin penasaran apa yang dibicarakan suaminya dengan mantan istri suaminya bahkan menyebut nama Aditya.
"Ngomongin soal apa sih Mas? Koq tadi Mas sampai nyebut Aditya?"
"Kamu pasti terkejut kalau tahu apa yang dilakukan Aditya di rumah ibunya Kania tadi."
"Emangnya Aditya ngapain Mas?"
"Aditya melamar Kania, dia bilang dia ingin menikahi Kania setelah lulus sekolah."
Ternyata Hendra salah, Permata tidak terkejut tapi SANGAT TERKEJUT. Dia bahkan sampai berdiri dari sofa dengan mata yang sudah membulat sempurna dan mulut menganga.
"Apa?! Menikah?!" pekik Permata.
...****************...
Begitu sampai rumah, Kania langsung turun dari motor dan pergi begitu saja meninggalkan Aditya.
Aditya pun mengejar Kania lalu memegang lengan wanita itu sebelum masuk ke dalam rumah.
"Harusnya aku yang marah! Aku udah bilang tunggu tapi kamu malah ninggalin aku!"
"Kamu sendiri bilangnya mau kenalan sama Ibu tapi malah bilang mau menikah!"
"Kenapa? Kamu gak mau menikah denganku?"
Kania menelan salivanya, jantungnya berdetak kencang dan pipinya terasa panas. Saat ini dia merasakan kegugupan dari tokoh wanita di dalam novel saat tokoh pria mengajak sang wanita menikah.
Perlahan Aditya mendekat tanpa melepas manik hazelnut nya dari Kania.
Kenapa aku merasa wajahnya jadi lebih tampan?!
Meskipun Kania sudah sering melihat wajah Aditya yang memang tampan tapi saat Aditya memasang ekspresi serius ternyata membuat ketampanan Aditya meningkat.
Jantung Kania pun semakin berdetak tak karuan saat wajah itu perlahan mendekat bahkan saking gugupnya Kania sampai lupa untuk bernapas.
"Aku anggap jawabannya iya, kamu tidak ingin menikah denganku."
Kesadaran Kania yang sempat hilang sepersekian detik tadi pun kembali saat melihat wajah itu berubah sendu.
"Bu-Bukan begitu, ini bukan masalah mau menikah atau tidak tapi--"
"Tapi? Tapi apa?" Aditya yang tidak sabaran segera meminta penjelasan dari Kania.
"Aku takut...," cicit Kania.
"Takut? Takut kenapa?" Satu alis Aditya terangkat.
"Pokoknya aku gak setuju kita menikah!"
Kania segera berbalik dan bergegas masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Tunggu! Jelaskan dulu kenapa kamu takut menikah denganku?! Kania Pertiwi!"
...****************...