Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Rencana Terselubung


__ADS_3

SMA Bunga Bangsa adalah salah satu sekolah terfavorit di Jakarta. Meskipun uang gedung dan SPP per bulan nya tiga kali lipat dari standar SMA swasta yang lain tapi tak menyurutkan minta orang tua untuk memasukkan anak mereka di sekolah itu terutama orang tua dari kalangan atas.


Kenapa SPP di sekolah itu begitu mahal? Tentu saja karena fasilitas sekolah itu yang bisa dibilang lengkap. Gedung sekolah yang besar memiliki banyak ruangan selain ruang kelas ada juga ruang musik, ruang laboratorium bahkan ruangan-ruangan untuk kegiatan ekstrakulikuler.


Setiap ruangan juga dipasang pendingin ruangan atau AC agar membuat para murid dan guru merasa nyaman selama belajar mengajar.


Selain gedung sekolah itu sendiri, ada juga fasilitas gedung lain yang agak terpisah yaitu gedung auditorium atau aula. Tempat berkumpulnya para murid jika ada pengumuman penting dari sekolah atau dipakai untuk kegiatan olahraga indoor.


Selain gedung, disana juga ada dua lapangan yang biasanya dimanfaatkan untuk tebar pesona dan menarik lawan jenis yaitu lapangan basket dan lapangan sepak bola.


Di dalam gedung sekolah juga ada fasilitas kolam renang tapi tidak bisa dipakai bebas karena hanya dipakai kalau memang ada pelajaran olahraga, ekskul atau lomba yang diselenggarakan sekolah.


Tidak hanya sampai disitu saja, semua fasilitas belum lengkap tanpa adanya kantin. Kantin di sekolah ini juga lebih luas dari sekolah lainnya karena disana ada berbagai macam makanan yang bisa dipilih murid-murid untuk mengisi perut mereka.


Selain karena fasilitas, alasan sekolah itu menjadi terfavorit adalah karena kualitas guru yang mengajar. Guru yang direkrut pihak sekolah harus melewati berbagai macam tes untuk memastikan layak atau tidaknya mereka mengajar.


Dengan adanya guru yang berkualitas tentu juga akan menciptakan lulusan murid yang berkualitas tapi hanya berlaku bagi murid yang serius belajar seperti murid yang beruntung bisa belajar dengan jalur beasiswa yang diberikan pihak sekolah.


Ya, selain murid dari kalangan atas yang hanya mengandalkan uang untuk masuk ke sekolah itu, pihak sekolah juga menyediakan beasiswa bagi murid yang bisa lulus ujian seleksi dari mereka.


Salah satu murid yang beruntung bisa sekolah disana dengan jalur beasiswa adalah Kania.


Kania memilih jalur beasiswa karena selain tidak ingin membebankan ayahnya dengan biaya sekolah yang mahal tapi karena dia merasa mampu mengikuti ujian seleksi dari pihak sekolah dan buktinya dia masuk peringkat ketiga dari puluhan murid yang juga mencoba mengikuti ujian seleksi di sekolah itu.


Masuk dengan jalur beasiswa menjadi beban tersendiri bagi Kania karena dia harus selalu masuk peringkat lima besar untuk mempertahankan beasiswanya.


Setiap hari Kania hanya sibuk belajar dan tidak memikirkan untuk bersosialisasi dengan murid yang lain sampai datang dua murid mengajak Kania untuk berteman dengan mereka, siapa lagi kalau bukan Leo dan Ratna.


Selain Kania ternyata Ratna juga masuk ke sekolah itu dengan jalur beasiswa kecuali Leo yang memang background keluarganya dari kalangan atas.


Sejak saat itu, mereka bertiga selalu bersama sampai mereka lulus, mereka masih tidak rela untuk berpisah sehingga memutuskan untuk kuliah di kampus yang sama.


Sebenarnya orang tua Kania dan Ratna mampu membayar uang kuliah mereka tapi mereka tidak mau menyusahkan orang tua mereka jadi mereka pun kembali mengambil jalur beasiswa. Berbeda dengan Leo yang lebih memilih membayar uang kuliahnya. Bukan karena Leo tidak mampu mendapatkan beasiswa seperti Kania dan Ratna tapi karena dia malas dan engga suka ribet. Maklum, untuk mendapatkan beasiswa memang ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.


Otak Leo juga tidak kalah dari dua teman dekatnya itu. Dia juga selalu masuk peringkat lima besar di kelasnya selain Kania dan Ratna.


Bagaimana dengan Aditya, Daniel dan terutama Mutiara?


Memang Aditya bisa sekolah disana karena membayar tapi dia membuktikan kalau murid yang membayar pun tidak kalah dari murid yang mendapatkan beasiswa.


Aditya selalu masuk peringkat lima besar. Sebenarnya kalau Aditya mau, dia bisa mendapatkan peringkat satu tapi dia tidak mau terbebani dengan perhatian khusus yang diberikan guru.


Daniel juga sama dengan Aditya tapi Daniel tidak sepintar Aditya. Dia hanya bisa bertahan di peringkat sepuluh besar di kelasnya.

__ADS_1


Sedangkan Mutiara seharusnya dia tidak bisa langsung pindah ke sekolah itu karena beberapa hari lagi akan diadakan ujian kenaikan kelas tapi berkat koneksi dari papinya, dia bisa pindah ke sekolah itu.


Karena hampir 70 persen murid disana dari keluarga yang sangat mampu jadi kebanyakan dari mereka pasti punya kendaraan pribadi terutama mobil. Berbagai macam mobil mewah terparkir di area parkiran sekolah. Ada yang mengemudikan mobil itu sendiri, ada juga yang memakai supir.


Tapi tidak dengan Aditya yang lebih memilih motor. Selain motor itu hadiah dari papinya, papinya juga melarang Aditya mengemudikan mobil karena anaknya itu masih dibawah umur.


Meskipun tidak diijinkan mengemudikan mobil bukan berarti Aditya tidak bisa, dia sebenarnya bisa mengemudikan mobil hanya saja dia lebih nyaman mengendarai motor. Tentu saja karena sifat Aditya yang gak sabaran. Saat macet Aditya masih bisa bergerak salip sana sini dengan motornya sedangkan kalau dia memakai mobil, dia tidak akan bisa seperti itu.


Sedangkan Daniel, dia selalu diantar jemput supir sama seperti Mutiara.


Seperti hari ini, di dalam mobil Mutiara duduk sambil menyilangkan kakinya sedangkan supirnya fokus mengemudikan mobil majikannya menuju sekolah.


"Pak, nanti langsung pulang aja, jangan nungguin Saya kaya kemarin nanti teman Saya yang mengantar Saya pulang," titah Mutiara.


"Baik Non."


Mutiara tersenyum menyeringai melihat helm di sampingnya.


...****************...


Saat Mutiara baru keluar dari dalam mobil, dia melihat Aditya berjalan meninggalkan area parkiran motor lalu dia pun bergegas mengejar Aditya.


"Adityaa!" panggil Mutiara.


"Selamat pagi," sapa Mutiara dengan senyum manisnya.


"Selamat pagi." Aditya pun tersenyum kepada Mutiara.


Lalu mereka pun berjalan menuju kelas.


"O iya, apa aku boleh minta nomor kontakmu?"


Mutiara memberikan handphone nya ke Aditya.


Aditya tampak berpikir sejenak.


Gimana kalau nanti Kak Kania lihat chat Ara terus salah paham lagi?


"Gak boleh ya?" ucap Mutiara dengan wajah memelas.


Sebelum Mutiara menarik handphone nya lagi Aditya dengan cepat mengambil handphone Mutiara lalu menambahkan nomor kontaknya.


"Nih, udah aku masukin nomornya."

__ADS_1


Senyuman manis terukir di wajah imut Mutiara saat mengambil handphone nya dari Aditya.


"Makasi Aditya!"


...****************...


Jam istirahat, Aditya kembali makan satu meja dengan Daniel dan Mutiara.


Tapi wajah Mutiara tidak secerah tadi pagi karena Aditya yang tampak sibuk dengan handphone nya sambil senyum-senyum sendiri. Dia merasa Aditya tidak peduli dengannya.


"Ciee yang chat sama pacar~ sampai lupa sama temen sendiri," ledek Daniel.


Ya, Aditya memang sedang chatting dengan kekasih hatinya, Kania. Jadi sudah pasti dia bakal lupa dengan sekitarnya.


"Sirik aja lu, makanya punya pacar jadi lu gak gangguin gue," sindir Aditya.


"Lu mah ngomong gampang, tapi prakteknya gak semudah itu bambang!" Daniel memanyunkan bibirnya.


"Jangan sok imut, enek gue."


Mutiara yang akhirnya tahu alasan Aditya senyum-senyum makin menekuk wajahnya lalu dia pun beranjak bangun dan pindah duduk ke samping Aditya.


"Eh, gimana kalau kita foto?" usul Mutiara.


Tanpa mendengar jawaban dari Aditya dan Daniel, Mutiara sudah mengangkat handphone nya dan mengarahkan kamera depan ke mereka bertiga.


Aditya hanya tersenyum tipis sedangkan Daniel nyengir sambil mengangkat tangannya membentuk V.


Dengan alasan fotonya kurang bagus kalau diambil olehnya, Mutiara meminta Daniel yang mengambil foto.


Mutiara sedikit menggeser kursinya lebih dekat dengan Aditya.


Lalu saat Daniel akan mengambil foto mereka. Mutiara langsung memeluk lengan Aditya dan tersenyum kearah kamera. Aditya sedikit terkejut dengan yang dilakukan Mutiara.


Daniel pun mengembalikan handphone Mutiara yang tadi dia gunakan untuk mengambil foto mereka.


Mutiara menanyakan nama akun sosmed Aditya padahal dia sudah tahu lalu Aditya pun memberitahu Mutiara nama akun sosmednya. Dia juga tidak lupa menanyakan akun sosmed Daniel hanya untuk basa basi.


Dengan senang hati Mutiara mengikuti akun Aditya dan meminta Aditya mengikuti balik akunnya.


Setelah itu, Aditya kembali berbincang dengan Daniel dan tidak menyadari wanita di sampingnya tengah tersenyum menyeringai melihat hasil foto yang diambil Daniel tadi.


Aku harus membuat hubungan Aditya dan pacarnya renggang dan saat Aditya galau karena pacarnya, aku akan menghibur Aditya dan membuat Aditya lebih nyaman bersamaku daripada dengan pacarnya. Hubungan mereka pun lama-lama akan berakhir.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2