
Aditya yang sedang tidur merasa ada sesuatu yang menimpa dadanya sehingga membuatnya tidak nyaman dan saat dia membuka matanya ternyata kepala Kania sudah berada di atas dadanya saat ini.
"Pantesan aja berat," gumam Aditya.
Kania yang mulai bosan membaca cerita di handphone nya mencari kesibukan lain lalu dia melihat Aditya yang tertidur dengan sangat tenang. Dia pun iseng menempelkan telinganya ke dada kiri Aditya.
Detak jantung Aditya yang beraturan membuat Kania ikut merasa tenang. Kania mulai memejamkan matanya dan tanpa sadar tertidur.
Aditya tersenyum tipis dan dengan lembut membelai rambut Kania.
Merasa ada yang menyentuh kepalanya membuat Kania terbangun meskipun dia masih merasa ngantuk.
Melihat kepala Kania yang mulai terangkat membuat Aditya langsung kembali menempelkan kepala Kania ke dadanya.
"Jangan bangun!"
Tentu saja hal itu membuat Kania benar-benar tersadar dan membuka matanya.
"Iiih kamu ngapain sih?!" protes Kania.
"Ssstt, gak apa-apa, tidur lagi aja Baby," Aditya mengelus-elus kepala Kania.
"Engga mau!" Kania pun berontak dan berhasil mengangkat kepalanya dari dada Aditya.
"Ck, dasar gak bisa diajak romantis," gerutu Aditya.
"Kamu engga capek ngambek terus?" ucap Kania sambil mengecek suhu tubuh Aditya.
Loh koq masih panas ya?
Aditya melihat wajah Kania yang tampak kebingungan.
"Kenapa Kak?"
"Demam kamu belum hilang, kamu yakin kamu engga pengen apa-apa?"
"Aku engga tahu sih apa ini penyebab aku demam atau bukan tapi aku pengen ajak Kak Kania ke perpustakaan Papi."
"Perpustakaan Papi kamu?"
"Iya, perpustakaan sekaligus ruang kerja Papi."
"Ya udah kita ke sana aja sekarang, tapi badan kamu masih lemes gak?"
"Aku engga apa-apa."
Perlahan Aditya beranjak dari tempat tidur.
"Pelan-pelan aja ya," ucap Kania sambil memeluk lengan Aditya.
"Iya Babyyy~ perhatian banget sih~"
Kali ini bukan pipi yang jadi target cubit Aditya tapi hidung mancung Kania.
"Iiiih~ sakit!" rengek Kania.
Aditya terkekeh saat melihat hidung Kania memerah akibat ulahnya.
"Ayo kita ke perpustakaan Papi."
Mereka berdua pun pergi meninggalkan kamar lalu turun ke lantai bawah.
__ADS_1
Perpustakaan yang juga merupakan ruang kerja papinya Aditya berada di lantai bawah tepatnya berada di bagian belakang rumah.
Dulu tempat itu hanya perpustakaan tapi karena dari perpustakaan itu papinya Aditya bisa memperhatikan Aditya kecil yang sedang bermain jadi dia lebih sering mengerjakan pekerjaan kantornya di ruangan itu.
Maklum saja karena hampir semua dindingnya adalah kaca dan karena letaknya yang berada di belakang jadi siapapun bisa langsung melihat ke taman belakang dari dalam ruangan itu.
Sekarang Aditya dan Kania sudah berdiri di depan pintu berwarna coklat tua.
"Apa ini tempatnya?" tanya Kania.
"Iya," jawab Aditya singkat.
Beberapa saat mereka hanya berdiri di depan pintu. Kania mengerti pasti berat bagi Aditya karena tempat itu mengingatkan Aditya dengan seseorang yang sangat disayanginya.
"Aditya...," panggil Kania lembut.
"Maaf, aku jadi melamun, ayo kita masuk sekarang."
Betapa terpukaunya Kania saat Aditya menyalakan semua lampu di ruangan itu.
Ada tiga lemari yang ukurannya lumayan besar berjejer dan dipenuhi deretan buku yang tersusun rapi, di depan lemari itu ada dua sofa empuk dan satu meja kayu berbentuk bundar. Beberapa tanaman tropis yang di letakkan di sudut-sudut ruangan membuat atmosfer menjadi lebih segar dan siapapun pasti betah berlama-lama membaca buku di ruangan ini. Tentu saja tidak lupa dengan pemandangan taman belakang yang bisa dilihat langsung dari dalam.
"Woaahh~ bukunya banyak banget!"
Saking antusiasnya Kania langsung melepas lengan Aditya lalu bergegas ke lemari buku.
"Tuh kan, kalau udah lihat buku aja pacarnya pasti langsung dicuekin," gerutu Aditya.
Kania pun melihat dan membaca judul-judul buku yang tersusun di lemari.
Wah kebetulan banget bukunya kebanyakan tentang bisnis dan manajemen, kali aja gue bisa dapat bahan buat skripsi.
Senyuman di bibir Kania pun semakin merekah.
Karena postur tubuhnya yang pendek jadi Kania harus jijit tapi jijit saja tidak cukup. Kania masih tidak bisa mengambil buku yang dia inginkan lalu dari arah belakang ada tangan yang mengambil buku itu.
Kania tahu yang mengambil buku itu adalah Aditya lalu dia pun berbalik untuk berterima kasih karena Aditya membantunya mengambil buku tapi siapa sangka kalau posisi mereka saat ini seperti adegan romantis di dalam drama.
Kania tertegun saat menyadari Aditya yang berada sangat dekat dengannya.
Mereka berdua pun saling bertatapan dan mulai terhanyut dengan suasana, mereka sampai tidak sadar kalau jarak wajah mereka sudah semakin dekat.
Perlahan mereka memejamkan mata dan untuk pertama kali bibir mereka pun akhirnya saling bersentuhan.
Tapi karena keduanya sama-sama tidak punya pengalaman dalam hal kissing jadi mereka berdua hanya menempelkan bibir mereka.
...BRUK!...
Tiba-tiba buku yang dipegang Aditya jatuh sehingga membuat mereka berdua sama-sama tersentak kaget.
Sial, pake jatuh lagi bukunya!
Gerutu Aditya dalam hati.
Suasana pun jadi terasa canggung dan mereka berdua saling memalingkan wajah mereka yang memerah. Jantung mereka juga sama-sama berdetak tak karuan saat ini.
Tadi... Tadi dia beneran cium gue! CIUM GUE! Ya ampuuuun akhirnya gue ngerasain kissing! Bukan cuma lihat di drama Korea aja tapi bener-bener ngerasain! Kyaaaaa!
Kania senyum-senyum sendiri sambil menggigit bibir bawahnya begitu juga dengan Aditya.
Yes!! Akhirnya gue bisa cium dia! Bibirnya lembut... Jadi pengen lagi hehe.
__ADS_1
Mereka pun saling melirik meskipun masih malu-malu.
"Tadi...."
Aditya berusaha memulai pembicaraan sedangkan Kania masih tertunduk malu.
"Tadi first kiss ku, gimana sama Kak Kania? Apa tadi juga... First kiss Kak Kania?" tanya Aditya ragu-ragu.
Kania pun menganggukan kepalanya malu-malu.
"Eh serius?! Kak Kania belum pernah kissing?!"
"Ke-Kenapa kamu kaget kaya gitu?"
"Karena Kak Kania lebih tua jadi aku pikir Kak Kania udah pernah kissing tapi ternyata aku yang dapet first kiss nya Kak Kania!"
Aditya sangat senang, senyuman lebar merekah di bibirnya lalu dia pun langsung memeluk Kania.
"Makasi ya Baby udah jaga first kiss kamu buat aku."
Lalu Aditya melepas pelukannya dan melihat Kania dengan mata berbinar-binar.
"Berarti aku first love dan first kiss Kak Kania, ya kan?"
"I-Iya," jawab Kania malu-malu.
"Woaaahh! Aku beruntung banget!"
Aditya kembali memeluk Kania tapi kali ini sangat erat sampai membuat Kania merasa agak sesak.
"Aditya, sesak...," ucap Kania lirih.
Lalu Aditya pun melepas pelukannya tapi kebahagian masih terlihat jelas di wajahnya.
"I love you Baby!"
"I love you too."
Tiba-tiba Aditya nyosor mau mencium Kania lagi tapi karena kaget Kania refleks menjauhkan wajahnya dari Aditya.
Senyum Aditya pun redup, dia pikir Kania akan membiarkannya mencium bibir wanita itu lagi tapi ternyata Kania menolaknya.
"Kak Kania engga suka aku cium?" tanya Aditya lirih.
Saat ini ekspresi Aditya terlihat seperti anak kecil yang sedang memohon agar diperbolehkan makan permen.
"Bu-Bukan begitu, makanya jangan main nyosor aja, aku kan kaget."
"Bohong, Kak Kania pasti engga suka makanya Kak Kania gak mau aku cium lagi, ya kan?"
"Aku engga bilang kaya gitu, aku cuma kaget aja tadi."
"Jadi Kak Kania suka? Mau lagi?" Aditya pun tersenyum menggoda Kania.
Kania pun cuma diam tapi pipinya sudah kembali merona.
"Kalau diam berarti mau!"
Aditya memegang kedua pundak Kania lalu menghadapkan wanita itu kearahnya. Jantung mereka berdua kembali berdetak tak karuan.
Aditya pun mendekatkan wajahnya dan terus mengikis jarak bibir mereka sampai akhirnya bibir mereka kembali menyatu.
__ADS_1
Mereka sama-sama memejamkan mata dan menikmati kissing mereka.
...****************...