Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Sisi Lain Aditya


__ADS_3

Hanya perlu beberapa menit mobil yang dikemudikan Hendra sudah terparkir di depan restoran.


Setelah keluar dari mobil, mereka pun berjalan masuk ke dalam restoran dan memilih meja untuk mereka berempat.


Seorang pelayan mendatangi meja mereka lalu memberikan menu sedangkan pelayan itu sudah siap memegang notebook kecil dan pulpen untuk mencatat pesanan.


"Saya pesan nasi putih 4, capcay dan fuyung hai dan untuk minumnya...," ucap Permata sambil melihat menu.


Dilihat dari makanan yang disebutkan Permata, kalian pasti tahu kalau sekarang mereka sedang berada di restoran chinese.


Kania menelan salivanya saat melihat gambar bihun goreng yang nampak menggiurkan di menu.


"Bihun gorengnya kelihatan enak...," gumam Kania tapi masih bisa didengar Aditya yang duduk di sampingnya.


"Dan minumnya es teh manis 4 ya, eh! 2 aja deh Mbak es teh manisnya terus yang 2 teh manis anget sama air mineralnya 2." Permata pun menutup menu lalu mengembalikan menu kepada pelayan.


"Saya ulangi lagi ya Bu pesanannya, nasi putih 4, capcay, fuyung hai, 2 es teh manis dan 2 teh manis hangat, apa ada tambahan lagi?" tanya pelayan itu ramah.


"Tambah bihun gorengnya, yang pedes ya Mbak," sahut Aditya.


"Aditya, jangan makan pedas dulu nanti perut kamu sakit lagi," tegur Permata.


"Bukan buat aku Mi tapi buat Kak Kania soalnya Kak Kania suka pedas."


"Buat aku?" ucap Kania sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Kalau gitu tambah bihun gorengnya Mba, yang pedas." Permata mengulang pesanan Aditya tadi.


Setelah kembali memastikan pesanan yang dicatatnya, pelayan itu pun mengambil menu dan pergi meninggalkan meja.


"Baby, aku mau ke toilet dulu ya," bisik Aditya.


"Sama aku juga, kita tanya pelayan dimana toiletnya."


"Mi, Aditya dan Kak Kania ke toilet dulu ya."


Setelah memberitahu Permata, mereka pun beranjak dari kursi lalu bertanya ke salah satu pelayan.


"Permisi Mbak, toiletnya dimana ya?" tanya Kania.


"Toiletnya disana Mbak," jawab pelayan itu sambil menunjuk ke pintu yang ada di pojok ruangan dengan sopan.


"Ok, makasih Mbak."


Kania pun beranjak pergi bersama Aditya menuju toilet.


Sesampainya mereka di toilet ternyata toilet itu sedang ada yang menggunakan sehingga mereka harus menunggu.


Sebenarnya toilet di restoran ada dua tapi toilet yang satunya sedang diperbaiki jadi tidak bisa digunakan.


Tak berapa lama, pintu toilet terbuka dan keluar lah seorang perempuan dari dalam toilet. Perempuan itu sempat tertegun saat melihat laki-laki di depannya.


"Aditya?"


Aditya mengangkat satu alisnya saat perempuan itu menyebut namanya.


"Kamu disini juga? Lagi makan sama siapa? Pasti sama pacar kamu, kan? Aku bingung kenapa masih ada cewek yang mau jadi pacar kamu padahal kamu cuma mainin perasaan mereka."


Ternyata perempuan itu adalah Keisya. Perempuan yang sempat dekat dan jadi incaran Aditya sebelum bertemu Kania.


"Kamu kenal sama Aditya?" tanya Kania.


"Kamu siapa? Pacarnya Aditya? Kasian banget, aku kasi tahu ya Aditya itu--"


"Cukup Keisya!" bentak Aditya.


"Baby, buruan masuk ke toilet sebelum ada orang lain yang masuk."


"Tapi--"

__ADS_1


Kania terpaksa menelan lagi apa yang ingin dia katakan karena Aditya memaksanya masuk ke dalam toilet.


Setelah menutup pintu toilet, Aditya segera menarik tangan Keisya lalu membawanya menjauh dari depan pintu toilet.


"Aditya lepas! Tangan aku sakit!"


Aditya melepas tangan Keisya dengan kasar lalu menempelkan telunjuknya ke bibir perempuan itu.


"Ssstt!"


Meskipun Keisya masih sakit hati tapi saat manik hazelnut Aditya menatapnya, dia tetap tidak bisa berkutik.


"Gue gak suka cewek banyak bacot apalagi yang mulutnya lemes kaya lu jadi jaga mulut lu atau...."


Aditya menggantung ucapannya dan dengan ekspresi dingin Aditya berjalan melewati Keisya lalu berhenti di samping perempuan itu.


"Atau gue bakal buat hidup lu menderita," bisik Aditya disertai seringai dibibirnya.


Keisya yang melihat seringai itu langsung merinding. Dia tidak menduga kalau laki-laki yang dulu dekat dengannya dan selalu bersikap manis sekarang bisa membuatnya ketakutan.


"Kalau lu pikir gue cuma ngomong doang, silahkan lu buktiin sendiri tapi gue ingetin kalau yang namanya penyesalan itu selalu datang disaat terakhir."


Entah kenapa kedua kaki Keisya terasa lemas apalagi saat dia melihat senyum seringai Aditya, jantung Keisya berdetak tak karuan. Baru pertama kali Aditya menunjukkan senyum menyeramkan seperti itu di depannya.


...****************...


Saat Kania keluar dari toilet, dia hanya melihat Aditya yang berdiri di depan toilet.


"Loh cewek tadi kemana?" tanya Kania disertai lirikan tajam kearah Aditya.


Aditya cuma mengangkat kedua bahunya sambil menggeleng-gelengkan kepala lalu bergegas masuk ke dalam toilet.


Di dalam toilet, Aditya segera mengeluarkan handphone nya lalu menghubungi seseorang.


Tanpa menunggu lama, panggilan telepon dari Aditya pun dijawab oleh orang itu.


"Sewa orang untuk mengikuti Keisya, anak dari CEO perusahaan Kertayasa, kalau dalam beberapa hari ini dia berani mendekati Kania, langsung hancurkan saja perusahaan keluarga mereka," ucap Aditya kepada orang yang diteleponnya.


"Gue tahu dia bukan cewek bodoh yang bakal tetap nekat meskipun udah dikasi peringatan tapi gak ada salahnya kalau gue jaga-jaga, gue gak mau masa depan yang udah gue rencanakan dengan sempurna berantakan cuma gara-gara serangga kecil."


...****************...


Kania masih berdiri di depan toilet menunggu Aditya.


Aku yakin pasti cewek tadi udah diusir sama Aditya, hmm... Kayanya Aditya sama cewek itu satu sekolah terus mereka juga keliatannya pernah dekat, apa jangan-jangan cewek tadi mantannya Aditya? Soalnya cewek tadi keliatan kecewa plus kesel banget sama Aditya, dia juga bilang soal Aditya yang suka mainin hati cewek.


Saking seriusnya memikirkan kejadian tadi, Kania sampai tidak sadar kalau Aditya sudah keluar dari toilet dan berjalan mendekatinya.


...Ctak...


Kania terperanjat saat Aditya menyentil jidatnya.


"Awas ya kalau kamu berani mikirin cowok lain," ucap Aditya ketus.


"Iiih! Siapa yang lagi mikirin cowok?!" balas Kania sewot sambil mengusap-usap jidatnya.


"Pokoknya kamu cuma boleh mikirin aku, cuma aku, yaudah yuk kita balik ke meja, perut aku udah gak sabar minta diisi."


Aditya sengaja mengalihkan pikiran Kania sebelum Kania kembali membahas soal Keisya.


Aditya gak mau kalau Kania sampai tahu dia punya banyak mantan di sekolahnya karena dengan sifat cemburuan Kania, dia yakin kekasihnya itu pasti akan selalu curiga dan berpikiran negatif setiap dia pergi ke sekolah sedangkan dia masih harus sekolah satu tahun lagi.


...****************...


Saat Aditya dan Kania kembali, makanan pesanan mereka sudah tersaji di atas meja.


"Kalian lama banget ke toiletnya? Makanannya udah keburu dingin."


Hendra dan Permata memang sengaja menunggu anak-anak mereka kembali dari toilet.

__ADS_1


"Tadi toiletnya penuh Mi," jawab Aditya yang kembali duduk di kursinya begitu juga dengan Kania.


"Baby, ini bihun goreng punya kamu kayanya enak, aku boleh cicip ya?"


...Plak!...


Tangan Aditya dipukul Kania sehingga sumpit yang dipegangnya terlepas.


"Gak boleh!" Kania segera menjauhkan bihun gorengnya dari jangkauan Aditya.


"Jangan pelit gitu dong Baby~ aku cuma icip sedikiiit saja," bujuk Aditya.


"Aditya, ingat perut kamu! Gimana kalau perut kamu sakit lagi?" tegur Permata.


"Iya, gimana kalau perut kamu sakit lagi?" timpal Kania.


"Tenang aja, cuma sedikit jadi perut aku gak bakal sakit, boleh ya aku icip bihun gorengnya? Boleh ya? Ya?" Aditya memasang wajah memelas.


Kania menghela napas. Dia tidak pernah bisa menolak permintaan Aditya apalagi kalau kekasihnya itu sudah memasang wajah memelas.


"Iya boleh."


"Beneran boleh?" Mata Aditya langsung berbinar-binar.


"Eits, ada tapinya," sahut Kania cepat.


"Apa?"


"Kamu gak boleh ambil sendiri bihun gorengnya biar aku aja yang nyuapin kamu, ok?"


"Ok Baby!" jawab Aditya dengan wajah sumringah.


"Sedikiiiiit aja, kan?" tanya Kania kembali memastikan.


"Iya Baby, sedikit aja," ucap Aditya sambil senyum-senyum. Dia sudah tidak sabar ingin disuapi wanita pujaan hatinya itu.


"Ok, sebentar ya."


"Kania jangan, nanti perut Aditya bisa sakit lagi kalau makan pedas," cegah Permata.


"Kata Aditya kalau cuma sedkit perutnya gak bakal sakit lagi, bener kan?"


Aditya melongo saat melihat sehelai bihun digarpu yang disodorkan Kania.


"Ba-Baby kenapa cuma... Satu?"


"Tadi kata kamu sedikit aja, yaudah aku kasih sedikit, ayo cepat dimakan bihunnya tangan aku pegel nih!"


Melihat Aditya yang sedang dikerjai oleh Kania membuat Permata cekikikan.


Akhirnya Aditya pun memakan bihun yang hanya sehelai itu karena dia tahu kalau memang dia yang salah karena tidak dengan jelas mendeskripsikan kata sedikit.


Emang bener kalau penyesalan selalu datang disaat terakhir. Begini resikonya kalau punya pacar yang ke lewat pinter. Huuuh...


...****************...


Keisya yang ternyata masih berada di restoran itu melihat kearah meja Aditya.


Beruntung aku gak sempet pacaran sama dia karena ternyata dibalik sikap manisnya, Aditya punya sisi menyeramkan. Iiih~ aku jadi merinding lagi kalau inget senyumnya tadi.


...Deg!...


Entah Aditya sengaja atau tidak yang pasti sekarang jantung Keisya berdetak tak karuan karena mata Aditya tengah menatapnya.


Bulu kuduk Keisya kembali merinding saat kembali melihat seringai Aditya.


Astaga! Senyum itu lagi! Jangan-jangan Aditya itu psikopat! Aku harus segera pergi dari sini!


Keisya pun membujuk orang tuanya untuk pergi dari restoran itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2