Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Aditya VS Kevin


__ADS_3

Mutiara yang tidak terima rencananya gagal memutuskan menghampiri Aditya, dia ingin mencari tahu kenapa Aditya tidak marah kepada Kania padahal wanita itu sudah selingkuh dengan cowok lain.


"Aditya, kamu gak marah? Wanita ini tadi selingkuh dengan cowok itu, kamu juga udah lihat kan mereka mesra banget."


Mutiara berencana menghasut Aditya agar Aditya kembali marah kepada Kania.


Tapi bukannya marah, Aditya malah tampak biasa saja bahkan yang lebih menyebalkan Mutiara melihat Kania tengah tersenyum kepadanya.


Ada apa ini? Kenapa Aditya diam aja? Padahal tadi dia kelihatan marah saat melihat wanita itu bersama cowok lain.


"Pantes aja kamu ada disini ternyata kamu pergi sama dia," ucap Kania sambil melirik Aditya, Aditya pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Engga Baby! Kamu jangan salah paham!" sangkal Aditya panik.


"Aditya datang karena aku menghubunginya," celetuk Mutiara.


"Kamu ngomong apa?! Aku datang bukan karena kamu tapi Kak Kania!"


"Jadi kamu sengaja kesini untukku?" tanya Kania.


"Iya, aku datang kesini karena masalah tadi."


"Ooo sekarang aku tahu siapa yang membuat drama salah paham ini," ucap Kania sambil melihat Mutiara.


"Tapi sayang sekali, dramanya berakhir happy ending dan selamanya akan selalu happy ending."


Kania sengaja mencium pipi Aditya di depan Mutiara untuk membuat rubah kecil itu kesal.


Sialan! Lihat aja nanti Aditya pasti akan aku rebut!


Sebenarnya Aditya tahu maksud Kania mencium pipinya. Meskipun begitu Aditya tidak mempermasalahkan hal itu karena dia menikmati apa yang dilakukan Kania kepadanya.


"Kamu akan selalu menjadi tokoh utama wanita di dalam hidupku." Aditya membalas mencium pipi Kania.


Melihat kemesraan dua sejoli itu membuat Mutiara jengah dan semakin kesal.


"Honey, ayo kita kembali ke tempat makan tadi, Kevin pasti khawatir."


"Tapi... Temen kamu mau diajak sekalian?" Kania bertanya tentang Mutiara ke Aditya.


"Ara pasti punya urusan lain, iya kan?"


Mutiara mengerti maksud Aditya, pria itu tidak ingin dia ikut tapi bukan Mutiara namanya kalau langsung menyerah begitu saja apalagi melarikan diri dari medan pertempuran.


"Aku tidak punya urusan jadi aku bisa ikut denganmu."


Mutiara langsung berdiri di samping Aditya lalu memeluk lengan pria itu.


"Ara, lepaskan lenganku." Aditya yang risih dan juga takut Kania akan cemburu segera melepas tangan Mutiara di lengannya tapi Mutiara tetap kekeh memeluk lengan Aditya.


"Ara!" bentak Aditya yang mulai jengkel dengan Mutiara.


Perut Kania jadi semakin lapar karena drama yang dibuat Mutiara ternyata belum selesai.


Akhirnya Kania melepaskan genggaman tangan Aditya lalu berjalan lebih dulu meninggalkan tempat itu.


"Baby! Tunggu aku!" teriak Aditya.


"Biarkan saja dia pergi," ucap Mutiara cuek.


"Apa kamu tuli?! Lepaskan lenganku!"

__ADS_1


Kali ini kesabaran Aditya sudah habis menanggapi Mutiara, dia pun melepas paksa tangan Mutiara dari lengannya, dia tidak peduli teman masa kecilnya itu meringis kesakitan. Setelah terlepas, Aditya bergegas mengejar Kania.


Cairan bening pun menetes dari sudut mata Mutiara, dia menangis melihat punggung Aditya yang meninggalkannya sendiri di tempat itu.


Bagi Mutiara yang terbiasa diperlakukan seperti seorang ratu, sikap Aditya kepadanya tentu sangat menyakiti harga diri dan juga perasaannya.


...****************...


Kevin tidak peduli dengan pizza yang sudah dingin di atas meja. Sudah beberapa menit yang lalu pizza pesanannya datang tapi Kevin tidak sama sekali menyentuh pizza itu, dia hanya memikirkan Kania.


"Siapa cowok kasar itu? Apa hubungannya dengan Kak Kania? Apa dia pacar Kak Kania? Kenapa Kak Kania bisa punya pacar kasar seperti cowok itu?" gumam Kevin sewot.


"Kalau sampai dia berbuat kasar sama Kak Kania, aku tidak akan mengampuninya!"


Tak berapa lama, Kevin melihat Kania masuk ke dalam tempat makan itu lalu disusul cowok kasar yang baru saja dia katakan.


Tapi ada yang berbeda, cowok itu tidak segalak yang tadi tapi sekarang malah terlihat menyedihkan.


"Baby~ apa kamu marah?" Aditya berjalan mengikuti Kania dari samping.


"Tidak."


"Percayalah Baby, Ara gak akan berani menyentuhku lagi, jangan marah ya."


Kania tidak menanggapi ucapan Aditya dan tetap berjalan menghampiri Kevin.


"Kak, pizzanya sudah datang," ucap Kevin saat Kania berdiri di depan mejanya.


"Waah~ aku lapar sekali! Ayo kita makan sebelum pizzanya tambah dingin."


Saat Kania akan duduk di sebelah Kevin, Aditya dengan sigap menahan Kania.


"Engga boleh duduk disana, duduk disini denganku."


Pertandingan adu tatap kembali dimulai antara Aditya dan Kevin. Bagaikan ada kilatan listrik yang beradu dari tatapan tajam mata mereka.


"Huuh... Apa mata mereka tidak perih seperti itu terus?" gumam Kania sambil menyeruput minumannya.


"Kevin," panggil Kania.


Mendengar namanya dipanggil, Kevin langsung mengalihkan matanya ke Kania.


"Iya Kak," sahut Kevin.


"Kenalkan, namanya Aditya, dia--"


"Aku pacar Kania."


Aditya menegaskan kata "pacar" untuk pamer statusnya di depan Kevin.


"Kamu adiknya Kania, namamu Kevin, benar kan?"


Kali ini Aditya menegaskan kata "adik" untuk mengingatkan Kevin tentang statusnya.


"Benar, Saya adik Kak Kania, adik yang paling dia sayangi lebih dari siapapun."


Kevin juga gak mau kalah, dia pun menyerang balik Aditya.


Kilatan listrik kembali muncul di kedua mata pria itu.


Saat kedua pria itu berperang, wanita yang jadi penyebab perang itu malah sedang menikmati sepotong pizza.

__ADS_1


"Sudahlah, kalian makan dulu, nanti baru kita bicara lagi," ucap Kania sambil mengunyah pizza di dalam mulutnya.


"Baby pelan-pelan makannya nanti kamu tersedak." Aditya membersihkan sisa saus di sekitar bibir Kania.


Melihat itu membuat hati Kevin panas, dia tidak terima ada yang memberi perhatian kepada Kania di depannya.


"Kak, pizza ini juga enak, Kakak pasti suka."


Kevin menyodorkan sepotong pizza ke Kania. Tapi sebelum Kania makan pizza itu terdengar suara Aditya yang meringis kesakitan sehingga membuat Kania langsung memalingkan wajahnya kearah Aditya.


"Ah!"


"Aditya, kamu kenapa?" tanya Kania sedikit khawatir.


"Perutku sakit Baby~" rengek Aditya.


"Kenapa bisa tiba-tiba sakit?"


"Kayanya maag aku kambuh soalnya aku belum makan apa-apa."


"Kalau gitu tunggu disini, aku beli obat maag dulu buat kamu."


"Dek, jagain Aditya ya, Kakak mau beli obat."


Kania pun segera beranjak dari kursinya lalu bergegas meninggalkan dua pria itu.


Kevin menatap Aditya tajam.


"Kenapa Kak Kania bisa tertipu dengan akting murahan seperti itu?" sindir Kevin.


"Ternyata kalimat 'lebih sayang dari siapapun' hanya HOAX." Aditya tersenyum menyeringai membalas sindiran Kevin.


Meskipun kesal tapi Kevin tidak habis akal membalas serangan Aditya.


"Kalau Mommy tahu Kak Kania pacaran dengan pria kasar pasti Mommy akan meminta Kak Kania buat ninggalin pacarnya dan menjodohkan dia dengan pria pilihan Mommy."


Kevin tampak tidak peduli dengan ucapannya yang membuat geram seseorang.


"Kania tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi!" ucap Aditya dengan penuh keyakinan.


"Benarkah? Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok kecuali Tuhan."


Kali ini Kevin yang menunjukkan senyum menyeringainya kepada Aditya.


...Brak!...


Aditya memukul meja dengan kencang lalu mencengkram kerah baju Kevin. Wajahnya terlihat sudah merah saking kesalnya dengan pria itu.


"Dengar baik-baik Adik Ipar, Kakakmu tidak akan meninggalkanku begitu juga denganku jadi mulai sekarang bersikap baik lah kepada Kakak Iparmu."


Aditya melepas kerah baju Kevin kasar lalu kembali duduk di kursinya sedangkan Kevin semakin yakin kalau Kania tidak pantas bersama cowok tempramen seperti Aditya.


Cih, Kak Kania pasti akan menderita kalau punya suami tempramen dan kasar kaya dia. Aku juga gak sudi dia jadi kakak iparku. Aku harus kasi tahu Mommy soal cowok ini, aku yakin Mommy tidak akan setuju Kak Kania menikah dengannya. Lebih baik Kak Kania menikah dengan cowok pilihan Mommy daripada dengannya.


...****************...


Kania sudah membeli obat maag lalu bergegas kembali ke tempat makan tapi seketika langkahnya terhenti saat seseorang berjalan melewatinya.


Kania pun langsung berbalik. Jantungnya berdetak kencang saat melihat punggung seseorang karena dia merasa familiar dengan punggung orang itu.


"Galih...."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2