Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Honeymoon (1)


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, selepas acara wisuda Aditya langsung membawa Kania pergi berbulan madu meskipun tidak seperti yang direncanakan.


Niat bulan madu keliling Eropa terpaksa ditunda karena sang istri, ratu hatinya lebih memilih bulan madu di negara mereka.


Hal itu sempat memicu perdebatan sengit diantara keduanya yang sama-sama kekeh dengan ego dan pendapat mereka masing-masing tapi akhirnya yang jadi pemenang adalah Kania.


Aditya tidak bisa mengelak saat Kania menyinggung waktu libur sekolahnya yang hanya tersisa beberapa hari lagi.


"Kalau kita bulan madu keliling Eropa setidaknya kita butuh waktu sebulan sedangkan lima hari lagi kamu udah harus masuk sekolah jadi lebih baik kita bulan madu di negara kita aja gak usah keluar negeri."


Sebenarnya Aditya bisa saja meminta ijin kepada pihak sekolah karena murid jenius sepertinya tidak mengikuti pelajaran beberapa hari tentu tidak akan mempengaruhi nilai tapi kalau dia melakukan itu telinganya harus siap mendengar ceramah sang istri tentang pentingnya pendidikan.


Jadi lebih baik Aditya menuruti istri gemoynya lagipula bulan madu yang dia rencanakan bukannya gagal tapi hanya tertunda. Meskipun nanti jatuhnya bukan bulan madu tapi liburan, Aditya tetap akan membawa istrinya keliling Eropa.


"Baik, untuk saat ini kita gak akan bulan madu keliling Eropa dan bulan madu di negara ini aja tapi aku yang menentukan destinasi bulan madu kita."


Mendengar nada bicara suaminya Kania sadar kalau ucapan suaminya itu mutlak, tidak bisa diganggu gugat.


Dan sekarang disini lah mereka.


"Welcome to Bali."


Setelah menempuh penerbangan hampir dua jam, Aditya dan Kania akhirnya sampai di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.


Ya, Aditya memilih Bali sebagai destinasi bulan madu mereka. Selain Bali masuk ke dalam daftar tempat paling romantis untuk bulan madu, dia juga tertarik dengan keindahan alam di Bali terutama pantainya.


Aditya bahkan membayangkan dia memeluk sang istri dari belakang sambil melihat matahari tenggelam di pantai. Aaaah~ romantis sekali, kan?


Rencananya mereka akan bulan madu disana selama lima hari empat malam dan akan tinggal di vila pribadi dekat pantai Kuta.


Vila pribadi yang akan mereka tempati sebenarnya sudah dibeli Aditya tanpa sepengetahuan sang istri.


Saat Aditya menunjukkan gambar vila itu kepada sang istri, istrinya terlihat menyukai vila itu jadi Aditya langsung menghubungi Haris, asistennya untuk mengurus proses jual beli vila itu dengan pemilik sebelumnya.


Melihat begitu senangnya Kania menjadi kebanggaan tersendiri untuk Aditya karena berarti dia berhasil membahagiakan sang istri.


Saking semangatnya, Kania sampai lupa dengan siapa dia datang ke Bali. Dia terus melangkahkan kakinya keluar dari bandara.


"Babyyy! Tunggu!"


Mendengar itu Kania langsung berhenti dan menengok ke belakang. Dia melihat pria yang berstatus sebagai suaminya berjalan cepat kearahnya.


"Kenapa aku ditinggal Baby?!" tanya Aditya sewot.


"Hehe maaf Honey, aku terlalu semangat tadi sampai lupa kalau--"


"Kalau kamu datang dengan SU-A-MI-MU."


Kania cuma bisa menunjukkan deretan giginya saat mendapatkan tatapan sinis dari sang suami.


Aditya pun berdiri di samping Kania lalu menggenggam tangan istri gemoynya itu. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga sang istri dan berbisik. "Tonight you will get your punishment Baby."


Kania tersentak, tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Suara husky suaminya terdengar seksi di telinganya yang sensitif membuat dirinya jadi panas dingin.


Pu-Punishment! Hukuman apa maksudnya?!


Kania menelan kasar salivanya. Entah kenapa dia malah membayangkan olahraga panas mereka. Kedua pipinya pun langsung memerah.

__ADS_1


Astaga! Ada apa denganku?! Kenapa aku malah membayangkan hal itu?! Mesum! Mesum!


Kania menggeleng-gelengkan kepalanya berharap bayangan nakal bersama sang suami hilang dari otaknya.


Diam-diam Aditya tertawa kecil melihat kelakuan istrinya yang salah tingkah.


Tak lama setelah mereka keluar, sebuah mobil BMW hitam melaju dan berhenti tepat di depan mereka.


Sang supir keluar dari dalam mobil dan menghampiri mereka.


"Selamat datang Tuan, Nyonya," sambut sang supir ramah.


"Nama Saya Angga, Saya yang akan melayani Tuan dan Nyonya selama di Bali," ucap Angga memperkenalkan diri dengan sopan.


Berbeda dengan Kania yang sedikit risih dengan panggilan Nyonya, Aditya malah terlihat biasa saja saat Angga memanggilnya Tuan.


"Masukkan koper ke bagasi," titah Aditya.


"Baik Tuan."


Alis Kania berkerut saat mendengar ucapan suaminya. Dia merasa suaminya tidak sopan karena memerintah Angga yang umurnya lebih tua dari suaminya bahkan tanpa kata tolong.


Aditya yang sedang berdiri sedikit tersentak saat perutnya disikut sang istri.


"Ada apa Baby?"


Karena perbedaan tinggi badan yang tidak seimbang Kania jadi harus jinjit agar bisa berbisik ke telinga suaminya.


"Angga itu lebih tua dari kamu! Masa tadi main perintah gitu aja! Tadi kamu juga gak bilang tolong, itu gak sopan!"


Kania segera kembali ke posisi semula saat melihat Angga menghampiri mereka.


Angga lalu membuka kan pintu mobil bagian belakang, mempersilahkan Tuan dan Nyonyanya masuk ke dalam mobil.


"Ayo Baby."


Aditya pun beranjak dan lebih dulu masuk ke dalam mobil sedangkan Kania sejenak berhenti di depan pintu mobil lalu tersenyum kepada Angga.


"Terima kasih."


Angga hanya mengangguk lalu menutup pintu mobil saat sang Nyonya muda masuk dan duduk dengan nyaman di dalam mobil.


Setelah Angga duduk di kursi pengemudi, dia pun melajukan mobil itu pergi meninggalkan area bandara.


...****************...


Jarak dari Bandara Internasional Ngurah Rai ke Pantai Kuta tidak terlalu jauh sekitar 4,8km sehingga membuat Pantai Kuta menjadi pantai yang paling dekat dengan bandara.


Makanya tak sampai setengah jam mobil yang dikemudikan Angga sudah sampai di depan vila pribadi Tuannya.


Sebelum Angga membuka kan pintu mobil, ternyata majikannya sudah lebih dulu keluar sehingga Angga pun bergegas menuju bagasi dan mengeluarkan koper majikannya.


Mata Kania berbinar saat melihat vila yang akan mereka tempati. Dia berdecak kagum dengan desain bangunan vila itu yang begitu khas Bali. Tidak salah dia memilih vila itu.


"Silahkan Tuan, Nyonya," ucap Angga mempersilahkan masuk majikannya setelah membuka pintu depan vila.


Aditya menggenggam tangan Kania lalu menarik istrinya masuk ke dalam vila.

__ADS_1


"Terima kasih Angga."


Angga hanya mengangguk lalu beranjak mengambil koper majikannya.


Wajah Aditya sudah masam sejak Kania menegurnya bersikap tidak sopan kepada Angga. Dia merasa istrinya lebih memihak pria lain daripada dia dan dia tidak suka! Apalagi saat melihat istrinya mengumbar senyum kepada pria itu. Darahnya pun mulai mendidih.


Mata Kania tidak bisa diam melihat setiap sudut bagian dalam vila.


Wuaah~ bagus banget!


Kania kembali dibuat terpesona saat Aditya membawanya ke kamar mereka.


Dari dalam kamar Kania bahkan bisa melihat pemandangan indah bak lukisan, birunya laut berpadu dengan putihnya pasir pantai. Ditambah lagi suara deburan ombak yang begitu memanjakan telinga.



Saking terpesonanya dengan tempat itu Kania bahkan tidak menyadari ekspresi tidak menyenangkan dari suaminya.


Wajah Aditya semakin masam karena merasa dicuekin. Lalu dia pun berdiri di depan Kania sambil berkacak pinggang.


"Tadi di bandara kamu lebih memilih menggenggam pegangan koper daripada tangan suamimu dan sekarang pemandangan di luar sana lebih menarik daripada wajah suamimu," ketus Aditya.


"Ditambah lagi kamu tersenyum kepada pria lain selain suamimu, sepertinya istriku ini suka sekali dihukum ya," lanjutnya.


Wajah sumringah Kania langsung berubah begitu melihat ekspresi mengerikan Aditya. Dia bahkan sampai kesulitan menelan saliva saat seringai terukir dibibir suaminya itu.


"Ho-Honey, a-aku--mmpph!!"


Aditya langsung mencium bibir Kania. Satu tangannya dia lingkarkan dipinggang sang istri sementara satunya lagi menekan tengkuk istrinya.


Mata Kania membulat sempurna mendapat serangan dari suaminya. Dia bahkan kewalahan membalas serangan itu.


Semakin lama badan Kania terdorong ke belakang dan akhirnya dia pun jatuh di atas ranjang yang sudah ditaburi kelopak mawar, di bawah kungkungan suaminya yang masih dengan ganas mencium bibirnya.


Saat dadanya mulai sesak, Kania baru berusaha melepaskan dirinya dari keganasan sang suami.


Aditya yang menyadari hal itu melepas tautan bibir mereka dan sedikit menjauhkan wajahnya.


Terdengar deru napas dari keduanya yang sama-sama mencari pasokan oksigen.


Aditya dengan lembut mengusap bibir Kania yang merah dan bengkak karena ulahnya.


"Bersiaplah Baby, hukumanmu baru dimulai."


Kania terpaku, badannya seketika membeku melihat ekspresi mengerikan Aditya.


Apa setelah ini aku masih bisa turun dari ranjang?


...****************...


Meskipun samar tapi telinga Angga masih bisa mendengar suara dari dalam kamar majikannya. Dia pun memutuskan pergi dan meninggalkan koper-koper majikannya di depan kamar.


Wajah Angga memang terlihat tenang tapi jika diteliti lagi kalian bisa melihat telinganya yang memerah.


...****************...


Kasihan Angga punya majikan pengantin baru 😂

__ADS_1


Semoga iman dan imin Angga kuat ya 😁


__ADS_2