Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Pindah Ke Mansion


__ADS_3

Begitu keputusan Aditya untuk tinggal di mansion disetujui, dia pun langsung meminta Kania untuk berkemas.


"Apa?! Berkemas?! Sekarang???" pekik Kania.


"Iya, kita akan pindah ke mansion hari ini," sahut Aditya santai.


Kania pun bergegas menaiki tangga mengikuti Aditya dan saat mereka tiba di lantai atas, dia meraih pergelangan tangan suaminya itu.


"Aditya tunggu!"


"Ada apa Baby?"


"Kamu serius kita akan pindah hari ini?"


Aditya mendekat, dia mengapit pipi Kania dengan tangannya lalu menekan-nekan pipi istri gemoynya itu seperti squishy.


"Aku serius Baby, kita akan pindah hari ini jadi cepatlah berkemas, bawa barang yang penting saja karena semua keperluan kita sudah ada disana."


Kania kembali menahan Aditya yang akan beranjak pergi.


"Tunggu! Apa maksudmu semua keperluan kita sudah ada disana?"


"Keperluan kita seperti makanan, pakaian, sepatu bahkan...."


Aditya mendekatkan bibirnya ke telinga Kania dan berbisik. "Disana juga ada dalaman untukmu Baby."


Kania langsung merinding mendengar kata dalaman, perasaannya tidak enak saat melihat senyuman manis suaminya.


...****************...


Tak sampai sepuluh menit Aditya sudah selesai berkemas, dia hanya memasukkan laptop, harddisk dan juga flashdisk ke dalam tas ranselnya.


Aditya keluar dari kamarnya lalu membuka pintu kamar Kania. Dia melihat istrinya itu sedang sibuk memasukkan barang-barang ke dalam koper.


"Kan aku udah bilang bawa barang-barang penting aja, gak perlu bawa pakaian apalagi dalaman," ucap Aditya sambil mengangkat penutup gunung kembar Kania.


"Disana sudah ada bahkan lebih... Seksi," lanjutnya.


Pipi Kania langsung merah dan dengan cepat merampas penutup gunung kembarnya.


"Dasar mesum!"


Aditya cekikikan. Dia merasa harinya belum lengkap kalau belum menggoda istri gemoynya.


...****************...


Selesai berkemas, Aditya dan Kania menemui orang tua mereka untuk berpamitan.


"Ayah...," lirih Kania lalu memeluk ayahnya.


Rasanya masih tidak rela jika harus berpisah dengan ayahnya karena setelah neneknya meninggal hanya ayahnya yang selalu ada disetiap harinya.


Bahkan dulu saat perpisahan SMA yang mengharuskan Kania menginap tiga hari, dia sampai tidak bisa tidur dan selalu video call ayahnya.


Perlahan Hendra melepas pelukan putrinya dan berusaha tegar meskipun sebenarnya dia juga sedih harus berpisah dengan putrinya.

__ADS_1


Mata Kania sudah berkaca-kaca menatap ayahnya. Lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan beberapa kata perpisahan.


"Jangan sedih Kak, kamu kan masih bisa main kesini, Ayah dan Mami juga bisa kesana, kan?" Hendra berusaha menghibur putrinya.


"Benar Sayang, nanti Mami akan sering main kesana, jangan sedih ya."


"Ish Mami! Kalau Mami sering datang nanti Aditya jadi gak bisa bikin cucu buat Mami!"


Kania tersentak, dia tidak menduga kalau suaminya akan mengatakan hal seperti itu di depan orang tua mereka.


"Aaaah! Sakit Mi!" pekik Aditya kesakitan saat Permata menjewer telinganya.


"Awas ya kalau sampai menantu kesayangan Mami sakit karena diajak lembur terus sama kamu!" ancam Permata.


"Ish Mami! Aditya gak mungkin lah nyakitin istri gemoy Aditya sendiri!" sewot Aditya sambil mengusap-usap telinganya yang memerah dan panas akibat jeweran sang mami.


"Sayang, kalau Aditya berani macem-macem sama kamu, kamu langsung kasi tahu Mami ya."


"Iya Mi."


"Aditya pasti akan menjaga menantu kesayangan Mami dengan penuh cinta jadi Mami gak usah khawatir apalagi suudzon sama anak sendiri."


"Ayo Baby, kita pergi." Aditya menggenggam tangan istrinya.


"Mami, Ayah, kami pergi ya, kalian jaga kesehatan, kami akan sering datang main kesini."


"Hati-hati Sayang, kalau sudah sampai jangan lupa kabari Mami ya."


"Sebelum jalan kalian baca doa dulu biar selamat sampai tujuan," nasehat Hendra.


"Iya Yah."


Aditya membuka bagasi mobil lalu menutupnya kembali setelah memasukkan koper Kania dan tas ranselnya.


Setelah itu Aditya bergegas menuju pintu bagian kanan. Dia masuk dan duduk dikursi kemudi sedangkan Kania sudah lebih dulu duduk di sampingnya.


"Ingat ya kabari Mami kalau sudah sampai."


Hendra memeluk pundak istrinya, dia tahu istrinya masih tidak rela ditinggal anak-anak mereka.


"Aditya, jangan ngebut, hati-hati bawa mobilnya," pesan Permata.


"Iya Mi," sahut Aditya sambil menyalakan mesin mobil.


Setelah mengucapkan salam, Aditya menginjak gas sehingga mobilnya pun mulai melaju meninggalkan pelataran rumah.


Hendra dan Permata masih berdiri di teras depan. Mereka menatap sendu mobil anak mereka yang semakin menjauh lalu menghilang dari pandangan mereka.


"Tidak akan terjadi sesuatu, mereka pasti akan baik-baik saja, ayo masuk." Hendra mengajak Permata masuk ke dalam rumah.


...****************...


Jalanan terlihat lebih lenggang. Mungkin karena faktor liburan anak sekolah jadi tidak banyak kendaraan yang melintas ditambah lagi sudah lewat dari jam masuk kantor.


Sebenarnya Kania masih kepikiran bagaimana Aditya bisa mempunyai uang sebanyak ini. Ok lah kalau suaminya itu menggunakan harta warisan dari almarhum ayah mertuanya atau uang simpanan ibu mertuanya, wajar saja karena suaminya itu masih pelajar.

__ADS_1


Tapi ternyata semua biaya pernikahan mulai dari pakaian pernikahan, MUA, wedding organizer, souvenir, seserahan bahkan sampai mahar semuanya dari uang suaminya sendiri.


Kalau dihitung-hitung uang yang dikeluarkan suaminya pasti lebih dari sepuluh milyar sedangkan suaminya itu masih berstatus pelajar SMA. Bagaimana bisa dia tidak kepikiran?


Meskipun sudah dijelaskan kalau suaminya mendapatkan uang dari bermain saham online tapi Kania masih belum puas.


Aditya melirik sekilas Kania yang tampak mengerutkan alisnya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Lagi mikirin apa? Serius banget."


"Dit, jujur ya, kamu gak ikut pesugihan, kan? Buat dapetin uang."


"Apa?! Pesugihan?!" Aditya sedikit terkejut. Dia tidak menyangka kalau istrinya berpikir dia melakukan hal menyesatkan seperti itu.


"Engga Baby! Aku tahu itu dosa besar! Gak mungkin melakukannya! Apalagi memakai uang haram itu untuk pernikahan kita!"


Aditya langsung menepikan mobilnya ke bahu jalan.


"Bagaimana kamu bisa berpikir aku melakukan hal itu?! Aku kan udah kasi tahu kalau aku dapat uang dari hasil bermain saham online!"


"Iya maaf... Soalnya aku gak tahu kalau bermain saham ternyata bisa menghasilkan uang sebanyak itu," cicit Kania. Dia jadi merasa tidak enak sudah menuduh suaminya sendiri.


Aditya menghela napas, sebenarnya uang yang dia pakai memang bukan sepenuhnya dari bermain saham tapi juga dari uang tabungan gajinya sebagai CEO yang sengaja dia simpan.


"Kalau kamu masih gak percaya, cek aja sendiri akunku di aplikasi itu, disana aku masih punya sisa keuntungan 700 juta." Aditya menyerahkan ponselnya kepada Kania.


Kania lalu mengikuti kata suaminya dan melihat jumlah saldo diakun suaminya memang ada 700 juta.


"Kamu lihat, disini mata uang yang dijadikan acuan adalah dollar, coba aja kamu hitung sendiri berapa keuntungan yang aku dapatkan dari jual beli saham biar kamu percaya dan gak nuduh aku melakukan pesugihan lagi," sindir Aditya.


"Ehem, iya iya aku percaya, maafin aku ya Honey~"


Kania memeluk lengan Aditya manja lalu menciumi punggung tangan suaminya itu.


...Ctak!...


"Aww!" pekik Kania saat Aditya menyentil jidatnya.


"Sakit Honey~" ringisnya.


Aditya lalu mencium bagian jidat istrinya yang tadi disentilnya.


"Apa masih sakit?"


Kania menggeleng dan tersenyum. "Udah gak sakit."


"Apa kamu masih meragukan uang suamimu?"


"Aku tidak meragukanmu suamiku tapi aku baru tahu kalau ternyata suamiku yang tampan ini juga pintar bermain saham." Kania kembali melancarkan jurus rayuannya.


Jantung Aditya berdegup kencang bahkan sesuatu dibawah sana sudah mulai gelisah saat jari-jari lentik Kania menelusuri dadanya.


Aditya langsung menghentikan tangan istrinya yang nakal sebelum dia lepas kendali dan melahap sang istri di tempat itu.


"Baby, nakalnya nanti saja di mansion, aku gak mau kita digrebek polisi lalu lintas kalau kita melakukannya disini."

__ADS_1


Aditya kembali melajukan mobilnya tapi kali ini dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera sampai di mansion agar bisa bertanding dengan istri gemoynya di arena pertandingan yang disebut ranjang.


...****************...


__ADS_2