
Kania dan Hendra masih berada di restaurant lalu Kania melihat handphone Permata masih tergeletak di atas meja.
"Ayah, handphone Tante Permata ketinggalan."
"Iya benar Kak, itu handphonenya Tante Permata."
Kania mengambil handphone Permata dari atas meja.
"Tante Permata pasti nyariin handphonenya sekarang, aku harus mengembalikan handphone Tante Permata."
"Iya cepat Kak, nanti Tante Permata keburu pergi."
"Ok Yah."
Kania pun segera pergi meninggalkan restaurant.
Kebetulan saat Kania melewati lift, dia mendengar suara pintu lift yang terbuka.
...Ting!...
Kania melihat beberapa pengunjung Mall keluar dari dalam lift.
"Ah benar! Aku turun pakai lift aja!"
Kania bergegas masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai dasar.
...****************...
...Ting!...
Setelah pintu lift terbuka, Permata dan Aditya keluar dari dalam lift.
"Aditya sebentar ya, Mami telepon supir dulu."
"Iya Mi."
Permata membuka tas jinjingnya untuk mengambil handphone tapi dia tidak melihat benda pipih itu berada di dalam tasnya.
"Loh koq engga ada." Permata mengaduk-aduk isi tasnya dan tampak mulai panik.
"Kenapa Mi?"
"Handphone Mami gak ada."
"Di kantung celana Mami gak ada juga?"
Permata langsung mengecek kantung celananya.
"Engga ada juga."
"Coba Mami inget-inget lagi, terakhir Mami taruh dimana handphonenya?"
"Hmm...."
...Ting!...
Saat Permata sedang mengingat handphonenya, pintu lift di belakang mereka terbuka.
"Tante Permata!"
Permata dan juga Aditya menoleh ke belakang dan melihat Kania keluar dari dalam lift.
Saat Kania jalan menghampiri mereka, Aditya melihatnya seperti slow motion scene.
Mata coklatnya yang indah... bibirnya yang tipis... dan juga lesung pipinya saat dia tersenyum...
Tanpa disadari, Aditya kembali terpesona dengan sosok Kania bahkan saat Kania tersenyum Aditya juga ikut tersenyum. Dia yakin senyuman Kania hanya untuknya padahal Kania tersenyum kepada Permata.
"Kania? Ada apa?" tanya Permata saat Kania tepat berdiri di depannya.
"Handphone Tante ketinggalan di restaurant ," ucap Kania sambil memberikan handphone yang dipegangnya kepada Permata.
"Wah! Makasi ya Kania! Tante tadi udah takut kalau handphone ini hilang karena handphone ini sangat penting buat Tante."
Permata tersenyum lebar dan mengambil handphone yang diberikan Kania.
__ADS_1
Handphone Permata penting bukan cuma karena ada nomor kontak rekan bisnis dan beberapa file yang berkaitan dengan pekerjaan tapi juga karena ada foto-foto Aditya. Mulai dari foto saat Aditya baru lahir bahkan sampai foto ulang tahun Aditya yang ketujuh belas tahun dan juga foto kebersamaan Aditya dengan almarhum suaminya.
"Iya Tante sama-sama, untung Tante belum pergi."
"Tante tadinya mau menghubungi supir untuk menjemput Tante di pintu masuk utama Mall tapi handphone Tante malah engga ada."
"Tante hubungi supir dulu ya," lanjut Permata.
Saat Permata sedang menghubungi supirnya. Pandangan Aditya malah tidak bisa lepas dari sosok wanita di hadapannya.
Kenapa gue kaya gini? Apa jangan-jangan gue suka sama dia? Selama ini emang gak ada cewek yang bisa buat jantung gue deg-degan tapi pas ketemu dia jantung gue udah kaya mau meledak, gila! Pokoknya dia harus jadi milik gue!
Aditya tersenyum menyeringai sambil menggigit bibir bawahnya. Dia yakin kalau dia bisa mendapatkan Kania, sama seperti cewek-cewek incarannya selama ini.
Setelah menghubungi supirnya, Permata pun memasukan handphonenya ke dalam tas jinjing yang menggantung di lengannya.
"Tante, aku pergi dulu ya, Ayah pasti khawatir nungguin aku di restaurant."
"Iya, sekali lagi makasi ya dan maaf Tante pergi duluan padahal kita baru ketemu dan ngobrol sebentar tadi."
"Engga apa-apa Tante, makasi juga Tante udah mau datang, aku senang bisa ketemu dan ngobrol sama Tante."
...Deg!...
Jantung Aditya kembali berdebar saat mata indah Kania menatap lembut kearahnya.
"Aku juga senang bisa berkenalan dengan Aditya."
Senyuman manis dari bibir tipis Kania selalu membuat Aditya tidak berkutik.
Kenapa dia selalu senyum ke gue? Apa dia juga suka sama gue?
Kesimpulan sepihak dari Aditya sudah berhasil membuat pipinya merona merah.
"Sayang sekali kita belum sempat ngobrol tadi, padahal aku juga ingin ngobrol denganmu," ucap Kania lembut kepada Aditya.
"Kita masih bisa bertemu lagi nanti, boleh aku minta nomor kontakmu?"
Sifat tidak sabaran Aditya membuatnya selalu to the point dan agresif saat PDKT dengan cewek.
"Tentu saja boleh."
Kania mengambil handphone Aditya lalu setelah selesai mengetik nomornya dia mengembalikan handphone itu kepada Aditya.
Aditya pun langsung menyimpan nomor Kania dan kalau ada yang melihat kontak Aditya maka mereka akan melihat hampir semua huruf depan nama cewek di dalam alphabet ada di kontaknya. Mulai dari nama cewek dengan huruf awalan A sampai Z.
"Nanti aku chat ya," ucap Aditya.
"Ok, aku tunggu," balas Kania.
"O iya perut kamu udah engga sakit lagi?" lanjut Kania.
Aditya bahkan lupa kalau dia tadi sedang pura-pura sakit perut.
"Aditya, perut kamu udah gak sakit lagi?" tanya Permata.
Bego banget! Gue lupa kalau gue kan lagi akting sakit perut!
Aditya dengan cepat mencari alasan supaya Permata dan Kania tidak curiga.
"Ma-Masih sakit Mi... aduuh... ayo kita pulang, pak supir pasti udah nunggu kita sekarang."
Meskipun sedikit terbata-bata tapi Aditya tetap berusaha setenang mungkin menjawab pertanyaan Permata.
"O iya Mami lupa!"
"Kania, Tante dan Aditya duluan ya," pamit Permata.
"Iya Tante, hati-hati."
"Hati-hati juga ya Aditya," ucap Kania sambil tersenyum.
"Iya kamu juga hati-hati ya nanti pulangnya, Tante pergi sekarang, ayo Aditya."
Aditya pun beranjak pergi sambil dipegangi lengannya oleh Permata.
__ADS_1
Padahal Tante Permata khawatir banget sama anaknya tapi anaknya cuma pura-pura. Kenapa ya dia sampai pura-pura kaya gitu? Tujuannya apa? Masa cuma mau ngeprank Mamanya?
Pikir Kania sambil melihat punggung Aditya yang semakin jauh.
...****************...
Tak berapa lama setelah Aditya dan Permata sampai di pintu masuk utama Mall, mobil yang akan mengantar mereka berhenti tepat di depan mereka.
Permata membuka pintu mobil bagian belakang.
"Aditya, ayo ma-- eh koq??" Permata kebingungan karena Aditya malah mendorongnya masuk lebih dulu ke dalam mobil.
"Mami pulang aja, istirahat."
"Loh kita kan mau ke rumah sakit buat periksa perut kamu."
"Perut aku udah engga sakit Mi, Mami pulang aja ya."
"Eh tapi--."
Aditya langsung menutup pintu mobil dan kabur meninggalkan tempat itu.
Permata terpaksa meminta supir melajukan mobilnya karena mendengar bunyi klakson dari mobil yang ada di belakang mobilnya.
...****************...
Kania melihat Hendra berdiri di depan restaurant.
"Ayah!" panggil Kania dengan suara agak kencang.
Hendra menengok dan melihat Kania berjalan menghampirinya.
"Bagaimana Kak? Kakak ketemu gak sama Tante Permata?"
"Ketemu Yah, handphonenya juga udah aku kembalikan tadi."
"Syukurlah, terus Aditya gimana? Perutnya masih sakit?"
"Ih Ayah, udah aku bilang dia cuma pura-pura, jadi Ayah engga perlu khawatir."
"Kakak, udah Ayah bilang jangan asal nuduh kaya gitu."
"Tapi Kakak engga asal nuduh Yah, masa orang yang lagi sakit perut bisa-bisanya minta nomor kontak."
"Maksud kamu?" tanya Hendra yang belum mengerti dengan ucapan Kania.
"Pas minta nomor kontak Kakak, Aditya kelihatan baik-baik aja tapi pas Tante Permata nanya keadaannya, tiba-tiba dia bilang perutnya sakit, kan aneh Yah, jelas banget kalau dia cuma pura-pura."
Sebenarnya Hendra juga curiga dengan tingkah aneh Aditya tapi dia masih berpikir positif dan tidak mau asal menuduh Aditya.
"Sudahlah Kak, ayo kita juga pulang."
"Tapi Kakak mau beli novel dulu mumpung ada disini," ucap Kania sambil nyengir.
"Eh iya, Ayah juga ada yang mau dibeli di toko buku, ayo Kak kita ke toko buku sekarang."
"Let's go!" ucap Kania semangat.
Kalau sedang berada di Mall cewek biasanya beli baju atau sepatu tapi Kania malah beli novel.
Salah satu hobi Kania adalah membaca novel terutama novel bergenre misteri yang mengharuskan pembacanya menebak pelaku atau penjahat dari cerita novel tersebut.
Makanya saat melihat tingkah aneh Aditya, insting detektifnya pun langsung aktif.
...****************...
Author: Hai semuaaa~
Maaf ya belum bisa update tiap hari soalnya ada aja halangan pas mau bikin cerita 😅
Semoga kalian suka dengan ceritanya dan makasi buat yang udah kasi like dan komen ❤️❤️❤️
Jangan lupa difavoritkan dan vote ya 😉
Sampai bertemu lagi di bab selanjutnyaaa~
__ADS_1