Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Kunjungan Galih (1)


__ADS_3

Setelah kepergian Jasmine, Aditya kembali mendapat panggilan telepon dari Haris sehingga dia harus pergi lagi untuk menerima panggilan telepon itu.


Sementara Kania juga kembali mengerjakan skripsinya yang hampir selesai tapi kali ini gadis itu mengerjakannya di dalam kamar.


...****************...


Jam menunjukkan pukul 17:03. Waktunya pegawai kantoran untuk pulang ke rumah dan bertemu keluarga mereka begitu juga dengan Hendra.


Hendra selalu mengusahakan untuk pulang sebelum makan malam agar dia bisa makan bersama keluarga kecilnya.


Saat ini pria berusia hampir 50 tahun itu sedang membereskan beberapa dokumen dari atas mejanya dan bersiap untuk meninggalkan ruangannya itu.


Tak lama terdengar pintu ruangannya diketuk dari luar.


...Tok Tok...


"Masuk," ucap Hendra sedikit kencang agar terdengar oleh orang yang mengetuk.


...Cklek...


Pintu pun terbuka dan masuk lah seorang pria yang tampak seumuran dengannya.


"Ada apa? Apa masih ada dokumen yang harus Saya selesaikan?"


Hendra yang sedang berkutat dengan laptopnya tidak menyadari kehadiran pria selain asisten pribadinya.


"Pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan Bapak."


"Om Hendra."


Mendengar suara selain suara asisten pribadinya membuat Hendra mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


"Kamu... Galih? Kamu Galih, kan? Anaknya Pak Hermawan."


Hendra beranjak dari tempatnya lalu berjalan mendekati Galih.


"Benar Om, Saya Galih."


Galih tersenyum dan menyambut jabat tangan dari Hendra.


"Silahkan duduk."


"Saya akan meminta OB untuk mengantar minuman," ucap Pak Dion.


Hendra mengangguk dan tersenyum lalu asistennya itu pun pamit undur diri dari ruangannya.


Sekarang Hendra dan Galih telah duduk di sofa tunggal berwarna coklat tua yang terbuat dari kulit sintesis kualitas premium.


"Bagaimana kabar Pak Hermawan?" tanya Hendra basa basi.


"Papa baik Om, Om sendiri?"

__ADS_1


"Om juga baik, o iya ada apa Nak Galih datang kesini?"


Sebelum Galih menjawab, pintu ruangan itu diketuk dan dibuka oleh OB (Office Boy) yang diminta mengantar minuman untuk mereka berdua.


Setelah OB itu meletakkan minuman dan pamit undur diri, Galih pun menjawab pertanyaan Hendra tadi.


"Sebenarnya selesai meeting Saya ingin berkunjung ke rumah Om untuk bertemu Kania tapi ternyata ban mobil Saya malah bocor dan kebetulan lokasinya tidak jauh dari gedung ini."


"Jadi... Saya pikir Saya bisa pergi bersama Om ke rumah," sambung Galih yang tersenyum canggung.


Hendra tersenyum melihat tingkah malu-malu Galih. Dia sudah tahu kalau Galih ini adalah teman dekat Kania saat di sekolah dasar.


"Boleh, Saya gak keberatan tapi diminum dulu tehnya."


"Iya, makasi Om."


Senyuman Galih merekah. Rencananya berhasil. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu cinta pertamanya yang sangat dia rindukan.


...****************...


Kesepuluh jari dari remaja laki-laki berotak jenius bergerak lincah di papan keyboard bluetooth berwarna hitam dan matanya fokus menatap tajam layar desktop di depannya.


Terlihat deretan huruf, angka dan simbol yang dia susun bergerak cepat. Satu detik saja konsentrasinya hilang maka semuanya sia-sia.


Setelah menerima laporan dari Haris tentang beberapa user yang berbuat curang dengan cara meng-hack game nya, Aditya pun langsung bertindak.


Dia tidak hanya menyingkirkan user-user itu tapi juga meng-upgrade sistem keamanan yang 100 kali lebih sulit ditembus dari sebelumnya.


Aditya bukan hanya memblokir user mereka di game nya saja tapi mereka juga tidak akan bisa mengakses user mereka dimanapun. Alias pemblokiran masal.


Mereka juga tidak akan bisa membuat akun atau user lagi kecuali mereka merubah semua data mereka.


Ya, begitulah Aditya. Dia tidak akan tanggung-tanggung menghancurkan siapapun yang berani mengusik atau menantangnya.


...Kretek Kretek...


Bunyi dari kesepuluh jari Aditya yang beberapa jam bergerak lincah di papan keyboard.


Setelah semua masalah teratasi, Aditya pun beranjak dari tempatnya dan pergi untuk mengembalikan semangat hidupnya.


Aditya cukup melangkah ke pintu yang berhadapan dengan kamarnya lalu membuka pintu itu. Matanya pun berbinar begitu menemukan sumber kehidupannya.


Kaki Aditya pun melangkah cepat menghampiri sumber kehidupannya.


...Grep!...


Jantung Kania dibuat hampir lepas dari tempatnya dua kali hari ini. Bagaimana tidak? Saat dia tengah fokus mengetik tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.


"Astaga! Adityaaaa! Bisa gak sih kamu gak bikin aku jantungan! Kamu mau aku mati kena serangan jantung, hah?!" omel Kania.


Bukannya minta maaf, yang diomelin malah cengengesan dan bertingkah manja.

__ADS_1


"Babyyy~"


Aditya dengan gemasnya menempelkan pipinya ke pipi Kania.


Sedangkan Kania tampak pasrah dan membiarkan pria kecilnya melakukan apa saja kepadanya selama dalam batas wajar.


Karena sejujurnya Kania juga menikmati pelukan dari Aditya. Dia merasa letihnya yang sedari tadi mengetik perlahan hilang berkat pelukan hangat dari pria kecilnya itu.


...****************...


Satpam yang berjaga segera membuka pintu gerbang begitu melihat mobil majikannya.


Mobil BMW berwarna hitam melaju dan berhenti di pelataran teras depan rumah.


Pintu kanan dan kiri mobil pun terbuka lalu tampak dua pria berbeda usia keluar dari dalam mobil. Dua pria itu adalah Hendra dan Galih.


"Ayo Nak Galih," ajak Hendra.


Lalu mereka berdua pun melangkah memasuki rumah itu.


Seperti biasa, Hendra pasti langsung menuju meja makan dimana dia bisa menemukan belahan jiwanya.


"Mas udah pulang."


Ekspresi bahagia terpancar dari wajah Permata saat melihat Hendra berjalan menghampirinya. Lalu dia pun meraih dan mencium punggung tangan suaminya itu.


"Anak-anak masih di atas?" tanya Hendra saat tidak melihat kehadiran kedua anaknya.


"Kayanya masih di atas."


"O iya, Mas mau mandi atau makan dulu?" lanjut Permata.


Permata masih belum menyadari Galih yang berdiri di belakang Hendra sampai Galih menyapanya.


"Selamat malam Tante."


Permata sedikit terperanjat dan terpaksa tersenyum begitu melihat Galih. Dia masih ingat dengan pria ini, pria yang waktu itu berusaha merebut Kania dari anaknya.


Ngapain dia datang kesini? Mau usaha deketin Kania lagi, Ooo tidak bisa.


Meskipun tersenyum tapi sorot mata Permata tetap sinis kepada Galih.


"Ini Galih, teman sekolahnya Kania dan anaknya Pak Hermawan, kamu ingat?" ucap Hendra.


"Iya Mas aku ingat, o iya aku panggil anak-anak dulu ya Mas biar kita bisa langsung makan."


Hendra mengangguk dan setelah Permata pergi, dia pun meminta Galih untuk duduk dan makan malam bersama mereka.


Kania... Akhirnya aku bisa bertemu denganmu... Maaf aku baru bisa menemuimu sekarang...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2