
Yeaayy bisa update lagi!
Pasti udah pada lupa kan cerita sebelumnya karena kelamaan update jadi aku kasi sepenggal cerita dari bab sebelumnya
Cekidot~
...-...
...-...
...-...
"Putra Aditya Nugraha dan Kania Pertiwi? Kania? Kania... Kania temen gue?! Ya ampuuunn! Beneran dia?!" pekik Ratna.
Saat Ratna sedang heboh, tiba-tiba handphone nya berdering. Tertera nama Leo pada layar handphone nya.
"Leo! Kamu dapat undangan juga gak?!" Ratna langsung bertanya kepada Leo saat dia menjawab panggilan telepon dari sohibnya itu.
"...." Leo menjawab kalau dia juga mendapat undangan dan mengkonfirmasi lagi apakah Kania yang dimaksud teman mereka.
"Iya, tadinya gue juga gak percaya kalau Kania yang dimaksud itu temen kita! Gue kaget karena dia gak pernah cerita kalau mau nikah, tiba-tiba gue dikasi undangannya."
"...." Leo juga kaget saat menerima undangan itu. Dia pun mengajak Ratna untuk pergi bersama ke alamat yang menjadi tempat berlangsungnya pernikahan sohib mereka.
"Ok, gue tunggu, awas ya kalau telat!"
...****************...
Bukan cuma teman dekat mempelai wanita yang diundang tapi juga mempelai pria. Siapa lagi kalau bukan Daniel, cuma dia yang tahan berteman dengan Aditya meskipun terus dinistakan.
...[Ilustrasi undangan pernikahan Aditya dan Kania]...
Awalnya Daniel bingung saat menerima amplop berwarna biru yang bagian depannya tertempel stiker putih bertuliskan.
...To : Daniel...
Karena penasaran, Daniel pun membukanya dan mendapati selembar kertas yang disetiap sudutnya berhiaskan motif mawar biru.
Matanya pun terbelalak saat membaca kalimat yang tercetak indah dilembar kertas itu.
"Pu-Pu-PUTRA ADITYA PRATAMA DAN KANIA PERTIWI?!!"
__ADS_1
Daniel begitu shock sampai membuatnya tidak bergerak seperti manekin.
"Ja-Jadi i-ini u-u-undangan pe-pernikahan A-Aditya, ADITYA?!!"
Daniel pun kembali membaca nama mempelai yang tercetak dilembar kertas itu.
"Bener, ini nama lengkapnya Aditya!"
"Jadi... Temen gue itu beneran bakal... Nikah... NIKAH?! DIA, DIA MAU NIKAH?!"
"WAAH GOKIL! TUH ANAK SERIUS MAU NIKAH?!"
Dengan sigap Daniel meraih ponselnya dan mencari kontak Aditya.
"Gue mau pastiin langsung ke orangnya!"
...****************...
Sementara itu respon yang sama juga diberikan Mutiara saat melihat nama mempelai di undangan pernikahan yang diperuntukkan untuknya.
Mutiara memang terkejut tapi gadis itu tidak merasakan apapun dihatinya saat melihat undangan pernikahan Aditya dan Kania.
Dia sadar dan tambah yakin kalau perasaannya kepada Aditya hanya lah obsesi dan turut bahagia dengan pernikahan teman masa kecilnya itu.
..."Bukan cuma kamu bahkan sekarang aku tidak bisa menyukai atau mencintai wanita lain selain dia karena aku sudah menyerahkan hatiku kepadanya."...
"Dia benar-benar membuktikan ucapannya," gumam Mutiara.
...****************...
Semenjak pulang dari salon dan berbelanja, Permata melarang Kania keluar dari kamar, bahkan Kania juga dilarang menjawab panggilan video call dari Aditya. Tapi hanya video call sedangkan telepon dan chat Kania masih diperbolehkan.
Alasannya? Karena Permata ingin mereka merasakan tradisi pingitan. Apa itu tradisi pingitan?
Pingit atau pingitan adalah salah satu tradisi dalam proses pernikahan adat Jawa, di mana calon pengantin perempuan dilarang ke luar rumah atau bertemu calon pengantin laki-laki selama waktu yang ditentukan. Biasanya, keduanya nggak boleh bertemu sampai acara pernikahan tiba. Tradisi ini wajib dilakukan oleh pengantin yang menikah dengan adat Jawa. Tetapi, banyak juga pengantin yang melakukan pingitan meski nggak menikah menggunakan adat ini.
Tradisi pingitan juga bertujuan memberikan waktu pada calon pengantin untuk mempersiapkan dirinya menuju pernikahan. Saat dipingit, ia dapat beristirahat dan merawat dirinya sendiri dalam menyambut hari bahagianya. Dengan begitu, calon pengantin terlihat lebih sehat dan segar di hari pernikahannya.
Tapi yang terjadi sebaliknya. Sang calon mempelai pria malah tampak kusut dan uring-uringan. Baginya hanya mendengar suara calon istrinya saja TIDAK CUKUP! Dia ingin bertemu, disentuh dan melihat senyuman dari calon istrinya.
"AAAAAAHH! KALAU BEGINI GUE BISA GILA!" teriak Aditya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
Permata yang kebetulan baru keluar dari kamar Kania mendengar teriakan Aditya dari dalam kamar.
__ADS_1
"Baru beberapa jam gak ketemu aja udah heboh," sindir Permata.
Aditya pun langsung menatap tajam maminya yang berdiri di depan pintu kamar.
"Ini kan udah zaman modern Mi! Kenapa pake acara pingit, pingit?!" protes Aditya.
"Kenapa? Supaya kamu tahu apa itu ka-ngen. Kamu baru beberapa jam gak ketemu Kania aja udah kaya gini, gimana sama pasangan di luar sana yang gak bisa setiap hari ketemu sama pacar mereka?" ucap Permata santai sambil memperhatikan kuku jarinya yang nampak cantik berkat perawatan menicure kemarin.
"Aditya gak peduli Mi! Please ijinin Aditya ketemu Kania, sebentaaaaar aja."
Aditya berusaha merayu dan menyerang maminya dengan tatapan puppy eyes nya meskipun semua itu... Sia-sia.
"Gak boleh."
Ekspresi memelas Aditya pun langsung berubah masam. Dia berdecak kesal karena lagi-lagi usahanya gagal.
Sejak Aditya tahu maminya memberlakukan tradisi pingitan, dia langsung protes dan dengan tegas menolak tradisi itu tapi tidak dengan Kania. Gadis itu setuju dan tidak masalah mengikuti tradisi pingitan.
Mengetahui hal itu, Aditya pun sempat berpikir kenapa hanya dia saja yang menderita karena tidak bisa bertemu? Apa Kania tidak benar-benar mencintainya?
Tapi sepertinya pikiran melankolis Aditya salah karena alasan sebenarnya Kania setuju bukan hanya untuk menghormati tradisi tapi ini adalah salah satu bagian dari rencana kejutan ulang tahun untuk Aditya.
Permata pun tersenyum dalam hati saat melihat putranya cemberut.
Rencana kita berhasil. Tinggal nyiapin kue buat tengah malam nanti.
"Ok kalau gak boleh ketemu tapi kenapa Aditya juga gak boleh video call?! Kan tradisinya gak boleh ketemu aja Mi!"
"Ssstt! Udah, kamu jangan protes terus! Mami masih banyak pekerjaan di bawah, kamu istirahat aja biar besok badan kamu fit!"
Permata pun bergegas pergi daripada pusing mendengar rengekkan putranya.
Setelah kepergian maminya, Aditya kembali mencoba menghubungi Kania tapi calon istrinya itu tetap tidak menjawab video call darinya.
Saat Aditya tengah geram dengannya, Kania malah tertawa mendengar teriakkan Aditya dari dalam kamarnya.
..."KANIA PERTIWIII!"...
Terlihat 50 lebih panggilan video call tak terjawab dari Aditya yang tertera dilayar ponsel Kania. Jam pun menunjukkan angka 20:05.
"Sabar ya Honey, empat jam lagi," gumam Kania tertawa kecil.
...****************...
__ADS_1