
Aditya keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Dia juga sudah rapi memakai kaos dan celana pendek karena dia memang selalu memakai pakaiannya di dalam kamar mandi.
Setelah mengambil beberapa buku dan alat tulis, Aditya pun pergi dari kamarnya dan turun ke lantai bawah
Di ruang tengah, Kania masih berkutat dengan laptopnya. Dia tampak serius dan teliti mengetik kata per kata untuk skripsinya, tentu saja karena sifat perfeksionis yang dimiliki oleh wanita itu.
Tadinya Aditya ingin menjahili Kania tapi segera dia urungkan karena tidak mau membuat pacar sekaligus kakak tirinya kesal dan membentaknya lagi.
Aditya pun duduk di samping Kania lalu meletakkan buku juga alat tulisnya ke atas meja dan bukannya belajar, Aditya malah memperhatikan Kania.
Merasa diperhatikan, Kania pun mengalihkan pandangannya ke samping dan melihat Aditya yang sedang menatapnya sambil senyum-senyum.
"Belajar bukannya malah liatin aku," ucap Kania lalu mencubit gemas pipi Aditya.
"Ajari aku Babyy~ aku gak ngerti."
"Yang mana yang kamu gak ngerti?"
Aditya membuka bukunya lalu menunjukkan materi pelajaran yang "katanya" tidak dia mengerti kepada Kania. Padahal sebenarnya itu cuma alasan Aditya saja untuk mendapatkan perhatian Kania karena sejak Kania sibuk dengan skripsi, Aditya merasa diacuhkan oleh pacarnya itu.
"Yang ini, aku engga ngerti."
Kania melihat materi pelajaran itu sebentar.
"Masa kamu gak ngerti?" tanya Kania sambil menaikkan satu alisnya.
"Iya aku gak ngerti, ajari ya caranya~" rengek Aditya.
Kalau materi pelajaran mudah kaya gini dia gak ngerti terus bagaimana dia bisa selalu menang kompetisi akademik? Hmm...
Sebenarnya sore sebelum Aditya pulang, Permata menunjukkan beberapa koleksi piala dan medali yang dimenangkan Aditya dari kompetisi akademik kepada Kania.
Permata juga cerita waktu kecil Aditya pernah mengikuti tes IQ dan hasilnya IQ Aditya diatas rata-rata anak seusianya.
Karena itu, Kania jadi berpikir kalau Aditya mungkin cuma pura-pura tidak mengerti.
"Kamu beneran gak ngerti?" tanya Kania memastikan.
"Iya Baby, kalau aku ngerti aku gak mungkin minta ajari kamu, aku tahu kamu kan lagi sibuk ngerjain skripsi." Aditya nyengir menunjukkan gigi kelincinya yang menggemaskan.
"Bagian mana yang tidak kamu mengerti?"
"Yang ini."
Saat Kania sedang menjelaskan materi pelajaran kepada Aditya, Aditya malah lebih memperhatikan wajah Kania dibandingkan bukunya.
"Apa sekarang kamu ngerti? Ada yang mau kamu tanyakan?"
Kania pun menengok ke samping karena tidak ada jawaban dari Aditya.
Pantes dari tadi gak ada suaranya.
Ternyata Aditya malah sedang asik memandangi Kania dan tentu saja tidak menyimak penjelasan darinya.
"Ehem!"
Kania sengaja berdehem untuk menyadarkan Aditya.
Aditya pun jadi salah tingkah dan kedua pipinya memerah. Dia malu karena tertangkap basah oleh Kania.
__ADS_1
"Materi pelajarannya ada dibuku bukan diwajahku, kamu serius gak sih mau belajar?"
Kania melepas kacamatanya dan dengan tajam melihat Aditya, wajahnya pun tampak serius.
"I-Iya maaf, jangan marah Baby~ aku tidak akan mengulanginya," bujuk Aditya.
"Mending aku ngerjain skripsi ku aja kalau kamu gak serius."
Aditya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Engga, aku serius! Jadi ajari aku lagi yaaa~"
Kania menghela napas.
"Baiklah, kali ini kamu harus serius dan simak dengan baik materi pelajaran yang akan aku jelaskan," ucap Kania tegas.
"Siap bos!"
Tapi saat Kania baru akan membuka mulutnya ada notif masuk ke handphone mereka berdua.
Kania pun mengecek notif di handphone nya begitu juga dengan Aditya.
Seketika Aditya menegang dan membeku melihat notif itu. Notif yang memberitahunya kalau seseorang telah men-tag akunnya di foto orang itu dan yang lebih membuat Aditya semakin tegang, orang itu adalah Mutiara.
Ini kan foto di kantin tadi! Gawat! Akun gue kan terhubung sama akun Kak Kania! Berarti Kak Kania juga dapet notif!
Jantung Aditya berdetak kencang, dia pun memberanikan diri untuk melihat bagaimana reaksi Kania.
Kania hanya diam sambil terus melihat layar handphone nya.
Cewek ini berani menantangku, baiklah aku terima tantangannya.
"K-Kak, aku bisa jelaskan sebenarnya--"
Aditya tampak heran, dia tidak menduga Kania melakukan hal itu. Dia pikir Kania akan marah dan ngambek dengannya.
"Foto pakai handphone mu!" titah Kania ketus.
"Fo-Foto?"
"Gak usah banyak tanya, cepat foto!"
"I-Iya."
Meskipun Aditya masih bingung tapi dia tetap mengikuti permintaan Kania. Dia tidak ingin kekasihnya itu lebih marah lagi kepadanya.
Saat Aditya akan mengambil foto mereka berdua, Kania mendekatkan wajahnya lalu mencium pipi Aditya.
Jantung Aditya berdetak kencang, kedua pipinya merona karena kecupan lembut dari kekasih hatinya.
"Posting foto yang tadi, jangan lupa tag akun ku juga."
Sebenarnya jantung Kania juga berdetak kencang dan merasa malu dengan tindakannya sendiri.
"Po-Posting?"
Setelah beberapa saat Aditya akhirnya mengerti tujuan Kania melakukan hal itu.
Ternyata dia mau balas dendam.
__ADS_1
Aditya pun tertawa kecil.
"Koq malah ketawa sih! Kamu gak mau posting foto yang tadi?! Takut ada yang marah, kan?!" ucap Kania sewot.
"Gemes banget sih sama kamuuu~" Aditya mengacak-acak rambut Kania.
"Iiiihh nanti kusut!" protes Kania.
Aditya malah ketawa melihat wajah Kania yang cemberut.
"Iya aku posting, jangan cemberut lagi, nanti aku makin gemes sama kamu." Aditya mencubit pipi Kania.
"Ih sakit!"
...Cup! ...
Mata Kania terbuka lebar, dia tidak menduga Aditya akan mencium pipinya.
"Sudah tidak sakit lagi, kan?" tanya Aditya lembut.
Kedua pipi Kania pun kembali merona, dia pun cuma bisa mengangguk malu menjawab pertanyaan Aditya.
Lalu Aditya mem-posting foto mereka berdua dan tidak lupa memberikan tag akun Kania di foto itu.
Kania pun mengecek foto itu di akun media sosialnya dan tersenyum saat membaca caption yang dibuat oleh Aditya.
"Berarti udah gak marah lagi, kan?" goda Aditya.
"Marah? Aku gak marah," sangkal Kania.
"Masa sih? Gak cemburu juga?"
Kania yang geregetan digodain terus sama Aditya akhirnya mencubit kedua pipi pacarnya yang kadang menyebalkan itu.
"Aaah~ sakit Babyy~" rengek Aditya.
Tiba-tiba Kania memegang kedua pipi dan menatap Aditya.
Ditatap oleh kedua manik indah milik Kania membuat jantung Aditya kembali berdetak kencang apalagi Kania semakin mendekatkan wajahnya sampai bibir mereka pun bersentuhan.
Kania mencium lembut bibir Aditya dan Aditya pun membalas ciuman dari kekasihnya.
Setelah beberapa saat, Kania melepas tautan bibir mereka lalu memeluk Aditya dengan posesif.
"Gak ada yang bisa merebut kamu dariku, Putra Aditya Nugraha adalah milikku."
Aditya sangat senang mendengar ucapan Kania. Sekarang dia tahu perasaan Kania kepadanya ternyata sama besar seperti perasaannya.
...****************...
Seseorang meremas handphone nya saat melihat posting-an foto dari akun sosial media yang dia sedang stalking, orang itu adalah Mutiara.
Mutiara kesal dan cemburu melihat kemesraan yang ditunjukkan dari foto yang di posting Aditya apalagi caption yang dicantumkan oleh pria yang diincarnya itu.
..."I love you Baby ❤️" ...
Dari caption sudah jelas kalau Aditya mencintai wanita yang mencium pipinya sedangkan wanita itu menunjukkan kalau Aditya adalah miliknya.
"Sial! Aku yakin ini pasti ulah wanita itu! Dia sengaja minta Aditya buat posting foto mereka berdua!"
__ADS_1
"Cih, lihat saja aku akan buat wanita ini menangis dan memohon agar Aditya tidak meninggalkannya, tentu saja karena Aditya lebih memilihku hahaha."
...****************...