
Biasanya di resepsi pernikahan pengantin cukup menunggu tamu datang menghampiri mereka untuk mendapatkan ucapan selamat tapi kali ini sang raja dan ratu satu hari itu yang menghampiri para tamu.
Tidak adanya pelaminan membuat kedua mempelai bisa bercengkrama dengan para tamu yang didominasi keluarga, kerabat dan juga teman dekat mereka.
Seperti saat ini, Kania sebagai mempelai wanita tengah asik mengobrol dengan teman dekatnya, Ratna dan Leo. Dia bahkan tidak tahu kalau saat ini suaminya itu sudah menculik anak orang.
...****************...
"Dit, kenapa lo ajak gue kesini? Maksa lagi! Kan gue belum puas icip-icip! Lagipula harusnya istri lo tuh yang lo ajak ke kamar, kenapa malah gue?" sewot Daniel karena ditarik paksa Aditya ke salah satu kamar tamu yang ada di lantai bawah.
"Bawel banget sih lo kaya cewek! Gue ngajak lo kesini karena gue mau ngomong sama lo soal yang tadi."
"Hah? Soal apaan Dit?"
Aditya berdecak melihat ekspresi innocent nya Daniel padahal tadi Daniel yang memulai membicarakan soal yang ingin dibahas Aditya.
"Soal yang tadi lo bahas di kamar gue, sebelum gue akad, lo inget, kan?"
Daniel memutar kembali ingatannya beberapa jam sebelum akad saat dia berada di kamar Aditya tapi tetap saja dia tidak menemukan persoalan yang dimaksud Aditya.
"Sorry Dit gue gak inget, soal apa ya?"
Kali ini Aditya mendengus kasar, dia tidak habis pikir teman dekatnya itu ternyata lebih buruk mengingat sesuatu dibandingkan ikan mas.
"Gak usah liatin gue kaya gitu juga kali, serem tau!" Daniel bergidik ngeri saat mendapat tatapan horror dari Aditya.
"Ck, soal itu Niel! Tadi kan lo duluan yang mulai bahas soal itu! Masa lo lupa!" kekeh Aditya.
"Sumpah, gue lupa Dit! Soal apa sih?! Lo ngomong aja gak usah sewot!" ketus Daniel.
"Ck! Soal itu Niel! Itu!" ucap Aditya geregetan.
"Itu apa?! Ngomong yang jelas! Lo pikir gue anak indihome yang peka!"
"Soal malam pertama Daniel!"
"......."
Kamar itu seketika hening. Keduanya terdiam.
Setelah beberapa saat loading akhirnya Daniel mulai memahami persoalan yang dimaksud Aditya.
Keheningan kamar itu pun tak berlangsung lama karena gelak tawa Daniel.
"Hahahaha jadi lo masih mikirin soal itu!"
Meskipun malu tapi Aditya tetap bersikap cool seperti biasa.
"Ehem! Jadi gimana?" tanya Aditya.
"Gimana apanya?"
"Itu... Soal malam pertama...," cicit Aditya.
Daniel geli sendiri saat melihat Aditya yang biasanya galak sekarang malu-malu di depannya.
"Lo salah kalau tanya soal begituan sama gue Bro, mending lo tanya sama orang yang udah berpengalaman soal begituan."
"Engga! Mau taruh dimana muka gue entar!"
"Terus gimana? Kita kan cuma pernah liat orang lain praktek di video, itu pun karena kita gak sengaja buka video kaya gitu." Daniel mengangkat kedua bahunya tak acuh.
...Ting!...
Sebuah bohlam imajiner bersinar di atas kepala Aditya. Otak jeniusnya langsung mendapat ide saat mendengar ucapan Daniel.
"Jenius!" pekik Aditya dengan wajah berseri-seri.
"Thanks Niel, berkat lo sekarang gue tahu apa yang harus gue lakukan."
Daniel kembali bergidik ngeri saat melihat ekspresi Aditya yang seperti psikopat difilm-film.
...****************...
Kania yang baru sadar kalau suaminya tidak ada berkeliling mencari keberadaan sang suami.
__ADS_1
"Mi, liat Aditya gak?" tanya Kania saat melihat Permata.
"Mami gak liat, bukannya daritadi dia ngikutin kamu terus?"
"Iya Mi tapi tiba-tiba Aditya udah gak ada di samping aku."
"Dia gak bilang mau pergi kemana?"
"Engga, dia gak bilang, Kania juga baru sadar Aditya gak ada pas Ratna nanyain Aditya."
"Mungkin Aditya kebelet jadi dia langsung kabur ke kamar mandi."
"Iya mungkin dia lagi ke kamar mandi."
Entah kenapa Kania merasa ada yang kurang saat Aditya tidak bersamanya.
Ekspresi sedih Kania pun tidak luput dari penglihatan Permata.
"Mami ngerti, emang kalau masih pengantin baru pengennya berduaan terus," goda Permata.
Kania tersentak, dia malu sekali mendengar ucapan ibu mertuanya.
"Bu-Bukan begitu Mi, Kania cuma... Cuma... Cuma khawatir sama Aditya." Kania berkilah menutupi rasa malunya.
Permata tertawa kecil melihat menantunya salah tingkah.
Tak berapa lama, Aditya pun datang menghampiri mami dan istrinya.
"Nah, ini dia yang dicariin," celetuk Permata.
"Kamu darimana? Kenapa mukamu merah?" tanya Kania saat melihat wajah putih Aditya tampak memerah.
Aditya berusaha tenang, meskipun ada sesuatu pada dirinya sedang gelisah saat ini.
"A-Aku dari kamar mandi hehe," jawab Aditya cengengesan.
Tenang Aditya, sabar, sepuluh menit lagi dan setelah itu kamu bisa langsung praktek yang tadi kamu lihat dengan istrimu.
...****************...
Seperti yang sudah tertera di undangan pernikahan, acara resepsi hanya berlangsung sampai jam tiga sore.
Kedua mempelai pun sekarang sudah berada di dalam kamar, tepatnya di kamar mempelai pria yang sudah dihias begitu indah yang diperuntukkan untuk pengantin baru.
Padahal ini bukan pertama kalinya Kania berduaan dengan Aditya bahkan dia juga sudah pernah tidur satu ranjang dengan suaminya itu tapi kenapa sekarang dia merasa canggung dan gugup seperti ini?
Kania menarik napas lalu menghembuskannya perlahan, dia berharap hal itu bisa mengurangi kegugupannya.
Aditya yang melihatnya pun jadi ingin menggoda sang istri tercinta.
Perasaan Kania bukannya tenang malah semakin tak karuan saat Aditya berdiri di hadapannya sambil membelai pipinya.
"Kenapa menunduk istriku? Apa kamu tidak mau melihat wajah tampan suamimu?"
Suara lembut Aditya malah semakin memperparah debaran jantung Kania sedangkan Aditya tertawa dalam hati karena berhasil menggoda istrinya.
"Masih tidak mau melihatku?"
Aditya kembali bertanya karena Kania yang masih menunduk.
"A-Aku... Aku...," jawab Kania terbata-bata.
"Apa wajahku sejelek itu sampai istriku sendiri tidak mau melihat wajahku?" lirih Aditya.
Kania langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, dia jadi merasa bersalah saat mendengar ucapan suaminya.
"Bu-Bukan begitu!" sangkal Kania.
"Terus kenapa? Kenapa kamu tidak mau melihatku?" Aditya sengaja mendramatisir gaya bicaranya.
"Karena aku... Aku malu...," cicit Kania pelan bahkan hampir tidak terdengar oleh Aditya.
Aditya tersenyum tipis lalu dia mencubit gemas pipi Kania.
"Aaa! Sakiit~ lepasin pipi akuu!" rengek Kania saat Aditya menarik-narik pipinya.
__ADS_1
"Ini hukuman buat kamu karena gak mau lihat wajahku."
Mata Kania pun terbelalak saat Aditya tiba-tiba mencium bibirnya.
Satu tangan Aditya meraih pinggang Kania sedangkan tangan satunya lagi menekan tengkuk leher istrinya.
Lembut, kenyal dan manis. Itu lah kesan yang membuat Aditya ingin terus mencicipi bibir Kania.
Kania yang tadinya diam mulai hanyut dan membalas kecupan-kecupan lembut dari suaminya.
Ciuman yang awalnya lembut kini semakin menuntut dan penuh gairah. Beberapa kali Kania berusaha melepas tautan bibir mereka untuk bernapas tapi kemudian bibirnya kembali diserang Aditya.
"A-Aditya be-berhen-ti," ucap Kania disela-sela ciuman itu.
Sadar kalau istrinya butuh pasokan oksigen akhirnya Aditya pun melepaskan tautan bibir mereka.
Saat Kania tengah sibuk bernapas, Aditya menyentuh bibirnya.
"Baby...."
Suara Aditya terdengar serak dan berat. Hasrat laki-lakinya pun sudah meronta-ronta ingin segera dituntaskan.
Kania mengangkat wajahnya dan melihat mata sayu Aditya. Dia bukan anak kecil yang tak mengerti ekspresi yang ditunjukkan suaminya saat ini.
Meskipun tengah dikuasai hasrat tapi Aditya tidak lupa dengan apa yang harus dia lakukan agar sang istri merasa nyaman saat melakukannya untuk pertama kali.
Sebelumnya berkat ucapan Daniel, Aditya pun mencari tahu apa saja yang harus dia lakukan untuk malam pertamanya.
Secara teori Aditya sudah mengerti dan sekarang adalah kesempatannya untuk praktek langsung dengan sang istri.
"Sudah bernapasnya?" tanya Aditya.
"Aku--mmpph!!"
Aditya kembali mencium bibir Kania dengan rakus dan menjatuhkan badan istrinya ke tempat tidur.
Kania benar-benar kewalahan mengimbangi Aditya. Dengan sekuat tenaga Kania mendorong dada Aditya dan berhasil melepaskan tautan bibir mereka.
"A-Aku mau mandi," ucap Kania gugup sambil memalingkan wajahnya yang memerah.
"Gak usah mandi nanti juga kita mandi setelah melakukannya."
Mata Kania terbelalak mendengarnya, dia mengerti, sangat mengerti maksud ucapan Aditya.
"Please don't make me hold this any longer, I want you now Baby."
Kania menelan salivanya kasar saat mendengar bisikkan Aditya di telinganya. Dia tahu dan paham betul sebagai seorang istri dia berkewajiban memenuhi kebutuhan biologis suaminya bahkan dia bisa dilaknat jika berani menolak permintaan suaminya.
Sebenarnya saat ini bukan hanya Kania yang tengah malu setengah mati, Aditya pun juga merasakan hal yang sama tapi saat dia mencium bibir istrinya, dia seperti lupa dengan malunya dan menuntut lebih.
Apalagi Aditya tadi sempat menonton video panas, awalnya tujuan Aditya cuma ingin belajar bagaimana cara melakukannya tapi ternyata hal itu malah membangkitkan hasratnya sehingga Aditya harus mati-matian menahan dirinya.
Tapi sekarang sepertinya Aditya tidak perlu menahan hasratnya lagi karena baru saja dia melihat anggukan malu-malu istrinya.
"Jangan takut Baby, aku akan melakukannya dengan lembut."
Aditya kembali mencium bibir Kania sebelum bibirnya berpindah ke leher jenjang istrinya.
Kania hanya bisa pasrah dan menikmati sentuhan-sentuhan nakal dari suaminya. Entah bagaimana dia menjelaskan sensasi aneh yang dirasakan tubuhnya saat ini.
"Aditya... Hmm~"
Lenguhan pertama Kania terdengar saat bibir Aditya menyentuh titik sensitif yang ada di leher Kania.
Aditya tersenyum dan makin bersemangat menggerayangi tubuh istrinya.
Menurut artikel aku harus melakukan foreplay lebih dulu agar nanti saat melakukan itu Kania tidak merasa begitu sakit. Tadi aku juga sudah lihat bagaimana caranya dari video jadi sekarang aku tinggal mempraktekkannya.
...****************...
Untuk yang sudah punya pasangan hidup menonton video semacam itu tidak akan menjadi masalah karena mereka bisa melampiaskan hasrat mereka kepada pasangan tapi bagaimana jadinya untuk yang masih single alias jomblo? Jika ingin tahu rasanya, tanyakan saja pada Daniel.
Remaja laki-laki itu langsung masuk kamar mandi setelah menonton video plus plus dengan Aditya.
Berkali-kali Daniel merutuki dirinya karena terlalu kepo dengan video plus plus yang ditonton Aditya padahal temannya itu sudah memberitahu konsekuensinya.
__ADS_1
"Aaaah~ sial, tahu begini mending gak usah ikut nonton, jadi harus mandi deh," gumam Daniel setelah mendapat pelepasan dengan caranya sendiri.
...****************...