Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku
Honeymoon (3)


__ADS_3

Hola guys!!


Udah masuk bulan ramadhan nih! 😆


Mohon maaf lahir batin ya guys, semoga ibadah puasa kita tahun ini diberikan kemudahan, sehat dan berkah dari Sang Pencipta 😇


...*...


...*...


...*...


...****************...


[Sepenggal cerita dari bab sebelumnya]


"Aku tahu kamu juga lapar, jadi daripada kamu harus pesan dan menunggu makanan datang, gimana kalau kita makan sepiring berdua aja suamiku?"


Wajah mendung Aditya seketika kembali cerah.


"Istriku pinter banget sih~ jadi makin lope lope deh sama kamu~"


Melihat Aditya bergelanyut manja di lengan kakaknya ditambah aura bucin yang begitu kental membuat Kevin merinding dan makin ilfil dengan kakak iparnya itu.


Apalagi saat melihat pasutri itu suap-suapan, asam lambung Kevin langsung surut.


Feelingku benar, cowok itu emang berbahaya, dia sudah mengkontaminasi Kakakku yang kalem dengan virus bucinnya.


...****************...


Disela-sela aktivitas menyuapi bayi besarnya, Kania bertanya kepada Kevin kenapa adiknya itu bisa ada di Bali? Apa Ibu, Papa dan Keanu juga ada di Bali bersamanya?


"Ibu, Papa dan Keanu gak ikut, aku liburan sama temen-temen aku aja Kak disini."


"Temen-temen kamu? Temen sekolah?"


"Iya Kak, temen sekolah."


"Terus dimana temen-temen kamu?"


"Babyyy~ Baby~ Aaaaa~"

__ADS_1


Kevin memutar bola matanya malas saat melihat kakak iparnya yang bucin itu menyuapi kakak tercintanya.


"Temen-temen aku di vila Kak, aku sengaja keluar buat cari makan soalnya gak ada makanan di vila."


Kania hanya mengangguk merespon ucapan Kevin karena mulutnya penuh makanan lalu setelah semua makanan itu ditelannya, baru lah Kania kembali buka suara.


"Jadi kalian menginap di vila? Dimana vilanya? Apa dekat dari sini?"


Sebagai kakak, Kania tentu khawatir dengan adiknya. Meskipun Kevin bukan anak kecil lagi tapi adiknya itu tetap masih perlu pengawasan orang dewasa apalagi sekarang mereka sedang berada di Bali dimana club-club malam bertebaran dan alkohol mudah didapatkan.


"Iya, kami menginap di vilanya temen aku dan vilanya gak terlalu jauh dari sini."


Tak lama ponsel Kevin berdering, ada panggilan telepon dari salah satu temannya.


Kevin mengambil ponselnya yang tergeletak di meja lalu menggeser ikon hijau menjawab panggilan telepon temannya itu.


"Yo, kenapa Bro?" tanya Kevin kepada temannya.


"...." temannya bertanya balik dimana Kevin karena dia tidak menemukan Kevin di vila.


"Gue di restoran deket vila, laper."


Kevin memutar bola matanya malas mendengar ocehan temannya. Padahal tadi dia sudah mengajak temannya itu tapi temannya itu sendiri yang menolak karena lagi seru main game.


"Berisik, iya iya, entar gue bungkusin makanan buat lu." Kevin pun menyudahi telepon itu secara sepihak.


"Temen kamu yang ikut berlibur?" tanya Kania.


"Iya Kak."


Kevin lalu memanggil salah satu pelayan dan memesan makanan untuk temannya.


"Koq cuma pesen satu? Emangnya temen kamu yang ikut berapa?"


Kevin pun menghitung temannya dengan jari sambil menyebutkan nama-nama mereka.


"Joseph, Dimas, Helmi, Ahmad, Rian, Erik terus Dian," gumam Kevin.


"Dian?" Alis Kania mengerut saat mendengar nama terakhir yang disebutkan Kevin.


Kevin tahu kalau kakaknya salah paham dengan temannya yang bernama Dian jadi dia pun menjelaskan kepada kakaknya kalau Dian itu cowok bukan cewek.

__ADS_1


Kania yang mendengar penjelasan Kevin hanya ber-Oh ria. Rasa khawatirnya pun sedikit berkurang saat mengetahui tidak ada kaum hawa diantara teman-teman Kevin karena tidak ada yang bisa menjamin tidak terjadi sesuatu kalau ada kaum hawa yang ikut. Lebih baik mencegah daripada kebablasan, kan?


"Terus kenapa kamu cuma pesen satu? Pesen juga buat temen-temen kamu yang lain."


Sebelum Kevin sempat menolak, kakaknya itu sudah lebih dulu memanggil salah satu pelayan lalu memesan beberapa makanan di take away untuk teman-temannya.


"Tenang aja, suami Kakak yang paling ganteng ini yang traktir, iya kan Honey?" ucap Kania sambil mencolek dagu Aditya.


"Iya Babyyy~ apa sih yang gak buat kamu~" sahut Aditya sambil mencolek hidung Kania.


Kevin sampai merinding dan mual melihat kebucinan pasutri di depannya bahkan papi dan maminya tidak pernah seperti itu.


...****************...


Sehabis makan, Kania berpisah dengan Kevin yang kembali ke vila teman adiknya itu sedangkan dia bergandengan tangan dengan suaminya sambil berjalan santai menuju vila mereka.


"Honey, kamu bilang di vila cuma ada aku sama kamu."


Aditya mengangguk. "Ehmm!"


"Terus Angga?"


Kuping Aditya panas saat mendengar istrinya menyebut nama pria lain.


"Di rumahnya," jawab Aditya dingin.


Kania menghela napas saat melihat suaminya yang sudah masuk mode senggol bacok.


"Ya ampuuun~ udaranya kenapa mendadak dingin ya~" sindir Kania.


Aditya bukannya tersindir tapi dia malah melepas jas semi formalnya lalu menutupi bahu Kania dengan jas itu.


"Apa masih dingin?"


Baru Kania mau jawab, Aditya sudah lebih dulu merengkuh bahu istrinya.


Maksudnya mau nyindir tapi Kania malah tersentuh dengan yang dilakukan suaminya.


Aaaaaaahhh~ sweet banget siiih~ udah kaya di drakor aja~


...****************...

__ADS_1


__ADS_2