
Hari ini Kania ke kampus karena ada jadwal bertemu dengan dosen pembimbingnya.
Sebelum mulai bimbingan, Kania bermaksud mengaktifkan mode silent di handphone nya supaya tidak mengganggu proses bimbingan tapi baru juga membuka kunci layar, handphone nya langsung mati.
Kania ingat kalau semalam dia ketiduran dan lupa mengisi baterai handphone nya. Dia pun memasukan kembali handphone nya ke dalam tas.
Setelah selesai mengikuti bimbingan dengan dosennya, Kania berniat langsung pulang tapi saat dia sedang berdiri di depan gerbang kampusnya, sebuah mobil Mercedes-Benz hitam tepat berhenti di depan Kania.
Seorang pria berbadan tinggi dan berwajah tampan keluar dari dalam mobil. Pria itu melepas kacamata hitamnya lalu berjalan menghampiri Kania.
"Hai Kak," sapa pria itu sambil melepas kacamata hitamnya.
Pria itu pun tersenyum manis kepada Kania yang masih diam terpaku di tempatnya.
Siapa dia? Koq dia panggil aku Kak?
"Kamu siapa?" tanya Kania.
"Kakak jahat, masa lupa sama aku?" Pria itu malah bertanya balik ke Kania.
Kania yang merasa tidak enak berusaha kembali mengingat siapa pria yang berdiri di hadapannya.
"Maaf ya aku gak inget," ucap Kania cengengesan.
"Emangnya muka aku berubah banget ya Kak sampai Kakak gak ngenalin aku?"
"Eh?"
"Aku Kevin Kak, adik kesayangan Kak Kania!"
Seketika mata Kania membulat, dia tidak menyangka anak pertama hasil dari pernikahan Ibunya yang kedua bisa seperti ini karena terakhir dia bertemu, badan adiknya itu masih gemuk, pipinya chubby dan memakai kacamata.
Tapi sekarang badan Kevin tampak atletis bahkan pipinya yang chubby tidak ada lagi sehingga garis rahang diwajahnya tampak jelas, menambah kesan maskulin dan dia juga tidak memakai kacamata.
[Visual Kevin]
Kalau dari penampilan, pasti banyak yang mengira umur Kevin dan Kania hanya beda satu atau dua tahun tapi sebenarnya umur Kevin sama dengan Aditya.
Ya, umur Kevin memang masih 17 tahun tapi penampilannya lebih dewasa daripada umurnya.
Sejak kecil Kevin sudah mengagumi Daddy nya dan berharap bisa seperti Daddy nya yang merupakan CEO dari perusahaan yang cukup diperhitungkan di dunia bisnis tapi justru karena itu dia jadi stress dan melampiaskan stress nya dengan makan sehingga badan Kevin semakin berisi.
Matanya pun minus karena terlalu banyak membaca buku dan bermain game saat dia merasa jenuh.
Sebenarnya Kevin sudah hampir menyerah dan kehilangan motivasi karena dia merasa seberapa keras dia berusaha dia tidak akan bisa menjadi pria hebat seperti Daddy nya.
Tapi saat Kevin bertemu Kania satu tahun yang lalu, kakak tirinya itu mengatakan sesuatu yang ternyata membuat Kevin sadar dan bisa menjadi Kevin yang sekarang.
..."Jangan meniru siapapun, jadilah dirimu sendiri, kalau kamu tidak bisa menghargai dirimu sendiri maka orang lain juga tidak akan menghargaimu, ingatlah kamu adalah Kevin Hudson, adik dari Kania Pertiwi." ...
Selain Daddy nya, Kevin juga mengagumi kakak tirinya, Kania. Baginya Kania adalah wanita yang sempurna. Dia bahkan selalu membandingkan wanita yang mendekatinya dengan Kania. Oleh karena itu dia masih berstatus single sampai sekarang.
Kalau saja mereka tidak punya hubungan darah, Kevin pasti akan memilih Kania sebagai pendamping hidupnya.
Kania tampak meragukan pria yang berdiri dihadapannya dan mengaku sebagai Kevin.
"Mungkin kamu salah orang, namaku memang Kania tapi adikku Kevin tidak seperti ini," ucap Kania sambil melihat penampilan Kevin dari atas sampai bawah.
Kevin pun terkekeh.
"Memangnya adik Kak Kania itu seperti apa?"
"Dia... Dia menggemaskan!"
"Menggemaskan? Dia hanya buntalan lemak yang suka makan dan tidak bergu--"
...Plak! ...
Mata Kevin terbelalak saat mendapat tamparan dipipinya. Dia tidak menduga kalau Kania akan menamparnya begitu kencang sampai membuat pipinya terasa perih dan panas.
"Kamu siapa berani bilang seperti itu tentang adikku?!" bentak Kania.
"Aku tahu kamu bohong, kamu bukan adikku! Siapa kamu?! Kenapa kamu menghina adikku?!" Kania tampak geram kepada Kevin.
__ADS_1
Kevin yang sempat syok lalu sadar dan kembali melihat Kania dengan mata sendu.
"Ini aku Kak, maaf... Tadi aku cuma ingin mengerjai Kak Kania aja tapi ini benaran Kevin adik kesayangan Kak Kania," ucap Kevin lirih.
"Buktikan kalau kamu memang Kevin."
"Waktu aku berumur 8 tahun, aku demam terus Kak Kania diam-diam mengganti cairan obat dengan sirup yang warnanya sama karena aku tidak suka obat."
Kali ini mata Kania yang terbelalak. Dia terkejut karena harusnya saat itu tidak ada yang tahu apa yang dia lakukan kecuali dirinya sendiri.
Bagaimana dia bisa mengetahui hal itu?! Padahal di dalam kamar cuma ada gue sama Kevin! Gue yakin gak ada orang selain Kevin! Berarti dia...
"Kamu... Beneran Kevin?" tanya Kania ragu.
"Iya Kak ini aku Kevin! Apa Kakak masih perlu bukti?"
Kevin segera mengeluarkan handphone nya lalu menunjukkan foto-foto kebersamaannya dengan Kania.
"Kevin?! Jadi kamu beneran Kevin!"
Wajah Kania tampak berseri-seri dan langsung memeluk Kevin.
"Ya ampuuuun! Kakak kangen banget sama kamu!"
Setelah melepas pelukannya, Kania mencubit kedua pipi Kevin gemas.
"Ih sebel! Sekarang jadi gak bisa cubit pipi kamu kaya dulu lagi!" protes Kania.
"Tapi kamu benar-benar berubah, Kakak sampai pangling dan gak kenal sama kamu tadi."
"Gimana penampilan aku sekarang Kak?"
Kania memberikan dua jempol kepada Kevin.
"Keren pake banget!"
Kevin tersipu malu dan senang sekali mendengar Kania memujinya.
"Makasi Kak."
Kania mengelus-elus pipi Kevin yang masih memerah akibat tamparannya.
"Maaf aja gak cukup, hati aku sakit sekali, Kak Kania tidak mengenaliku terus malah menamparku."
"Lagian siapa suruh kamu berkata buruk tentang dirimu sendiri?! Dasar nakal!" Kania mengacak-acak rambut Kevin meskipun harus jinjit karena Kevin lebih tinggi darinya.
"Aku cuma mau tahu apa Kak Kania masih peduli sama aku atau engga."
"Kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya Kania lirih.
"Kalau Kak Kania peduli terus kenapa selama satu tahun Kak Kania gak main ke rumah?"
"Maaf akhir-akhir ini aku sibuk, o iya kamu mau kemana?"
"Aku sengaja ke kampus Kak Kania karena aku kangen banget sama Kakak, aku juga mau nunjukin diri aku yang sekarang."
"Kakak juga kangen sama kamu, sama Keanu juga, gimana kabarnya?
"Dia baik, Mommy dan Daddy juga baik."
Kania tidak memanggil suami Ibunya sama dengan adik-adik tirinya, dia lebih nyaman memanggil pria itu Papa.
"Kak kita makan siang yuk, perut aku lapar," ajak Kevin.
"Kamu mau makan dimana?"
"Kita ke Mall aja Kak, abis makan kita bisa jalan-jalan, gimana? Kakak mau, kan?"
"Yaudah yuk."
Kania dan Kevin pun masuk ke dalam mobil. Kevin duduk di kursi pengemudi sedangkan Kania duduk di sampingnya.
Setelah Kania memakai sabuk pengaman, Kevin melajukan mobilnya pergi meninggalkan tempat itu.
...****************...
__ADS_1
Di dalam mobil Kania teringat dengan Aditya yang pasti sedang menunggu kabar darinya.
"O iya kamu bawa power bank gak Dek? Kakak pinjam soalnya baterai handphone Kakak habis."
"Pakai charger mobil aja Kak, kabelnya juga udah dipasang, Kakak tinggal colok ke handphone."
Kania mengeluarkan handphone nya dari dalam tas lalu mencolok ujung kabel charger ke handphone nya.
"Keanu koq gak ikut?"
"Dia pergi main sama temen-temennya, Kak Kania kaya gak tahu dia aja."
"Dia emang gak suka diatur, kalau dia salah cukup nasehati, jangan dimarahi dengan keras, dia pasti bakal melawan."
Kevin selalu menghormati pendapat Kania. Dia bahkan lebih mengikuti pendapat Kania daripada kedua orang tuanya. Bisa dibilang kalau Kevin sangat mempercayai Kania.
[Visual Keanu]
Keanu Hudson, adik Kevin dan juga adik tiri Kania. Umurnya 15 tahun dan mempunyai sifat bertolak belakang dengan Kevin.
Kepribadian Keanu lebih bebas, dia tidak suka dikekang atau diatur. Dia juga tidak peduli dengan perusahaan jadi dia tidak masalah kalau Daddy nya mewariskan perusahaan keluarga mereka kepada Kevin.
Meskipun terlihat tidak punya tujuan dan senang main-main tapi sebenarnya Keanu mempunyai bakat menari dan suaranya juga bagus.
Sekarang Keanu memang belum terpikir akan seperti apa masa depannya tapi siapa yang tahu mungkin dengan bakat dan wajahnya yang tampan dia bisa saja menjadi idol.
Meskipun Keanu juga jarang bertemu Kania setiap Kania datang ke rumah mereka tapi Keanu tetap sayang dengan kakak tirinya itu.
Sama seperti Kevin, Keanu juga berpikir kalau cuma Kania yang mengerti dirinya. Kania juga tidak pernah memarahinya tidak seperti orang tuanya dan juga Kevin.
Keanu juga tidak pernah membantah ucapan Kania padahal kalau orang tuanya yang bicara, Keanu selalu bisa membantah ucapan mereka.
Mereka bertiga saling menyayangi meskipun mereka tidak seratus persen saudara kandung tapi fakta di dalam tubuh mereka juga mengalir darah dari wanita yang sama membuat mereka tidak peduli dengan istilah saudara tiri.
...****************...
Aditya yang sudah pulang lebih dulu terlihat gelisah. Entah sudah berapa kali dia mondar mandir di ruang tengah.
"Biasanya abis bimbingan langsung pulang, koq belum sampai rumah?" bergumam sendiri.
"Tadi kata Kak Ratna, Kak Kania udah pulang tapi mana?? Di telepon gak aktif, di chat juga cuma contreng satu!"
Aditya sudah mulai geregetan dan khawatir karena Kania belum bisa dihubungi.
Permata yang baru selesai menata makanan di meja makan bermaksud mengajak Aditya makan siang bersamanya tapi saat dia sampai di ruang tengah, dia melihat Aditya tampak tidak tenang.
"Aduh kepala Mami pusing lihat kamu mondar mandir gak jelas."
"Mami masa gak khawatir sama Kak Kania!"
"Khawatir? Emangnya Kania kenapa?"
"Kak Kania belum pulang Mi! Nomornya juga gak bisa dihubungi!"
Permata memutar bola matanya keatas.
"Mungkin Kania pergi dengan temannya terus gak sadar kalau handphone nya mati."
"Kalau mau pergi dengan temannya kenapa gak kabarin aku dulu?! Terus kenapa handphone nya bisa mati? Atau sengaja dimatiin."
"Tadi pagi sebelum pergi Ayah menitipkan kalian sama Mami, Ayah minta Mami menjaga kalian selama Ayah dinas ke luar kota jadi kalau ada apa-apa pasti Mami tidak akan tinggal diam."
"Terus kenapa Mami gak khawatir Kak Kania belum pulang?! Gimana kalau ada yang jahat sama dia di jalan dan gak ada yang bantu Kak Kania!"
Aditya mengacak-acak rambutnya sendiri karena frustasi memikirkan keselamatan Kania, kekasih hatinya.
"Yaudah sekarang kita makan siang aja dulu, siapa tahu nanti handphone nya aktif."
"Aditya gak mau makan! Sebelum Kak Kania pulang, Aditya gak mau makan!"
Aditya langsung lari menuju tangga dan bergegas naik ke lantai atas.
"Huuh... Kalau bukan karena Mas Hendra yang minta aku buat sabar, pasti Aditya sudah aku tarik dan aku ikat di kursi."
__ADS_1
...****************...