
Leo pergi lebih dulu karena ada kelas sedangkan Kania dan Ratna masih duduk manis di kursi kantin kampus mereka.
"Ni, lu masih utang penjelasan ama gue."
"Penjelasan tentang apalagi sih Na?"
"Tentang masalah kemarin di gerobak soto ayam gue, kenapa Aditya sampe marah banget sama itu om-om?"
"Ya ampun Na, mulut gue baru istirahat masa harus cuap-cuap lagi... huuh...."
"Udah kali istirahatnya, jangan kelamaan entar mulut lu gak bisa dibuka gimana?"
"Ih jahat banget mulut lu," ucap Kania sambil melirik tajam Ratna.
"Makanya dipake tuh mulut, sebagai pemilik tempat gue berhak tahu masalahnya, cepet jelasin."
"Iya iya," jawab Kania malas-malasan.
"Om-om kemarin ngerayu gue, dia bilang bakal bayar gue berapa aja asal gue mau ikut dia ke hotel."
"What?! Serius Ni?!" pekik Ratna.
"Terus kenapa gak lu usir aja tuh om-om?" lanjut Ratna.
"Gue takut Na, badan gue gak bisa bergerak terus pas tuh om-om mau megang gue, tiba-tiba Aditya dateng terus pelintir tangannya tuh om-om."
"Megang lu?? Wah itu sih udah keterlaluan, pantes aja Aditya marah banget sama tuh om-om."
"Maaf ya Na, kalau aja kemarin gue lebih berani menghadapi tuh om-om Aditya gak bakal bikin ribut di tempat jualan lu."
"Engga apa-apa Ni, slow aja, lagian kalau tahu masalahnya kaya gitu, gue pasti bakal dukung Aditya buat patahin tangannya tuh om-om."
"Jangan, gak boleh, nanti Aditya bisa kena masalah kalau tuh om-om lapor polisi."
"Ciee~ perhatian bangeet~" ledek Ratna.
"Iih apaan sih?! Gak jelas lu Na!" ucap Kania sewot dengan pipi yang mulai memerah.
"Udahlah Ni jujur aja, lu suka sama Aditya kan?"
"Jangan ngaco lu, dia calon adek tiri gue, gak mungkin gue suka sama dia."
"Masa sih? Beneran gak suka? Kalau gitu buat gue aja deh."
"Gak boleh!" celetuk Kania tiba-tiba.
Kania langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan kedua pipinya merona merah.
Duh bego banget! Kenapa gue bisa keceplosan sih?!
Gerutu Kania dalam hati.
Ratna cekikikan melihat Kania yang salah tingkah.
"Jahat banget sih lu dari tadi ledekin gue mulu." Kania memanyunkan bibirnya.
...****************...
Aditya memakai helm dan naik ke atas motor sportnya.
Jadi kangen, kalau diajak ketemuan Kak Kania mau gak ya?
"Coba tanya dulu deh, sapa tahu orangnya mau."
Aditya pun melepas kembali helmnya lalu mengeluarkan handphone dari dalam saku celananya dan menghubungi kontak Kania.
...****************...
...Drrrt drrttt...
Handphone Kania bergetar di atas meja.
"Panjang umur, baru diomongin, orangnya langsung nelepon, berarti jodoh tuh." celetuk Ratna saat melihat nama Aditya di layar handphone Kania.
"Udah kenapa sih? Jangan ledekin gue mulu," protes Kania.
"Lah lu aja yang baper."
"Nyebelin, gue gak mau bantuin lu jualan lagi," ancam Kania.
"Gitu aja ngambek ampe telepon dari Aditya dicuekin."
"O iya!"
__ADS_1
Kania pun langsung menggeser tombol hijau pada layar handphonenya.
...----------------...
...[via telepon]...
Aditya: Kak
^^^Kania: Iya?^^^
^^^Kania: Ada apa Aditya?^^^
Aditya: Aku mau ketemu di kafe
Aditya: Kak Kania bisa gak?
^^^Kania: Sekarang?^^^
Aditya: Iya Kak
^^^Kania: .......^^^
Aditya: Halo? Kak?
Aditya: Kenapa diam? Jadi gimana?
^^^Kania: I-Iya^^^
Aditya: Ok, aku kirim lokasi kafenya ya
Aditya: Atau aku jemput aja
Aditya: Kak Kania dimana sekarang?
^^^Kania: Engga usah^^^
^^^Kania: Kamu kirim aja lokasinya^^^
Aditya: Ok
Aditya: Aku tunggu ya Kak
^^^Kania: Iya^^^
Aditya: Kenapa Kak?
^^^Kania: Kamu naik motor ya ke sana?^^^
Aditya: Iya, aku kesana pakai motor yang kemarin, kenapa?
(Kania merasa sedikit khawatir mengingat bagaimana Aditya mengendarai motornya kemarin. Dia pun beranjak dari kursinya dan berjalan sedikit menjauh dari Ratna)
^^^Kania: Hati-hati ya^^^
(Kania tidak mau diledeki lagi oleh Ratna jadi dia mengatakan itu dengan suara pelan agar Ratna tidak bisa mendengar ucapannya)
Aditya: Iya Kak
Aditya: Kakak juga hati-hati ya
...----------------...
Kania mengakhiri panggilan telepon itu lalu kembali ke kursinya.
"Yaelah bilang I love you aja ampe harus ngejauh dari gue."
"Bukaaan! Gue engga bilang kaya gitu tadi!" Pipi Kania kembali memerah.
"Masa siih~?" ledek Ratna.
"Emang bukan itu! Makanya jangan sok tahu!"
"Nyebelin, mending gue pergi aja deh," ucap Kania dengan wajah cemberut lalu mengambil tasnya dari atas meja.
"Jangan pura-pura ngambek, gue tahu lu mau ketemu doi, mau gue anterin gak?" tawar Ratna sambil tersenyum menggoda Kania.
"Engga usah, makasi, mending gue naik angkutan umum daripada kuping gue panas denger lu ledekin gue mulu." Kania pun beranjak dari tempatnya.
"Hati-hati Ni! Sukses ya kencannya!" teriak Ratna.
Meskipun tidak banyak mahasiswa di kantin tapi Kania tetap merasa malu akibat ulah Ratna.
...****************...
__ADS_1
Aditya sudah sampai di kafe, setelah memarkirkan motornya Aditya pun masuk ke dalam dan berjalan menaiki tangga menuju lantai atas kafe itu.
Pelayan kafe pun mendatangi meja Aditya dan memberikan menu kepadanya.
"Milkshake coklat satu, milkshake strawberry satu, kentang goreng dan roti bakar coklat keju."
"Apa ada lagi?" tanya pelayan kafe sopan.
"Tidak," jawab Aditya sambil mengembalikan menu ke pelayan itu.
"Baik, mohon ditunggu pesanannya."
Setelah mengambil menu, pelayan itu pun pergi dari meja Aditya.
Aditya menolehkan wajahnya dan melihat langit sore itu yang terlihat dari teras kafe.
"Kak Kania sudah sampai mana ya? Dia beneran dateng kan? Kenapa gue gugup gini?" gumam Aditya.
Selang sepuluh menit setelah minuman pesanan Aditya datang, Kania menelepon dan bertanya dimana Aditya lalu Aditya memberitahu kalau dia ada di lantai atas kafe.
Kania pun menaiki tangga dan mencari keberadaan Aditya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, Kania melihat Aditya mengangkat tangan lalu dia pun berjalan menghampiri Aditya.
"Maaf lama ya, tadi jalannya agak macet," ucap Kania sambil duduk di kursi.
"Untung kesini pakai ojek online jadi--" Ucapan Kania langsung dipotong oleh Aditya.
"Ojek online?"
"Iya, ojek online, kenapa?"
"Kak Kania engga pegangan abang ojek online -nya kaya pegangan aku waktu itu, kan?"
"E-Engga, masa aku pegangan abangnya kaya gitu? Risih lah."
"Kalau sama aku risih gak?" tanya Aditya sambil menunjukkan senyum andalannya.
"I-Itu hm...."
Ya Tuhan! Kenapa Engkau menciptakan makhluk setampan dia?! Engga! Inget Kania apa tujuan lu dateng kesini!
Kania berusaha menenangkan pikiran dan detak jantungnya yang deg-degan.
Manis banget sih kalau lagi salah tingkah jadi gemes pengen cubit pipinya yang merah.
Aditya tertawa kecil melihat tingkah Kania.
"Aditya," panggil Kania.
"Iya?"
"Sebenarnya aku kesini karena ada yang ingin aku omongin sama kamu."
Jangan-jangan Kak Kania mau mengatakan perasaannya! Cepat banget! Beneran dia mau bilang perasaannya? Gimana nih? Duh, deg-degan banget!
Histeris Aditya dalam hati.
"I-Iya, Kak Kania mau ngomong apa?" tanya balik Aditya malu-malu.
"Kamu...."
Kamu mau gak jadi pacar aku? Tentu aja mau banget Kak! Aku mau jadi pacar Kak Kania!
Hanya memikirkan itu membuat hati Aditya berbunga-bunga sehingga membuat senyumannya semakin mengembang. Dia tidak sabar mendengar kalimat yang dia pikirkan itu diucapkan oleh Kania.
"Kamu pura-pura sakit perut kan waktu di Mall."
"Hah?"
Wajah berseri-seri Aditya pun langsung hilang.
Ternyata dia mau bahas soal itu, padahal gue pikir dia bakal... sial, gue udah baper duluan lagi... huuh...
...****************...
Author: Hai haii~
Seneng banget hari ini aku bisa update 2x 😆
Semoga ke depannya bisa terus begini ya 🙏🏻😣
Makasi banyak likenya ❤️❤️❤️
Sampai bertemu di bab selanjutnyaaa~
__ADS_1