
Hai, maaf ya aku lama gak update soalnya aku lagi galau.
Bukan galau putus cinta tapi karena cerita ini.
Kalau ada yang merasa ceritanya ngebosenin, alurnya lamban, gak jelas dan bertele-tele, kalian benar.
Karena aku juga merasa seperti itu makanya aku jadi galau mau lanjutin ceritanya atau dicukupkan.
Sebenarnya dari awal aku buat cerita ini aku emang gak mau ada konflik yang berat karena niatnya mau bikin cerita yang bisa dinikmati, cerita tentang masa-masa pacaran Aditya dan Kania.
Gak ada trik yang jelimet, gak ada konspirasi dari tokoh antagonis bahkan yang dilakukan tokoh antagonisnya aku buat sewajarnya.
Jadi mungkin itu alasannya beberapa pembaca merasa ceritanya kurang greget.
Aku ngerti koq soalnya aku juga baca karya novel yang lain. Dibanding novel mereka, novel aku kesannya datar.
Maaf ya kalau selama ini kalian kurang puas sama ceritanya, udah gitu lama lagi updatenya hehe.
Dan MAKASI BANYAK buat kalian yang selalu ikutin cerita ini dan kasi dukungan berupa like dan komen. Semua itu jadi semangat tersendiri buat aku.
Aku jadi gak enak sama kalian karena memberikan cerita yang membosankan.
Kalau aku terusin ceritanya apa kalian masih mau baca?
Tapi jangan harap ada konflik yang berat seperti yang udah aku jelasin diatas.
Aku kasi bocoran ya, bab selanjutnya aku mau masalah antara Kania, Aditya dan Mutiara selesai. Terus bakal ada masalah lain yang juga harus diselesaikan Kania dan Aditya agar hubungan mereka semakin kuat.
Jadi gimana menurut kalian? Terus atau udahan? (kaya judul lagu hehe)
Khusus bab 60 aku kasi side story saat Kania dan Kevin di Mall sebelum Aditya datang.
...****************...
Saat sudah berada di Mall, Kania mengajak Kevin menelusuri toko-toko yang ada disana.
"Kak, ada yang mau Kak Kania beli?" tanya Kevin.
"Iya tapi aku bingung apa yang harus aku beli."
"Huuh... Pantesan aja daritadi kita cuma jalan-jalan keliling Mall, pegel nih Kak."
"Maaf ya." Kania pun cuma bisa nyengir mendengar keluhan Kevin.
"Kak Kania bingung kenapa? Soal harga?"
"Bukan tapi bingung mau beli apa?"
"Yaudah kalau bingung gak usah beli apa-apa, beres, kan?"
"Iiih harus beli sesuatu yang spesial!"
"Spesial? Buat Ayah?"
"Bukan, bukan buat Ayah tapi...." Kania tampak malu-malu untuk melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Kevin mengerti maksud Kania saat melihat ekspresi kakaknya itu. Dia pun tidak tahan untuk tidak menggoda kakaknya.
"Aku tahu buat siapa, pasti buat calon kakak ipar, kan?"
"Ca-calon kakak ipar?! I-itu berlebihan Kevin."
Kevin pun terkekeh melihat Kania yang salah tingkah.
"Iih Kevin! Kamu godain Kakak ya!"
Wajah Kania langsung cemberut dan memukul lengan Kevin.
"Ah! Sakit Kak~" Kevin meringis kesakitan sambil mengusap-usap lengannya.
"Lagian kamu iseng godain Kakak," ucap Kania ketus.
"Iya aku salah, aku lupa kalau punya Kakak galak," sindir Kevin.
Kevin pun segera menjauh dari Kania saat kakaknya itu akan memukulnya lagi.
"Daripada kamu bikin Kakak kesel mending kamu kasi saran buat Kakak."
"Saran? Kakak gak salah minta saran aku? Pacaran aja gak pernah gimana mau kasi saran."
"Bukan saran soal hubungan Adikku sayang tapi barang apa yang harus Kakak beli buat dia."
"Ooo, buat hadiah ulang tahun?"
"Bukan tapi Kakak udah janji mau kasi dia hadiah spesial."
"Hadiah annivesary?"
"Baru dua bulan? Ciee~ lagi anget-angetnya nih~ entar kalau udah lama jadi dingin terus basi," goda Kevin.
"Nih anak nyebelin ya! Kakak serius Kevin!"
"Iya iya, jangan marah lagi Kakak ku sayang~" rayu Kevin.
"Huuh... Hadiah apa yang harus aku berikan untuknya?"
"Kalau aku sih, apapun hadiah dari pacarku semuanya spesial."
"Ternyata kamu juga sama kaya dia, sama-sama bucin," cibir Kania.
"Aku perlu saran yang lebih spesifik!" ucap Kania geregetan.
Kevin baru menyadari ternyata mereka berdua sedang berdiri di depan toko jam tangan.
"Beli itu aja Kak," ucap Kevin sambil menunjuk ke etalase toko.
Mata Kania pun mengikuti arah yang ditunjuk Kevin.
Jam tangan?
Beberapa saat Kania tampak berpikir lalu seketika matanya berbinar.
__ADS_1
"Iya benar! Jam tangan! Ayo Kevin!"
Kania segera menarik lengan Kevin masuk ke dalam toko jam tangan itu.
Di dalam toko, Kania kebingungan lagi untuk memilih jam tangan.
"Kevin, jam tangan seperti apa yang disukai cowok?" tanya Kania sambil melihat jejeran kotak berisi jam tangan di dalam etalase kaca.
"Kalau aku sih suka jam tangan dengan rantai silver seperti ini," jawab Kevin menunjuk ke salah satu jam tangan.
Kania tampak ragu, dia merasa jam tangan itu tidak sesuai dengan kepribadian Aditya.
"Tidak, jangan yang itu."
"Maaf Kak, ada yang bisa Saya bantu?" tanya penjaga toko ramah.
"Eh iya Mba, biasanya jam tangan model apa ya yang disukai cowok?"
Penjaga toko itu pun mengeluarkan lima kotak jam tangan ke atas etalase.
"Ini model jam tangan cowok yang biasanya dibeli pelanggan kami."
Kania langsung menyingkirkan tiga jam tangan dengan rantai silver yang terkesan dewasa.
Sekarang tinggal dua model jam tangan dengan tali bahan. Yang satu warnanya hitam dan satunya lagi hijau army.
"Kevin, menurut kamu yang hitam atau yang hijau?"
"Jangan tanya aku, aku kan bukan pacar Kak Kania."
"Aku tuh nanya karena kalian sama-sama cowok."
"Kalau gitu pilih jam tangan dengan rantai silver aja, aku lebih suka model jam tangan seperti itu."
"Sama kamu sih cocok tapi kalau sama dia gak."
"Yaudah terserah Kak Kania mau pilih yang mana, lagian masa Kak Kania gak tahu warna kesukaan pacar sendiri."
Kania langsung ingat kalau barang-barang Aditya kebanyakan berwarna hitam, entah itu kaos, celana, topi, tas atau sepatu bahkan kamar Aditya juga lebih didominasi dengan warna hitam.
"Mba, Saya mau jam tangan yang hijau army aja."
"Pacarnya Kak Kania suka warna hijau? Biasanya kan cowok sukanya warna hitam."
"Iya, dia juga kayanya suka warna hitam makanya Kakak pilih warna hijau supaya saat dia lihat jam tangan itu, dia ingat sama Kakak terus."
"Tapi gimana kalau dia gak suka terus gak mau pakai jam tangan itu?"
"Dia pasti mau pakai jam tangan itu kalau tidak...."
Seketika bulu kuduk Kevin merinding saat melihat Kania tersenyum menyeringai.
...****************...
Aditya yang sedang berada di kamarnya tiba-tiba merasa dingin.
__ADS_1
"Koq dingin ya? Biasanya juga engga, apa ACnya baru dibersihin?"
...****************...