
...🌺🌺🌺🌺🌺...
🛌Di kamar Bella🛌
Bella merebahkan tubuhnya di atas ranjang nan empuk itu. dirinya begitu capek setelah seharian penuh mengajar.
Ting... Notifikasi pesan itu membuat Bella berdecak sebal.
"Siapa sih malam-malam gini masih chat?" gerutunya meraih handphone di atas nakas.
+62**********
Aku tunggu depan rumahmu. turun cepat!
Bella pun mengerutkan dahinya. bingung siapa yang mengiriminya pesan perintah seperti ini. Menyibakkan kain jendela. betapa kagetnya mendapati Rael sudah memarkirkan motornya dihadapan rumah. Takut jika seisi rumah tau. Bella pun bergegas keluar rumah tanpa memperdulikan pakaian yang dipakainya.
"Eh, lo ngapain disini bocah?" tanya Bella ngegas meski ia masih celingukan, takut ada yang terbangun dan melihat mereka berdua. Rael yang kaget pun malah terpesona akan wajah alami Bella tanpa bedak sedikit pun.
'Kok jadi imut gini sih guru kecil!kayak anak kecil banget!' puji Rael dalam hatinya.
"Oi, ditanya malah bengong!" sarkas Bella kesal.
"Aku mau ajak kamu keluar bentar!!" tarik Rael pada Bella untuk naik keatas motornya.
"Eh~eh, kamu mau bawa saya kemana?" tanya Bella bingung.
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat!" Rael pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Mau tak mau Bella harus memeluknya dengan sangat erat.
"Bocah! kamu mau bunuh saya? nggak makai helm lagi!" teriak Bella malah membuat Rael kesenangan.
Sesampainya di taman pusat kota. Rael memarkirkan motornya. Bella pun terus cemberut. merasa sangat kesal dibuatnya.
"Ngapain kamu bawa saya kesini?" tanpa menatap yang ditanya. Bella melirik sekeliling yang penuh keramaian. seperkian detik kemudian ia bersin, mungkin udara malam terlalu dingin dan itu membuat Bella baru sadar jika dirinya kini hanya memakai baju tidur bahkan itu tanpa bra yang melekat ditubuhnya. membayangkan tadi ia telah begitu erat memeluk Rael membuat Bella menggeleng seketika.
"Pakai ini!" titah Rael yang menyerahkan jaket nya pada Bella. Bukannya tidak mau basa basi, hanya saja Bella sudah merasa malu untuk berdebat dengan Rael. ia memikirkan bagaimana pikiran mesum Rael terhadap nya tadi. "Lo belum pernah kesini malam?" tanya Rael. Bella pun menggeleng. Seumur hidupnya belum pernah Ia menginjakkan kaki di taman apalagi saat malam begini.
"Bagus deh kamu belum pernah kesini, itu berarti aku lelaki pertama yang membawa mu kesini. kamu harus mengingat nya selalu!" ujar Rael sambil tersenyum. Bella hanya menatap datar dan sedikit mengangguk. Rael pun menarik tangan Bella ke penjual jagung bakar langganan nya.
"Mang 2 ya, kayak biasa." ujarnya santai.
"Siap den!" ujar pedagang itu.
__ADS_1
Rael pun kembali menarik tangan Bella. meski tidak kasar tetap saja Bella merasa risih diperhatikan orang sekeliling.
"Lepasin!" tegas Bella menghentakkan tangan Rael dengan lembut, Bella pun memutuskan duduk di kursi taman yang tidak jauh dari penjual jagung bakar itu.
"Tujuan kamu apa bawa saya kesini?" to the point Bella membuat Rael senang.
"Aku mau ajak kamu dinner. tapi aku cuman bisa bawa kamu kesini, maaf ya." lesu Rael duduk disebelah Bella. Ucapan Rael berhasil membuat Bella sedikit berempati.
'Romantis juga nih bocah! meski cuman dibawa ke taman ini, aku tetap senang. jarang-jarang juga healing malam-malam begini.' pikir Bella. Bella menjawab ucapan Rael hanya dengan mengangguk, bagaimanapun dirinya sekarang adalah pacar Rael.
"kenapa nggak kasih tau dulu sih? lihat nih saya kucel masih pakai baju tidur!" tunjuk nya.
"Kan aku juga mau lihatin kamu kayak gembel gini. Mana tau orang pada kasihan dan nyumbangin uang nya gitu." tawa Rael pecah sedangkan Bella menahan amarahnya kesal.
"Nih jagung bakarnya Den." Belum sempat Bella marah, pedagang pub datang mengantarkan pesanan mereka tadi. Rael pun meraih jagung itu dan memberikan salah satunya pada Bella.
"Makasih ya Mang Ujang." Bella memperhatikan gelagat aneh antara Rael dan pedagang itu.
"Sama-sama Den, saya permisi dulu!" Bella merasa jagung ini belum dibayar.
"Eh bentar pak, nih uang bayarannya gimana?" pedagang itu malah tertawa.
"Kenapa harus dibayar non gelis. sedangkan taman ini pu.." Rael pun menyelah.
'Untung aja ngak keterusan, Kalau Bella tau taman ini wilayah kekuasaan Swaq Partners pasti ketahuan identitas gue sebagai ketua!' gumam Rael dalam hatinya. Bella hanya ber-oh saja. pedagang itupun kembali ketempatnya.
'Pantes dibawa kesini, memang nggak modal nih bocah!' pikir Bella dalam hatinya. Rael dan Bella pun menikmati jagung bakar dengan nikmat sebelum Notifikasi pesan di handphone Rael berbunyi.
💬Swaq Partners💬
Bos, kami sudah sampai di markas mereka. langsung serang saja kah?
💬Rael💬
Serang sekarang juga. bakar markas mereka!!
Bella bingung melihat Rael yang terus-terusan tersenyum devil.
"Kamu g*la ya?" tanya Bella mengembalikan Rael ke dunia nyatanya.
"Aku lagi mikir aja. gimana reaksi anak-anak yang lain pas tau aku jalan sama kamu?" Bella mengalihkan perhatian nya jengah. meski dalam hatinya sedikit panik atas ucapan Rael.
__ADS_1
"Plis deh! kamu mau buat saya malu dengan jalan sama bocah kayak kamu?!" ujar Bella tajam.
"Bocah-bocah! gini-gini aku bisa bikin bocah loh!" ujarnya mesum, membuat Bella semakin jijik.
'Nih bocah bukan cuman nyebelin tapi juga mesum!' pikir Bella dengan kesal. Bella kembali menyantap jagungnya dan mengalihkan pandangan dari wajah Rael disebelah nya. Rael yang merasa diacuhkan pun berinisiatif untuk menjahili Bella. Namun, belum sempat dirinya ingin menjahili. notifikasi telpon handphone Bella pun berbunyi.
"Hallo..." Bella tampak serius.
"Bos markas dikepung sama geng Swaq Partners! mereka mau bakar markas!" ujar orang di sebrang membuat Bella emosi.
"Apa? tunggu Saya di sana. halangi sebisa kalian!" Bella menggeram dan mematikan telpon.
"Saya pulang duluan!" ujarnya meninggal Rael begitu saja.
"Tunggu Bel aku antar kamu!" teriak Rael mendapati Bella yang akan memasuki taksi.
"Nggak usah. lo pulang aja!" Bella pun berlalu pergi dengan taksi. meninggalkan Rael yang penuh kebingungan.
🏡Markas Violet Letera🏡
Rumah bertingkat dua itu tengah dikelilingi geng motor Swaq Partners. geng motor yang sangat terkenal di kota A. bahkan separoh wilayah kota adalah wilayahnya. Semenjak adanya geng motor Violet Letera sebagai pesaing kekuasaan wilayah mereka, membuat kedua geng ini terus saja bersiteru.
"Ngapain kalian di markas gue?" melaju lah motor berwarna ungu itu dihadapan geng Swaq Partners. Seorang perempuan yang mengendarai nya menggunakan celana jeans serta jaket dan helm yang mempu membuat orang disekitarnya tidak bisa mengenali bahwa ia adalah wanita. ia adalah Bella, ketua dari geng motor Violet Letara.
"Lo siapa?" tanya salah satu anggota Swaq Partners, suara itu membuat Bella seakan familiar.
"Bos!" ujar Riko keluar dari markas. Bella pun membisikkan sesuatu pada Riko setelah memberhentikan motornya. Setelah berbisik Bella pun masuk ke dalam markas. Riko pun berjalan kearah segerombolan geng motor Swaq Partners.
"Bos kami mau berunding tanpa kekerasan!" hiruk pun terjadi antara geng motor itu.
Sebuah motor ninja pun datang, ikut bergabung ke dalam barisan geng motor Swaq Partners. Orang yang memanggil Bella tadi pun langsung turun dari motornya dan mulai menjelaskan apa yang terjadi kepada orang yang baru datang tersebut.
"Gimana Bos?" tanya Gibran pada Rael. Rael mencoba berfikir.
"Okey gak apa-apa juga. lo yang wakilkan gue. gue mau pulang!" ujar Rael santai dan melajukan motornya kearah rumah Bella.
Ia masih khawatir sudah 1 jam dirinya menunggu balasan chat dari Bella. tetap saja tidak kunjung dibalas. Rael hanya takut terjadi sesuatu pada Bella. Gibran pun mewakili geng Swaq Partners untuk berunding. Memasuki markas, Gibran menghirup aroma parfum wanita.
"Silahkan duduk disini. saya panggilkan bos dulu!" ujar Riko.
"Jingga bawakan tamu kita ini minum!!" teriaknya.
__ADS_1
'Owh ada seorang wanita disini. mungkin itu farfumnya!' pikir Gibran kemudian.
BERSAMBUNG.....