MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
BELLA YANG JAHIL


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Siang itu, setelah makan siang. Bella dan Rael memutuskan untuk kembali ke kediaman Ken Wijaya. Mengemasi beberapa barang yang mereka butuhkan selama tinggal di kediaman Genandra.


"Kok kamu tiba-tiba pengen tinggal di rumah Ayah?" Tanya Bella sambil memasukkan beberapa barang ke dalam tas.


"Aku ingin berduaan dengan mu." Ucap Rael menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Jadi cuma itu alasannya? Apa tidak ada yang lain?" Tanya Bella sekali lagi dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Selain itu aku juga ingin menunjukkan kehidupan ku selama ini padamu. Sebagai suami istri tentu kita harus saling tau soal kehidupan masing-masing." Ujar Rael yang duduk di sebelah Bella.


"Bisa dibilang benar sih ucapan kamu. Ternyata setelah wisuda kamu makin pintar ya." Ucap Bella sambil tersenyum mengejek.


"Jadi selama ini aku nggak pintar?" Tanya Rael sambil tersenyum. Bella mengeleng dan menjulurkan lidahnya untuk mencibir Rael.


"Emang nggak pintar. Wleeek..." Ujarnya berdiri dan melangkah menghindari Rael yang sudah mengejarnya.


"Awas ya kamu, sini aku kasih hukuman." Ujar Rael dengan senyum lebar yang tidak pernah lepas dari wajahnya. Ia tau istrinya ini suka sekali bercanda apalagi menjahilinya. Mungkin sudah tertular salah satu sifatnya itu.


Langkah Rael yang lebar tentu membuatnya bisa menangkap Bella dengan mudah. Rael langsung memeluk erat sang istri yang sudah terkekeh geli ulah gelitikan nya.

__ADS_1


"Aduh ampun... ampun..." Pinta Bella memohon ketika bersusah payah menahan kegelian.


"Makanya jangan suka jahil. Rasain nih hukuman nya." Ujar Rael tertawa. Saat merasakan Bella yang sudah lelah, akhirnya Rael menghentikan aksinya menggelitiki Bella.


"Ah, capek nya. Aku rasa berat badanku akan turun setelah ini. Keringatku bercucuran ulah perbuatan mu Rael!" Kesal Bella yang masih tersenyum lebar. Ia coba untuk mengatur nafasnya secara perlahan. Detak jantungnya kian menggebu-gebu saat Rael malah menaruh kepalanya bahu Bella. 


"Bel, kita bakal bahagia selalu kan?" Tiba-tiba pertanyaan Rael terdengar tidak bersemangat. Bella langsung membalikkan badannya menatap lelaki jangkung itu.


"Kok tanyanya gitu?" Ujar Bella mengerutkan keningnya.


"Soalnya semalam aku mimpi kamu pergi ninggalin aku. Jujur aja aku udah nyaman banget kalau kamu ada di sisi aku, untuk berpisah dari kamu kayaknya aku udah nggak bisa." Ungkap Rael menekuk wajahnya sedih. Bella menangkup wajah Rael dan tersenyum manis.


"Jangan berfikiran buruk, lagian itu kan cuma mimpi. Aku juga udah nyaman banget sama kamu, jadi nggak mungkin aku bakal ninggalin suami brondong ku ini." Ujar Bella memainkan tangannya di rambut Rael sampai rambutnya menjadi acak-acakan.


"Tapikan aku dosen kamu. Jadi aku lebih dewasa dari kamu. Wleeek..." Cibir Bella kembali berlari. Rael pun menggeleng-geleng dan terpaksa harus mengejar istrinya lagi.


"Kapan orang bisa disebut dewasa Bel? Apa melakukan olahraga malam bisa membuat orang disebut dewasa?" Sontak ucapan frontal Rael malah menghentikan langkah Bella dan langsung menutup mulut sang suami dengan tangannya.


"Kamu ini mesum banget, bicaranya selalu soal ranjang. Apa dipikiran mu cuma itu? Kalau orang dengar nanti bisa salah paham." Ujar Bella kesal dan sedikit menahan malu. Untung saja mereka saat ini tengah di kamar dan tidak akan terdengar oleh siapapun. Rael pun meraih tangan Bella yang menutupi mulutnya, dengan tiba-tiba ia langsung memeluk Bella erat.


"Nggak akan ada yang salah paham Bel, kita ini udah sah baik agama maupun hukum negara. Kamu tidak usah malu begitu sampai pipi mu seperti kepiting rebus." Ujar Rael memberi pengertian pada Bella sambil sedikit menggodanya.

__ADS_1


"Aish... Apaan sih mana ada kayak kepiting rebus! Ya udah lepasin dong, engap nih!" Titah Bella, membuat Rael melepaskan pelukan nya. Bella teringat akan hadiah yang telah ia persiapkan untuk Rael, seketika ia langsung berjalan mendekati nakas di samping ranjang. Rael hanya diam memperhatikan gelagat sang istri. Bella pun mengeluarkan paper bag berwarna silver, kemudian tersenyum manis menatap Rael.


"Itu apa?" Tanya Rael pemasaran. Bella langsung menarik sang suami untuk duduk di sofa.


"Ini hadiah untukmu karena telah sukses sampai wisuda. Semoga kamu suka. Jangan lihat harganya ya." Ucap Bella memberikan paper bag berisi sebuah kotak yang sudah ia bungkus dengan kertas kado. Rael tersenyum dan langsung membuka kotak kado itu dengan sangat antusias.


"Waah, ini kan..." Ucap Rael menggantung karena tidak percaya akan pemberian Bella.


"Aku sering lihat kamu main game di kamar. Karena bingung mau kasih kamu kado apa, makanya aku belikan saja ini." Ujar Bella dengan senyum pepsodent nya.


"Tapi Bel, ini tuh Razer Nari Ultimate Gaming Headset Wireless yang mahal itu. Aku benar-benar sudah lama mendambakan untuk memiliki ini. Terimakasih ya Bel." Ucap Rael sepenuh hati. Ia tampak sangat bahagia sampai memeluk erat hadiah yang dibelikan Bella.


"Sama-sama Rael. Kan aku udah bilang jangan lihat harganya! Syukur deh kalau kamu suka." Ucap Bella yang ikut tersenyum lebar menatap kebahagiaan suaminya.


"Tapi aku lebih suka ini." Ujar Rael. Setelah meletakkan kado dari Bella di atas meja, Rael langsung gesit mendekati Bella dan mencium lembut bibir manis milik istrinya itu, tidak sampai disitu Rael mencoba untuk memainkan ******* nya pada Bella, mencumbunya dengan sangat lembut. Bella yang awalnya kaget perlahan bisa mengikuti irama cumbuan dari Rael. Akan tetapi ketika Bella mulai ikut dalam permainan Rael, perutnya terasa seolah-olah tengah diaduk hingga Bella merasa ingin muntah. Ia mendorong Rael keras dan langsung berlari ke dalam kamar mandi. Rael yang kaget akan tindakan Bella hanya bisa terpaku duduk di sofa.


'Bella kok tiba-tiba muntah? Emangnya mulutku bau ya? Perasaan setelah makan siang tadi aku sudah gosok gigi dan juga berkumur dengan pengharum mulut. Lalu Bella kenapa? Apa dia salah makan?' tanya Rael dalam pikirannya.


Setelah terpaku beberapa detik akhirnya Rael mengikuti Bella ke dalam kamar mandi untuk melihat kondisi istrinya.


Tetapi tanpa sepengetahuan mereka berdua, ternyata Adelia telah menguping sedari tadi. Ia mendengar semua pembicaraan Bella dan Rael dari balik pintu kamar. Dengan raut wajah kesal, Adelia merasa termakan api cemburu. Ia sungguh telah termakan oleh pesona Rael, dari yang awalnya ingin membalas dendam kepada Bella akhirnya berujung cinta.

__ADS_1


'Mengapa sih Bella harus seberuntung itu? Memiliki Rael yang begitu tampan dan sangat kaya. Awas aja kamu Bella, aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia setelah ini. Aku akan mengatur rencana untuk membuat kamu sendiri yang pergi dari kehidupan Rael. Setelah itu aku yang akan menjadi nyonya Genandra. Hahaha...' pikir licik Adelia dari luar kamar Bella dan Rael. Ia terus tersenyum devil setelah memikirkan rencana kejinya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2