MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
UNGKAPAN KEHANCURAN


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Bella mencoba untuk mengatur nafasnya yang tiba-tiba saja sesak setelah terisak menangis.


"Wanita di foto itu Ibuku dan anak kecil itu adalah aku Rael." Ungkap Bella dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya. Rael seketika membeku, ia menghentikan aktivitas tangannya yang mengelus lembut rambut Bella. Tatapan nya kosong, pikirannya pun melayang ntah kemana.


"Tidak, kamu becanda Bel. Wanita itu tidak mungkin ibumu dan apalagi anak di foto itu tidak mungkin kamu!" Sanggah Rael yang tidak mau percaya akan ucapan Bella. Rael melonggarkan pelukannya pada Bella dan menatap lekat gadis dihadapannya. Mata hitam besar Bella memang terlihat sangat mirip dengan anak di foto, tetapi pikiran itu langsung di tepis oleh Rael.


'Tidak mungkin aku menikahi wanita yang sudah menghancurkan keluarga serta membunuh ibuku.' Batin Rael menolak pernyataan Bella.


Bella mendongakkan kepalanya menatap Rael yang menatapnya datar.


"Itu semua benar adanya Rael, aku adalah anak yang ada di foto. Aku ingat sekali foto itu diambil saat aku berulang tahun ke 5. Saat itu Ayah mu datang dan memberikan aku kejutan layaknya seorang Ayah. Justru karena ayahmu, aku juga bisa bersekolah dan bahkan hidup sampai sekarang." Ungkap Bella membuat Rael perlahan mundur. Semakin ia coba untuk menolak pernyataan itu,  kebenaran malah malah semakin menyudutkannya dan terpaksa harus percaya bahwa Bella adalah anak di foto itu.


"Tidak-tidak, ini semua tidak mungkin!" Tampik Rael yang tiba-tiba duduk di lantai sambil memeluk kakinya. Bella yang panik langsung berinisiatif untuk mendekat ke arah Rael.


"Rael, kamu kenapa?" Tanya Bella berniat untuk menyentuh bahu suaminya itu. Akan tetapi, belum sampai tangan Bella menyentuh pundak nya, Rael sudah menghempaskan tangan Bella dengan keras. Membuat Bella yang masih merasa lemah usai muntah beberapa menit lalu, terdorong ke lantai.


"Awww..." erang Bella saat merasa tangan yang ia gunakan untuk menahan tubuhnya agar tidak benar-benar jatuh ke lantai sedikit memar. Rael tampak khawatir tetapi perasaan benci terhadap anak yang di foto itu membuatnya ikut membenci Bella juga.

__ADS_1


"Kamu sudah menghancurkan keluarga ku! Kamu adalah pembunuh Ibuku!" Sarkas Rael yang sudah berdiri dan menghardik Bella terduduk dilantai. Bella menatap tidak percaya, bahwa lelaki yang di hadapan nya adalah Rael. Bahkan setelah menikah beberapa bulan, ia belum pernah melihat Rael se marah ini apalagi menghardiknya seperti itu.


"Aku tidak tahu apapun Rael, kenapa kamu menyalahkan aku? Ibuku bukan selingkuhan Ayahmu dan aku juga bukan anaknya. Ayahmu hanya mengasihani ibuku yang ditinggalkan oleh suaminya!" Jelas Bella menatap Rael dengan tajam. Ia tiba-tiba saja kesal karena disebut sebagai pembunuh. Ntah apa yang merasuki Rael sehingga ia tidak sadar akan perbuatannya sendiri, bahkan dirinya sudah tidak terkontrol lagi.


Rael mendekat ke arah Bella, ia begitu kasar memegang gerahang Bella dengan satu tangannya. Dengan mata yang sudah seperti kesetanan, Rael menatap Bella penuh kebencian. Bella yang diperlukan seperti itu pun tidak mau melawan, ia tau bahwa Rael kini termakan emosinya yang sudah lama ia pendam. Bella hanya bisa menangis dan menahan sakit di pipinya.


"Kamu dengarkan baik-baik! Kalau aku tau kamu itu adalah anak di foto itu, Aku tidak akan mau menikah dengan mu! kamu pembawa sial! Kamu merebut kebahagiaan masa kecilku! Dasar anak pelacur!" Seru Rael yang mengucapkan apa yang selama ini ia pendam.


"Jaga ucapan mu Rael!" Tegas Bella dengan air mata semakin membanjiri wajahnya.


"Apa ini sudah rencana mu untuk menikmati harta kekayaan keluarga ku? Sehingga kamu sendiri menjebak ku dalam pernikahan bodoh ini!" Tambah Rael dengan ucapan yang sangat tajam, bahkan membuat hati Bella seolah dicabik-cabik oleh belati yang tajam. Sakit dan sesak itu yang ia rasakan saat ini.


"Pernikahan bodoh? Apa kamu tidak merasakan perasaan tulus ku selama ini? Apa masih kurang pembuktian cintaku? Hikss..." Tanya Bella sambil tersedu-sedu.


"Kamu akan menyesali perbuatan mu ini Rael! Meskipun begitu Aku akan mencoba untuk bertahan semampuku demi hubungan kita." Ujar Bella sambil tersenyum kecil disela-sela tangisnya.


"Ah, masa bodoh dengan hubungan kita. Aku lebih membencimu dari pada perasaan cintaku itu. Jadi jangan berharap setelah ini aku akan baik kepada mu! Aku akan menyiksamu sampai kamu mati perlahan-lahan. Akan ku balas rasa sakit yang dirasakan oleh Ibuku. Pelacur!" Murka Rael yang kemudian menghempaskan Bella kembali ke lantai.


"Jangan seperti itu Rael. Aku ini istrimu!" Ujar Bella menatap Rael yang sudah berdiri.

__ADS_1


"Mulai saat ini kamu bukan lagi istriku, tetapi pelacur ku!" Jawab Rael membuat nafas di dada Bella sesak dan itu terasa begitu menyakitkan.


"Kamu mau kemana?" Tanya Bella saat melihat Rael melangkah pergi.


"Jangan pernah pergi dari kamar ini! Aku akan menghukum mu bila kedapatan keluar dari kamar. Jangan menganggap perkataan ku ini sebagai candaan." Titah Rael tanpa menjawab dan terus melangkah keluar ruangan rahasia itu. Meninggalkan Bella sediri yang menangis tersedu-sedu.


***


Beberapa menit kemudian.


Bella sudah mencuci wajahnya usai menangis, meluapkan semua rasa sakit dihatinya. Ia begitu tidak menyangka bahwa Rael bisa se marah dan se kasar itu kepadanya.


Jam di dinding menunjukkan pukul 7 pagi. Sudah 1 jam usai kepergian Rael dan ia tidak kunjung balik. Bella merasa begitu lapar dan berusaha untuk membuka pintu. Namun pintu itu ternyata dikunci Rael dari luar. Ia juga berusaha untuk berteriak, tetapi tidak satupun pelayan diluar kamar mampu mendengarnya karena kamar Rael memang di desain ala kamar kedap suara. Meski mau teriak sekeras apapun pasti tidak akan bisa di dengar oleh orang diluar kamar.


'Kamu kok sekejam ini sih Rael? Apa kamu nggak kasihan ninggalin aku sendirian di kamar ini.' gumam Bella yang kembali menangis. Sempat terlihat pikiran untuk menelpon Haris ataupun meminta bantuan Arya. Namun pikiran itu langsung ditepis Bella karena tidak mau urusan pribadinya dengan suami diikut campuri oleh orang lain, meskipun orang itu masih keluarga mereka.


Menghapus jejak air mata di pipinya. Bella teringat akan beberapa kue kecil yang biasanya ia bawa didalam tas bila berpergian dengan mobil. Bella langsung menuju ke tas selempang yang ia gunakan saat kemarin malam mendatangi rumah ini. Tanpa ragu ia langsung membuka tas itu dan mendapati beberapa kue kecil itu dengan senyum lebar. Ntah mengapa rasa lapar terus menderanya belakangan ini, bahkan porsi makannya sudah tidak sesehat dulu.


Saat mencicipi satu persatu kue kecil itu, tanpa sengaja tangan Bella menyentuh sebuah benda di dalam tasnya. Membuat dahinya langsung mengerut. Ia memutuskan untuk melihat benda kecil apa yang masuk kedalam tas nya itu.

__ADS_1


"Aduh, kok aku sampai lupa kalau ini ada di dalam tas." Gumam Bella setelah melihat benda itu.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2