MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
RAEL KHAWATIR


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


🏠Kelas🏠


Bella mengajar dengan hati yang tidak nyaman. setelah perkataan Ken semalam yang membuatnya sakit hati ditambah lagi Adel berulah pagi ini.


Seragam Bella yang sudah disetrika Mbok Iyem malah di basah kuyup kannya. Terpaksa Bella harus berlapang dada, karena di rumah itu hanya Mbok Iyem yang berpihak padanya. Bella pun memakai seragam nya yang lain.


Kringggg... Bel istirahat berbunyi. seluruh mahasiswa-siswi berhamburan keluar kelas.


"Yuk ke kantin!" ajak Gibran pada Rael dan Vino


"Kalian duluan aja, gue ngak lapar!" Gibran dan Vino hanya acuh saja atas titah dari Rael. Mereka sudah paham betul sifat Rael selama ini. Bella melipatkan tangannya di atas meja. mencoba untuk tenang dari hal yang membuatnya begitu terbebani. Sebuah tangan menyentuh pundak Bella. sontak Bella mendongakkan kepalanya.


"Rael?" Bella bingung apa yang dilakukan Rael didalam kelas disaat yang lainnya tengah beristirahat.


"Kamu kenapa Bel?" bukannya bingung atas pertanyaan Rael. Bella malah dag-dig-dug dibuatnya. Bagaimana tidak, Rael malah menunduk mendekatkan wajahnya pada Bella. Tatapan mereka menyatu seolah banyak hal yang akan tersalurkan.


'Kenapa tatapan nih bocah selalu bikin gue nggak bisa berpaling! Apa gue udah terpikat sama nih bocah!! ah ngak~ngak... ingat Bella tipe kamu bukan kayak Rael!' Gumam Bella mencoba kembali tersadar dan mengalihkan pandangan nya kearah lain.


'Dasar guru kecil, ditatap aja lansung salah tingkah.' senyum Rael menatap wajah merona Bella.


"Saya nggak kenapa-kenapa. kamu nggak usah urusin saya! mending kamu makan deh! plis... jangan deket-deket sama saya, apalagi ini di kampus!" jutek Bella. Bukannya takut, Rael malah tertawa terbahak-bahak.


"Gimana ngak perhatiin kamu Bel? kamu itu pacar aku!"tegas Rael membuat Bella lansung celingukan, takut jika nanti ada orang lain yang mendengar ucapan Rael tersebut.

__ADS_1


"Iya Aku tau, tapi kalau di kampus kamu cuman mahasiswaku, nggak lebih!" ujar Bella tidak kalah tegas.


"Kamu nggak kuat ya, deket-deket sama aku? takut ya nanti tipe kamu jadi kayak aku? atau kamu pasti nggak kuat lihat ketampanan aku yang paripurna ini? ngaku aja Bel, sama pacar sendiri juga!" Sombong Rael menaik turunkan alisnya. Dengan tatapan malas, Bella tidak menjawab ucapan Rael lagi. karena Ia terlalu malas meladeni sikap kepedean Rael yang tiada batas.


"Kamu nggak mau pergi, atau saya aja yang pergi!" Bella berdiri dan melangkah untuk keluar kelas. karena dirinya sudah muak melihat wajah Rael. Rael pun dengan sigap menarik tangan Bella.


"Apa lagi sih Rael?" Bella menatap tajam kerahnya.


"Ini buat mu, semoga mood kamu berubah." Rael memberikan sebatang coklat pada Bella. Bella menerima nya. Tanpa sepatah kata Bella pun melangkah kearah petugas piket. Ia merasa dirinya butuh istirahat dulu sejenak. Karena itu Bella memutuskan untuk meninggalkan kampus dan pergi ke tokoh bunga milik Letera.


🍽️Tokoh Bunga VIOLET LETERA🍽️


Sebenarnya tokoh yang didirikan Bella ini adalah sebuah cafe. namun karena keterampilan Jingga untuk merias bunga. menjadikan tokoh ini sebagai tokoh bunga sekaligus cafe.


"Hi Jingga." sapa Bella memasuki tokoh.


"Nggak Jingga, mbak mau nikmatin coklat panas disini. buatin satu ya!" ucap Bella duduk di sofa menghirup aroma bunga disekitar nya. Bella terus menatap ke arah coklat batang yang ada di tangan nya. pikiran nya tidak menentu, masalah yang ia hadapi begitu banyak akhir-akhir ini.


"Okey mbak, 5 menit menunggu ya mbak!" ujar Jingga penuh semangat.


Perkataan Ken semalam masih terngiang ditelinga Bella. mencoba menutup matanya, Bella malah dikagetkan dengan sentuhan tangan di bahunya. Bukannya takut, Bella malah hampir menarik keras tangan yang tiba-tiba memegang bahunya itu.


"Awww...!" karena sangking kerasnya, Rael tidak kuat menahan tarikan Bella, sampai akhirnya Ia malah menindih tubuh Bella di atas sofa.


'Astaga! kenapa nih bocah bisa ada disini?' bingung Bella. Jingga yang membawa coklat panas untuk Bella, malah melihat hal mengejutkan dihadapannya. Untung di tokoh tengah sepi. kalau tidak, apa pendapat orang lain tentang Rael dan Bella. Dengan seragam yang mereka pakai membuat mereka terlihat aneh.

__ADS_1


"Hmmmm..." meletakkan gelas di atas meja. Deheman Jingga membuat tatapan serta tindihan di antara Rael dan Bella akhirnya selesai. Bella kembali duduk seperti semula, Rael pun duduk di sofa sebelah. Jingga tidak mau mengganggu mereka berdua, alhasil Ia malah kembali melayani pelanggan yang lain.


"Kamu ngapain disini ha?" ketus Bella. Menggaruk-garuk tengkuk nya yang tidak gatal. Rael mencari alasan, agar Bella tidak tau Ia mengikuti sedari tadi.


"Aku mau beli bunga, ya bunga!" tutur Rael. Bella awalnya mengangguk. namun Ia sadar hari masih belum menunjukkan jam pulang kampus.


"Saya ngak percaya! kamu buntuti saya kan? kenapa cabut lagi? mau saya telpon nih Ayah mu?" ancam Bella menunjukkan layar handphone nya pada Rael.


"Suka-suka aku lah, mau aku ngikutin kamu, mau aku ngapain pun bukan urusan kamu kan! jadi pacar jangan cerewet dong!" bisik Rael membuat Bella berdecak sebal.


"Kan betul, saya yakin kamu cabut dan buntuti saya! bentar saya telpon ayah kamu dulu!" dengan cepat Rael meraih handphone ditangan Bella. "Ihhhh... kembalikan handphone saya!" rajuk Bella meraih handphone ditangan Rael.


"Kamu ingat nggak sih perkataan kamu sendiri? kalau di kampus aku mahasiswamu, tapi diluar kampus aku pacar kamu! makanya sekarang, jadi pacar harus nurut!" tegas Rael mencibir kearah Bella.


Bella berusaha mengambil handphone nya dari tangan Rael. Karena berdiri, tangan Rael semakin tinggi dibuatnya. Karena hak sepatu yang dipakai Bella patah ulah ia meloncat. alhasil dirinya malah kembali menindih tubuh Rael. untung saja sofa bisa menahan berat mereka. Tatapan Bella sangat intens pada Rael. Karena Rael sangat sadar mereka tengah jadi perhatian.


"kamu mau menatap aku terus? kesenangan ya menindih tubuh ku!" ledek Rael membuat pipi Bella merona. Bella sadar, dan kembali duduk di sofanya.


"Ya sepatuku hak nya patah!" ujar Bella melihat hak sepatunya. Rael malah tertawa terbahak-bahak, dengan tidak sopan nya. Ia malah meminum coklat panas yang dipesan Bella tadi.


"Oiiii... kamu malah minum coklat saya!" berdecak kesal.


"Ya suka-suka ku. kan kamu pacar ku! masih untung aku minum di gelas, kalau dari mulut pedas mu itu gimana?" Rael mengedipkan sebelah matanya menatap Bella dengan mesum.


'Mimpi apa gue semalam dapat pacar boongan kayak gini?' kesal Bella. Bella bergidik ngeri membayangkan ucapan Rael yang begitu mesum menurutnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2