
...🌺🌺🌺🌺🌺...
"Jingga belum kesini ya?" tanya Bella menatap Riko dan Yoga bergantian.
"Udah mbak, pagi-pagi banget udah kesini dia! sama cowok mbak." tutur Yoga membuat Bella mengerutkan dahi.
'Siapa yang bersama Jingga? bukankah Jingga ngak pernah peduli sama cowok?' pikir nya kemudian.
"Ngapain aja kesini Ga?" penasaran Bella. Riko hanya menyimak karena tadi dirinya memang belum sadarkan diri.
"Kata Jingga, Cowok itu salah satu geng motor Swaq Partners. Ia janji bakalan selidiki kasus ini!" Bella melongo dan tau pasti siapa lelaki bersama jingga itu.
'Gibran? mengapa mereka bisa sedekat itu? aku tau pasti Jingga tidak sembarangan mau jalan dengan cowok!' gumam Bella penuh rasa penasaran.
"Swaq Partners? berani-beraninya datang kesini! Jingga harus gue ajari lagi?" emosi Riko saat mengetahui Jingga dekat dengan salah satu geng motor yang notabennya adalah musuh geng motor mereka.
"Biarkan saja Riko. Aku tau siapa yang membawa Jingga kesini! dia anak baik-baik kok. bahkan Ayah nya yang mempertemukan aku dan kakek Arya!" tutur Bella meredakan emosi Riko. Riko hanya memalingkan wajahnya dari Bella. emosinya yang kian meletup harus ia tenangkan.
'Awas kau Jingga! pokoknya aku tidak menyukai hubungan mu dengan anggota Swaq Partners itu!' sarkas Riko dalam hatinya.
"Oh ya Yoga, bagaimana tentang geng motor itu? apa sudah ada yang mengetahui motif mereka terhadap Riko?" tanya Bella mengalihkan pandangannya dari Riko.
"Sepertinya memang ada hubungan dengan geng motor Swaq Partners mbak, dari kesimpulan yang diberikan Riko tidak dipungkiri lagi mereka adalah salah satu anggota geng motor Swaq Partners!" Bella mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Yoga.
'Sebaiknya aku harus menanyai lansung pada Gibran atau Gibran telah mengetahui semua ini dan Ia menyembunyikannya? aku harus bertemu dengannya!' pikir Bella seketika.
"Baiklah kalau gitu aku pulang dulu. Riko kamu cepat sembuh ya!" Bella berlalu keluar ruangan itu dengan mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang tepat yang akan diajukannya pada Gibran. Meraih handphone nya, Bella menelpon Gibran. Mengatakan bahwa sepulang kampus nanti, Bella menunggu nya di tokoh dan cafe bunga Violet.
🍃Disisi lain🍃
__ADS_1
Rael mencari keberadaan guru kecilnya sedari pagi. sebagai pacar, Rael sedikit kesal karena Bella tidak sekali pun menjawab chat yang sudah dikirim nya dengan sangat banyak. Rael uring-uringan menebak kemana perginya sang guru kecil. tidak menjahili guru kecilnya ini selama sehari membuat Rael sedikit kesal.
'Kemana kau guru kecil? mengapa hari ini tidak masuk sekolah dan pesan ku tidak pernah kau balas!' kesalnya.
Saat tengah istirahat, Rael serta kedua temannya tengah menikmati batagor di kantin. notifikasi handphone Gibran membuat Rael terbelalak. Sangat emosi dibuatnya, Bella yang sudah dari pagi tidak menjawab setiap pesan yang ia kirimkan malah menelpon Gibran dahulu. Suara tawa Rael berubah menjadi mencekam saat tatapan tajam nya jatuh menatap Gibran mengangkat telpon.
"Iya buk, ada apa?" tanya Gibran kikuk. tatapan Rael sungguh mengintimidasinya sehingga mengharuskan Gibran untuk meng~speaker sambungan telpon itu.
"Gibran, pulang kampus nanti saya tunggu kamu di tokoh dan cafe bunga Violet ya. ada hal penting yang harus saya bicarakan!" tutur Bella dari seberang, membuat Rael yang mendengar itu seketika sangat emosi.
"Ba~ik buk." tutur Gibran mematikan sambungan telpon. Rael dan Vino sudah menatapnya penuh tanda tanya, yang ditatap pun kunjung merasa risih dan sangat takut.
"Ada hubungan apa lo sama buk Bel?" tanya Vino yang juga diangguki Rael.
"Nggak ada hubungan apa-apa kok. ada masalah dikit aja. soal..." ucapan Gibran menggantung.
Rael sudah tidak sabaran sehingga mendobrak meja meluapkan emosinya. ntah rasa apa itu, ia seakan tidak dihargai oleh Bella. meski Bella yang dia anggap hanya sebagai mainan. namun hati Rael sungguh gelisah dan tidak menerima saat Bella bersikap cuek padanya.
"So~al cinta bos. gue suka sama pelayan tokoh di sana." pikir Gibran ngasal. agar rahasia geng mereka tidak dicurigai orang se kantin.
"Owh gitu, bilang dong dari tadi. gue kira lo suka sama Bellanya gue!" santai Rael menyeropot teh es nya. Tanpa sadar, Rael menyebut nama Bella dengan embel-embel gue dibelakangnya.
"Gue? maksudnya bos." tanya Gibran kikuk. Ntah mengapa moodnya langsung berubah saat mengetahui Gibran tidak ada hubungannya dengan Bella. Rael berlalu pergi meninggalkan pertanyaan besar dipikiran Gibran dan Vino. Rael hanya cengengesan melangkah keluar kantin.
'Kalau Bella meminta Gibran untuk ke tokoh dan cafe bunga Violet hari ini, berarti dia sudah ada di sana!' pikirnya kemudian. Rael menatap jam ditangan nya yang sudah mendekati waktu jam pulang kampus.
'Dari pada disini, mending gue ke sana aja, bosan belajar terus. mending lihat wajah guru kecil gue. udah dari pagi gue ngak lihat wajahnya! gatel amat gue mau ngejahilin dia. hehehe...' cengengesan Rael.
Seperti hari yang lalu, Rael kembali menyogok penjaga kantin agar ia bisa keluar dari area kampus. diseberang jalan sudah berderet motor, tepatnya didepan restoran Genandra, basecamp Swarq Partner. Meraih kunci motor didalam basecamp. Rael tidak sengaja mendengar percakapan salah satu anggota yang tengah menikmati kopi.
__ADS_1
"Gue ngak nyangka aja Riko masih sadar setelah di gebukin kayak gitu. kayaknya gue harus nyogok anak-anak lagi buat memberi pelajaran lebih pada Riko. berani-beraninya ia nganterin pulang cewek kesukaan gue!" tutur Satya membuat Rael yang mendengar itu hanya acuh saja. Rael tidak ingin ikut campur atas urusan-urusan para anggota nya selagi itu tidak mencemarkan nama baik Swarq Partner. Berlalu meninggalkan Resto, Rael dengan senyum ceria menuju ke tokoh dan cafe bunga violet.
🍽️Tokoh Bunga dan cafe Violet 🍽️
Bella menikmati coklat panas buatan Jingga selagi menunggu kedatangan Gibran. Tepukkan di bahu Bella menyadarkannya dari pikiran yang sangat bosan. menatap kearah Bella, Rael malah tersenyum hangat.
"Kok kamu bisa disini sih?" tanya Bella jutek.
"Ya bisa lah, kan naik motor!" tunjuk nya kearah motor ninja yang ia parkir dihadapan Cafe. Dengan acuh nya Rael malah duduk dihadapan Bella.
"Kamu nggak ngampus lagi? cabut lagi ya?" tanya Bella menatap inten lawan bicaranya.
"Iya aku mau temuin kamu. gimana kabarnya sahabat kamu itu?" pertanyaan Rael membuat Bella sedikit sedih dan emosi.
"Udah siuman, hanya saja saya lagi emosi sama geng motor Swaq Partners yang udah ngebukkin Riko sampai kayak gitu. kalau saja saya tau anggota yang gebukin itu beneran suruhan ketua geng Swarq Partner, saya pastiin geng motornya bakalan musnah!" tutur Bella santai malah membuat Rael ikut berfikir kritis.
'Swaq Partners? Gue harus selidiki ini dengan serius, kok Bella tau Swaq Partners? apa dia tau gue ketua geng nya?' selidik Rael.
"Maksud kamu gimana? kamu tau gitu sama ketua geng nya?" Bella mengangguk membuat Rael melongo kaget.
'Sejak kapan Bella tau Swaq Partners? terus dari mana dia tau gue ketua geng nya?' panik Rael.
"Berarti kamu tau dong kalau aku..." belum sempat Rael berucap, Gibran memasuki cafe. mengalihkan perhatian Bella dari Rael.
"Gibran, kamu udah dapat orangnya?" to the point Bella membuat Gibran merinding melihat tatapannya. tanpa Gibran sadari Rael sudah menatap tajam melebihi Bella padanya.
"U~dah buk, namanya Satya. anggota baru kami beberapa bulan lalu. tapi itu bukan suruhan ketua geng. cuman opini nya sendiri. sekarang Satya sudah diamankan polisi kok buk. sidik jarinya persis dengan sidik jari di jaket Riko!" ujar Gibran kikuk masih berdiri ditempat.
'Ha, Gibran membocorkan geng pada Bella? maksudnya apa ini, sejauh mana hubungan mereka?' selidik Rael penuh tanda tanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....