MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
HISTERIS


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Setelah beberapa minggu accident yang terjadi antara Riko dan Jingga, membuat hubungan mereka kini sangat renggang. Bahkan Jingga berusaha menghindar agar tidak bertemu dengan Riko, Ia terkadang pergi subuh dan pulang larut malam. Riko merasakan sikap Jingga yang berubah padanya itu. Meski begitu Riko malah kebingungan mengapa Jingga memperlakukannya seperti itu padahal ia tidak merasa punya salah.


Riko benar-benar tidak ingat apa yang telah terjadi malam itu. Yang ia tau bahwa ia pasti telah tidur dengan gadis yang masih perawan karena tampak jelas bercak darah di spreinya malam itu. Tetapi Riko malah mengira wanita itu mungkin saja Jesica, karena setelah beberapa hari usai malam itu Riko memutuskan untuk ke club dan bertanya pada pelayan. Pelayan tersebut hanya memberitahunya bahwa seorang gadis cantik yang membantunya untuk pulang. Gadis cantik menurut Riko adalah Jesica, tetapi gadis itu malah tidak bisa ia hubungi semenjak hari mereka putus.


"Kamu mau kemana?" Tanya Riko saat melihat Jingga turun dari tangga dengan pakaian formalnya. Hari ini adalah acara makan malam Jingga bersama keluarga Gibran. Sebagaimana janji Gibran diwaktu itu, ia akan memperkenalkan Jingga dengan kedua orangtuanya.


"Rumah Gibran." Singkat Jingga membuat Riko kehabisan sabar. Ia sudah diperlakukan Jingga dingin seperti itu selama beberapa minggu, tentu itu membuat Riko tidak senang.


"Lo kenapa sih? Kenapa jutek-jutek gitu sama gue?" Tanya Riko dengan suara tinggi. Beberapa anggota yang tengah sibuk ngumpul di ruang keluarga langsung mengalihkan perhatiannya pada Riko dan Jingga.


"Aku nggak kenapa-kenapa. Mas aja yang sewot!" Ketus Jingga melangkah melewati Riko saat Riko telah ada disampingnya. Tentu Riko tidak tinggal diam, ia menarik tangan Jingga dan menahan langkahnya. Sentuhan ditangannya membuat Jingga kembali teringat akan kejadian di malam kelam itu. Ia teringat akan bagaimana Riko menariknya paksa dan memperkosanya dengan sangat kasar.


"Argggghhhh... Lepaskan!" Histeris Jingga membuat seisi rumah panik. Anggota yang melihat kejadian itu malah kebingungan begitu pun dengan Riko, karena menurut mereka reaksi Jingga terlalu berlebih-lebihan. Gibran yang berada diluar camp pun ikut mendengar teriakkan itu dan langsung berlari ke dalam rumah.


Riko seketika melepaskan genggaman tangannya saat teriakan Jingga sudah di selingi dengan air mata. Gadis itu kini tengah jongkok di hadapannya dengan tubuh gemetar. Tentu Riko langsung dibuat bingung oleh Jingga yang bereaksi seperti itu, ia tidak tau apa yang harus dilakukan untuk menenangkan Jingga.


"Jingga kamu kenapa?" Tanya Gibran yang sudah berlarian ke arah sang kekasih. Ia mendekap erat tubuh Jingga yang masih jongkok namun gadis itu semakin histeris dan tubuhnya gemetar. Meski yang menyentuhnya adalah Gibran tetap saja Jingga teringat akan malam itu dan membuat hatinya tidak bisa menerima.


"Jingga kenapa?" Tanya Gibran menatap orang-orang yang ada di sana. Semuanya menggeleng-geleng karena tidak tau apa yang terjadi sebenarnya pada Jingga. Bahkan Riko pun semain kebingungan.

__ADS_1


Selang beberapa menit. Gibran berdiri dan Jingga terdengar tidak lagi histeris meski tubuhnya masih gemetaran hebat. Salah satu anggota perempuan dari geng motor Violet Latera akhirnya maju dan mencoba untuk menenangkan Jingga. Ia membantu Jingga untuk kembali ke kamarnya. Dengan mengisyaratkan agar semua orang tidak ikut, begitupun dengan Riko.


"Apa yang terjadi pada Jingga? Mengapa ia begitu histeris?" Tanya Gibran pada Riko yang masih berdiri dengan tampang kebingungan.


"Sebenarnya tadi itu gue cuma tanya kenapa dia jutek-jutek gitu. Terus karena dia nggak hiraukan ucapan gue, gue coba menahan dia udah tidak melangkah dengan menarik tangannya. Eh tau-tau nya Jingga malah histeris seperti itu. Gue malah kebingungan." Jelas Riko membuat Gibran ikut kebingungan. Jingga yang ia kenal tidak akan langsung histeris dan gemetaran seperti itu hanya saat tangan nya ditarik.


"Lalu kenapa dia semakin menjadi saat gue mencoba untuk menentukannya. Padahal kan gue pacarnya?" Tanya Gibran penasaran. Riko menjawab dengan menggeleng-geleng tidak tau.


"Untuk saat ini semuanya jangan temui Jingga dulu sebelum dia benar-benar tenang. Gue yang bakalan jaga dia selama dia masih histeris seperti itu. Jangan temui dia dulu!" Ujar anggota perempuan Violet Latera tadi yang tengah menuruni tangga. Ia membuat Jingga tenang dengan cara tertidur.


"Lah emangnya kenapa? Padahal hari ini gue sama Jingga mau dinner bareng." Ujar Gibran kesal karena tidak diperbolehkan untuk menemui sang kekasih.


"Kamu kenapa menjadi ngatur-ngatur begini sih Nara?" Tanya Riko pada perempuan itu yang ternyata bernama Nara.


"Gue bukan ngatur, tapi gue tau apa yang tengah dirasakan oleh Jingga." Ujar Nara kesal dan melangkah melewati Riko serta Gibran. Ia berniat untuk membuatkan Jingga teh hangat agar pikiran Jingga sedikit tenang.


"Emangnya Jingga kenapa?" Tanya Gibran penasaran.


"Alergi sama cowok!" Tegasnya yang kemudian hilang dari pandangan Riko dan Gibran.


"Alergi?" Beo Riko dan Gibran bersamaan. Mereka semakin kebingungan saat penjelasan Nara tidak memberikan jawaban atas kebingungan mereka.

__ADS_1


"Emang ada alergi cowok?" Tanya Gibran penasaran.


"Ntah, gue juga nggak tau. Mungkin cewe punya. Sudah sana Lo pulang!" Usir Riko mendorong tubuh Gibran ke arah pintu keluar.


"Eh lo ngapain sih? Gue kan khawatir sama Jingga. Gue mau cek sekali lagi kondisinya!" Ujar Gibran tidak terima.


"Lo nggak dengar perkataan Nara tadi? Jingga lagi butuh sendiri. Dinner kalian malam ini gagal. Udah sana pulang!" Usir Riko saat mereka sudah sampai di teras camp. Dengan begitu Gibran hanya bisa menghirup nafas berat. Ia terpaksa pulang dengan kekecewaan dan memberitahu kedua orang tuanya bahwa Jingga tengah sakit. Gibran berfikir bahwa sesampainya di rumah ia akan langsung menghubungi Jingga.


Riko memasuki camp kembali setelah memastikan Gibran pergi. Saat melangkah ke dalam ia dapat melihat beberapa anggota tengah sibuk berkumpul dan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang bermain game, nonton televisi sampai tertidur di sofa. Namun semua itu tidak menjadi perhatian Riko setelah Nara keluar dari dapur dengan membawa nampan.


"Eh tunggu dulu!" Titah Riko menghentikan langkah Nara.


"Apa?" Singkat nya dingin. Perempuan bernama Nara ini adalah salah satu anggota Violet Latera yang sudah lama bergabung. Ia satu-satunya gadis yang Bella masukkan sendiri dengan kehormatan sebagai pencatat jadwal geng motor, sehingga membuat semua anggota menghormati dan segan pada gadis dingin ini.


"Lo mau bawa itu kemana?" Tunjuk Riko pada nampan berisi gelas teh itu.


"Untuk Jingga." Jawabannya ya kemudian kembali melangkah menaiki tangga.


"Woi tunggu dulu. Gue belum selesai bicara." Ujar Riko tidak menggubris langkah Nara menaiki tangga. Riko hanya berdecak sebal saat ia tidak diacuhkan seperti itu, ia pun memutuskan untuk bergabung dengan anggota lain di ruang keluarga.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2