
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Bella mengerutkan dahinya karena kaget mendengar ungkapan yang dilontarkan oleh Dito.
"Maksud kak Dito? Kak benar-benar bekerja di luar kota dan nggak bakal kembali lagi ke kota ini?" tanya Bella memastikan. Dito mencoba untuk tersenyum paksa dan mengangguk.
"Iya Bel, hari ini bisa jadi hari terakhir kita bertemu di kota ini." ujar Dito dengan senyum paksa yang melekat di wajahnya.
"Tapi kenapa kak? Apa karena kakek yang menyuruh kakak untuk pindah? Kalau memang benar, biar aku sampaikan pada kakek untuk membatalkan pemindahan kakak keluar kota!" tegas Bella membuat Dito langsung mengeleng-geleng cepat.
"Bukan Bella, ini sudah keputusan kakak. Kamu tidak usah memikirkan nya, yang penting sekarang kamu mending ganti pakaian. Sebentar lagi acaranya dimulai, ayuk cepat." Titah Dito yang langsung mendorong Bella masuk ke kamar, tempat ia akan mengganti pakaian.
"Tapi kan kak..." ucap Bella menggantung, meski ia tidak bisa menghentikan dorongan Dito sampai ia masuk ke dalan kamar.
"Nggak usah pakai tapi-tapian Bel. Cepetan, kakak tunggu di area acara ya." pamit Dito sambil menutup pintu kamar dan melangkah kelantai bawah.
Di dalam kamar, Bella yang tengah mengganti pakaian dan berdandan terus-menerus melamun. Ia terpikirkan alasan Dito yang tiba-tiba saja berniat untuk menetap diluar kota, padahal dengan jelas bahwa ia baru pulang dari luar negri setelah beberapa tahun.
"Waah nyonya lagi hamil ya?" Tanya seorang MUA pada Bella, yang membuat lamunannya buyar seketika.
"Ha... maksud kamu?" tanya Bella kaget dan kikuk. Ntah mengapa MUA itu mengetahui bahwa ia tengah berbadan dua saat ini, bahkan suaminya saja tidak tau kalau buah hati mereka telah ada di dalam rahim Bella saat ini.
__ADS_1
"Maaf ya Nyonya, tapi saya hanya mengira-ngira kalau nyonya tengah hamil. Karena saya melihat dari aura nyonya yang sangat cantik, bahkan dua kali lipat dari pengantin biasa. Jujur saja, saya sering menemukan aura kecantikan seperti ini ketika mendandani wanita hamil saja." ungkap MUA itu membuat Bella menahan senyumnya.
"Tembakkan kamu benar, tapi jangan sampai orang lain tau ya. Soalnya aku baru mau ngasih tau suamiku malam ini." bisik Bella pada MUA itu yang langsung mendapatkan dua jempol darinya.
"Aman itu Nyonya, rahasia terjaga kalau sama saya." Ujar MUA itu dengan menunjukkan dua jari di depan Bella.
"Baiklah, kalau begitu bantu saya ke tempat acara ya. Waktunya sudah tiba." Ujar Bella melihat jam di dinding yang ternyata sudah hampir tengah siang. Bahkan tanpa sadar ia sudah menghabiskan beberapa jam hanya untuk berdandan dan berpakaian saja.
***
Acara pun dimulai. Bella dan Rael berdiri di sebuah panggung yang berhadapan langsung pada semua tamu yang hadir. Bella yang tadinya terpaku melihat banyaknya orang yang berdatangan, seketika dibuat kaget oleh tindakan Rael yang tiba-tiba menarik pinggang Bella untuk berdekatan dengannya. Bella terpaku menatap ketampanan Rael.
"Kondisikan ekspresi wajah mu itu. Jangan sampai membuat kakek Arya curiga. Kamu tentunya tau hal itu akan memperkeruh kedua keluarga kita!" bisik Rael yang terdengar memerintah ditelinga Bella.
Rael juga memalingkan tatapannya dari Bella. Ia mengernyitkan dahi karena penasaran akan kelanjutan perkataan dari Bella.
Acara pun dimulai. Hanya beberapa sambutan dan kata terima kasih dari keluarga inti. Rael memberikan sebuah cincin pada Bella di hadapan semua tamu. Cincin antik yang Bella tau itu adalah milik almarhumah ibu mertuanya.
"Gue ngasih ini demi nama baik keluarga Genandra. Bukan karena Lo istri Gue! Jadi jangan kepedean dulu!" bisik Rael penuh penekanan, setelah menyematkan cincin itu di jari manis Bella. Bella hanya diam tanpa menjawab ucapan kasar Rael. Ia berusaha tersenyum agar semua orang tidak tau bahwa ia saat ini begitu sangat terluka.
Akan tetapi dari sudut acara, tanpa Bella sadari. Ternyata Adelia menyadari senyum paksa yang dibuat-buat oleh Bella. Hal itu membuat Adelia merasa sangat senang.
__ADS_1
'Senang sekali melihat mu seperti itu Bella. Tersakiti dan tidak ada yang membela. Meski aku tidak tau alasan kalian berantem, tetap saja aku akan mengambil kesempatan ini dan merebut Rael dari mu! Lama-lama ku pandang, ternyata aku sudah jatuh dalam pesona Rael.' Gumam Adelia dengan senyum licik. Ia terus memperhatikan Bella dan Rael yang telah turun dari panggung dan mulai menyapa para tamu. Adelia mencoba untuk mencari peluang agar bisa menjalankan rencana liciknya.
***
Dilain sisi, Bella mencoba untuk menjaga jarak dari Rael. Karena ia tidak mau menyakiti perasaannya sendiri bila terus-menerus di dekat Rael. Bella lebih memilih berkumpul dengan Dito dan Vini yang menyambut nya dengan pelukan.
"Waah pengantin kita cantik sekali." puji Vini yang langsung memeluk Bella dengan erat. Bella betul-betul bersyukur memiliki sahabat seperti Vini, tidak munafik dan selalu mendukung sahabatnya dimana pun, kapan pun.
"Terimakasih ya Vini, sudah hadir di resepsi pernikahan Gue." ujar Bella tersenyum manis pada sahabatnya itu.
"Sama-sama Bel, masa iya Gue nggak datang saat resepsi Lo. Kan pas ijab kabul Lo malah diam-diam, nggak ngajak Gue!" sindir Vini berpura-pura cemberut. Bella malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Vini yang terlihat konyol.
"Ijab kabul diam-diam? Maksudnya gimana?" timpal Dito yang akhirnya membuat kedua sahabat itu terdiam. Mereka tidak menyadari bahwa ada orang lain di samping mereka.
"Ah, itu anu... anu..." ujar Vini tidak jelas dan tampak sangat gugup.
"Anu apa sih Vin? Dia ngomong apa Bel?" tanya Dito menatap kedua gadis dihadapannya bergantian.
"Jadi gini kak, dulu pas acara ijab kabul aku sama Rael, si Vini nggak datang karena aku lupa memberitahu dia. Kan kami ijab kabul juga tiba-tiba karena Rael udah ngebet." ujar Bella berbohong dan berpura-pura bersikap malu. Vini yang tadinya sudah lega akhirnya tertawa terbahak-bahak setelah mencerna kembali akhiran dari ucapan Bella. Dito hanya ber-oh saja, tidak mau melanjutkan pertanyaan yang masih ada di otaknya. Ia takut jawaban Bella akan menyakiti hatinya yang kini masih patah hati.
"Kalian ngumpul di sini kok nggak ngajak sih?" seru Vino yang tiba-tiba saja datang dan langsung merangkul pinggang Vini dari belakang. Bahkan bisa dibilang itu sangat terlihat mesra dan hampir membuat orang salah paham, apalagi jika orang tidak tau bahwa mereka berdua tidak memiliki hubungan apapun.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....