
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Beberapa jam mereka habiskan untuk merapikan kamar milik Bella yang akan mereka tempati berdua.
"Huuuuffff... ternyata melelahkan juga ya? Aku sekarang merasa haus." ungkap Rael terduduk di sofa seusai merapikan pakaiannya ke dalam lemari. Saat Bella mendengar ucapan Rael ia langsung melangkah keluar kamar tanpa berkata sepatah katapun.
"Kamu mau kemana Bel?" tanya Rael yang melihat kepergian Bella.
"Bentar ku buatkan teh, katanya kamu haus?" ucap Bella terus melangkah sampai Rael tidak bisa lagi melihatnya.
'Ternyata begini ya punya istri, kalau haus di ambilkan. Memang ya takdir ini udah paling terbaik. Meski kejadian semalam memang hal yang buruk tetap saja aku merasa beruntung memiliki istri seperti Bella.' puji Rael dalam hatinya.
Saat ini Bella tengah melangkah ke dapur, langkah nya terhenti saat melihat Biangka yang sibuk dengan 2 kotak berisi obat di tangannya. Biangka tampak menukarkan isi kedua kotak obat tersebut, membuat Bella mengerutkan dahinya bingung. Padahal jelas sekali jika di kotak obat itu tertera macam obat yang berbeda, satu nya obat tidur dosis tinggi dan satunya lagi obat saraf.
'Apa lagi yang akan dilakukan ibu tiri ku ini? Mengapa ia harus menukarkan isi kedua obat itu?' penasaran Bella semakin menjadi saat Biangka dengan asal membuang salah satu kotak obat itu ke tong sampah.
"Non ngapain?" tanya Mbok Iyem membuat Bella hampir berteriak kaget. Untung saja ia mampu menetralkan keterkejutan nya sehingga tidak diketahui oleh Biangka. Bella langsung mengisyaratkan Mbok Iyem agar ikut bersembunyi dengan nya di sudut pintu dapur.
"Aku lagi lihat gelagat aneh dari Tante Biangka, dia tukar obat yang berbeda. Lalu yang salah satunya dibuang ke tong sampah. Mbok Iyem udah pernah lihat?" tanya Bella dengan berbisik-bisik. Mbok Iyem langsung menarik Bella ke dalam kamarnya yang berada di sebelah dapur. Bella yang bingung pun hanya mengikuti instruksi dari Mbok Iyem.
"Sebenarnya Mbok udah pernah lihat itu dari beberapa tahun yang lalu Non, bahkan udah banyak obat yang Mbok dan pelayan lainnya temukan di tong sampah. Kami hanya diam saja karena tidak ingin ikut campur dalam urusan tuan rumah. Mbok juga takut kalau pekerjaan Mbok nantinya terancam." ujar Mbok Iyem menatap Bella.
"Apa Mbok tau apa gunanya obat itu setelah di tukar?" tanya Bella semakin penasaran.
"Mbok juga nggak tau untuk apa Non. Seingat Mbok waktu itu pernah lihat nyonya Biangka bawa obat itu bareng makanan buat tuan Ken." Hal itu sonta membuat Bella langsung berfikir keras. Tetapi beberapa saat akhirnya ia teringat akan beberapa minggu lalu, saat ia mendengar Biangka menelpon seorang Dokter dan mengatakan bahwa kucingnya butuh obat tidur berdosis tinggi.
__ADS_1
'Astaga, jangan-jangan Tante Biangka ngasih obat tersebut buat Ayah! Gue nggak bisa tinggal diam, dia udah tukar obat Ayah. Pantas saja Ayah tidak sembuh-sembuh sedari dulu.' pikir Bella seketika.
"Mbok apakah di dapur ada Cctv?" tanya Bella kemudian.
"Seingat Mbok nggak ada Non, soalnya kata nyonya Biangka tidak perlu meletakkan Cctv di dapur dan lebih utamakan di ruang makan saja." jelas Mbok Iyem membuat Bella paham mengapa Biangka dengan santai menukar obat di dapur.
"Ternyata begitu. Apakah Mbok mau membantu ku?" tanya Bella menatap mbok Iyem.
"Mau Non, membantu apa?" tanya Mbok Iyem.
"Tolong ambilkan video saat Mbok melihat Tante Biangka kembali menukarkan obat tersebut. Aku akan berusaha mencari bukti lain, ku rasa ini ada hubungannya dengan kondisi Ayah yang terus drop dan tidak pernah sembuh." pinta Bella mendapat anggukan mantap dari Mbok Iyem.
"Tentu Non, Mbok akan melakukan nya. Ini juga demi tuan Ken dan Non Bella." jawab Mbok Iyem bersemangat.
Rael melihat Bella memasuki kamar dengan wajah serius, tanpa membawa satupun gelas minuman sebagaimana niatnya tadi. Rael yang sedari tadi sibuk bermain handphone di atas ranjang akhirnya mengikuti Bella yang tiba-tiba duduk di sofa.
"Bel, kamu kenapa?" tanya Rael yang lansung mengalihkan pikiran Bella.
"Aku nggak kenapa-kenapa kok." ucap Bella yang menghela nafas berat.
"Kamu nggak jadi buatkan teh untuk ku?" tanya Rael kembali.
"Ya ampun, maaf lupa. Sebentar aku buatkan dulu." ujar Bella yang mencoba bangkit dari sofa, tetapi tangan nya seketika di tarik Rael. Membuat nya kembali terduduk di sofa.
"Nggak usah, aku udah nggak haus. Aku tau kamu lagi punya pikiran yang kayaknya berat banget." ujar Rael sambil menggenggam jemari Bella, ia menyalurkan perasaan nyaman dan hangat di sana. "Bel, apapun masalahmu sekarang adalah menjadi tanggung jawab ku. Kamu harus membaginya dengan ku. Kita harus saling terbuka." ucap Rael bijak. Perubahan status sungguh membuat pemikiran dan sikapnya ikut berubah.
__ADS_1
Bella yang merasakan perlakuan Rael padanya dan mendengar ucapan Rael betul-betul merasa kalau dirinya tidak lagi hidup seorang diri. 'Ternyata begini rasanya memiliki suami, di saat miliki banyak pikiran pasti di tenangkan dengan hangat.' gumam Bella dalam hatinya senang.
"Saat menuju dapur tadi aku tidak sengaja melihat Tante Biangka menukar obat tidur berdosis tinggi dengan obat saraf. Di saat yang sama juga aku bertemu Mbok Iyem yang menjelaskan bahwa sudah banyak yang menemukan obat di tong sampah, Mbok Iyem juga pernah melihat Tante Biangka selalu membawakan obat tersebut bersamaan dengan makanan untuk Ayah." jelas Bella yang ntah mengapa ia mulai terbuka dengan Rael. Bella merasa ia membutuhkan orang untuk mendengarkan pemikiran nya.
"Menukar obat dan untuk Ayah mu? Apa karena itu kondisi tuan Ken semakin hari semakin drop dan tidak pernah sembuh?" tanya Rael yang sepemikiran dengan Bella.
"Nah aku juga berfikir seperti itu Rael, aku juga sudah meminta Mbok Iyem merekam video jika melihat Tante Biangka melakukan hal itu lagi. Yang ku pikirkan sekarang adalah mencari bukti lainnya." ujar Bella dengan tatapan serius.
"Apakah di dapur tidak ada Cctv?" tanya Rael.
"Tante Biangka memerintahkan untuk tidak meletakkan Cctv di sana." jawab Bella membuat Rael mengerti mengapa Biangka bisa seluasa itu melakukan kejahatan.
"Ini sudah direncanakan, pantas saja ia dengan santai melakukannya." ungkap Rael yang ikut berwajah serius.
"Iya Rael, aku hanya ingin kebusukan Tante Biangka terbongkar. Tetapi caranya bagaimana?" tanya Bella menatap Rael.
"Aku akan ikut membantu mu Bel. Kita tunggu dulu rekaman dari Mbok Iyem, kalau bukti yang satu itu sudah dapat kita pikirkan jalan selanjutnya. Sekarang kita keluar yuk, aku mau ajak kamu ke suatu tempat dulu." ajak Rael yang tiba-tiba seketika membuat Bella bingung.
"Emangnya mau kemana dan ngapain?" tanya Bella penasaran.
"Ke suatu tempat, ayuk ganti baju!" pinta Rael membuat Bella mengangguk.
"Tapi janji nggak lama ya, soalnya aku masih ada kerjaan." ujar Bella mendapat anggukan kepala dari Rael.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1