MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
SALAH PAHAM


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Karena sudah terlalu marah. Rael memutuskan untuk pergi dari hadapan Jesica. Gadis itu tidak bisa di ajak bicara baik-baik menurutnya.


"Rael, kamu kemana?" tanya Jesica dengan suara sok imut. Membuat Rael sangat jengah.


"Gue udah kehabisan sabar ngeladenin Lo yang nggak bisa di ajak bicara baik-baik. Suka-suka lo aja deh, gue pergi." ujar Rael melangkah keluar restoran. Dari kejauhan Gibran dan Vino semakin di buat panik karena merasa taktik mereka tidak berhasil.


"Bos, lo mau kemana?" tanya Vino sedikit teriak saat Rael melangkah jauh dari area restoran.


"Gue mau pulang, udah malam." ketus Rael kesal menghentikan langkah kakinya untuk menatap lawan bicaranya.


"Lo berhasil buat bujuk Jesica menghapus video itu?" tanya Gibran penasaran. Meski ia bisa menangkap dengan jelas bahwa Rael saat ini tengah kesal, itu berarti usaha mereka tidak berhasil.


"Gue udah kehabisan sabar ngeladenin cewek gila itu. Mulai besok kalian bantu gue cari hacker aja. Gue nggak bisa lagi pura-pura baik ke dia!" titah Rael yang sudah begitu kesal.


"Baiklah Bos. Tapi lo harus tau sesuatu yang sangat penting." ucap Vino menggantung. Membuat Rael mengerutkan dahinya.


"Apa? Kok kayaknya muka kalian berdua panik gitu?" tanya Rael penasaran.


"Saat Lo makan sama Jesica tadi. Kami nggak sengaja lihat bu Bella lagi menatap kalian berdua dengan wajah yang sangat kecewa. Habis itu ia langsung pergi keluar area restoran. Kami nggak sempat buat ngejar dia, soalnya udah langsung ke area parkiran." jelas Gibran membuat Rael melototkan matanya kaget.

__ADS_1


"Astaga, terus kenapa dia nggak hampiri gue? Apa dia nggak peduli kalau gue jalan sama cewek lain? Di kirim pesan pun juga nggak ada. Emangnya dia kesini sama siapa?" tanya Rael bertubi-tubi dengan rasa yang tidak nyaman.


'Bella lihat gue sama Jesica. Apa dia nggak cemburu sama gue? Apa segitu nggak berharganya hubungan ini sampai dia nggak marah sama gue? Setelah yang terjadi antara kami apa dia nggak peduli sedikit pun?' gumam Rael dari dalam hatinya.


"Bu Bella datang ke sini bareng bu Vini. Kayak habis belanja gitu, soalnya banyak paper bag di tangan mereka. Gue rasa sih dia kecewa sama lo Rael. Dari yang gue lihat bu Bella bukan tipe cewek yang suka bikin harga dirinya turun. Apalagi mau melabrak lo di depan umum." jawab Gibran dengan logikanya.


"Betul juga tuh. Apalagi kan lo suaminya, tentu ia nggak ingin nama baik lo rusak! Gue rasa bu Bella sekarang salah paham deh. Mending lo cerita aja apa yang terjadi, dari pada si cewek kampret itu ngirim video ke semua orang. Bikin nambah masalah!" tambah Vino dengan bijak. Tanpa pamit Rael langsung melangkah meninggalkan sahabatnya itu. Dengan rasa khawatir dan tidak nyaman di hatinya membuat Rael memutuskan untuk segera pulang.


Gibran dan Vino hanya bisa diam saat Rael meninggalkan mereka tanpa menjawab apalagi pamit sedikitpun. Mereka sudah terlalu paham dengan salah satu kebiasaan sang sahabat.


***


'Kamu kira aku main-main ya? Kamu pikir setiap ancaman aku itu cuma candaan? Awas kamu Rael, aku bakalan hancurkan rumah tangga kamu!' Sarkas Jesica dari dalam hatinya. Senyum devil muncul di wajahnya saat video yang ia kirimkan ke nomor handphone Bella telah di baca.


'Jika kamu tidak bisa menjadi kekasihku maka kamu juga tidak boleh menjadi milik orang lain!' gumam Jesica penuh keegoisan.


***


Di lain tempat. Bella menerima sebuah video dari nomor handphone yang tidak ia ketahui. Setelah menonton nya membuat Bella berkali-kali lipat kecewa terhadap Rael.


'Ternyata Rael memang berniat buruk sedari dulu pada ku. Bahkan ia ingin menyakiti hatiku. Aku bodoh sekali, bisa terperangkap tipu dayanya.' gumam Bella dengan sakit hati yang sangat dalam. Mengulang beberapa kali video itu, akhirnya membuat Bella mengerti bahwa Rael berbuat manis padanya hanya ingin membuat Bella sakit hati.

__ADS_1


Tangis Bella sudah tidak bisa terpendam kan lagi. Air mata sudah mengalir di pipinya. Meski sakit, ia berusaha untuk menyadarkan diri bahwa ini adalah kesalahannya. Karena ulah kebohongan yang ia perbuatlah mereka bisa menikah. Bella mencoba untuk tegar dan tidak menyalahkan Rael seutuhnya.


'Aku yang salah karena sudah menaruh kepercayaan dengan Rael. Aku sangka ia sudah berubah saat kami menikah. Ternyata ia lebih membuat ku sakit dibandingkan yang ia inginkan.' gumam Bella dalam hatinya. Ia menepuk dadanya, rasa sakit yang membuat sesak kian menyelimuti hatinya. Jujur saja setelah apa yang terjadi antara mereka, Bella sudah mulai membuka hati untuk Rael. Bahkan tadi ia sangat cemburu melihat Rael dengan wanita lain.


Saat mendengar pintu kamar akan dibuka dari luar. Bella berpura-pura tidur dan langsung menyeka air matanya. Sungguh ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Rael. Bella memutuskan untuk bungkam dan seperti tidak ada yang terjadi.


Rael yang masih dengan rasa tidak nyaman dan khawatirnya langsung menaiki ranjang saat melihat Bella sudah menyelimuti tubuhnya sampai ke kepala.


"Bel, kamu sudah tidur?" tanya Rael lembut sambil memegang bahu sang istri. Bella yang tadinya berpura-pura tidur tidak mau menjawab ucapan Rael sedikit pun.


Beberapa menit tidak mendapatkan jawaban. Rael memutuskan untuk ikut tidur di samping sang istri. Ia melepaskan jaket yang masih ia pakai dan melemparkannya sembarangan. Ikut masuk ke dalam selimut yang Bella pakai, Rael pun memeluk Bella dari belakang. Tidak lupa ia mencium pipi Bella dengan lembut.


Dengan sadar Rael merasakan bahwa pipi Bella basah. Tetapi ia tidak ingin menggangu tidur Bella yang sudah tenang menurutnya.


"Selamat tidur my wife. Love you." bisik Rael membawa Bella ke dalam pelukan hangatnya. Sedang Bella dengan rasa tidak percaya mendengar ucapan Rael. Ia takut semakin dalam merasakan kasih sayang Rael yang menurutnya palsu.


'Kamu terlalu sangat pintar berpura-pura Rael. Kalau kamu bisa akting di hadapan ku, mengapa aku tidak? Aku akan terlihat biasa saja dan tidak memperdulikan mu lagi. Aku tidak percaya kamu sejahat ini.' Gumam Bella dalam hatinya. Meski begitu ia sedikit merasa tenang karena hangat nya dekapan Rael. Bella mencoba untuk tidur dan mengistirahatkan pikirannya yang sudah terlalu lelah.


'Apa yang akan aku lakukan? Mulai dari mana aku harus menceritakan masalah ini? Apa Bella akan percaya bahwa aku sudah berubah dan betul-betul ingin menjadi suami yang baik untuk nya. Mengapa Bella tidak menunggu ku tidur? Apa ia tertidur setelah menangis? Sungguh aku sangat merasa bersalah telah membuatnya salah paham begini. Aku juga tidak ingin menganggu tidur nya yang tenang, mending besok pagi saja ku jelaskan semuanya.' putus Rael dalam hatinya. Dengan begitu ia pun memutuskan untuk tidur dan mengikuti Bella ke dalam mimpi. Rael memeluk Bella dengan hangat agar sang istri merasakan betapa ia sangat ingin menjadi suami yang baik untuknya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2