
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Bella duduk di sofa ruang inap Jingga seorang diri, karena Nara sudah berpamitan beberapa jam lalu untuk kembali ke camp. Nara merasa tidak enak badan dan membutuhkan istirahat yang cukup, kejadian hari ini sungguh menguras tenaga serta pikirannya.
Bella menatap kosong ke arah Jingga yang tertidur di atas bad rumah sakit. Sedari tadi matanya tidak bisa terpejam sedikitpun. Usai Dito menelpon nya tadi, Bella merasa bahwa Riko menyembunyikan sesuatu darinya.
'Apa aku menolong seseorang yang salah?' gumam Bella dalam hatinya. Ia terus bertanya-tanya siapa sebenarnya Riko.
***
Selang beberapa menit. Larut malam pun sudah hampir mendekati subuh. Bella masih melamun panjang sampai suara pintu terbuka membuat ia tersadar.
"Kok kamu sendiri, yang lainnya mana?" Tanya Bella saat Rael dengan santai memasuki ruang inap Jingga seorang diri.
"Yoga dan Dito lagi ngasih pelajaran buat Rayen di camp Latera. Karena aku sudah janji pada ibunya, oleh karena itu aku tidak ikut serta." Ujar Rael yang memilih duduk di sebelah sang istri. Mendengar jawaban Rael malah membuat Bella bingung.
"Rayen siapa? Kamu janji pada ibunya siapa?" Tanya Bella yang sangat kebingungan.
"Nama asli Riko itu Rayen Indarko. Selama ini kita semua dibohongi termasuk kamu yang sudah membantunya hidup setelah ia kabur dari rumah beberapa tahun lalu." Jelas Rael menatap Bella dengan tatapan serius.
"Lalu ibu itu?" Tanya Bella kembali.
"Kedua orangtuanya masih hidup, kamu benar-benar telah di bodohinya selama ini." Ujar Rael kesal. Bella terpaku, tidak menyangka bahwa orang yang sangat ia percayai telah mengkhianati kepercayaannya sejak awal. Riko atau Rayen itu benar-benar telah menipunya.
__ADS_1
"Aku tidak percaya bahwa Riko sejahat ini. Tau begitu tidak akan ku suruh kalian mencari keberadaannya. Aku tidak akan membiarkan Jingga tersakiti lagi. Tidak usah minta pertanggungjawabannya, aku akan menjaga Jingga." Putus Bella dengan kesal. Tetapi Rael langsung menggeleng keras.
"Kamu tidak bisa memutuskan hal itu Bel. Meski sejahat apapun Riko ia pasti tidak akan mau menyakiti Jingga yang lagi mengandung anaknya. Lagian kedua orangtuanya Riko memintanya agar segera menikahi Jingga dan membawa Jingga ke rumah mereka. Di sana mereka akan menjaga Jingga dengan sangat baik, itu janji ibu Riko padaku." Jelas Rael membuat Bella juga menggeleng keras.
"Bagaimana jika nanti mereka menyakiti Jingga?" Tanya Bella mewanti-wanti.
"Tidak akan Bel. Lagian Jingga kan tengah mengandung pewaris mereka." Ujar Rael menyakinkan Bella. Bella masih tidak percaya setelah semua kepercayaannya pada riko lenyap dalam semalam.
"Lalu orang tua yang kecelakaan waktu itu siapa? Riko mengatakan bahwa itu orang tuanya padaku." Ujar Bella dengan bingung.
"Mereka bukan siapa-siapanya Riko. Riko hanya menjadi orang yang membawa mereka ke rumah sakit karena dia yang menyaksikan sendiri kecelakaan itu. Di waktu yang bersamaan kamu bertemu dengannya. Riko sebenarnya sudah tau kalau kamu ketua geng Latera jauh sebelum pertemuan pertamamu dengannya dan ia memanfaatkan kebaikan kamu itu untuk membantunya melanjutkan hidup usai kabur dari rumah." Jelas Rael dengan tatapan datar menatap sang istri. Bella langsung mengerutkan dahinya saat Rael begitu rinci menjelaskan hal itu.
"Mengapa kamu tau semuanya?" Tanya Bella bingung.
"Aku tidak habis pikir, selama ini aku dibohongi dan di manfaatkan. Benar ternyata tebakan ku sedari tadi, Riko pasti menyembunyikan sesuatu dariku" Ujar Bella tidak percaya.
"Makanya jadi orang jangan baik banget. Kamu sih, sama orang nggak dikenal saja baiknya minta ampun." Tutur Rael sedikit terkekeh meski matanya kini sudah terpejam dengan kepala yang ia topangkan di bahu Bella. Bella yang paham dengan kondisi Rael langsung mengarahkan kepala Rael di atas pangkuannya agar lelaki itu bisa tertidur nyaman.
"Kalau begitu besok-besok aku jadi orang jahat saja." Ujar Bella ngasal membuat Rael semakin terkekeh.
"Hahaha... Kamu mah nggak bisa. Yang ada kamu itu ntar nangis pas mau berbuat jahat." Ujar Rael mencibir Bella.
"Ih apaan sih, diam nggak tuh mulut. Gini-gini aku tuh ketua geng motor tau! nggak cengeng seperti yang kamu bilang!" Elak Bella. Meski kesal Bella masih memijiti kepala Rael dengan tangannya yang sudah terlihat lihai memijat. Rael akhirnya memilih diam dan menikmati pijatan sang istri yang membuat lelahnya menjadi sedikit berkurang. Bella melihat wajah sang suami yang terlihat damai di pangkuannya, tidak lupa ia juga memandang takjub ciptaan tuhan yang satu ini.
__ADS_1
'Ternyata kalau tenang begini Rael tambah ganteng aja. Ternyata nggak sia-sia juga aku nikah sama brondong ini.' gumam Bella dalam hatinya sambil tersenyum senang.
"Kamu tau nggak?" Tanya Rael yang tiba-tiba setelah beberapa menit hening melanda mereka.
"Nggak tuh." Jawab Bella menyela, membuat Rael membuka matanya.
"Kan aku belum selesai bicaranya sayang, udah di sela aja ucapannya." Ujar Rael kesal.
"Hehehe... Iya-iya deh. Emangnya apa yang nggak aku tau?" Tanya Bella terkekeh saat melihat ekspresi Rael kesal yang menurutnya sangat lucu.
"Aku pengen dedek juga Bel." Ujar Rael mengubah posisi tubuhnya menghadap perut Bella. Tanpa sadar Rael mengarahkan tangannya untuk menyentuh dan mengelus lembut perut Bella yang rata itu. Di saat itu Bella juga terpaku. Ia tidak menyangka di saat ini Rael akan meminta hal seperti itu.
"Kamu bicara apa sih Rael. Duduk gih, aku mau ke kamar mandi!" Pinta Bella dengan suara dingin. Bella menjadi semakin gugup setelah mengingat obrolannya bersama Vini saat makan malam.
Rael merasa ucapannya pasti membuat Bella tidak nyaman, sehingga ia langsung duduk dan membiarkan Bella pergi memasuki kamar mandi.
'Apa gue salah bicara?' tanya Rael dalam hatinya. Bahkan ia ingat sekali bahwa dimalam pertama mereka Bella juga berucap siap menjadi seorang ibu. Lalu apa yang membuat Bella tampak gelisah dan tidak nyaman seperti itu? Pikir Rael terus berkelana sampai ia lelah dan memutuskan untuk merebahkan tubuhnya kembali di sofa.
'Apa aku hamil atau tidak? Haruskah aku periksa atau tidak?' gumam Bella dalam hatinya terus bertanya-tanya. Bella terus berfikir tanpa sadar ia telah begitu lama di kamar mandi dan saat ia keluar, sang suami sudah tertidur meringkuk di atas sofa dengan wajah yang tampak lelah.
'Kok hari ini kamu terlihat lucu sekali sih Rael? Semua tingkahmu malah sangat menggemaskan di mataku.' gumam Bella tersenyum dan melangkah ke arah suaminya. Tidak lupa juga Bella mengambilkan selimut cadangan yang ada di lemari pasien untuk ia berikan pada sang suami.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1