MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
RAYEN INDARKO


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Rael masih tidak mau melepaskan Riko meski mereka sudah sampai di dalam rumah besar itu. Mereka duduk berhadapan dengan pasangan paruh baya yang mengaku sebagai kedua orang tua Riko.


"Lepasin Gue!" Sarkas Riko yang akhirnya buka suara. Bukannya melepaskan genggamannya dari tangan Riko, Rael malah mencengkeramnya keras sampai lelaki itu mengerang kesakitan.


"Sebenarnya kalian ini siapa?" Tanya lelaki paruh baya yang menjadi tuan rumah pemilik rumah besar itu.


"Perkenalkan saya ini Rael, ini Dito dan Yoga. Dulu kami temannya Riko tetapi sekarang sudah tidak lagi, enggan saya berteman dengan banjingan seperti ini! Kedatangan kami hanya untuk meminta pertanggungjawabannya. Bapak sendiri siapa?" Tanya Rael dengan suara kesal menatap lawan bicaranya.


"Saya Indarko, pemilik rumah ini dan Ayah kandung dari dia. Tetapi anak saya namanya Rayen Indarko, bukan Riko. Apa kalian salah orang?" Tanya lelaki paruh baya itu sambil menunjuk Riko yang berada di samping Rael.


"Kalau kami salah orang tidak mungkin banjingan ini lari saat melihat kami. Tentu ada alasan mengapa dia takut melihat kami bukan?" Jawab Rael senyum devil.


"Maksudnya gimana?" Tanya wanita paruh baya itu dengan air mata yang masih mengalir di pipinya. Ia tidak kuasa saat melihat sang anak diperlukan seperti itu.


"Sudahlah jangan bertele-tele lagi Rael. Bilang saja kalau banjingan ini telah memperkosa Jingga sampai dia hamil!" Sarkas Yoga yang sudah kehabisan kesabaran. Ia muak dengan ucapan basa basi Rael dengan pasangan paruh baya itu. Namun ucapan Yoga malah membuat pasangan paruh baya itu syok tidak percaya.


"Kamu menghamili anak orang Rayen?" Tanya Indarko pada Riko dengan tatapan tidak percaya.


"Tidak Ayah, wanita itu menjebak ku! Wanita itu yang duluan menggodaku." Ujarnya berbohong. Membuat Yoga semakin kecewa mendapati sahabat baiknya ini.

__ADS_1


"Waah Lo pandai bohong juga ya Riko! Gue nggak nyangka sahabat baik Gue dulu, sekarang dengan mudahnya balikin fakta yang ada. Lo lupa kalau Lo itu yang perkosa dia dengan kasar sampai dia hamil!" Sarkas Yoga yang amarahnya sudah sampai ke ubun-ubun.


'Emang Gue lupa! Karena sampai sekarang Gue belum ingat kejadian malam itu." gumam Riko dalam hatinya.


"Pantas saja kamu pulang dengan tiba-tiba setelah kabur setelah beberapa tahun ini. Ayah tidak pernah mengajarkan kamu berbuat se keji itu Rayen!" Sarkas lelaki paruh baya itu yang sangat marah karena mendapatkan fakta tersebut.


"Kamu dengarkan Rayen saja Mas! Rayen bilang gadis itu yang menjebaknya. Kamu harus percaya pada anak kita Mas." Ujar wanita paruh baya itu yang masih tidak mau percaya pada kenyataan yang diucapkan oleh Rael dan Yoga.


"Sudahlah Kartika. Mau percaya atau tidak anakmu ini memang banjingan sedari dulu, dia tidak pernah bisa membanggakan keluarga kita. Usir saja dia dari rumah ini!" Putus Indarko dengan kesal pada istrinya.


"Jangan Mas. apa tidak bisa kamu memaafkan kesalahannya ini? Anak kita baru pulang setelah beberapa tahun, aku tidak ingin lagi kehilangan Rayen Mas." Ucap wanita paruh baya bernama Kartika itu.


"Mas, dengarkan aku dulu. Dengarkan penjelasan Rayen juga Mas!" Tutur Kartika mencoba untuk menahan suaminya pergi.


"Keputusan ku sudah bulat Kartika. Semua tergantung pilihan Rayen!" Ucap Lelaki paruh baya itu tanpa menatap lawan bicaranya. Kartika langsung beralih menatap anaknya yang masih dalam cengkeraman Rael.


"Kamu dengar kan Rayen. Bertanggung jawablah pada gadis itu, ibu tidak ingin kamu pergi dari rumah ini lagi. Kamu tidak inginkan semua fasilitas dari Ayah akan hilang? Pergilah nak, bawa gadis itu ke sini!" Pinta Kartika dengan penuh harap menatap Riko. Kartika berbuat seperti itu demi Riko, ia benar-benar menyayangi anaknya ini dan tidak ingin lagi terpisah jauh dengan Riko.


"Tidak ibu suruh pun Riko harus bertanggung jawab. Karena kesalahan yang dia perbuat membuat hidup seseorang hancur." Ujar Dito yang akhirnya buka suara setelah hanya menyaksikan perdebatan dihadapannya.


"Gue nggak mau tanggung jawab! Apa pandangan orang kalau Gue menikah dengan orang yang sudah Gue perkosa? Gue pasti di tatap jijik oleh semua orang!" Tolak Riko yang masih egois.

__ADS_1


"Waah Lo benar-benar banjingan ya! Lo nggak mikir gimana perasaan Jingga sekarang? Dia terpukul, hancur dan bahkan sekarang separuh mati!" Sarkas Rael dengan kesal.


"Maksud Lo apa?" Tanya Riko bingung atas ucapan Rael.


"Jingga mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya sendiri. Dia sangat putus asa setelah kepergian Lo yang nggak mau bertanggung jawab padanya. Sekarang dia tidak sadarkan diri di rumah sakit!" Jelas Yoga membuat Kartika ikut syok mendengarnya. Meski ia tidak menerima kenyataan bahwa Riko menghamili Jingga, tetap saja ia paham perasaan Jingga setelah perlakuan anaknya itu. Bagaimanapun ia juga seorang wanita.


"Gadis itu gila! Kalau bayinya kenapa-kenapa gimana?" Ucap Riko yang merasa hatinya tersentil setelah mendengar penjelasan Yoga.


'Kok Gue malah simpati sih sama bayi itu. Ah, Gue udah gila! Jingga kenapa bisa selemah itu sih? Dia yang gue kenal biasanya kuat dan tidak berfikir pendek seperti itu. Apa dia benar-benar hancur dan berubah karena Gue?' gumam Riko dalam hatinya.


"Lo yang gila! Karena sudah berbuat tetapi tidak mau bertanggung jawab! Kalau bukan karena Jingga hamil, sudah Gue pastikan kalau Gue yang bakal nikahin Jingga. Gue nggak bakal rela dia menikah dengan Lo yang sangat sialan ini! Tetapi semua ini terhalang karena Jingga hamil dan bayi itu membutuhkan Lo sebagai Ayah kandungnya! Gue benci sama Lo Riko! Lo lelaki terburuk yang ada dimuka bumi ini!" umpat Yoga untuk kesekian kalinya menahan amarahnya yang sudah sampai ke ubun-ubun. Ingin sekali Yoga memukul Riko tetapi ia sadar bahwa bukan tempat yang tepat jika saat ini harus melampiaskan amarahnya itu. Rumah ini tentu saja memiliki Cctv dan itu akan membuat masalah baru baginya jika Riko tiba-tiba melaporkan perbuatannya itu. Sehingga Yoga tetap menahan diri agar tidak kelepasan amarah.


"Pergilah bawa Rayen menemui gadis itu. Nikahkan mereka dan bawa gadis itu ke sini. Saya meminta tolong pada kalian jangan sakiti Rayen. Tolong maafkan dia, kami akan bertanggungjawab pada gadis itu dengan sebaik mungkin. Kami janji!" Ujar Kartika dengan tatapan memohon pada Rael, Dito serta Yoga.


"Baiklah Bu, kalau begitu kami akan membawanya pergi sekarang juga." Ujar Rael yang sudah berdiri dan menarik Riko yang masih ada pada cengkraman nya. Ntah mengapa Riko memilih pasrah setelah mendengar kondisi Jingga yang membuat hatinya terasa tidak nyaman.


"Tolong jaga Rayen, jangan sakiti dia! Saya janji akan memperlakukan gadis itu dengan baik nantinya." Pinta Kartika sepenuh hati. Rael membawa Riko yang sudah pasrah dalam cengkraman nya.


"Tenang saja Bu, saya tidak akan mengotori tangan saya untuk banjingan ini. Kami pamit dulu." Ujar Rael yang dengan sopan santunnya masih menyalami Kartika, begitu pun dengan Dito serta Yoga. Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah sakit, membawa Riko untuk memenuhi pertanggungjawabannya pada Jingga.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2