
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Kini keluarga Indarko hendak pergi keluar negeri. Rumah sakit sudah mempersiapkan semua nya.
Sebelum itu, Bella dibantu oleh Rael untuk menghampiri ruangan Jingga yang masih dalam kondisi kritis.
Bella duduk di kursi roda dan menatap ke arah Jingga yang terbujur kaku dengan alat-alat medis yang begitu banyak di tubuhnya.
"Jingga, kamu cepat siuman ya. Aku bakalan janji untuk jaga anak kamu. Aku akan rawat dia seperti anak ku sendiri, begitu juga dengan Rael. Iya Rael?" tutur Bella dengan tangis yang ia tahan.
Mendengar pertanyaan Bella, Rael ikut mengangguki nya.
"Iya Bel." jawabnya singkat.
Tiba-tiba pintu kamar inap terbuka. Menampilkan Riko dan beberapa suster di belakang nya.
"Sudah waktunya Mbak, kami harus berangkat." ujar Riko menghampiri Bella.
"Tolong jaga Jingga dengan baik Riko, Mbak berhutang nyawa padanya." pinta Bella kemudian.
Riko berlutut dihadapan Bella dengan wajah sendu.
"Seharusnya aku yang meminta Mbak menjaga anak ku dan Jingga dengan baik. Aku akan betul-betul berhutang budi padamu Mbak." tutur Riko dengan sedih.
Rael menyentuh bahu Riko.
"Tenang aja Riko, gue akan jadi Ayah yang baik buat anak Lo." hati Rael akhirnya tersentuh ketika permintaan Riko begitu tulus dari dalam hatinya.
"Makasih ya Rael, gue percaya sama kalian berdua. Kalau gitu gue pamit dulu. Sampai ketemu lagi beberapa tahun ke depan." pamit Riko yang hanya di angguki oleh Bella dan Rael.
Mereka semua berlalu dari ruangan itu. Suster juga sudah membawa bad pasien Jingga keluar bersamaan dengan Riko.
"Kita ke kamar kamu lagi ya, kasihan dedek nya butuh istirahat." ujar Rael membuat Bella hanya menjawabnya dengan anggukan.
Gadis itu masih sedih karena kepergian Jingga dan Riko keluar negri. Bella juga sudah tau kondisi Jingga yang kini kritis dengan nyawanya yang terombang-ambing.
Rael pun mendorong kursi roda Bella menuju ruangan inap nya.
***
Di sisi lain, Riko dan keluarga menyempatkan diri untuk melihat anak Jingga sebelum mereka berangkat keluar negeri.
Sebelum itu mereka sudah tau soal Jesica, gadis yang sudah menabrak Jingga sampai seperti ini. Tentu Indarko tidak mau diam saja. Ia memperkuat laporan untuk menghukum Jesica. Sepertinya Jesica akan dihukum penjara seumur hidup.
"Bayi mu mirip sekali dengan kamu Rayen." ujar Kartika dengan sedih.
Ia tidak menyangka bahwa kehidupan nya akan seperti ini, cucu yang ia idam-idamkan selama ini terpaksa akan menjadi bagian keluarga orang lain.
"Iya Ma, hanya matanya yang mirip dengan Jingga." jawab Riko dengan tersenyum haru.
Setelah melihat anak Jingga, Riko sekeluarga langsung menuju Banda untuk keluar negri. Tepatnya negara Singapura.
***
5 bulan berlalu.
Kini Bella tengah bermain dengan bayi berumur 5 bulan di kamar nya dengan Rael.
__ADS_1
Bella sudah dinyatakan sembuh sejak beberapa bulan lalu. Bella juga sudah kembali ke kediaman Wijaya. Ken menyambut putrinya itu dengan haru. Kini hidupnya kembali nyaman tanpa sandiwara lagi.
Ken semakin menunjukkan kasih sayang nya pada Bella. Apalagi Ken juga sudah bisa berjalan dan hidup tanpa kursi roda lagi. Ia sudah dinyatakan sembuh dari penyakit saraf yang ia derita.
Beberapa bulan terakhir Rael juga sudah sibuk dengan pekerjaan barunya di perusahaan. Rael dipercaya sebagai CEO muda yang mengatur 3 perusahaan sekaligus. Perusahaan Wijaya, Genandra dan juga Indarko. Atau mereka sebut sebagai perusahaan WIG. Arya dan Haris tidak pensiun, mereka masih membantu Rael dalam mengawasi perusahaan-perusahaan itu, bedanya mereka kali ini lebih merasa santai.
Howekkk... Howekk... tangisan bayi berumur 5 bulan itu terdengar sampai keluar kamar.
Mbok Iyem bahkan langsung berlari dari dapur menuju kamar Bella yang kini telah ada di lantai bawah.
Ini atas permintaan Rael, kamar Bella dan dirinya terpaksa dipindahkan ke bawah karena mewanti-wanti Bella yang sering turun naik tangga.
"Cup... Cup... Sayang, kok nangis sih? Ada Mama di sini loh. Cup... Cup..." ujar Bella yang mengangkat bayi itu dalan gendongan nya.
Ia sedikit kesusahan mengingat perutnya yang juga sudah membesar. Kelahiran bayi Bella tinggal beberapa hari lagi, oleh karena itu terkadang ia merasa nyeri dan kran di perutnya.
"Sini sama Mbok aja Non, mungkin dia lapar." titah Mbok Iyem yang langsung mengambil alih bayi itu.
Walaupun ASI Bella sebentar lagi sudah ada, tetap saja Rael tidak memperbolehkan nya berbagi dengan bayi 5 bulan itu. Menurut Rael lebih baik bayi itu diberikan susu formula saja, ia tidak ingin anaknya kelak memiliki saudara sesusui.
Setelah bayi itu di ambil alih oleh Mbok Iyem, Bella memutuskan untuk duduk di tepian ranjang.
Kaki nya membengkak akhir-akhir ini, membuat ia yang ingin berdiri pun terkadang susah.
***
Beberapa menit kemudian. Mbok Iyem berhasil membuat bayi itu tertidur pulas, ia meletakkan bayi itu di atas tempat tidur bayi.
"Mbok, kok perut aku sakit banget ya?" tanya Bella ketika rasa sakit perutnya sudah tidak tertahankan sedari tadi.
Mbok Iyem terperanjat kaget ketika melihat cairan bercampur darah di lantai.
"Astagfirullah Non, ini namanya Non udah mau melahirkan!" erang nya tanpa sadar.
Bella ikut kaget melihat cairan yang sudah mengalir di kakinya.
Ken mendengar suara Mbok Iyem langsung berlarian masuk kedalam kamar putrinya.
Ken panik dan juga kahwatir.
"Pak Sudir! Pak Sudir!" teriaknya dengan suara lantang. Hal itu mampu membuat bayi yang baru saja tertidur kembali bangun.
Ia menangis keras, membuat semua orang bertambah panik.
Orang yang dipanggil Ken ikut berlarian ke dalam kamar Bella.
"Tolong siapkan mobil secepatnya, Bella akan melahirkan! Dan, Mbok Iyem jaga saja anak itu di sini. Jangan lupa hubungi Rael!" titah ya dengan panik.
Ken membantu Bella berjalan menuju luar kamar. Sedangkan Pak Sudirman dan Mbok Iyem langsung menjalankan apa yang diperintahkan oleh tuannya. Tidak lupa sebelum beranjak pergi, pak Sudirman mengambil tas yang sudah disiapkan oleh Bella untuk ia bersalin.
***
Beberapa menit persalinan, akhirnya Bella melahirkan dengan lancar. Di temani dengan sang suami membuat Bella merasa sangat senang dan tak takut.
Untung saja Mbok Iyem memberitahu Rael dengan cepat, sehingga membuat dirinya tidak ketinggalan momen yang begitu berharga.
Setelah dibersihkan, Bella dan anaknya di bawa ke ruang inap. Bahkan di sana sudah berkumpul beberapa orang. Ada Arya, Haris, Vino, Vini dan juga Rahman.
__ADS_1
Mengingat Vini, dia adalah gadis yang paling antusias menunggu kelahiran anak Bella. Vini jugalah yang mengatur pekerjaan Bella akhir-akhir ini, dari urusan kampus sampai restoran nya.
"Anak kalian cantik banget sih." puji Vini dengan heboh.
"Apaan sih, dia itu ganteng kayak aku tau!" celetuk Vino tidak terima.
"Dia cantik!" tegas Vini dengan tatapan tajam.
"Dia ganteng!" tegas Vino yang juga tidak mau kalah.
Membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkekeh geli. Mereka semua memang belum tau jenis kelamin bayi yang tengah Bella gendong itu.
"Emangnya kalian udah tau jenis kelamin nya? Bilang cantik dan ganteng segala?!" ujar Haris terkekeh.
"Dia itu cewek kan, Bel?" tanya Vini kemudian.
"Nggak, dia cowok!" sahut Vino tidak terima.
Bella malah semakin terkekeh, untung saja bayinya tidak bangun ulah perdebatan sengit antara kedua manusia di hadapan nya.
Bella menatap Rael meminta persetujuan, Rael yang tengah berdiri di sampingnya langsung mengangguk samar dan tersenyum tipis.
"Anak kami cewek." ungkap Bella membuat Vini tersenyum kemenangan.
"Yes... yes... Betul kan tebakkan aku." ujarnya bersorak gembira. Sedangkan Vino menatapnya dengan kesal.
"Biarin tebakkan kamu menang, tapi jagoan ku masih ada di rumah Bella." angkuhnya yang teringat akan bayi 5 bulan di rumah Bella, yang kini telah menjadi putra pertama keluarga Wijaya.
"Apaan sih, ngga asik!" rajuk Vini kesal.
Membuat semua orang yang ada di ruangan itu tersenyum dan tertawa geli.
Rael menatap Bella dan anaknya dari samping. Begitu bersyukur nya ia mendapatkan wanita sebaik Bella. Rael tidak akan mau mengulangi kesalahan-kesalahan nya selama ini. Rael bahagia hidup berumahtangga dengan Bella. Begitu pun sebaiknya.
Tatapan mereka beradu tatkala Bella ikut menatap Rael yang berdiri disampingnya.
"Terimakasih sayang." ujar Rael sambil mencium kening Bella sekilas.
"Sama-sama sayang." jawab Bella sepenuh hati.
Semua orang yang menyaksikan hal itu membuat hati mereka menjadi hangat.
TAMAT
...📌HARGAI PASANGANMU SEBELUM IA PERGI DAN KAMU AKAN MENYESAL📌...
.......
...❤️HAPPY ENDING❤️...
.......
.......
...Makasih semuanya udah baca novel ini dari awal sampai akhir, ambil baiknya buang buruknya. Jangan lupa tulis pesan dan kesan kalian setelah membaca novel ini di kolom komentar....
^^^Salam dari INTAN🧕🏻🙏🏻^^^
__ADS_1