MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
ALBUM


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Rael sangat marah dan juga frustasi karena masih belum menemukan keberadaan Bella. Ia selalu berdiam diri di dalam kamar, kediaman Genandra.


Saat kini Rael mencuci wajah kusut nya yang dari beberapa minggu lalu sudah tidak tersenyum lagi. Amarahnya juga memuncak setelah tau bahwa Bella tengah hamil. Meski dendam menyelimuti pikirannya tetap saja hati kecilnya berkata-kata. Sakit sekali ketika ia tau bahwa istrinya hamil buah hati mereka dari orang lain.


Rael mengusap gusar wajahnya, ia memilih duduk di lantai kamar mandi. Merutuki kebodohannya yang telah membiarkan Adelia masuk ke dalam kamar mereka.


'Seharusnya Gue usir wanita ****** itu! Seharusnya Gue nggak diam aja di saat Bella datang!' gumam Rael dalam hatinya. Sekarang yang ia pikirkan hanya seharusnya, seharunya dan seharusnya. Karena jalan buntu yang terus ia temukan di saat mencari keberadaan Bella.


Saat ia meraung di dalam kamar mandi, mata Rael menangkap suatu barang yang tergeletak di lantai bawah wastafel.


'Apa itu?' gumamnya bingung. Memang semenjak hari mereka pergi dari kamar ini. Rael tidak memperbolehkan orang lain masuk ke dalam kamar. Termasuk para pelayan yang bertugas untuk membersihkannya.


Rael beringsut sedikit dan menemukan satu testpack di sana. Ia melihat testpack itu memunculkan hasil positif dengan garis dua.


Ia mengernyit dan memejam kan matanya. Rael tau itu adalah milik Bella, ternyata di saat mereka tinggal di rumah ini, sang buah hati sudah ada di dalam perut Bella. Seketika Rael ingat betapa kejamnya ia memperlakukan gadis nya itu. Bahkan Rael juga ingat sering sekali mencekik leher Bella dengan kasar.


'Kenapa kamu nggak bilang si Bel? Aku ini berhak tau!' gumamnya dengan sedikit tersedu-sedu.


Rael akhirnya bangkit setelah melihat testpack ditangan nya. Ia merasa begitu di kuatkan dan bahkan sangat bersemangat untuk segera menemukan Bella bagaimana pun caranya.


Selang beberapa menit. Rael turun dari kamarnya dengan stelan anak motor miliknya. Ia berniat untuk mencari keberadaan Bella dengan mengelilingi seisi kota. Bahkan kalau perlu Rael akan mengerahkan semua anggota serta bawahan nya.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" Tanya Haris mengehentikan langkah Rael.


"Bukan urusan anda!" Ketus nya yang kembali melangkah.


"Kamu tidak akan menemukan Bella jika kamu masih saja keras kepala seperti itu. Bella juga tidak akan mau bertemu lelaki yang telah mengkhianati nya." Ujar Haris dengan sedikit berteriak. Rael yang tadinya sudah sampai di ambang pintu, mengurungkan niatnya untuk terus melangkah dan kembali beringsut mundur.


"Anda tau apa soal pernikahan kami ha?!" Serunya sambil menatap tajam Haris.


"Aku ini Ayah mu Rael, tolong sopan berbicara!" Tegas Haris. Meski sejak kematian ibunya Rael selalu dingin dan angkuh. Baru kali ini Haris merasakan bahwa anaknya ini betul-betul berubah. Ia dapat melihat kebencian, dendam dan amarah di mata Rael.


"Bukan Ayah namanya jika bermain dengan wanita lain, apalagi di saat istrinya tengah hamil!" Sindir Rael yang tanpa sadar juga menyindir dirinya sendiri. Haris terkekeh dan menepuk bahu Rael.


"Sadar tidak dengan ucapan mu? Duduk lah di sofa, akan Ayah ceritakan semuanya padamu. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman." Titah Haris yang mampu membuat Rael terdiam karena yang ia ucapkan tengah terjadi pada dirinya saat ini.


Mau tidak mau Haris mendorong sang anak untuk duduk di sofa. Ia mengambil beberapa album dari dalam kamarnya. Kemudian ia serahkan album itu kepada Rael.


Haris masih diam di saat ia mencari sesuatu dari isi album lama itu.


"Ini untuk apa?" Tanya Rael kembali. Karena tidak kunjung dijawab, akhirnya Rael memutuskan untuk melihat salah satu album yang berisi foto masa lalu sang Ayah.


"Ini semua adalah foto Ayah dari muda, menikah bahkan sampai kematian ibu mu." Terang Haris menatap Rael tersenyum. Haris tau masih ada sedikit rasa peduli dalam hati anaknya.


"Terus untuk apa ini? Apa hubungannya dengan Bella?" Tanya Rael ketus. Ia merasa Haris membuang-buang waktunya karena begitu banyak basa-basi sebelum menceritakan tentang sebenarnya.

__ADS_1


Haris ikut membuka album yang terdapat di tangan Rael. Ia menunjukkan sebuah foto keluarga besar.


"Siapa mereka?" Tanya Rael karena memang belum pernah melihat orang-orang di dalam foto itu kecuali sang Ayah.


"Ini adalah foto yang di ambil ketika Ayah lulus SMA. Kamu harus tau satu hal, di foto ini bukan hanya ada Ayah melainkan juga ada ibunya Bella." Tunjuk Haris pada salah satu wanita di foto itu. Dengan seksama Rael melihat, ternyata benar wanita pelacur yang ia sebutkan itu memang ada di sana.


"Terus?" Tanya Rael menatap malas.


"Kami adalah sahabat sedari bangku SMA. Bahkan mendiang nenek mu saja sangat akrab dengan Lesi. Gadis yang terlahir dari keluarga kaya itu tidak pernah sombong. Ia begitu baik hati bahkan membantu keuangan keluarga ayah, yang notabenenya hanyalah keluarga kurang mampu." Ungkap Haris menatap jauh masa lalunya. Dimana setiap hari ia selalu kemana pun bersama Lesi, gadis lembut dan berhati malaikat itu sangat tidak pemilih kawan.


Rael tidak menyauti penjelasan sang Ayah, ia hanya diam dan menunggu penjelasan selanjutnya.


"Lalu, setelah lulus SMA. Ayah memutuskan untuk kuliah sedangkan Lesi dijodohkan dengan ayahnya Bella. Di waktu itu jujur Ayah sangat  menyukainya, siapa yang tidak suka bukan? Wanita yang terus ada di samping kita beberapa tahun, apalagi dengan hati malaikat nya itu. Akan tetapi Ayah sadar akan status kami yang tidak sederajat. Bahkan bisa dibilang begitu jauh. Setelah kuliah akhirnya ayah bisa melabuhkan kembali hati Ayah pada ibumu. Gadis dingin yang membuat ayah sangat tertantang untuk memiliki nya." Rael masih diam, ia menatap Haris dengan mengernyitkan dahinya. Pertanyaan Rael di dalam hati masih sama, apa hubungannya dengan Bella?


"Kami memutuskan menikah setelah lulus kuliah. Di saat itu hidup kami begitu susah sampai akhirnya Ayah kembali bertemu Lesi, ia menawarkan pekerjaan untuk Ayah di Perusahaan suaminya.


Tentu Ayah sangat mau, mengingat di waktu itu kamu sudah hadir di antara kami. Akan tetapi Ayah bekerja dengan mereka tidak sampai 5 bulan, karena Lesi di fitnah oleh pelakor itu. Lesi di usir dengan tidak sopan di hadapan Ayah.


Saat itu Lesi bingung harus kemana, keluarga dan kerabatnya sudah tidak ada. Ia hidup sebatang kara dan terpaksa harus mengontrak di saat ia juga hamil Bella.


Lesi menjual rumah mendiang ayahnya untuk kebutuhan nya serta modal yang ia pinjamkan pada Ayah. Bahkan bisa dibilang ia hampir memberikan semuanya tanpa meminta kembali sampai hari ini.


Oleh karena itu Ayah menolong mereka selama beberapa tahun. Tapi kesalahan Ayah yang tidak memberitahu ibumu soal uang modal itu. Ia mengira bahwa Ayah ada main dengan Lesi, padahal itu tidak lebih hanya rasa terima kasih Ayah padanya." Ungkap Haris panjang lebar.

__ADS_1


Membuat Rael paham dan mengerti mengapa ibunya bisa sangat salah paham. Bahkan sedari tadi Rael menggenggam erat album ditangannya dan menatap lekat foto itu. Ia kembali merutuki kebodohannya. Seharusnya ia meminta kebenaranya selama ini. Sehingga tidak mungkin semua ini akan terjadi.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2