MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
KE KAMPUS BARENG


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Pagi itu Rael dan Bella telah siap untuk pergi ke kampus. Usai sarapan di kamar, mereka pun segera turun ke bawah.


"Kamu jaga jarak sama aku ya, selama kita di kampus." pinta Bella ketika melangkah.


"Kok gitu sih, kan aku suami kamu." tolak Rael.


"Tapi kan itu kampus Rael, nggak enak sama dosen dan juga mahasiswa lainnya." jelas Bella mencoba memberikan pengertian pada Rael.


"Biarin, emang aku peduli. Lagian di kampus kan kita juga nggak ngapa-ngapain. Kamu pun tahu sendiri kalau semua orang di kampus sudah mengetahui pernikahan kita." jawab Rael tidak mau kalah.


"Ah terserah kamu saja. Aku malas berdebat pagi-pagi begini." putus Bella yang kemudian melangkah ke garasi.


"Kita naik mobil ya, aku nggak mau dandanan kamu rusak gara-gara naik motor." ujar Rael tepat berdiri di sebelah Bella.


"Emangnya kamu punya mobil? Bukannya kamu kemarin kesini cuma pakai motor?" tanya Bella yang celingukan mencari keberadaan pak Sudirman, si supir di rumah ini.


"Kemarin malam mobil ku dikirim Ayah, itu di sana." tunjuk Rael pada mobil Fortuner terbaru berwarna hitam mengkilap itu.


"Tetapi aku lebih memilih di antarkan pak Sudirman saja. Pak Sudirman, tolong anterin Bella ke kampus dong!" teriak Bella yang masih celingukan. Rael hanya geleng-geleng dan lebih memilih mengeluarkan mobilnya dari garasi.


"Pak Sudirman nya sudah pergi mengantarkan Nyonya Biangka pergi arisan Non." jelas Mbok Iyem saat berada di hadapan Bella.


"Owh begitu Mbok, makasih ya Mbok." ujar Bella cemberut. Mengingat di garasi sudah tidak ada kendaraan yang bisa ia bawa untuk ke kampus. Di tambah lagi Rael pasti tidak akan mengizinkan Bella untuk meminjamkan motornya. Jika menunggu taksi ataupun ojek online sudah pasti ia akan terlambat untuk ke kampus. Mau tidak mau ia harus ikut dengan Rael saat ini.


"Kamu dengar sendiri kan Bel. Ya sudah, ayuk masuk ke mobil." ajak Rael seketika membuat Bella langsung masuk ke mobil.


"Ini kamu yang maksa ya! Tapi, nanti turunin aku di persimpangan." ujar Bella yang telah duduk di sebelah Rael.


'Aduh Bella malu-malu gitu kayak tambah manis aja. Gue syukur punya istri kayak dia.' pikir Rael tersenyum senang.

__ADS_1


"Iya, aku yang maksa. Kamu nggak usah malu-malu kucing gitu Bel sama aku. Kita kan suami istri." ucapan Rael malah membuat pipi Bella merona.


"Apaan sih! Jalankan cepat mobilnya, aku tidak mau terlambat untuk ke kampus." ketus Bella yang sebenarnya menahan rasa salah tingkah nya. Rael pun tidak henti tersenyum bahagia sepanjang jalan. Tanpa bicara, mereka hanya sibuk dengan pikiran masing-masing.


***


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan kampus. Bella yang sadar pun langsung menyuruh Rael untuk menghentikan mobilnya.


"Ya ampun Rael, bukannya aku menyuruhmu untuk berhenti di persimpangan saja. Mengapa kamu bawa mobil ini sampai ke kampus? Berhenti sekarang!" titah Bella kesal.


"Aku nggak pengen lihat kamu jalan kaki ke kampus. Tetapi kamu nggak bisa turun di sini, emang nya nggak lihat kalau mahasiswa di sini begitu banyak. Mending turun di parkiran saja." jelas Rael membuat Bella sadar bahwa orang-orang begitu banyak di gerbang.


"Aduh serah kamu aja. Aku udah malas. Parkir aja mobilnya di parkiran dosen." putus Bella yang mendapati anggukan mantap dari Rael. Mengingat parkiran dosen yang sedikit sepi memungkinkan mereka untuk tidak terlalu di lihat banyak orang.


Usai memarkirkan mobil di garasi, Rael pun mematikan mesin mobil. Ia memperhatikan Bella yang sibuk mengemasi tas dan beberapa buku yang ia bawa.


"Nanti kamu pulang duluan saja ya, aku mau jalan dulu sama Vini." titah Bella menjelaskan.


"Kamu mau jalan ke mana? Biar nanti aku jemput." tanya Rael dengan tersenyum hangat. Rael tidak ingin melarang Bella untuk keluar dengan teman-temannya. Cukup di beritahu saja, Rael sudah merasa sangat dihargai sebagai suami.


"Baiklah. Kamu jangan pulang larut, Hati-hati ya! Kalau begitu mari turun, Ac nya sudah mati dan aku sedikit gerah." ajak Rael pada


Bella. Bella pun menarik tangan kanan Rael ke dahinya.


"Kamu ngapain?" tanya Rael bingung.


"Mau salam dulu." ujar Bella datar.


'Syukur banget punya istri yang sopan gini. Kalau dari dulu gue tau Bella sebaik ini, nggak mungkin gue bakalan pura-pura baik ke dia. Apalagi niat mau buat dia sakit hati.' kagum Rael dalam hatinya penuh rasa bahagia.


Usai bersalaman mereka pun turun dari mobil. Beberapa dosen memperhatikan Bella dan Rael turun dari mobil yang sama.

__ADS_1


***


Rael melangkahkan kaki menuju kelas, tepukan di pundaknya membuat langkah Rael terhenti.


"Wih pengantin baru kita udah datang aja ke kampus. Nggak bulan madu dulu nih?" ejek Gibran membuat Rael menatap kesal.


"Lo tau dari mana gue udah nikah?" ketus Rael melanjutkan langkahnya.


"Kan bokap gue pengacara keluarga nya Bella. Udah pasti gue tau semuanya, termasuk kejadian yang kalian alami kemarin." jelas Gibran membuat Rael menatap sinis.


"Tolong jaga rapat-rapat rahasia kejadian itu. Kalau sampai tersebar, habis lo sama gue!" ketus Rael menatap Gibran tajam.


"Aduh jangan galak-galak gitu dong Rael. Tapi sorry, gue udah cerita ke Vino. Soalnya dia maksa gue kemarin malam!" jelas Gibran tersenyum kikuk.


"Untung masih Vino, kalau lo cerita ke yang lain. Udah gue pastikan lo nggak nafas sekarang!" tambah Rael ketus.


"Aduh tolong, gue takut!" ujar Gibran meledek Rael dengan mencibirnya dan berlari ke dalam kelas. Saat Rael hendak mengejar Gibran, tepukan di pundaknya sekali lagi Membuat langkah nya terhenti.


"Rael, lo harus tau soal ini!" ujar Vino memperlihatkan suatu video di handphonenya. Dengan rasa penasaran Rael langsung menonton video itu. Gibran pun menghampiri mereka setelah melihat ekspresi wajah Rael dan Vino yang tampak serius. Ia ikut menonton video yang ada di handphone Vino.


"Lo dapat video ini dari mana? Itu kan kita bertiga." tanya Rael bingung.


"Siapa nih yang berani-beraninya merekam kita?" kesal Gibran sedikit menahan amarah.


"Gue dapat kiriman video ini tadi malam dengan ancaman akan mengirim video ini ke seluruh kampus. Gue takut ini akan buat lo dan Bella berantem Rael." Jelas Vino.


"Tapi, jujur aja setelah 2 hari nikah. Gue ngerasa gue termakan omongan gue sendiri. Gue yang tergila-gila sama Bella." jawab Rael dengan jujur. Itu membuat Gibran dan Vino berfikir keras.


"Kalau itu ancaman, berarti ada mau nya dong?" tanya Gibran kemudian.


"Iya, orang yang ngirim ini ingin Rael memutuskan hubungan segera dengan Bella dan menjalani hubungan dengan nya." jawab Vino dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Waah nggak bisa dibiarkan ini. Kita harus cari cara agar dia nggak sampai nyebarkan video itu. Nama baik Rael juga pasti tercemar nantinya." Ujar Gibran yang langsung di angguki oleh 2 lelaki di hadapannya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2