MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
JUTEK


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Bella terbangun saat merasakan udara dingin menyapu kulitnya. Sedikit mengerjapkan mata perlahan. Bella dapat melihat jendela yang terbuka, hari yang tadinya siang telah berganti sore. Beralih ke sebelahnya, Bella dapat melihat ciptaan tuhan yang tampak sempurna dimatanya. Rael tertidur dengan nafas yang sangat teratur, membuat Bella tidak tahan untuk menyentuh wajah tenang Rael itu. Memainkan jemarinya di sana seperti tengah melukis lekuk wajah Rael.


Karena terusik akhirnya Rael ikut terbangun dan membuka matanya menatap Bella. Bella yang ditatap pun akhirnya sadar dan langsung menghentikan permainan tangannya di wajah Rael.


"Selamat sore sayang, gimana perasaan kamu? Apakah masih mual?" Tanya Rael dengan senyum lebar. Bella pun menjawabnya dengan gelengan, karena memang itu yang kini ia rasakan. Meski tadi tubuhnya terasa tidak berdaya, tetapi sekarang sudah agak enakkan. Menurut Bella itu mungkin karena terlalu capek dan telah sembuh usai beristirahat sejenak.


"Kamu mau kemana?" Lanjut Rael bertanya saat Bella turun dari ranjang.


"Jendelanya masih kebuka, padahal sebentar lagi akan malam. Kamu cepat-cepat lah mandi, bukannya kita akan tidur di kediaman Genandra malam ini?" Titah Bella tanpa menatap Rael dan sibuk dengan jendela yang hendak ia tutup.


Rael pun dengan manja turun dari ranjang dan tiba-tiba saja memeluk Bella erat dari belakang.


"Kita di rumah aja yuk, nggak jadi ke kediaman Genandra. Soalnya aku rindu kamu." Ujar Rael membuat Bella tersenyum dan mengeleng. Pikiran suaminya itu selalu persoalan ranjang, tidak ada habisnya.


"Kan di sana juga bisa sayang. Kamu kan udah janji bakalan ngelihatin rumah Genandra padaku? Masa iya nggak jadi." Keluh Bella dengan suara yang ia buat-buat sedih.


"Hmmm... Baiklah, kamu janji ya untuk nanti malam. Kalau begitu aku mandi dulu. Muach..." Sosor Rael yang langsung mencium pipi Bella dan berlari ke dalam kamar mandi. Bella hanya bisa menggeleng-geleng melihat tingkah Rael yang seperti anak kecil bila bersamanya.


'Sampai sekarang aku masih nggak nyangka bisa menikah dan memiliki suami seperti Rael. Jika di ingat-ingat pertemuan pertama kami memang memiliki kenangan yang buruk. Untung saja dendamnya hari itu malah berlaku sebaliknya.' gumam Bella dalam hatinya. Ia masih terkekeh mengingat kenyataan bahwa sekarang Rael yang sangat bucin kepadanya.

__ADS_1


***


Bella dan Rael akhirnya sampai di kediaman Genandra dalam beberapa menit perjalanan. Setelah merapikan mobil di parkiran, mereka langsung melangkah masuk dengan barang-barang yang telah dibawakan langsung oleh beberapa pelayan di kediaman Genandra itu.


"Waah rumah mu begitu besar." Puji Bella yang tidak hentinya mengagumi kediaman Genandra sedari tadi. Ini adalah pertama kalinya ia mendatangi rumah mertuanya setelah menikah. Ntah mengapa perasaan yang tadinya gugup hilang seketika setelah melihat kemewahan dari rumah Genandra itu.


"Tidak sebesar kediaman Ken Wijaya. Kamu pasti tidak akan nyaman bila berada di sini." Ujar Rael yang terdengar ketus dan membuat Bella langsung menatap bingung.


"Kamu kenapa? Kok terlihat tidak senang begitu?" Tanya Bella penasaran. Ia merasakan bahwa dirinya sedari tadi tidak berucap apapun yang memungkinkan bisa membuat Rael tersinggung atau sebagainya.


"Aku hanya teringat masa lalu di rumah ini. Maaf jika itu membuat mu merasa sedikit tidak nyaman." Jelas Rael yang kembali tersenyum manis kepada Bella.


"Tidak apa-apa, yang penting sekarang kamu sudah tersenyum lagi." Balas Bella yang ikut tersenyum manis. Saat mereka tengah melangkah ke arah ruang keluarga, dengan hangat nya Haris sudah menunggu kedatangan mereka. Bahkan beberapa pelayan sudah menyiapkan makanan yang lezat untuk mereka nikmati, itu terlihat jelas oleh Bella karena ruang makan tidak dibatasi dinding dengan ruang keluarga.


"Ya siapa juga yang meminta anda untuk berlibur dan menyambut kami?" Decak Rael yang masih bisa di dengar oleh Haris bahkan Bella di sampingnya. Bella langsung mencubit kecil Rael dan memilih tersenyum pada Haris karena merasa tidak enak.


"Ayah jangan repot-repot dan terima kasih telah menyambut kedatangan kami dengan hangat." Ucap Bella yang langsung menyalami mertuanya itu dengan sopan.


"Sama-sama nak, yuk kita makan malam bersama. Karena Ayah tidak tau makanan kesukaan kalian, makanya Ayah meminta pelayanan menyajikan beberapa makanan yang umum disukai oleh semua orang saja." Ungkap Haris yang telah melangkah ke arah meja makan. Sedang Rael dan Bella hanya mengikuti langkahnya saja.


"Bella sih suka memakan semuanya yah. Apalagi akhir-akhir ini napsu makan Bella meningkat parah, bahkan tengah malam pun masih terasa lapar." Ungkap Bella membuat Rael mengerutkan dahinya, Bingung. Mengapa ia tidak tau soal perubahan napsu makan Bella itu dan mengapa juga ia tidak tau kalau Bella sering makan di tengah malam?

__ADS_1


"Kok kamu nggak cerita?" Tanya Rael menatap Bella saat mereka sudah duduk di meja makan.


"Gimana mau cerita kalau kamu aja belakangan ini sibuk mempersiapkan skripsi dan jika malam pun kamu malah tertidur duluan sebelum aku bercerita." Ujar Bella yang terdengar menyindir di telinga Rael.


'Masa sih Gue kayak gitu? Apa gue nggak sadar kalau belakangan ini Gue emang sibuk sendiri, tanpa peduli dengan apa yang tengah dialami Bella?' gumam Rael dalam hatinya sambil bertanya-tanya.


"Mari makan Ayah, kayaknya Ayah sudah lelah dan lapar setelah menunggu kami." Ajak Bella sambil tersenyum hangat setelah mengambilkan nasi untuk Rael dan dirinya.


"Mari makan Bella, makanlah yang banyak sehingga hal itu akan membuat Ayah senang." Ujar Haris menatap menantunya itu penuh harap.


"Baiklah Ayah." Jawab Bella yang sudah menyantap hidangan di piringnya.


"Buat senang apanya? Emang harus istri Gue bikin orang kayak anda senang?" Desis Rael dengan jelas. Hal itu langsung membuat aktivitas makan Haris dan Bella terhenti.


"Aish... Kamu kok bicara gitu sih? Itu Ayah kandung kamu, nggak boleh durhaka ya sayang!" Nasehat Bella sambil berbisik di telinga suaminya.


"Ah sudahlah, aku tidak selera makan. Kalau kamu selesai makan, temui aku di kamar atas. Nanti salah satu pelayan akan mengantarkan mu." Titah Rael kesal dan langsung melangkah pergi dari ruang makan. Di sana Bella merasa begitu tidak enak atas tingkah kurang ajar suami di hadapan Haris, meski itu ayah kandungnya. Sedangkan Haris hanya menatap sendu kepergian sang anak.


"Maafin Rael ya Ayah, dia emang jutek gitu orangnya. Jangan dimasukin hati omongan yang tidak menyenangkan itu." Sahut Bella sambil menatap Haris dengan perasaan tidak enak.


"Tidak apa-apa Bel, lagian Ayah sudah terbiasa menghadapi sikap dingin Rael seperti itu. Untuk itu Ayah juga sangat berharap banyak padamu agar bisa mencairkan batu es yang lama sekali mencair itu." Pinta Haris yang langsung diangguki oleh Bella.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2