MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
TERCIDUK


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Bella melangkah memasuki rumah dengan hati yang berdebar-debar. kegugupan yang ia rasakan saat membayangkan bagaimana tanggapan Rael soal janin dalam kandungannya. Bella telah meyakinkan dirinya untuk memberitahu Rael segera, ia menepis rasa dendam Rael akan dirinya dan berfikir bahwa Rael akan dengan bahagia menerima kabar baik itu.


Bella melangkah perlahan menaiki satu persatu anak tangga, ia mencoba untuk berhati-hati demi sang buah hati yang tengah berada dalam perutnya.


Tidak lupa sebelum memasuki kamarnya dengan Rael, Bella mencari tasnya terlebih dahulu. terakhir ia ingat bahwa tas itu di simpan tepat di ruangan ia berhias pagi tadi. Bella memasuki ruangan itu dan langsung mencari tas yang berisi testpack miliknya.


"Akhirnya ketemu juga, lebih baik aku segera menuju kamar. Aku akan bersiap-siap dan memberikan kejutan untuk Rael. Semoga saja semuanya berjalan sesuai ekspektasi ku." Gumam Bella dengan tersenyum penuh semangat.


Bella menyandang tas selempang nya itu dengan testpack yang masih berada di tangannya. Sepanjang jalan menuju kamar ia tampak riang dan terus mengalihkan pandangannya pada testpack.


'Mama masih nggak nyangka kalau kamu ada di dalam perut Mama nak.' batin Bella saat memandangi testpack itu. Langkahnya sampai di depan kamar, akan tetapi suara seorang wanita di dalam kamar menghentikan aksinya untuk segera membuka pintu.


"Kamu jangan malu-malu gitu dong Rael, tatap aku yang seksi ini." ujar wanita itu yang membuat Bella merasa sangat familiar dengan suaranya. Bella membuka pintu kamar dengan keras saat mendengar wanita itu menyebutkan nama suaminya.


Bella langsung melebarkan bola matanya saat melihat Adelia memakai pakaian haram yang begitu seksi, di tambah Rael juga tengah tidak memakai baju. Hanya tersisa celana pengantin tadi.


Rael tampak kaget melihat kehadiran Bella yang tiba-tiba. Ia mencoba untuk menjelaskan agar Bella tidak salah paham. Akan tetapi, saat lelaki itu ingin berdiri dari duduknya, Adelia langsung memeluknya erat. Rael dapat melihat raut kekecewaan di wajah Bella. Bahkan air mata sudah mengalir di pipinya.


Adelia sangat tersenyum senang, karena ia berhasil membuat Bella merasa tersakiti. Adelia memanfaatkan situasi yang ada.


"Beraninya kamu mengkhianati ku dengan saudara tiri ku sediri." tunjuk Bella pada Rael dan Adelia.


Bella melihat pemandangan dihadapan nya dengan rasa tidak percaya. Ia betul-betul tidak bisa menerima situasi ini, bahkan tanpa sadar Bella menjatuhkan testpack ditangannya itu.

__ADS_1


"Kalian benar-benar banjingan!" sarkas nya yang kemudian langsung berlari menuruni tangga.


"Tunggu Bel!" teriak Rael setelah menghempaskan tubuh Adelia ke lantai.


"Hahaha... dia tidak akan mempercayai mu lagi. Sekarang dia pasti merasakan sakitnya dikhianati." ujar Adelia mencibir Rael. Lelaki itu bertambah marah saat mendengar cibiran dari Adelia. Ia mengurungkan niatnya untuk mengejar Bella dan kembali menghampiri Adelia yang terduduk di lantai.


Rael langsung menampar keras Adelia dengan tatapan tajam yang penuh amarah.


"Kamu gadis ****** yang kurang ajar! Bisa-bisanya kamu menjebak saya dan membuat rumah tangga saya sekarang menjadi hancur!" sarkas Rael dengan emosi.


Sebenarnya ia benar-benar tidak pernah mengkhianati Bella, hanya saja ketika ia tengah mengganti pakaian, Adelia datang menggunakan pakaian haram itu sambil mencoba untuk menggodanya. Rael yang tidak ingin mengasari Adelia mencoba untuk mengusirnya hanya dengan kata-kata kasar, akan tetapi saat ia berniat untuk keluar dari kamar, Bella ternyata sudah masuk ke dalam kamar. Hal itu membuat Rael sempat panik dan kebingungan.


Meski di tampar keras pun, Adelia malah menanggapi nya dengan tertawa lepas. Ia merasa begitu puas setelah melihat wajah kehancuran pada Bella.


Rael muak mendengar tawa Adelia, ia mengenakkan kembali kemejanya yang tadi sempat ia lepaskan. Rael yang kalut pun langsung melangkah menuju keluar kamar, akan tetapi langkahnya terhenti ketika sebuah benda tidak sengaja ia injak.


"Apa ini?" tanya Rael dengan dahi yang mengerut. Ia mengambil testpack yang ada dilantai dan melihat hasil testpack itu tertera garis dua.


"Siapa yang hamil?" gumam Rael kembali. Namun ia teringat akan Bella, hanya wanitanya itulah yang berdiri tepat di ujung pintu dan sebelum ia datang pun belum ada benda seperti ini di lantai.


'Apa Bella hamil? Kenapa dia tidak memberitahu ku?' batin Rael bertanya-tanya sambil ia mempercepat langkahnya menuruni tangga. Testpack itu ia genggam erat dengan perasaan yang begitu panik.


***


Di lain sisi. Bella berlari kencang menuju halaman depan rumah. Ia tidak tahan setelah melihat kejadian barusan. Bella yang tersedu-sedu seketika bingung harus kemana. Akan tetapi, sesaat kemudian ia melihat Dito yang baru memasuki mobilnya. Terlihat juga beberapa tamu ikut bubar dari area pesta, Bella yakin bahwa Arya pasti sudah menutup acara.

__ADS_1


Karena bingung harus kemana, Bella memutuskan untuk ikut masuk kedalam mobil Dito. Lelaki yang hendak menyetir itu kaget, saat melihat Bella tiba-tiba masuk kedalam mobilnya dengan wajah yang telah dibanjiri oleh air mata.


"Kamu kenapa Bel?" tanya Dito saat Bella telah menutup pintu mobil.


"Tolong bawa aku kemana saja kak, aku tidak ingin lagi bertemu dengan Rael. Aku mohon!" pinta Bella dengan tangis yang semakin menjadi.


"Tapi Bel, apa yang terjadi? Kalau nanti keluarga mu mencari bagaimana? Kakak tidak bisa membawamu pergi, karena sehabis ini aku langsung ke luar kota." Tanya Dito yang bingung dan juga khawatir. Khawatir jika ia ikut dilibatkan dalam masalah ini, apalagi Bella memintanya agar membawanya kabur.


"Aku akan cerita nanti kak, tapi mohon bawa aku pergi sekarang juga! Sebelum Rael datang dan melihat kita di sini." Mohon Bella membuat Dito tidak ada pilihan lain. Lelaki itu menjalankan mobilnya keluar pekarangan kediaman Ken Wijaya.


***


Di sisi lain. Rael menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Ia berjalan menuju area pesta yang berada di halaman belakang. Akan tetapi langkahnya terhenti saat Haris menghadapnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Haris membuat Rael kesal.


"Urusannya dengan mu apa? Minggir!" seru Rael sedikit mendorong tubuh Haris. Saat itu Haris dapat melihat sebuah testpack di tangan Rael.


"Syukur lah kamu sudah tau kalau Bella tengah hamil." ujar Haris saat Rael sedikit menjauh darinya. Sayup-sayup perkataan Haris itu bisa di dengar oleh Rael. Ia kembali mengurungkan niatnya untuk mencari keberadaan Bella dan kembali melangkah kehadapan Haris.


"Maksud anda, testpack ini milik Bella?" tanya Rael dengan serius. Haris langsung mengangguk dan sedikit merasa bingung.


"Iya, itu memang milik Bella. Ayah pernah melihatnya kemarin pagi di rumah kita." ungkap Haris membenarkan pertanyaan Rael.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2