MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
JALAN YANG BENAR


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Bella dan Dito menatap aneh ke arah Vino yang merangkul pinggang Vini dengan begitu mesra. Sedangkan Vini yang di sadar akan di tatap, langsung mendorong jauh tubuh Vino darinya.


"Apa-apaan sih Lo, ngapain peluk-peluk Gue segala sih?" Bentak Vini dengan kesal. Vino malah tersenyum miring dan kembali mendekat ke arah Vini. Ia membisikkan sesuatu yang merupakan kunci mati Vini.


"Lo mau kalau Gue sebarkan rahasia Lo itu? Pasti Bu Bella akan kecewa banget punya sahabat kayak Lo." bisik Vino saat ia kembali merangkul pinggang Vini dengan mesra. Bella tidak menyangka bahwa sahabat nya itu sangat dekat dengan Vino.


"Kamu kok rangkul Vini begitu sih Vino?" tanya Bella bingung.


"Kenapa kamu seperti terkejut begitu Bel? Bukankah mereka itu pacaran?" bukan Vini ataupun Vino yang menjawab, melainkan Dito yang berada di sampingnya.


"Ha? Jadi kalian itu.." ucap Bella menggantung dan merasa tidak percaya. Vini lansung menggeleng-geleng.


"Bukan Bel, bukan gitu maksudnya." tolak Vini akan pernyataan yang diucapkan oleh Dito.


"Benar kok Bu Bella, kami ini sudah berpacaran." sela Vino saat Vini ingin menjelaskan yang sebenarnya. Vino malah semakin merapatkan rangkulan tangannya di pinggang Vini, mengisyaratkan bahwa ia benar-benar mengancam Vini saat ini.


"Gue kecewa karena Lo nggak pernah cerita sama Gue Vin." ujar Bella dengan wajah penuh kekecewaan. Bella pun melangkah pergi dari tempat mereka berkumpul karena kesal akan Vini. Padahal apapun tentang Bella, Vini pasti tau, meski tidak semuanya. Karena Bella memang se terbuka itu kepada Vini. Namun sekarang, ia merasa kecewa karena hal kecil seperti itu tidak dibagi oleh Vini kepada nya.


"Nggak gitu Bel, dengerin penjelasan Gue dulu." sanggah Vini yang sudah mengejar kepergian Bella. Ia menghempaskan tangan Vino dari pinggang nya.


"Awas aja Lo kalau Bella marah sama Gue!" ancam Vini dengan menatap tajam ke arah Vino.


Melihat kepergian Bella dan Vini, membuat Dito meringsut sedikit ke arah Vino dan mencubit kecil sepupunya itu.

__ADS_1


"Aww... Lo kenapa sih? Kayak anak kecil aja cubit-cubitan." erang Vino kesakitan.


"Gue tau Lo pura-pura pacaran dengan Vini. Tetapi gara-gara kebohongan Lo itu, Bella jadi ngambek kan. Tanggung jawab Nggak!" Tuduh Dito pada Vino yang ada disebelahnya.


"Lo mah ngawur, Gue pacaran beneran kok sama Vini. Tapi kenapa Lo kelihatan marah gitu? Lo suka sama Bu Bella?" tanya Vino mencoba untuk membalikkan keadaan, membuat Dito tersudutkan oleh pertanyaan nya.


"Kalau emang gue suka emangnya kenapa?" ungkap Dito dengan jujur dan wajah santai. Ia bahkan tidak menatap Vino, si lawan bicaranya.


"Sumpah demi apa? Lo serius suka sama Bu Bella?" Tanya Vino dengan suara tinggi dan hampir saja di dengar oleh beberapa tamu di sekitar mereka. Untung saja Dito langsung membekap mulut Vino dengan tangannya.


"Lo kalau ngomong itu, jangan sampai buat masalah kenapa sih! Ntar kalau orang-orang tau, dikiranya Gue cowok apaan lagi!" Tegas Dito menatap tajam pada Vino. Vino yang masih dibekap mulutnya pun, meronta untuk dilepaskan.


"Aduh Lo mau bikin Gue mati atau gimana sih, engap tau nggak!" Sahut Vino yang mencoba untuk menetralkan kembali nafasnya yang hampir saja habis karena dekapan dari Dito.


"Makanya kalau ngomong itu jangan seliweran aja, nggak ada penyaring nya!" Terang Dito yang sedikit terkekeh melihat wajah Vino memerah karena hampir kehabisan nafas.


"Sebelum Bella ketemu sama Rael, Gue juga udah suka kali. Jadi Lo nggak usah ejek Gue kayak gitu!" tambah Dito sambil menatap malas kepada Vino.


"Tapi bro, Gue saranin Lo ambil jalan yang benar aja ya. Bunuh perasaan Lo itu, karena Bu Bella udah jadi milik orang lain." pesan Vino merangkul Dito seolah-olah sangat bersahabat.


"Iya Gue tau, makanya Gue berniat untuk pergi jauh dari kota ini. Gue nggak bakalan bisa bunuh perasaan Gue, kalau Gue tetap ketemu Bella di sini. Apalagi Gue kerja di perusahaan milik keluarganya." Terang Dito mendapatkan anggukan kecil dari Vino.


"Gue setuju sama keputusan Lo. Gue yakin suatu hati nanti, Lo bakalan ketemu sama cewek baik yang bisa buat Lo lupa sama Bu Bella." Sahut Vino menyemangati sepupunya itu. Sedangkan Dito hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Vino. Tidak lupa ia juga mengaminkannya di dalam hati.


***

__ADS_1


Di sisi lain. Langkah Bella akhirnya terhenti saat Vini berhasil mencegatnya untuk menjauh.


"Dengerin Gue dulu Bel." Ujar Vini panik.


"Baiklah, Gue dengerin Lo kali ini! Kalau alasan Lo nggak logis, Gue bakalan benar-benar marah sama Lo." jawab Bella yang kemudian mengarahkan mereka untuk duduk. Tema acara pesta pernikahan ini memang outdoor, taman belakang kediaman Ken Wijaya yang begitu besar sangat dimanfaatkan oleh Arya untuk acara ini.


"Jadi, sebenarnya Gue sama Vino itu cuma sekedar dekat aja, nggak lebih kok. Hanya saja dia yang berlebihan seperti itu, Gue si biasa aja. Lo percaya sama Gue kan?" ungkap Vini menampilkan pupil eyes pada Bella. Meskipun begitu, sebenarnya Vini masih belum yakin untuk jujur pada Bella, bahwa ia diancam oleh Vino karena rahasia yang ia miliki. Karena rahasia itu akan menjatuhkan martabat nya.


"Ya baiklah, Gue percaya sama Lo. Tapi nggak ada yang gratis, Gue mau Lo traktir Gue eskrim lain kali ya." Jawab Bella yang akhirnya menerima penjelasan Vini walaupun ia sedikit ragu akan jawaban dari sahabatnya itu.


"Terimakasih ya Bel, kapan-kapan Gue beliin deh." sahut Vini kesenangan dan langsung memeluk erat Bella.


"Vin, Gue hamil." bisik Bella pada telinga Vini. Saat itu Vini lansung melonggarkan pelukannya dan menatap Bella sambil melongo.


"Jadi Lo udah coba tes?" tanya Vini memastikan.


"Iya, Gue coba tes kemarin dan semua hasilnya garis dua." ungkap Bella yang membuat Vini bertambah kesenangan bahkan kali ini ia sudah girang bukan main. Ia memeluk Bella dengan riang, tidak menyangka bahwa sebentar lagi ia akan menjadi tante.


"Aduh selamat ya Bel, Gue turut bahagia. Terus gimana reaksi Rael?" pertanyaan Vini justru membuat Bella menekuk wajahnya.


"Loh kok sedih? Emangnya Rael nggak suka sama kehadiran buah hati kalian? Bukankah dia juga sangat antusias menantikan buah hati kalian?" tanya Vini bertubi-tubi karena penasaran.


"Bukan gitu, ada hal lain yang belum bisa Gue ceritain sama Lo. Tapi intinya Gue kurang yakin untuk memberitahu Rael." ujar Bella membuat Vini mengernyitkan dahinya. Walaupun penasaran tetap saja Vini tidak ingin bertanya sebelum Bella siap untuk menceritakannya.


"Tetapi Bel, apapun itu. Rael berhak tau kalau buah hati kalian sudah tumbuh dalam rahim Lo sekarang. Gue harap Lo segera memberitahunya." Pesan Vini menatap Bella dengan menyalurkan rasa yakin.

__ADS_1


"Benar kata Lo Vin, makasih ya udah buat keraguan Gue jadi yakin." sahut Bella dengan tersenyum kecil.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2