
...🌺🌺🌺🌺🌺...
Bella duduk sendiri di sudut area pesta sambil mengunyah beberapa kue kecil. Sedari pagi ia belum makan apapun karena perutnya tidak bisa diisi walau sesuap nasi saja. Oleh karena itu Bella memilih kue kecil sebagai penambah energinya.
Setelah lelah berfoto-foto bersama para tamu, Bella begitu merasa kelelahan. Ia bahkan mengatakan hal tersebut kepada Rael, akan tetapi lelaki itu masih terlalu benci kepadanya. Sehingga Rael tidak memperdulikan Bella sedikitpun.
Ketika tengah asik menyantap camilan nya, Bella dihampiri oleh Dito.
"Kenapa kamu duduk di sini sendirian?" Tanya Dito sambil ikut duduk di sebelahnya.
"Aku hanya capek dan ingin mengemil saja. Apakah kak Dito mau mencoba kue ini? Rasanya sangat enak." Ujar Bella sambil mengarahkan kue kecil itu kepada Dito. Akan tetapi Dito langsung mengeleng-geleng dan tersenyum tipis.
"Nggak Bel, kamu saja yang makan." Jawab Dito tersenyum manis.
"Kak Dito lihat Vino sama Vini nggak? Sedari tadi aku mencari mereka tapi tidak juga ketemu. Padahal hanyalah mereka berdua yang belum berfoto dengan ku." Tanya Bella di sela-sela suapan kue.
"Mereka berdua kayaknya pergi deh. Tadi Vino mengirimkan aku pesan kalau dia lagi menemani Vini buat beli sepatu." Ungkap Dito menatap Bella dengan lekat.
"Emangnya sepatu Vini kenapa?" Tanya Bella mengerutkan dahinya. Dito mengangkat kedua bahunya dan seketika mengeleng. Mengisyaratkan bahwa ia juga tidak tau.
"Entahlah Bel, aku juga nggak tau. Tapi yang pasti mereka berdua itu sekarang lagi kasmaran. Hehehe..." Jawab Dito sedikit terkekeh. Bella ikut terkekeh mendengar perkataan Dito.
"Aku nggak nyangka kalau mereka berdua itu bisa dekat. Padahal kak Dito kan tau sendiri, kalau Vini itu seleranya sangat tinggi. Dulu mana mau dia pacaran sama adik kelas, apalagi brondong kayak si Vino." Ungkap Bella membuat mereka sama-sama tertawa.
"Iya juga ya Bel. Ke ingat waktu masa kuliah dulu, salah satu junior mengejar-ngejarnya. Padahal kan junior itu ganteng, eh malah di tolak mentah-mentah sama si Vini. Untung saja ada kita berdua yang memberikan pengertian pada junior itu. Kalau tidak, udah pasti dia bakal dendam sama Vini." Tambah Dito membuat Bella mengangguk. Mereka seolah-olah tengah bernostalgia. Bahkan tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya, mereka berdua tertawa dengan begitu lepas.
__ADS_1
Dari kejauhan Rael melihat Bella dan Dito tengah duduk berduaan. Ada rasa cemburu dalam hatinya, akan tetapi gengsi yang ia miliki lebih besar, mengalahkan rasa cemburunya itu.
'Awas saja kamu Bella! Beraninya kamu sekarang dekat-dekat dengan Dito.' Gumam Rael dalam hatinya dengan kesal.
***
Saat Dito dan Bella tengah asik mengobrol. Tiba-tiba saja Vini dan Vino datang menghampiri mereka.
'Kak Dito tertawa lepas sekali kalau bersama Bella. Kalau sama gue boro-boro mau ketawa, bicara banyak aja nggak.' gumam Vini sendu dalam hatinya. Vino dapat melihat ekspresi kekecewaan yang terpancar di wajah Vini saat mereka tengah melangkah mendekati Dito dan Bella.
'Ntah kenapa, Gue merasa kalau Vini ada rasa sama Dito?' batin Vino yang ikut bertanya-tanya.
Sesampainya di hadapan sahabat yang tengah tertawa itu, Vini dan Vino langsung nimbrung.
"Kalian ketawanya lepas banget. Emangnya lagi ngobrolin apaan sih?" Tanya Vino mereka telah duduk berhadapan.
"Emang iya." Jawab Dito dan Bella bersamaan. Tawa mereka semakin lepas saat Vini dan Vino berekspresi kaget dan saling menatap bingung.
"Lah emangnya ada yang lucu sama kami? Sampai kalian berdua sangat tertawa begitu lepas." Tanya Vino kemudian. Dengan tampang yang masih kebingungan.
"Ada kok, tapi rahasia. Hehehe..." Ujar Bella mencibir.
"Kasih tau dong, emangnya ada apa sama kami Bel?" Tanya Vini yang ikut penasaran. Bella seketika menatap Dito, menggeleng-geleng dan tersenyum tipis. Mengisyaratkan untuk tidak perlu menceritakan cerita masa lalu Vini dihadapan Vino.
"Sudahlah, mari kita foto dulu. Tinggal kalian berdua yang belum foto dengan ku. Ayuk!" Ajak Bella menarik tangan Vini dan Vino menuju ruangan foto.
__ADS_1
***
Saat baru akan berfoto dengan Vini dan Vino, Rael tampak enggan bahkan untuk memeluk mesra Bella. Sampai-sampai si fotografer pun berseru kepada Rael agar lebih dekat dengan Bella.
"Tuan muda sebaiknya lebih berdekatan lagi dengan istrinya, agar difoto tampak mesra." Pinta si fotografer membuat Rael berdecak sebal. Dito yang memperhatikan mereka semua tampak bingung dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Rael.
'Kenapa dengan bocah itu? Kenapa ia tampak tidak senang berdekatan dengan Bella?' batin Dito bertanya-tanya.
Bella yang mendengar ucapan fotografer, langsung mendekat kepada Rael tanpa menunggu lelaki itu bertindak.
Dengan berat hati, Rael pun merangkul pinggang Bella mesra dan tersenyum paksa menatap ke arah kamera. Sedangkan Vini dan Vino juga ikut merasa aneh atas tindakan Rael yang terbilang sedikit tidak suka pada Bella.
***
Beberapa menit kemudian mereka selesai berfoto. Tidak terasa jam di dinding sudah menunjukkan pukul 7 malam. Haris menghampiri Bella yang kembali duduk di sudut area. Vini dan Vino meminta izin untuk pulang duluan, karena Vini tiba-tiba saja mendapatkan telpon dari ibunya yang tengah sakit. Sedangkan Dito, ia tengah asik mengobrol dengan para kolega perusahaan. Kalau Rael, ia lah yang memilih untuk menghindari Bella dan tidak mau dekat-dekat dengannya. Alhasil tinggallah Bella sendirian.
"Apa kamu sudah sangat lelah Bella? Apa kamu butuh sesuatu?" Tanya Haris yang mewanti-wanti untuk kesehatan Bella dan cucunya.
"Sedikit saja Ayah, sekarang aku hanya ingin istirahat. Gaun pengantin ini sungguh begitu panas, perasaan tidak nyaman menyelimuti ku." Ungkap Bella dengan sedikit mengeluh. Ia tidak ambil pusing akan prilaku Rael untuknya, Bella lebih mengutamakan kesehatan dan pikiran jernih agar janin dalam kandungan nya ikut sehat.
"Kalau begitu Ayah akan meminta kakek mu untuk menutup acara. Sekarang lebih baik kamu pergi ke kamar saja, istirahat mu lebih penting." Titah Haris membuat Bella langsung mengangguk lesu. Ia memang sungguh merasa lelah, apalagi gaun yang ia gunakan begitu berat dan itu membuatnya sedikit tidak nyaman.
"Baiklah Ayah, terimakasih telah memberi perhatian lebih padaku." Ujar Bella yang kemudian berdiri dan hendak melangkah kedalam rumah.
"Sama-sama Bel, lagian Ayah melakukan hal ini demi calon cucu Ayah juga. Secepatnya kamu beritahu Rael ya, agar amarah dan bencinya tidak terlalu larut." Pinta Haris membuat Bella langsung mengangguk. Ia memang berniat untuk memberitahu Rael soal bayi yang ia kandung pada malam ini. Oleh karena itu saat ini Bella sedikit bersemangat untuk menuju kamar, ia berniat memberikan kejutan kepada Rael.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....