
...🌺🌺🌺🌺🌺...
"Nggak ah, ngapain gue teriak-teriak semangat buat dia!! lo jangan aneh-aneh deh Vini." tegas Bella pada Vini yang terus menarik tangannya.
"Pokok nya lo harus mau atau lo mau terima konsekuensi dari Dekan kita? gue bakalan adukan lo ke Dekan, karena lo ngak tanggung jawab ngurus tugas disini!" ancaman Vini tidak pernah habisnya menyudutkan Bella. tetap saja dirinya akan kalah jika sudah berdebat dengan sang sahabat. Dengan menghirup nafas jengah, Bella pun menatap kearah Rael yang sudah bersiap-siap akan menendang. Kemenangan berada di tangan Rael. jika bola masuk kearah gawang maka dipastikan kelas mereka akan menjadi pemenang, jika tidak mereka hanya akan menjadi yang ke dua.
"Semangatttt Raelllllll Genandraaaaaa!" teriakkan Bella malah membuat semua orang yang ada di sana terdiam dan menatap intens. Bukan hanya para fans-fans, Rael pun menatap Bella dengan sangat terkejut. bagaimana tidak seorang Dosen dingin ini tampa malu-malu menyemangati Rael yang notabennya lelaki moswanted dikampus.
'Itu Bella? gue nggak nyangka dia bilang semangat ke gue! kok dia berani gini. apa dia nggak malu diliatin semua orang? tapi gue malah terpesona lihat dia yang begitu cantik, ah, gue mulai gila mikirin dia yang cantik!!hhhh...' Rael pun tersenyum hangat pada Bella. seisi ruangan itu dipenuhi bisik-bisik an.
Bella pun sedikit kikuk melihat seisi ruangan malah memperhatikan nya. melihat kondisi Bella, Vini juga ikut-ikutan menyemangati Rael.
"Rael Genandra! semangat, kami para dosen mendukung mu!" teriak Vini merangkul Bella membuat seisi ruangan kembali stabil. mereka kembali berfikir positif bahwa Bella menyemangati Rael bukan karena ada hubungan yang aneh diantara mereka melainkan hanya sekedar antara dosen dan mahasiswa.
Peluit pun ditiup wasit. Rael menendang bola bukan nya fokus malah terus memikirkan Bella yang begitu cantik. rambut Bella yang di kucir tinggi menampakkan leher putih nya terekspos begitu polos dimata Rael. Setelah menendang bola tepat memasuki gawang.
Permainan berakhir. Rael yang senyuman masih terukir indah diwajahnya melangkah kearah Bella. Rael menatapnya begitu dekat sehingga menimbulkan bisikan-bisikan memenuhi ruangan.
'Apaan nih bocah? ngapain wajah dia makin deket aja ke gue?' panik Bella dalam hatinya. Bella terus mundur saat kaki Rael melangkah mendekatinya. para Fans-fans Rael terus menjadi penonton setia dengan suara histeris duka. Rael tidak menghiraukan kepanikan di wajah Bella, ia terus saja menyudutkan nya. tujuan Rael masih sama dengan siang tadi yaitu ingin mempermalukan Bella dihadapan semua orang.
__ADS_1
Bella terbentur dinding ruangan. Vini yang melihat hal itu sangat ingin menarik Bella dari sana. namun, seketika Gibran dan Vino menghentikan langkahnya. meminta Vini agar tidak ikut campur dengan urusan antara Bella dan Rael. Wajah Rael terus-terusan mendekati wajah Bella. Tak kuasa menahan degupan jantung nya sebentar lagi akan meledak. Bella berusaha kabur namun langkahnya dikunci Rael dengan kedua tangan nya. Bella tidak bisa berbuat apa, hanya bisa menunduk karena dirinya tau pasti Rael lebih tinggi darinya. Rael dengan jahil sekali mendongakkan wajah Bella menatapnya. menarik dagu Bella dengan sangat lembut Bella dapat merasakan kehangatan deru nafas Rael melintasi bulu matanya. wajah Rael terus mendekat membuat Bella seketika memejamkan mata.
Rael dengan jahil sekali mendongkakkan wajah Bella, menatapnya. menarik dagu Bella dengan sangat lembut. Bella dapat merasakan kehangatan deru nafas Rael melintasi bulu matanya. wajah Rael terus mendekat membuat Bella seketika memejamkan mata. Seisi ruangan sudah hiruk menatap kearah mereka. namun, seperkian detik kemudian Satya datang mendorong Rael sampai tersungkur kelantai serta menarik tangan Bella keluar arena turnamen.
Bella yang tadi berusaha menahan degup jantung nya ulah Rael, kembali merasa kaget saat Satya menarik tangan nya dengan begitu kuat, seolah-olah Satya begitu marah dan meluapkan emosinya pada tangan Bella. Bella begitu kesakitan menahan nyeri ditangannya itu. Didepan arena turnamen, Bella menghentakkan genggaman tangan Satya membuat sang empu semakin emosi.
'Mau nya Satya apa sih? bukannya tadi siang dia udah masuk kedalam penjara? kenapa bisa berada disini!' kesal Bella penuh emosi. Satya dan Bella bertatapan cukup dalam.
"Ada hubungan apa kamu sama bocah ingusan itu?" tanya Satya penuh emosi. Bella malah tersenyum devil. meski tangannya masih sedikit nyeri, Bella tidak lupa jika Satya sudah menyebabkan Riko masuk Rumah Sakit.
"Kenapa kamu melukai Riko sampai masuk Rumah Sakit?" bukannya menjawab, Bella malah ikut-ikutan bertanya kembali pada Satya dengan suara yang meninggi. Vini serta yang lainnya menyaksikan semua itu.
"Maksud kamu apa? Aku tidak pernah berbuat apa pun dan Aku juga tidak mengenal orang yang kamu sebut itu Bel!" Satya tampak gelisah karena dirinya sangat takut saat mendengar Bella mengetahui semuanya. Tawa Bella pecah dan bertepuk tangan dihadapannya.
"Maksud kamu apa Bel? aku nggak ngerti!" elaknya kikuk. Bella meraih handphone disaku nya. mengarahkan layar ponsel kearah Satya, terlihatlah di sana sebuah berkas kepolisian yang tertera nama Satya di sana. Dengan melongo, Satya bingung kenapa foto surat itu bisa dimiliki Bella.
"Itu bukan aku Bel!" tegasnya.
"Hhhh... nggak usah ngelak lagi deh Sat. gue jijik lihat lo kayak lugu gitu dihadapan gue!" tutur Bella malah membuat Satya emosi. Meraih pergelangan tangan Bella dengan kuat. Satya menatap nya dalam-dalam.
__ADS_1
"Iya, itu aku yang buat! ini demi kamu Bel. Aku lakuin semuanya karena.." ucapnya gantung membuat Bella semakin risih.
"Karena apa ha? jawab gue." emosi Bella yang meleduk seiring menahan sakit pergelangan tangan nya yang sudah memar.
"Karena Aku mencintaimu Bel. aku jatuh cinta pandangan pertama padamu. aku selama ini menyimpan nya disini!" ia menarik tangan Bella pada dada nya. Namun Bella berusaha menarik tangannya agar tidak bersentuhan dengan dada Satya. bagaimana pun kekuatan Bella tetap tidak bisa disamai dengan kekuatan Satya.
"Terus kenapa lo berbuat ini sama Riko ha?" Bella mulai merasa tangannya begitu sakit.
"Karena Aku nggak suka lihat kamu dekat sama cowok lain!" tegas Satya memaksa.
"Aku mau kamu menjadi pacarku!" tutur Satya. Bella pun menjawab dengan menggeleng-geleng.
"Lepasin tangan gue! lo orang g*la. gue nggak suka sama lo. Hiksss-Hiksss..." di sela-sela tangisnya. Bella berusaha melepaskan genggaman tangan Satya dipergelangan tangannya. Satya yang tidak menerima penolakan pun berasa emosinya semakin menjadi.
"Owh, kamu menolak ku!! baik lah. jika kamu tidak menjadi milikku, kamu ngak bakalan jadi milik yang lain!" Satya menyeret Bella menaiki atap arena turnamen yang tingginya puluhan meter.
"Jangan berbuat aneh Satya!" teriak Vini.
"Kalian nggak usah ikut campur! jangan mendekat atau kami bakalan lompat!" tutur Satya membuat semua orang berhenti ditempat.
__ADS_1
"Lepasin gue Satya. gue benci sama lo. hikss..." tangis Bella semakin menjadi saat hal apapun tidak bisa ia perbuat hari ini. Satya malah semakin meng*la. ia malah semakin menyeret Bella ke sisi tepi atap.
BERSAMBUNG.....