MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
VIOLET LETERA


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


⏳Beberapa menit kemudian⏳


Seorang gadis berusia sama dengan Gibran membawakan segelas teh hangat.


"Silahkan diminum tuan!" ujarnya lembut menatap Gibran.


'Gadis ini? gadis yang pernah gue lihat di toko bunga pusat kota. apa yang dilakukannya disini? apa dia anggota Violet Letera?' gumam Gibran dalam hatinya. Gadis yang bernama Jingga itupun berbalik memunggungi Gibran, dengan pakaiannya yang minim, tampak lah tato lambang Violet Letera dipunggung nya.


'Tebakan gue benar ternyata.' ujar Gibran tersenyum pilu.


⏳Seperkian menit kemudian⏳


Gibran terbelalak melihat seorang gadis dihadapan nya. bukan hanya Gibran namun gadis itu, Bella juga kaget mendapatkan kenyataan dihadapannya. Menutupi keterkejutannya dengan wajah dingin. Bella pun duduk dihadapan Gibran.


'Astaga ternyata bos Violet Letera adalah buk Bella! kalau Rael tau pasti tambah seru nih!' pikir Gibran. Bella memberi kode semua anggotanya yang ada di sana untuk meninggal ia berdua dengan Gibran.


"Jadi kamu ketua Swaq Partners." tajam Bella menatap Gibran. Gibran yang di tatap pun masih tidak percaya dan takut melihat Bella yang menatapnya tajam. Karena tidak mendapati sautan dari Gibran. Bella memukul meja.


Prakkkkk... "Jawab!!" tegasnya.


"I~ya buk, eh Bel, eh buk !!" Gibran begitu gugup. Ia tidak kuasa berbicara dihadapan Bella.


"Kalau begitu urusi anak buah kamu, jangan seenaknya berkuasa! punya geng tapi nggak diurusin, tapi pantes sih, kamu aja masih bocah!" ucapan Bella membuat Gibran sedikit tersindir namun Ia tidak mau mengungkapkan nya.


"Kita sudahi saja pembicaraan ini, bawa geng kamu pulang! dan..." Melihat wajah Gibran yang sudah gugub, Bella mencoba mengerjainya dengan mengeluarkan sesuatu berbentuk pisau dari saku jaket nya. Dengan senyum devil, Bella Mendekati Gibran yang sudah panas dingin. Meletakkan pisau itu pada leher Gibran. Bella pun berbisik tepat di telinganya. "Jangan sampai semua orang tau saya ketua Violet Letera! jika sampai terbongkar saya akan membuat mu hilang di dunia ini!" Ancaman Bella sukses membuat Gibran kocar kacir keluar dari basecamp. Semua geng Swaq Partners pergi dari hadapan basecamp.


"Untung lo datang bos!" ujar Riko dari belakang.

__ADS_1


"Aku baru tau kalau ketua Swaq Partners adalah anak didikanku. Haha... sebentar lagi geng itu bakalan kita musnahkan." ujar Bella tertawa.


"Wah... beneran mbak? pantes aku merasa pernah lihat dia beli bunga di tokoh kita waktu itu!" tambah Jingga dari arah dapur.


"Oh ya, yang lain mana?" tanya Bella melihat basecamp yang sepi.


"Yang lain pada diluar mbak, katanya mau nambah anggota!" Bella hanya bisa mengangguk.


"Kalau gitu aku duluan ya, mau balik ke rumah ayah. kalau ada apa-apa hubungi aku ya. Jingga tolong kirim hasil penjualan tokoh seminggu ini!" titah Bella melangkah keluar. Riko dan Jingga sudah tau semua yang dialami Bella beberapa hari yang lalu.


"Baik mbak, nanti aku kirim ke email mbak!" tutur Jingga, Bella tidak bisa pulang dengan membawa motornya. Bisa-bisa semua orang mengetahui Ia adalah ketua geng Violet Letera.


"Riko, aku titip motor disini lagi ya." titah Bella melemparkan kunci motornya pada Riko.


"Ya ela Lo bos, kayak basecamp ini milik siapa aja. Main nitip-nitip segala, Haha... " tawa Riko pecah. "Eh, terus lo pulang pakai apa bos?" Bella menggeleng tengah berfikir bagaimana ia akan pulang. "Ya udah gue anterin lo aja ya bos." tanpa penolakan Bella setuju untuk diantarkan pulang oleh Riko. Meski begitu ia meminta untuk di tunggu sebentar, karena tidak mungkin Bella pulang dengan setelan gaya yang sudah seperti anak motor begini. Bella pun kembali menukar pakaian nya dengan pakaian tidurnya tadi. Tidak lupa jaket yang di berikan Rael, kembali ia pakai. Soalan motor dan pakaian geng motor itu, untung saja salah satu anggota nya bisa membawakan nya tepat waktu pada Bella ke tempat ia memberhentikan taksi.


Bella akhirnya sampai di rumah.


"Makasih ya Riko" ujar Bella.


"Iya sama-sama bos. gue duluan ya, kasihan Jingga sendiri di basecamp." Bella mengangguk dengan senyum yang sangat ramah. Selepas kepergian Riko, Bella memasuki gerbang kediaman K. A home.


"Dari mana? siapa lelaki itu?" dengan sangat kaget tangan Bella ditarik paksa oleh Rael menuju sudut rumah. Meski di sana ada satpam tetap saja Rael bisa mengelabui nya agar tidak ketahuan. Wajah Rael dan Bella begitu sangat dekat saat ini.


'Dilihat dekat gini ganteng juga ya nih bocah!' pikir Bella mulai terbawa suasana. Rael pun malah terhanyut dalam deru nafas Bella yang membuatnya terlena.


Beberapa saat kemudian mereka tersadar apa yang tengah terjadi.


"Saya balik dari rumah teman, kamu ngapain kembali ke sini, kenapa tidak pulang?" tanya Bella kikuk. Rael berusaha menetralkan detak jantungnya.

__ADS_1


"Ya aku kesini pastiin kamu Bel, kamu sih main pergi-pergi aja. ya aku takut terjadi sesuatu aja sama kamu." ucapan Rael membuat Bella semakin salah tingkah.


'Apa Rael lagi mengkhawatirkan gue?' pikir Bella. Rael pun tau Bella salah tingkah atas ucapan nya.


"Kalau kamu mati gimana, kan aku juga yang kebawa-bawa. makanya aku cari kamu dari tadi!" tambah Rael membuat Bella menatap malas.


'Baru aja pengen puji nih bocah!' kesalnya dalam hati. Bella mendorong Rael keluar gerbang.


"Kamu udah lihat saya baik-baik aja kan? udah gih sana pulang!" titahnya dengan lembut.


"Eh~eh... ngak ada akhlak ya kamu, main ngusir-ngusir aja!" Bella pun menutup gerbang rumah itu sambil mencibir kearah Rael.


'Makin gemas aja gue lihat nih guru kecil!' puji Rael dalam hatinya.


Bella pun memasuki rumah dengan salah tingkah, mencoba menetralkan jantungnya yang berdegup begitu kencang ulah Rael. Lampu ruang tamu yang tadinya mati tiba-tiba saja hidup. Bella dikagetkan dengan keberadaan Ken, Biangka serta Adel dihadapannya.


"Bagus ya, anak gadis pulang jam segini!" tunjuk Biangka pada jam yang menunjukkan pukul 2 malam. Bella hanya acuh tidak acuh. Ia melangkah menaiki tangga dengan diam. Ia merasa hari ini sungguh melelahkan, karena itu sekarang Ia butuh istirahat.


"Berhenti di sana!" suara Ken menghentikan langkah Bella dan membuatnya berbalik badan.


"Ternyata anak j*lang tetap menjadi j*lang ya. betul kata pepatah buah tidak jauh jatuh dari pohonnya!" kata itu lolos dari mulut Ken, sontak membuat Biangka dan Adel tersenyum kemenangan. Bella merasakan sakit yang begitu dalam dihatinya. Dengan air mata yang mulai mengalir di pipi. Bella berlari menuju kamarnya tanpa membalas ucapan kasar Ken.


'Aku j*lang? Ayah memang tidak punya hati! setelah menyakiti Ibu, Ayah juga menyakitiku dengan kata-katanya! Apa ini rasanya patah hati, ayah adalah patah hati pertamaku! hikkkkksss...' gumam Bella dalam hatinya. Bella sudah tidak kuasa menahan tangisnya. Meraih laci nakas, Bella mengambil figura dari dalamnya.


"Bu, aku merindukan mu! apa kabarmu di sana bu? apa sudah tidak sakit lagi? jika benar, apa boleh aku ikut dengan mu bu? aku sudah tidak kuasa menahan sakit ini bu. aku membutuhkan mu bu! aku membenci Ayah. Ayah sungguh kejam kepada ku bu! Hikkkkkss..." dengan terisak Bella mendekap bingkai foto almarhumah ibunya. Setelah lelah meluapkan isi hatinya pada sang ibu, Bella pun tertidur dengan air mata yang tidak henti. Tanpa disadari nya, sang Ayah mendengarkan semua keluh kesah Bella pada sang ibu dari balik pintu. Ken begitu sedih saat mendengar setiap kata. yang keluar dari mulut Bella. Mungkin dirinya sangat keterlaluan, tak hentinya Ia menyakiti Bella selama ini.


'Maafkan Ayah nak, Ayah tidak bisa membuatmu bahagia! Ayah menyesal menganggap mu tidak pernah ada selama ini! maafkan Ayah yang harus bersandiwara, meski menyakitimu adalah caranya. tapi ini demi kebaikan mu. Ayah tidak mau Biangka dan Adel menyakitimu seperti apa yang telah diperbuatnya pada ibumu Bel. Ayah menyesal tidak mempercayai ibumu waktu itu. maafkan Ayah Bel. Ayah sangat menyayangimu!' ucap Ken dalam hatinya. Dengan berurai air mata, Ken pun berlalu dihadapan kamar Bella.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2