MENIKAHI DOSEN CANTIK

MENIKAHI DOSEN CANTIK
CEMBURU PART 3


__ADS_3

...🌺🌺🌺🌺🌺...


Adelia berfikir bagaimana ia akan menjelaskan pada Dito agar ia langsung mengerti. Namun, Bella yang sudah duduk di salah satu sofa di ruang tamu itu sangat geram karena pertanyaan yang sangat simpelnya itu tidak kunjung juga dijawab oleh sang kakak tiri.


"Kak Adelia ini anak tiri Ayah aku kak. Kami adalah saudara tiri. Karena kak Adel tinggalnya disini bareng kami makanya dia ada di sini." Jelas Bella yang membuat Adelia sedikit terbantu.


"Waah ternyata ucapan tentang dunia itu sempit benar adanya. Aku malah bersahabat lama dengan kedua saudara tiri ini." Bangga Dito yang mendapati rasa iri dari Rael.


'Nyesel gue bawa dia ke rumah ini!' gumamnya di dalam hati.


"Jadi kamu juga sahabatan dengan Bella?" Tanya Adelia yang masih bergelayut di lengan Dito sambil menunjuk ke arah Bella.


"Bella ini adik seniorku waktu kuliah Del." Ujar Dito membenarkan ucapannya tadi.


"Oh yang pernah kamu ceritakan waktu itu kan. Si gadis yang kamu..." Sontak ucapan Adelia langsung terputus saat Dito membungkam mulutnya dengan camilan kue yang dibawa Bella. Adelia kaget dan hanya bisa melotot ke arah Dito. Sedangkan Dito hanya memberi kode agar Adelia tidak membeberkan rahasianya itu.


"Gadis apa maksudnya?" Tanya Bella bingung. Sedangkan Rael langsung paham kata selanjutnya yang akan diucapkan oleh Adelia.


'Aduh kamu benar-benar nggak peka ya Bel! Ternyata dugaan ku tentang arti tatapan Dito terhadap Bella itu benar. Ia Ternyata benar menyukai istriku, tidak akan kubiarkan si Dito-dito ini merebutnya.' Gumam Rael dalam hatinya. Ia juga adalah lelaki yang paham atas arti tatapan dan perlakuan seorang lelaki pada seorang wanita.


"Hehe... Kamu salah satu gadis yang pintar di kuliah. Dito pernah bercerita seperti itu padaku." Jawab Adelia kikuk setelah menghabiskan kue di mulutnya.

__ADS_1


"Ah bisa saja, lalu mengapa kak Adelia bisa bersahabat lama dengan kak Dito?" Tanya Bella yang penasaran meski ia sadar sejak kapan ia menjadi akrab seperti itu dengan kakak tirinya ini.


"Ah itu ceritanya panjang, kamu nggak perlu tau. Oh ya Dito, kamu ngapain ke sini? Ini semua buat apa?" Tanya Adelia yang mengalihkan perhatiannya pada semua alat peretas yang Dito gunakan. Bella yang mendapati jawaban Adelia hanya ber-oh saja karena merasa hal itu juga tidak terlalu penting untuknya.


"Ini semua untuk aku bekerja. Aku bekerja dengan perusahaan Wijaya saat ini." Jawab Dito sambil tersenyum manis.


'Memang lelaki buaya. Tadi lemah lembut ke Bella sekarang lebih lembut lagi ke Adelia.' ntah mengapa Rael semakin tidak suka dengan sikap dan perlakuan Dito yang mampu membuatnya iri.


"Kamu bekerja di perusahaan Kakek Arya? Waah aku akan mengajukan lamaran juga di sana, pasti menyenangkan bila bisa bekerja di suatu perusahaan yang sama dengan sahabat lamaku ini." Ujar Adelia yang merasa senang. Sesaat kemudian ia merasa tubuhnya sudah terlalu lepek karena belum mandi pagi, ia pun langsung memutuskan untuk pergi ke kamarnya.


"Bagus itu Del, aku sangat mengapresiasi nya." Balas Dito atas ucapan Adelia. Sedangkan Bella malah merasa mau muntah karena ia tau kalau ucapan Adelia itu hanya bohongan belaka. Dia sudah hafal sekali watak Adelia yang hanya ingin menghambur-hambur kan uang.


"Kalau begitu aku ke kamar dulu ya, soalnya habis dari luar. Nggak enak juga aku yang dekil gini gabung sama kalian yang udah pada mandi. Kamu senang bekerjanya, kalau ada perlu panggil adik tiri ku saja! Iya kan adik tiri ku?" Pamit Adelia berdiri dari sofa dan menepuk bahu Bella. Sontak hal itu membuat Bella berdelik kesal.


"Ini kapan selesainya? Gue udah bosan nih!" Ketus Rael yang mendapatkan perhatian dari semua orang yang ada di sana. Dito menatap malas Rael karena ia hanya pandai memerintah tanpa tau proses yang tengah ia kerjakan. Bella dapat menangkap ekspresi Dito tersebut saat melihat ke arah Rael dan itu membuatnya tidak enak.


"Kamu bisa diam nggak sih Rael? Aku kunci dalam kamar baru tau rasa!" Ucapan Bella malah ditanggapi lain oleh Rael.


"Kalau di kuncinya bareng kamu sih aku oke-oke aja." Jawab Rael enteng dengan tampang tanpa dosa.


"Kalian ini ngomongin apaan sih. Gue masih kecil, otak gue ternodai!" Ujar Vino yang akhirnya bersuara karena sudah kesal.

__ADS_1


"Ini tinggal sedikit lagi. Si penyebar video ternyata sangat baik dalam memasang keamanan. Untung saja kita memiliki sedikit peluang untuk meretasnya. Soal itu, apakah kalian tidak ingin melaporkan perbuatan jahat si perekam dan penyebar video itu?" Tanya Dito menatap Bella dan Rael bergantian.


"Tentu akan di laporkan, tetapi hanya penyebarnya saja. Itu akan sedikit menghancurkan reputasi perusahaan lawan. Karena dituntut atas penyebaran nama baik." Jawab Bella tanpa meminta persetujuan Rael.


"Kalau sih bakalan melaporkan keduanya!" Tegas Rael menatap Bella serius.


"Tidak Rael, kamu harus tau kalau Jesica atau Cindy itu hanya termakan api cemburu buta yang ia rasakan. Kamu tidak boleh menyalakannya begitu saja, karena kamu juga salah dalam video itu. Kalau bukan karena kamu yang sedikit ceroboh bicara didepan umum, pasti video itu tidak akan ada. Lagian menurutku kita bisa bicara baik-baik dengan Jesica atau Cindy itu, karena aku juga wanita Rael. Aku tau perasaannya." Jelas Bella yang menurut Rael ada benarnya juga. Ia tidak menjawab dan malah sedikit berfikir.


"Lalu bagaimana kita akan bicara baik-baik dengannya? Padahal kita tidak tau lagi keberadaannya dimana. Vino bahkan sudah di blok dari nomor handphonenya." Jelas Rael membuat Bella juga ikut berfikir.


"Kalian tenang saja, soal itu aku sudah mendapatkan informasi dimana ia sekarang. Jesica atau Cindy itu adalah orang yang sama karena nama aslinya adalah Jesica Cindy. Ternyata ia juga sudah setahun bergabung menjadi anggota Swaq partner dan memiliki hubungan dengan Riko beberapa minggu sebum malam penyatuan anggota Swaq partner dan Violet Latera itu." Jelas Vino yang mendapatkan senyum kelegaan di wajah pasutri itu. Sedangkan Dito hanya menyimak obrolan mereka bertiga sambil kembali melakukan pekerjaannya.


"Kalau begitu, setelah masalah ini selesai dan video itu tidak lagi tersebar. Gue minta Lo buat bawa Gue ke tempat gadis licik itu!" Pinta Rael dengan serius.


"Aku ikut ya!" Pinta Bella dengan penuh harap.


"Tapi kan,..." Rael hanya tidak ingin kalau Bella dalam situasi yang mungkin saja akan bahaya.


"Nggak ada tapi-tapian. Pokoknya aku ikut dan aku yang akan bicara pada nya. Kamu mau ancaman aku tadi jadi beneran?" Tanya Bella dengan kesal karena Rael tidak langsung menyetujui permintaan nya.


"Iya deh, iya. Kamu nanti ikut." Ujar Rael yang mengalah karena takut atas ancaman Bella. Lagian ia merasa Bella akan baik-baik saja selama bersamanya. Bella pun langsung tersenyum lebar karena Rael langsung menuruti permintaan nya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2